The first 157 lines.
Tak kusangka Floch sudah bergerak secepat ini.
Jika kapal udara dihancurkan oleh Yeagerist, tamatlah kita.
Namun, kenapa tidak dihancurkan?
Entahlah.
Ada kemungkinan
mereka tak yakin bahwa kita masih hidup yang berusaha menghentikan Eren.
Menghancurkan kapal memang mudah,
tapi kalau dunia hancur,
butuh puluhan tahun untuk menciptakan kembali teknologi yang telah hilang.
Jika mereka ingin benua tak berpenghuni, nilai kapal udara akan makin berharga.
Tujuan menempati pelabuhan,
mungkin juga untuk menahan Azumabito yang memiliki kapal dan teknisi.
Akan tetapi...
Jika mereka tahu kita ada di sini,
kapal tersebut pasti akan langsung dihancurkan.
Meski kita di atas angin,
dengan memiliki kekuatan sembilan Titan, itu akan percuma saja.
Namun,
jika kita tersandung di sini, kita tak akan bisa hadapi Founding.
Strateginya...
Kita bunuh mereka semua dalam sekejap.
Tak ada cara selain itu guna mengamankan kapal.
Untuk itu,
kita akan gunakan semua kekuatan Titan, juga senjata kalian.
Paham?
Tunggu dulu.
Ada apa?
Kalau kita menyerang pelabuhan tanpa pandang bulu,
Azumabito akan ikut terlibat.
Benar.
Kerabat jauhmu itu,
juga termasuk musuh yang menyerang kampung halaman kami, tapi...
Tidak.
Kalau Azumabito mati, kita yang kerepotan, Annie.
Benar, 'kan?
Itu benar.
Kalau cuma mengemudikan kapal, aku sendiri masih bisa melakukannya.
Namun, jika tidak ada mekanik Azumabito,
kapal udara hanya sekadar perahu tanpa sayap.
Saat ini, sayap kapal sedang dilipat agar mudah diangkut lewat laut.
Tentu saja, kalaupun bisa direntangkan, belum tentu bisa terbang.
Awalnya, dimasukkan ke hanggar untuk inspeksi perawatan.
Setelah melalui uji terbang, baru bisa dioperasikan.
Itu butuh waktu berapa lama?
Aku tidak tahu.
Tergantung Azumabito.
Begitu rupanya.
Berarti kita harus mengulur waktu untuk menyiapkan kapal
sambil melindungi kapal udara dan Azumabito.
Belum lagi,
menghindari adanya korban jiwa dari Yeagerist yang akan datang menghalangi.
Itu yang kalian inginkan?
Aku tak ingin ada korban jiwa.
Ada rekan seangkatan dari masa kadet di sana.
Lantas bagaimana?
Bisa tolong jelaskan?
Bagaimana cara agar tidak ada korban jiwa,
dengan mengulur waktu sambil melindungi kapal dan Azumabito tetap aman?
Beri tahu aku, Armin.
Seperti saat kau menyudutkan aku.
Beri tahu aku strateginya.
Tidak ada strategi seperti itu.
Bereskan dalam sekejap,
atau kita akan kehilangan kapal udara.
Tunggu dulu.
Kita di sini untuk menolong orang!
Tetapi...
Kenapa kita harus membantai orang-orang pulau?!
Kenapa jadi begini?!
Kau benar.
Lagi pula, kalian tidak memiliki kewajiban untuk membantu kami.
Begitu juga dengan pengambilan keputusan ini.
Kalau kalian di hari itu,
pasti tak akan memilih untuk menghancurkan tembok.
Berbeda dengan kami.
Sudah kuduga, aku sama sepertimu.
Jadi, itu...
maksudnya.
Kalian berempat tak perlu bertempur.
Kalian jaga saja Gabi dan Falco dari tempat yang aman.
Kalau ketahuan Yeagerist, mau tidak mau, kalian harus memilih.
Hanya saja...
Jangan halangi kami.
Kami cuma diam melihat kalian saling bunuh?
Meski begitu...
Apa ini masalah yang bisa diselesaikan oleh amukan Titan?
Aku tidak berniat untuk menjadi penonton.
Apalagi aku sudah membunuh empat orang dari Yeagerist.
Belum lagi...
Umat manusia sudah tidak punya waktu.
Juga, aku melihat Titan yang terus maju sambil mengepulkan uap panas di lepas pantai.
Dari kecepatannya, diperkirakan...
Sudah tiba di Benua Marley.
Kota Marley yang terdekat dari sini,
pasti sudah hancur.
Tak kusangka mereka sudah menyeberang laut secepat ini.
Kalau begini,
entah sudah berapa banyak orang yang terbunuh.
Katakan ke mana tujuan Eren Yeager!
Akan kupatahkan terus persendianmu sampai kau mengatakannya!
Katakan!
Magath!
Tak perlu takut, aku tak akan membunuhmu.
Syukurlah.
Aku berubah pikiran.
Aku tidak ingin mati sampai melihat hasilnya.
Kalau kau membawaku,
mungkin aku akan katakan tujuan Eren.
Kita harus mengamankan kapalnya dulu.
Sekarang bukan waktunya untuk melakukan penyiksaan.
Connie, Armin, Mikasa, Jean.
Aku ingin minta maaf atas sikapku semalam.
Kami telah berbuat hal yang salah.
Aku dengan entengnya mengatakan soal keadilan.
Sampai sekarang pun aku masih dengan hinanya
berjuang untuk membenarkan diri.
Karena aku takut melihat diriku sendiri,
yang merupakan orang keji.
Ini bukan tanggung jawab kalian.
Menimpakan dosa masa lalu dengan alasan sebangsa adalah salah.
Pieck, Annie, Reiner.
Kalian juga tidak punya alasan untuk memikul kebencian dunia.
Hanya saja...
Kita memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan
sejarah bodoh ini untuk generasi mendatang.
Eren Yeager bermaksud untuk menghapus semuanya.
Itu tak bisa dimaafkan.
Selama kita berpaling dari tindakan bodoh kita,
neraka ini tak akan pernah usai.
Karena itu, aku mohon...
Tolong lupakan tindakan bodoh kami,
untuk saat ini saja.
Aku menolak.
Sulit rasanya bersikap benar tanpa mengotori tangan.
Lihatlah uap itu.
Tiada hari yang sedramatis ini bahwa sejarah akan berubah, 'kan?
Tentu saja negara Hizuru juga bukan pengecualian.
Jejak peradaban kalian akan lenyap tak tersisa,
dan akan terlahir kembali menjadi tanah baru.
Kini tak akan ada gangguan lagi.
Kalian hanya perlu berkontribusi pada pulau ini.
Untungnya...
Teknisi terbaik Hizuru ada di sini.
Benar, 'kan?
Kalau bawahanmu tidak ingin berkurang lagi,
tolong suruh mereka untuk turuti perkataan kami.
Maaf aku berkata begini saat suasana hatimu sedang bagus.
Eh?
Sebenarnya perubahan apa yang membuatmu gembira?
Kalau menurutmu Pulau Paradis akan damai dengan ini...
Sayang sekali.
Yang ada dunia hanya akan makin sempit.
Perbuatan saling bunuh akan terus berlangsung.
Terima kasih atas nasihatnya.
Aku juga merasa akan jadi seperti itu nantinya.
Yang terpenting adalah memahami posisi diri sendiri.
Kami tidak membutuhkan teknologi Hizuru.
No comments yet. Be the first to leave one.