The first 200 lines.
"Kim So Hyun"
"Hwang Min Hyun"
"Yun Ji On"
"Seo Ji Hun"
"Lee Si Woo"
"My Lovely Liar"
"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"
"Dalam drama ini hanyalah fiksi"
"Para wali aktor cilik hadir saat syuting"
Ayo! Oper kepadaku! - Ini.
"Episode Lima"
Cepat! - Hentikan dia!
Adang dia. - Adang dia.
"Kim Seung Ju"
Ambillah. - Hei, tendang.
Ambil sisi kirinya! - Hei.
Adang dia. - Adang dia.
Pergi ke sisi kirinya. - Hentikan dia.
Adang. - Tembak!
Ayo. - Bagus.
Ayo.
Ayo. - Ayo.
Ketua Kelas, baca teksnya.
"Kurasa ada terlalu banyak masalah"
"dengan kecerdasan buatan."
"Pertama-tama, ketakutan di masa depan adalah"
"kita mulai menciptakan mesin"
Lihat bukumu. - "yang bisa membuat keputusan"
"seperti manusia."
"Namun, kita tidak bisa memercayai mesin seperti itu."
Berhenti menatapnya. Lihat bukumu.
Ada apa di antara mereka?
Diamlah.
Choi Eom Ji. Kamu menyukainya?
Apa? - Ada apa dengannya?
Ada apa? - Tidak.
Jika kamu tidak menyukainya, kenapa kamu menatapnya?
Pasti ada alasan kamu menatapnya
alih-alih melihat bukumu.
Ada apa, Choi Eom Ji? - Hei, Choi Eom Ji.
Jawab bapak.
Kamu bisa, Choi Eom Ji. Semangat.
Aku menyukainya.
Apa? - Apa?
Apa yang baru saja terjadi? - Ada apa?
Astaga! - Apa?
Apa yang terjadi? - Sungguh?
Diamlah.
Kenapa kamu sudah mau pergi?
Aku datang untuk melihat wajahmu sebentar.
Aku ada kelas besok pagi. Aku harus pergi.
Kamu tidak bisa kembali ke Seoul.
Jika pergi hari ini, kamu tidak akan kembali.
Apa katamu? Kamu bilang kamu membunuh Choi Eom Ji.
Kenapa kamu mengatakan hal yang berbeda sekarang?
Lihat.
Lihat ini.
Kamu ingat sepatu ini, bukan?
Kenapa ada banyak darah? Kamu menusuknya dengan apa?
Kamu sudah menyiapkan alat kejahatanmu sebelumnya?
Tidak.
Aku tidak membunuhnya.
Pak Kim Do Ha. Bangun.
Pak Kim Do Ha. - Aku tidak...
Apa katamu?
Aku
tidak membunuhnya.
Aku bisa mendengar kebohongannya.
Aku...
"Vila Dream"
Astaga.
Bagaimana dengan Syaon?
Dia belum mati.
Kamu melihatnya pergi dengan selamat.
Kamu bahkan bermimpi buruk tentang itu.
Lagi pula, Syaon tidak akan bunuh diri.
Jangan khawatir.
Tunggu.
Apa? Kamu demam.
Kamu punya penurun demam di rumah?
Aku tidak membutuhkannya.
Namun...
"Plester, Salep, Kompres Gel"
Aku memastikan dia hanya pria biasa.
Apa ini benar-benar perlu?
"Tenol"
Namun, dia sakit. Tidak membantunya akan terlalu kejam, bukan?
Baiklah. Baik.
Aku akan kembali.
Aku membawa obat.
Aku akan masuk.
Apa...
Pak Kim,
bangun dan minum obatlah sebelum tidur.
Akan kutaruh di sini.
"Obat tidur"
Dia minum obat tidur?
Astaga, ini sangat meragukan.
Astaga.
Air panas.
Tunggu, tidak.
Kepalanya demam. Jadi, haruskah aku merendamnya dengan air dingin?
Astaga.
Apa yang kulakukan sekarang?
Aku bahkan tidak terlalu mengenalnya.
Lenganku sakit. Bisa lepaskan aku?
Maafkan aku.
Maaf...
Apa dia baru saja menjawabku? Apa ini?
Waktumu hanya sepuluh menit.
Apa ini?
Aku tadinya mau pergi setelah memberimu obat.
Kamu tampak sangat sakit. Jadi, aku merawatmu sebentar.
Apa aku membukakan pintu untukmu?
Tidak juga. Itu tidak tertutup sepenuhnya.
Begitu rupanya.
Bagaimana perasaanmu?
Apa demamnya sudah hilang?
Nona Mok.
Ya.
Jangan cemaskan aku sekarang.
Apa?
Anggap saja
aku tidak ada.
Kamu pikir aku tidur di sini
untuk merayumu?
Tidak.
Lalu kenapa?
Begitu rupanya. Itu karena aku tahu kamu Kim Do Ha.
Namun, bukankah itu hanya salah satu dari banyak pekerjaan orang?
Aku tidak terlalu tertarik dengan selebritas.
Jadi... - Aku mengerti.
Tolong pergi sekarang.
Baiklah. Tentu.
Sebenarnya, aku juga sudah selesai denganmu.
Aku senang waktunya pas.
Sampai jumpa.
Dia konyol.
Apa? "Jangan cemaskan aku?"
Memperlakukannya seolah-olah dia tidak ada?
Itu yang dia katakan kepadaku!
Terserah. Bukan dia juga.
"Untuk flu, menggigil, demam, pilek, dan batuk"
Deuk Chan.
"CEO Jo Deuk Chan"
Deuk Chan. Suruh Do Ha pindah ke tempat lain.
Atau carikan dia hotel.
Aku hanya tidak mau dia tinggal di rumah itu.
Bagaimana kamu bisa begitu kurang ajar
setelah aksimu kemarin?
Seorang wanita aneh tinggal di sebelah rumah Do Ha.
Dia bahkan tahu namanya dan mengemudikan mobilnya.
Jika kamu membiarkan Do Ha tetap tinggal di sana,
aku akan mendatanginya setiap hari.
Gang di depan rumahnya akan dipenuhi reporter.
Hei, Sa Ji On!
Jangan membentakku. Itu menakutkan.
Kamu tahu betapa menakutkannya Do Ha kemarin?
Namun...
Aku amat senang melihatnya meskipun dia marah kepadaku.
Aku takut,
tapi melihat wajahnya yang marah membuatku merasa lebih baik.
Ji On. Yang kamu lakukan sekarang
tidak membantumu.
Kamu bersikap seperti mantan pacar Do Ha.
Kenapa itu tidak membantu?
Do Ha tidak bisa melanjutkan hidup dan mengencani wanita lain
karena masih menyukainya. Bukankah begitu?
Apa yang kamu tahu tentang dia?
Bahwa dia mirip denganku. Itu sebabnya aku mengatakannya.
Memang benar dia belum melupakannya.
Namun, dia tidak merindukannya.
Bagaimanapun, itu sudah cukup.
Jika cinta bertepuk sebelah tangan...
Ya. Kamu harus bertemu dan mengencani semua penggemarmu.
Konyol.
Terserah kamu.
Baiklah. Aku akan menghitungnya.
Tinggal satu cap lagi untuk dapat kupon.
Datanglah lagi. - Sampai jumpa.
Terima kasih.
Kopi tanpa kafeina adalah pilihan yang tepat.
Ini enak dan kuat. Aku menyukainya.
Apa yang kuat?
Kafeinanya? - "Kedalaman."
Artinya kopi ini memiliki kedalaman.
Astaga, kamu tidak tahu itu?
Jadi, saat lelah seperti ini, aku selalu minum kopi tanpa kafeina.
Mengejutkan kamu mengatakan itu kepadaku.
Benar.
Katamu roh itu tidak membantumu saat kamu bersama pria ini.
Apa yang terjadi dengannya?
Itu bukan apa-apa
karena roh itu akhirnya muncul.
Itu lebih menarik.
Artinya pria itu tidak berbohong selama kalian bersama.
Lupakan saja. Aku tidak tertarik lagi.
Dia berbohong soal apa?
Kamu tahu, dia mengigau.
Kamu tidur dengannya?
No comments yet. Be the first to leave one.