The first 200 lines.
SEMUA LOKASI, TOKOH, ORGANISASI, DAN INSIDEN
DALAM DRAMA INI SEPENUHNYA FIKTIF
Jika sudah dicoba dan tak bisa,
kau bisa menyerah.
Aku akan menjadi orang itu.
Jika kau memercayaiku,
aku akan membantumu.
Namun, hari ini…
mari mulai membangkitkanmu.
Bagaimana cederamu? Apa sakit sekali?
Baguslah.
Kau sudah bangkit hari ini, selanjutnya apa?
Mau makan? Aku lapar.
Ayo pergi. Jalan pelan-pelan.
Kau tak akan datang? Bukankah katamu akan datang?
Katamu akan ke sini.
Mungkin bukan hari ini?
Mungkin dia tak lapar?
Bayaranmu sudah ditransfer.
Jangan lupa beli makanan enak.
Hui-jin berbeda daripada produser lain. Dia cekatan.
TERJEMAHAN CHOI BO-YUN
Ada apa ini?
Hei, Bo-yun!
Halo, Mi-joo. Aku ingin menanyakan sesuatu.
Kau masih menjadi guru les?
Ada apa denganmu? Aku ini penerjemah.
Kenapa tak kau saja? Apa karena akan melahirkan?
Ini kelahiran pertamaku.
Baik. Aku akan cari orang lain.
Ya. Jaga kesehatanmu.
- Dah . - Ya.
POKOK PINJAMAN SEBESAR 668.417 WON DIBAYAR DARI REKENING
Apa ini?
Habis begitu saja?
Kenapa jumlahnya sebesar ? Sial.
Bo-yun, ini aku Penerjemah Oh Mi-joo.
Aku mau coba menjadi Pengajar Oh juga.
Aku lupa ada spanduk ini.
SELAMAT UNTUK CUCU SHIN A-RYEON, KIM WOO-SIK,
TELAH MENJADI ATLET NASIONAL
Nenekmu…
pasti sangat bangga.
Aku malah mau menjadi pegawai negeri dan pesohor.
Astaga. Aku sungguh menyedihkan.
Apa nenekku kecewa?
Dia pasti akan mendukungmu.
Ayo masuk.
Baik.
Bibirmu
Halo.
Astaga, Woo-sik, ya?
Kau datang sendiri tanpa nenekmu?
Aku datang bersama temanku.
Pria yang pernah datang ke sini?
- Benar, bukan? - Ya.
Astaga. Jangan berdiri saja. Ayo cepat duduk.
Aku siapkan dua porsi, ya?
- Ya. - Ya.
Maaf, Nek.
Apa aku bisa minta es batu dan handuk?
Handuk basah pun tak apa-apa.
Kurasa rasa sakitmu belum hilang.
Kompres kakimu dengan es.
- Ini. Kompreslah. - Terima kasih.
Bagaimana kau melakukan rehabilitasi selama ini?
Saat masih menjadi bagian tim, pelatih mengurus asuransiku,
jadi, aku ke pusat rehabilitasi.
Kini, kau harus melakukannya sendiri.
Kau akan melakukannya denganku, bukan?
Rehabilitasi harus dilakukan dengan benar supaya luka di otot mengecil
dan tidak makin parah.
Pekerjaan bersih-bersihmu pun bisa terganggu jika kehilangan otot.
Tak boleh. Aku bersusah payah membesarkan otot ini.
Aku memikirkan jangka panjang. Kau tak perlu terlalu terburu-buru.
Jangan terpaku kompetisi yang diadakan dalam waktu dekat seperti Asian Games.
Gunakan kesempatan ini untuk dari awal lagi.
Kemampuanmu bisa ditingkatkan nantinya.
Mengenai pekerjaan bersih-bersihku…
Beri tahu kepadaku jadwal pekerjaan bersih-bersihmu.
Akan kusesuaikan jadwalmu.
Namun, Woo-sik…
Postur sangat penting dalam rehabilitasi,
jadi, sebaiknya lakukan saat ada aku.
- Kau mengerti? - Ya.
Kurasa akan sangat melelahkan jika kau yang melatih.
- Makanya aku tak mendatangimu. - Bicara santai saja.
- Jangan terlalu kaku denganku. - Apa? Tiba-tiba?
Aku bukan atlet lagi, kenapa kau terus memperlakukanku sebagai senior?
Jika memperhitungkan perbedaan umur kita…
- Aku lebih nyaman menganggapmu senior. - Kau menghina umurku?
Bicaramu santai kepada orang lain.
- Siapa, misalnya? - Bicara santai kepadaku…
- dan aku tak akan terlalu keras melatih. - Kak.
Aku hanya bergurau.
- Hei. - Hei.
Kau sedang apa?
Aku sedang membuat kanvas. Kau?
- Aku habis dari perpustakaan. - Begitukah?
- Traktir minum miras? - Angkuhnya.
Dengan makanan?
Ada masalah apa?
Lukisan klien, atau tugas kuliah?
Itu sungguh…
- Pasti dua-duanya. - Apa terlihat jelas?
Kau selalu membuat kanvas setiap ada masalah.
Kau sungguh mengenalku.
Kita sudah berteman sekitar 20 tahun.
Aku adalah kau, dan kau adalah aku.
Ucapan tepat, Goh Ye-jun.
Bagaimana bisa namamu "Ye-jun"?
- Namamu bagus. - Aku benci namaku.
Artinya, "manusia rancangan Tuhan."
Apa-apaan itu? Lebih baik "Kotoran Anjing."
Kau tak mau "Kotoran Sapi"?
Aku masih mempertimbangkah harga diri.
"Kotoran Anjing" jauh lebih baik.
Aku tak mau memanggilmu "Kotoran Anjing." Ye-jun saja.
Ini pesananmu.
Tolong ambil ini.
- Terima kasih. - Ya.
Kau sudah bersiap untuk pertukaran pelajar saat liburan?
Kau butuh 100 poin dalam tes TOEIC-mu.
Persaingannya ketat, tahu?
Aku mendapat uangku kembali. Perlukah ikut kursus bahasa Inggris?
Kau harus mengikuti kegiatan sukarela,
dan selesaikan semua urusanmu sebelum pergi selama dua bulan.
- Aku mau cari pengganti pekerjaanku. - Tolong doakan aku supaya terpilih.
Aku lupa. Kau sudah tak ke gereja, ya?
Aku juga sudah tak ke gereja karena sibuk ikut campur urusan orang.
Aku mendoakan semua orang dalam hati sesekali.
Kalau begitu, tambah satu doa lagi.
Doakanlah Lee Yeong-hwa.
Kau seperti tak mengenalku.
Aku adalah kau, kau adalah aku. Mana mungkin tak kenal?
Kau sama sekali tak mengenalku.
Joging sepuluh menit dan peregangan.
Total dua puluh menit.
Ini tak berlebihan, bukan?
Semua gerakan ini harus dilakukan. Apa memungkinkan?
Pelatihan otot harus dimasukkan.
Aku harus mencari gerakan yang tak terlalu berlebihan.
Kalau begitu, plank dan side plank harus dimasukkan.
Ini jadwal kerja bersih-bersihku pekan ini.
Dia mirip dengan diriku yang dulu.
Kondisi Kim Woo-sik sekarang,
kesakitan setelah berlari kencang.
Aku harus memeriksa kondisinya saat berjalan.
Pelatihan beban dan peregangan
tak boleh dilakukan terlalu berlebihan.
Aku itu kau, kau itu aku
Seon-gyeom!
Aku sangat merindukanmu.
- Aku sudah pulang. - Kau mabuk.
- Kau bau miras. - Bau miras?
Tentu saja. Aku minum banyak miras.
Kau mengomeliku seperti seorang istri?
Matamu sangat besar, jadi, terlihat jelas.
Kau menatapiku begini.
Jangan begitu. Aku sangat menyukaimu.
Mau ke mana? Jangan pergi.
Halo.
Tunggu sebentar.
Mau ke mana? Jangan pergi!
- Cepat ke sini. - Tunggu sebentar.
Astaga. Aku sungguh menyukaimu.
- Kau sedang apa? - Mengomeli seseorang.
Yeong-hwa? Kenapa?
Tak ada uang, tapi minum miras.
Kau di rumah?
Karena itukah kau ke luar rumah?
Bagaimana kau tahu?
Coba lihat ke samping. Benar, sebelah sini.
Tunggu. Aku ke sana.
Kenapa dia terus tersenyum begitu padaku? Aku bisa mati berdebar.
Kenapa kau datang ke sini?
Usai makan, aku berjalan-jalan
dan biasanya lewat sini.
- Berjalan itu membantu pencernaan… - Kau merindukanku, bukan?
Jangan terlalu percaya diri.
Namun, aku merindukanmu.
Seharusnya kau menghubungiku.
Aku takut mengganggu. Kau biasanya sibuk di malam hari.
Benar juga.
Apa yang kau lakukan sebelum mengomel?
Kau memikirkanku?
Selain itu, juga bekerja.
Kau sudah mulai bekerja? Apa aku boleh tahu?
Aku akan memberitahumu nanti.
Aku butuh bantuanmu.
Kau ingin membuatku penasaran dan tak bisa tidur?
Aku akan menulis buku harian sebelum tidur.
Kau masih menulisnya? Kupikir kau hanya bercanda.
Aku tak bercanda.
Aku kecanduan dengan tiap barisnya.
Kau tak menulis buku harian?
Aku tak pernah menulisnya setelah lulus SD.
Saat itu, aku terpaksa menulis untuk PR.
Lagi pula, tak ada hal baik yang ingin kutulis di buku harian.
Bukankah kau bisa menulis apa pun?
No comments yet. Be the first to leave one.