Release info

비켜라운명아 It'sMyLife E71 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2019-02-12
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"It's My Life"

Kamu tidak tahu betapa gugupnya aku tadi, bukan?

Bibirku gemetar.

Telapak tanganku berkeringat. Semua orang melihatku.

Aku tidak bisa berpikir jernih...

Kamu tahu kamu sangat cantik saat bicara tanpa henti seperti itu?

Sampai mana tadi?

Ini Ahn Nam Jin.

Nam Jin, ini aku.

Jin Ah. Di mana kamu sekarang?

Apa yang terjadi?

Kamu tahu aku sangat cemas?

Aku ingin meminta bantuan.

Bantuan?

Bantuan apa?

Bolehkah aku meminjam uang?

Uang?

- Berapa? - Tunggu.

Ajak dia bertemu.

Sekarang?

Di mana?

Jin Ah, ini Seung Joo.

Ayo bertemu, lalu kita bisa bicara.

Maaf, tapi aku tidak mau.

Kita teman.

Teman bisa saling bercerita apa pun.

Aku mengerti. Jadi, ayo bertemu.

Di mana kamu sekarang?

Kamu akan bersembunyi lagi?

Jika bersembunyi, kamu pikir masalah akan selesai?

Aku akan menemui kalian.

Di mana kalian ingin bertemu?

"Episode 71"

Kenapa dia belum pulang semalam ini?

Di pasti senang.

Bagaimana bisa aku dibandingkan dengan gadis 22 tahun

saat aku punya kerutan di mataku?

Aku akan mencintaimu sampai mati.

Tolong terima cintaku.

Kamu tidak punya apa-apa.

Kamu hanya punya hati yang baik.

Aku hendak memacarimu karena itu.

Ini sangat menyebalkan.

Aku merasa dikhianati.

Mataku akan bengkak.

- Jin Ah. - Masuklah, Jin Ah.

Aku senang kamu datang. Duduklah.

Tunggu sebentar.

Minumlah. Itu teh lemon.

Apa yang terjadi?

Kenapa kamu tiba-tiba pergi?

Kamu tidak...

Itu ulah Bu Choi, bukan?

Dia menyuruhmu pergi, bukan?

Tidak, itu keputusanku.

Bu Choi ingin aku berhenti bekerja dan diam di rumah jika punya anak.

Jadi, aku pergi.

Kamu seharusnya memberi tahu Si Woo.

Dengan begitu, Si Woo akan membereskannya.

Untuk apa?

Sampai kapan aku harus berhati-hati di dekatnya dan ketakutan?

Kamu benar, tapi bagaimana dengan bayinya?

Kamu tidak melakukan aborsi, bukan?

Aku melakukannya.

Jin Ah.

Aku cukup kesulitan mengurus diriku.

Aku tidak bisa hidup sebagai ibu tunggal seumur hidupku.

Ini sulit dipercaya.

Meskipun bayi itu belum lahir, dia sudah bernyawa.

Bisa-bisanya kamu melakukan aborsi hanya karena kamu menginginkannya.

Aku tidak akan melepaskan hidupku untuk bayi yang belum lahir.

Aku kemari untuk mengatakan ini.

Aku lebih kuat daripada yang kalian pikir.

Aku akan merilis merek dengan namaku

dan menjadi lebih bahagia daripada orang-orang.

Bagaimana dengan Si Woo?

Kamu tidak mencintainya?

Dahulu aku mencintainya,

tapi sudah tidak lagi.

Bisakah kamu meminjamiku uang?

Kurasa 30.000 dolar cukup.

Aku akan kerja keras dan kembalikan dengan bunga dalam tiga tahun.

Akan kutulis surat perjanjian jika kamu mau.

Baiklah, akan kukirimkan kepadamu secepat mungkin.

Aku harus pergi sekarang.

Tolong rahasiakan aku kemari hari ini.

Tolong beri tahu ibuku

aku dipekerjakan oleh perusahaan di Tiongkok.

Akan merepotkan jika dia melaporkanku hilang.

Aku akan mengantarmu.

Tidak perlu. Aku akan pergi sendiri.

Aku tidak bisa membiarkanmu pergi sendiri semalam ini.

Aku tidak mau kamu tahu tempat tinggalku.

Aku meminjam ponsel yang kupakai meneleponmu tadi.

Tidak ada gunanya menghubungi nomor itu.

Tidakkah menurutmu sebaiknya kamu menemui Pak Choi sekali lagi?

Nanti. Aku akan menemuinya nanti.

- Tunggu. - Tunggu.

Bagaimana ini?

Dia bilang dia tidak akan melukai dirinya.

Jadi, doakan yang terbaik untuknya dari jauh.

Kamu pasti minum lagi semalam.

Jika terus begitu, dia akan sakit.

Aku juga mencemaskannya.

Bobotnya turun banyak beberapa hari ini.

Aku tidak perah menyukai Jin Ah dari awal.

Bu Choi.

Ibu Jin Ah terus menghubungiku

dan bertanya apa hal buruk terjadi kepada Jin Ah. Aku harus bagaimana?

Katakan dengan jujur.

"Dia melakukan aborsi dan pergi tanpa pesan."

"Hubungan dia dan Si Woo berakhir. Jadi, jangan menghubungiku lagi."

Seperti itu?

Dia akan langsung kemari dan membuat keributan sambil menangis.

Kamu tidak keberatan?

Katakan saja Jin Ah dipekerjakan oleh perusahaan Tionghoa, Ibu.

Kamu bicara dengan Jin Ah, Nam Jin?

Tidak.

Jin Ah akan menghubungi ibunya setelah dia menenangkan diri.

Jadi, aku hanya ingin ibunya tidak cemas sampai saat itu.

Benar, Nam Jin, kamu harus memberi tahu ibunya.

Dengan begitu, ibunya Jin Ah akan merasa tenang.

Baik. Akan kuberi tahu dia.

Pak.

Hai. Kamu datang lebih pagi.

Aku datang lebih pagi karena mencemaskanmu.

Kamu akan menyatakan cinta hari ini, kenapa kamu tampak berantakan?

Aku berantakan, ya?

Aku akan beres-beres di sini. Jadi, pergilah ke sauna.

Kenakan pakaian terbaik yang kamu punya.

Pakai jas. Itu pasti bagus.

Baik.

Kamu tidak lupa kata-katamu, bukan?

Latihlah itu dengan melantangkannya 100 kali.

100 kali?

Berlatih sampai kamu tidak akan gagap.

Ya?

Baik.

Kenapa kamu datang pagi-pagi sekali?

Kamu belum menyarap, bukan?

Ayo menyarap dahulu.

Tidak, terima kasih.

Jangan cemaskan aku, tapi Pak Jang...

Ya? Katakan.

Haruskah kuberi tahu ibu Jin Ah kejadian sesungguhnya

dan melaporkan Jin Ah hilang?

Jika kulaporkan dia hilang, polisi bisa melacak ponselnya

dan memeriksa rekeningnya.

Apa yang akan kamu lakukan jika menemukannya?

Kamu hanya akan terluka karena dia berhenti mencintaimu.

Aku tidak percaya.

Dia pasti punya alasan.

Akan kutanyakan langsung.

"Ibu Jin Ah"

Ya, Ibu.

Benarkah Jin Ah dipekerjakan oleh perusahaan Tionghoa?

Jika begitu, bagaimana dengan kalian?

Kapan kalian akan menikah?

Siapa yang mengatakan itu?

Nam Jin mengatakan itu.

Nam Jin?

Kenapa kamu ingin bertemu denganku sepagi ini?

Di mana Jin Ah?

Mana kutahu?

Kamu tahu. Kenapa kamu pura-pura tidak tahu?

Kamu bertemu dengannya, bukan?

Ya, aku bertemu dengannya.

Semalam, dia mampir ke apartemen Seung Joo.

Dia dekat. Kenapa dia melakukan ini?

Dia berjanji tidak akan memiliki pikiran buruk.

Dia bilang akan bekerja keras untuk merilis mereknya sendiri.

Di mana dia sekarang? Berapa nomor ponselnya?

Di mana dia tinggal?

Aku tidak tahu.

Dia meminjam ponsel untuk menghubungiku.

Kutawari tumpangan, tapi dia tidak mau mengatakan tempat tinggalnya.

Kenapa Jin Ah melakukan itu?

Aku tidak tahu, tapi dia tampak sangat lelah.

Dia bilang akan menemuimu saat dia merasa lebih baik.

Jadi, kurasa kamu harus memberinya waktu.

Maaf aku tidak bisa membantu.

Bagaimana dengan bayinya?

Dia sungguh melakukan aborsi?

Dia bila ya,

tapi kurasa dia mungkin berbohong.

Jin Ah biasanya sangat membenci makanan masam.

Tapi dia menghabiskan secangkir teh lemon semalam.

Itu 30.000 dolar.

Berikan uang ini dan pastikan dia menandatangani dokumen

untuk memastikan dia menerimanya.

Aku tidak beramal.

Aku melakukan pekerjaan pada hari liburku.

Bukankah seharusnya kamu membayarku juga?

Ambil bagianmu dari uang ini.

Aku harus membayar detektif swasta juga.

Tidak bisakah kamu memberiku 10.000 dolar lagi?

Baiklah. Akan kukirimkan ke rekeningmu.

Bagus.

Pastikan perawat itu tidak mengatakan apa-apa.

Percaya saja kepadaku.

It's My Life subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for It's My Life

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left