천국의 우편배달부
The first 200 lines.
Ibu...
Apakah Ibu baik-baik saja?
Di sana tidak ada masalah, kan?
Ibu sudah pergi selama 7 tahun.
Sampai saat ini, aku masih belum bisa percaya kalau Ibu sudah tiada
Ternyata sudah lama sekali.
Oh iya, aku sudah menikah
Dan memiliki seorang anak.
Aku sangat ingin menunjukkannya pada Ibu
Ibu
Walaupun usiaku sudah bertambah, tapi aku masih merasa belum dewasa
Walaupun aku sudah menikah,
Setelah anakku lahir-pun
Rasanya, aku masih bermain bersama mainan-mainanku.
Karena bagi Ibuku,
Aku selalu menjadi anaknya yang kecil
Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan
Ibu, hari ini melalui beranda aku melihat ke bawah
dan melambaikan tangan pada putriku yang musim semi ini berusia 1 tahun.
Dia mengenakan tas sekolah berwarna kuning
Tiba-tiba aku merasa ingin sekali berbicara dengan Ibu.
Ibu
Bagaimana kabarmu?
Bagaimana keadaan di sana?
Di sana...
Di sana...
Di Surga.
Surga.
Pengantar Surat ke Surga
- Siapa kau? - Ini.
Terima kasih.
Berbahaya menerima air dari orang asing.
Memangnya kau berbahaya?
Yang aku maksud bukan aku.
Kau ini siapa?
Tukang Pos Surga
Hah?
Seorang tukang pos yang bertugas mengantarkan surat ke Surga.
Ahh.. Seperti yang ada di cerita dongeng?
Ini bukan dongeng... Tugasku mengirimkan suratmu ke Surga.
Maaf.
Tunggu sebentar.
Apa yang sedang kau lakukan?
Apa yang kau lakukan?
- Itu? - Apa?
Lihat waktunya di sebelah sana.
Aku tahu! Tukang Pos Surga!
Dari tadi kan sudah aku bilang.
Tunggu.
Belakangan ini di internet ada berita tentang seorang tukang pos tampan yang datang
Dan bilang bahwa dia mengantarkan surat dari Surga...
Oh, kau punya kaki.
Rupanya, kau bukan hantu ya?
Aku Malaikat
Hei!
Berhentilah mengolok-olokku!
Kalau begitu terbanglah.
Dari sini ke sana.
- Sekarang? - Sekarang.
Baiklah.
Kau tutup dulu matamu.
Baik.
Tutup sekarang
Sudah kututup.
Jangan mengintip.
Saat hitungan ke tiga, buka matamu.
Baik.
Satu..
Dua..
Tiga..
Hei!
Hei!
Hei!
Berhenti!
Hei!
Hei!
Hei!
Banyak surat yang datang.
Surat dari orang tua untuk anaknya.
Suami yang ditinggalkan Istrinya.
Surat untuk temannya yang sudah meninggal.
Ibu yang kehilangan putrinya.
Atau seseorang yang kehilangan kekasihnya.
Mereka yakin kalau Surga itu memang benar-benar ada.
Tapi ada 1 surat yang sangat jahat.
Jika orang itu normal, dia tidak mungkin membuat surat seperti itu.
"Jahat sekali kau, mengapa kau pergi meninggalkan aku."
"Orang sepertimu memang pantas mati."
Dia menulis semua itu, semua umpatannya ditujukan ke Surga.
Menurutmu apa yang harus aku lakukan padanya?
Orang itu pasti berpikiran sempit!
Kau yang mengirim surat itu.
Siapa bilang?
Hari ini kau menggunakan amplop yang sama, amplop bergambar buah ceri merah.
Karena pikiranmu yang sempit dan kasar itu lah.
Aku, seorang hantu, harus turun ke sini untuk membahas tentang surat itu.
Apa menurutmu aku separah itu, sampai harus ada hantu yang menegurku?
Sejujurnya saja, aku sebenarnya ingin menaruh bom di surat itu.
Aku ingin mengirim bom ke Surga!
Jadi saat dia membuka surat itu, duaar!
Dia akan tercabik-cabik.
Tapi dia sudah meninggal.
Tunggu!
Dia, segelas kopi...
Apakah bisa mengambang di udara?
Maaf?
Apakah menurutmu, aku ini gila berbicara seorang diri dan memesan dua gelas kopi?
Maaf?
Apa disitu...
Apa disitu ada orang?
Iya, tentu saja!
- Benarkah? - Iya!
Orang itu,
Dia mengaku kalau dirinya itu adalah hantu atau malaikat.
Menurutmu apa yang harus aku lakukan?
Dia pasti sudah gila!
Sudah, tinggalkan saja dia.
Kau tahu, Aku dengar semua itu.
Lalu, kau ini apa?
Aah! Aku tahu!
Kau sengaja ingin membuat orang percaya kalau kau ini tukang pos surga.
- Kau berjalan-jalan di seputar kotak surat itu, bukan?/ - Tidak ini adalah pekerjaan paruh waktuku.
Pekerjaan paruh waktu?
Sebagai contoh,
Mengirim surat ke Surga.
- Apa kau benar-benar gila? - Tidak
Aku hanya membantu orang yang merasa kehilangan kekasihnya, menurutmu?
Bagaimana caranya?
Coba lebih kau jelaskan.
Sudah tidak boleh lagi, karena ini adalah rahasia.
Kecuali kau ingin membantuku, aku akan coba memberitahumu.
Apa?
Kalau kau bisa, ayo kita lakukan bersama-sama.
Aku akan memberimu gaji $20 perjam.
$20?
Iya
Tidak.
Pabrik Kesenian Alibi Dibutuhkan Karyawan Berkemampuan Tinggi
Permisi?
Sebenarnya ini pabrik apa?
Lihat ini? Aku membuat ini.
Aku sudah membuat benda-benda ini selama 7 tahun.
Aku adalah penjual barang-barang ini.
Ini dan sebelah sana
Suara Porno $18 Suara Bar $30 Suara Pasar $7 Suara Bel Sekolah $5 Suara Rapat Bisnis $8
Itu suara porno.
Dan ini suara bar.
Kau bisa menggunakan suara-sura ini saat kau menelpon, seperti saat kau ingin membohongi pacarmu.
Kecurangan, itulah kata yang tempat ini hasilkan.
Curang.
Kira-kira berapa gaji kalau menjadi karyawan di sini.
Jadi kau bukan kustomer?
Satu... dua... tiga...
Yo!
Yo...
Apa...
Apa kau datang untuk mengirim surat iblis itu lagi?
Tidak. Aku sudah tidak mengirimnya lagi.
Lagipula percuma, kau hanya akan membuangnya ke tempat sampah.
Lalu apa...
Kau sudah memutuskan ingin bekerja denganku?
Tidak mau...
Aku datang untuk menyuapmu...
$5,000? Bagaimana kalau begitu?
Aku tidak bisa memaafkanmu...
Aku benar-benar tidak bisa memaafkanmu
Kau bilang kau suka padaku.
Apa itu bohong?
Saat aku mendekati wajahmu.
Kau bilang padaku, kau sangat menyukaiku.
Kau bilang kau rela jika dilempar ke lubang hitam.
Jadi, semua itu bohong?
Kau sedang menulis puisi ya..
- Kau sedang membuat lirik lagu ya? - Kau sudah lupa, apa yang kau tulis di surat itu?
Oh, Dasar! Tidak lucu!
Karena kau telah membentakku, aku akan menuntutmu di internet.
Tidak
Kenapa pria ini licik sekali?
Apanya yang licik?
Wow.
Apa?
Ini kotak makan siang.
Sushi dan telur gulung.
Untuk kekasihnya?
Seorang Ibu yang kehilangan putrinya yang berusia 5 tahun, Dong-ju.
Beliau membuatkan ini untuk anaknya.
"Saat kau meninggal Ibu baru belajar memasak,"
"kau meninggal terlalu cepat, jadi kau belum bisa merasakan enaknya masakan Ibu..."
"Apakah telur gulung buatan Ibu lebih enak dari telur gulung yang dulu?"
"Sekarang Ibu sudah bisa membuat kimbap tanpa gosong lagi."
Kau menangis ya?
Ternyata iya.
Tapi
Aku ini hanya tukang pos surga bukan jasa pengantar surga.
Apa kau ingin memakannya?
Kalau disia-siakan sayang kan.
Nanti busuk...
Aku akan merasa bersalah.
Mau coba?
Iya. Aku mau coba.
No comments yet. Be the first to leave one.