The first 186 lines.
Presented / Sinabro Entertainment
Korea venture technique investment
Executive producers Bruce D. Lee, Paul Song
A White Lee production
Choi Min-soo
Cho Jae-hyun
Kim Bo-kyung | Lee Jong-soo
Salam Hangat Dari Singkawang Kalimantan Barat
Directed by Kim Eui-seok
Setelah terjadinya kudeta, seorang raja baru mengambil alih negeri...
... dan dunia terlempar ke dalam kegelapan.
Rakyat menunggu cahaya untuk muncul kembali...
SWORD IN THE MOON
Apakah dia selalu sebrutal itu?
Kemampuan berpedangnya memang luar biasa.
Tapi dia tidak harus sampai melakukan itu...
Itu sebabnya mengapa mereka memanggilnya Si Penjagal.
Apakah kau benar-benar berpikir pemberontakanmu berhasil?
Aku melihat kemampuan berpedangmu belum berkarat.
Yang Mulia, saya minta maaf atas gangguan ini.
Aku merasa beruntung karena memiliki jenderal dan pengikut yang setia sepertimu.
Dinasti Chosun, Malam Hanyang
Banyak petinggi pemerintah yang meminta bantuanmu.
Mereka takut kalau nyawa mereka dalam bahaya.
Mintalah kepada Menteri Peradilan atau orang lain.
Di sini, kami hanya menjaga keselamatan Raja.
Aku yang akan mengurus keselamatan Raja saat ini.
Ini adalah sebuah kasus pembunuhan yang melibatkan seorang menteri besar.
Ini adalah sebuah tragedi bagi seluruh rakyat.
Kalau kau berhasil menangkap pembunuhnya, kau akan diberi imbalan.
Imbalan? Ternyata begitu...
Aku yakin kau lebih tertarik dengan yang satu itu.
Jaga mulutmu.
Apa? Menteri yang lain lagi?
Tuan, pemandangannya sangat biadab. Mungkin akan menyulitkan perut Anda.
Kami adalah saudara sedarah.
Aku harus melihatnya untuk yang terakhir kali.
Langit telah menghukumnya...
Apa yang kau bicarakan?
Dia... dia seharusnya tahu bahwa ini pasti akan terjadi.
Bawa dia keluar!
Lepaskan aku, bajingan!
Tunggu dan lihat sajalah. Langit akan menghukum kita semua!
Menghukum kita semua...
Tuan Menteri!
Pasti hantu... Hantu yang ingin membalas dendam.
Hantu tidak bisa menggunakan pedang. Hukuman untuk yang sudah mati.
Hukuman untuk pengkhianatan tingkat tinggi dilakukan dengan memenggal kepala...
... dari mayat leluhurmu.
Apa maksudmu...?
Waktunya telah tiba.
Tutup saja mulutmu.
Setelah restorasi...
... ratusan pejabat telah dipenggal pada saat pembersihan.
Kedua menteri yang dibunuh ikut ambil bagian dalam pembersihan itu.
Mereka termasuk di antara delapan pemimpin yang menyaksikan itu.
Jadi, apa yang ingin kau sampaikan?
- Maksudku... - Kau mau mati?
- Semua orang sudah tahu itu. - Bukan itu yang aku maksud.
Kita harus menyelidiki pihak keluarga dari para pejabat yang dipenggal itu.
Dan terus mengawasi enam menteri yang tersisa.
Kau mengatakan bahwa salah satu dari para menteri itu yang melakukannya?
Omong kosong.
Dia mengatakan bahwa kita harus melindungi mereka.
Aku tidak peduli apakah mereka hidup atau mati.
Asalkan kita melakukan tugas kita.
- Kita harus menenangkan rakyat. - Omong kosong!
Kau selalu sangat memikirkan perasaan rakyat.
Kita harus fokus untuk menangkap para pelaku kejahatan keji ini.
Dia benar. Ini bukan yang pertama kali.
Kita harus menyelesaikan ini sampai ke akarnya, atau semuanya akan lepas kendali.
Beranilah sedikit! Semua keributan ini hanya dikarenakan oleh satu pembunuh?
Aku dengar pembunuh itu menerima perintah dari seseorang.
Bisakah kau mempercayaiku?
Kau ingat saat kita pergi ke China bersama?
Saat itu...
... aku diam-diam telah mempersiapkan sebuah pembunuhan.
Mengapa kau melakukan hal yang seperti itu?
Untuk apa lagi? Hanya dengan begitu kita bisa membuka jalan yang terang untuk kita.
Siapa bilang kita tidak bisa mendapatkan yang lebih baik dalam hidup?
Sialan.
Aku belum melihat pantat istriku lebih dari tiga hari.
Berhentilah minum, Tuan. Bagaimana dengan perutmu!
Memangnya kenapa?
Haruskah aku menghabiskan masa mudaku dengan melakukan omong kosong ini?
Apakah yang kau maksud adalah aku?
Apa yang kau lakukan di sini?
Siapa kau sebenarnya?
Apa yang terjadi?
Siapa kau?
Apa yang kau lakukan? Bukan aku yang kau inginkan.
Aku adalah orang yang membayarmu.
Kau tidak bisa berbahasa Korea?
Siapa kau? Kalau kau membiarkanku hidup, aku akan membayarmu dua kali lipat.
Siapa di sana?
Berhenti!
Pembunuhnya ada di sini!
Lewat sini.
Dia ada di sini.
Tangkap dia.
Tangkap dia!
Tangkap dia.
Tangkap dia!
h
ht
htt
http
http:
http:/
Jae Duk melihat sesuatu yang aneh tentang pembunuh itu.
Di pedangnya...
Ada kata-kata yang terukir di pedangnya.
Tertulis "Pedang di Bulan".
Area Terlarang
Apa yang kau lakukan? Area ini terlarang atas perintah Raja.
Atas perintah Raja...? Kau tidak peduli dengan nyawamu sendiri?
Ini dia.
Choi Ji-hwan - meninggal
Apa yang kau lakukan di malam yang selarut ini?
Bersiap-siap untuk perang?
Aku merasa malu karena tidak cukup kuat.
Apakah kau tahu sebenarnya apa rasa malu itu?
Kau tidak akan pernah tahu.
Kau terlalu banyak minum.
Beri aku minumannya.
Apakau kau... ingat Choi Ji-hwan?
Dia masih hidup?
Rakyat menyebut pasukan kita "Pedang di Bulan".
Mengapa mereka memanggil kita dengan sebutan itu?
Sebilah pedang di bulan...
... bersiap-siap menyongsong hari yang cerah.
Itu adalah harapan rakyat jelata...
... bagi kita untuk menciptakan sebuah bangsa yang damai.
Yang Mulia.
Anda tidak mencoba untuk menyingkirkanku juga, kan?
Mengapa kau bicara omong kosong seperti itu?
Saya sudah mengabdi kepada Anda selama lebih dari 20 tahun.
Saya tidak ingin mati seperti menteri yang lain.
Dasar bodoh! Mengapa aku ingin membunuhmu?
Setelah jembatan ini selesai dan upacara peringatan wafatnya raja selesai...
... tak seorang pun yang akan peduli apakah kita mengikuti rancangan dia atau kita sendiri.
Setelah ini terjadi, hubungan kita dengan Raja akan membaik.
Aku tadinya berharap bukan kau orangnya.
Entah itu kau telah disewa, atau karena alasan apapun...
Kalau kau menampakkan dirimu lagi...
... aku akan membunuhmu.
Apakah benar bahwa kau membiarkan pembunuh itu lolos darimu?
Dimohon untuk menahan diri dari anggur dan wanita untuk saat ini.
Berani-beraninya kau?
Kau hanyalah anak seorang selir.
Aku lihat kau menggenggam kuat pedangmu.
Mengapa? Kau ingin menggunakannya?
Seekor anjing seharusnya tidak pernah menggigit majikannya, tidak peduli seberapa marahnya dia.
Pergilah sekarang juga.
Tunggu.
Kau bisa berhenti kalau kau merasa tidak yakin.
Kuas pasti akan dibuang ketika sudah habis digunakan, kan?
Kau mau membusuk di sini selamanya?
Atau apakah kau mau menemukan jalan keluar?
Kalian bersalah karena pengkhianatan tingkat tinggi, dan kalian akan mati di penjara...
... tapi kalian bisa bebas jika kalian berhasil menangkap bajingan itu.
Lama tidak berjumpa.
Kau merasa lebih baik sekarang?
Aku rasa temanku sudah mati.
Dia sudah kembali ke kampung halamannya.
Kampung halamanku seperti tempat ini.
Pada saat ini, kau bisa melihat sekumpulan ikan salmon.
Kau tahu apa kebiasaan mereka?
Mereka secara alami tahu bagaimana cara menemukan jalan kembali pulang.
Aku akan kembali ke kampung halamanku.
Kunjungilah aku suatu hari nanti.
Mereka lama sekali.
Ayo kita lihat seberapa lama!
Mereka sudah jadi makanan ikan sekarang.
Sekitar separuh dari kalian akan kembali sebagai penjaga istana.
Dan sisanya akan melindungi perbatasan utara.
Aku mengkhawatirkan negara kita.
Kaum barbar di utara semakin kuat.
Orang-orang asing menunggu untuk menyerang.
Persaingan tidak ada habisnya, dan pengadilan penuh dengan penipuan.
Ini untuk era yang cerah. Tujuan dari Pedang di Bulan!
Pedang di Bulan!
h
ht
htt
http
No comments yet. Be the first to leave one.