The Penthouse

The Penthouse (펜트하우스)

Download Indonesian Subtitle

Season 3

Release info

펜트하우스-S03-Penthouse-S03-E40-E41-E42-END-NEXT-VIU
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2021-09-11
Downloads: 30
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Pada 3 September, The Penthouse secara tidak pantas memakai klip"

"dari tragedi runtuhnya gedung Gwangju dan gempa Pohang"

"Kami sungguh minta maaf kepada semua korban dan keluarga mereka"

"Begitu juga kepada semua pemirsa"

"Adegan tersebut telah dihapus"

"Kami berjanji ini tidak akan terulang lagi"

"Semua karakter, organisasi, tempat, dan peristiwa hanyalah fiksi"

"Episode Terakhir"

Kenapa kamu selalu mencampuri hidupku?

Andai kamu tidak membuatku terpojok,

Ha Yoon Chul tidak akan mati.

Dia seharusnya tidak meninggalkanku

demi putrinya!

Benarkah Ibu yang membunuh Ayah?

Setelah semua yang kulakukan untuk Ibu,

kenapa dia masih menjadi monster?

Sekarang kamu percaya?

Maaf kamu harus melihat itu.

Dengan kepolisian?

Aku ingin melaporkan pembunuhan.

Aku tahu siapa yang membunuh Oh Yoon Hee.

Aku melihatnya.

Ibuku membunuh Oh Yoon Hee.

Sudah berakhir, Cheon Seo Jin.

Akhirnya kamu membuat pilihan bodoh,

bahkan sampai ditelantarkan oleh putrimu sendiri.

Apa?

Eun Byeol mengamati sejak tadi.

Semua kebohonganmu.

Perbuatan kotormu. Semuanya.

Eun Byeol-lah yang melaporkanmu ke polisi.

Shim Su Ryeon.

Tanpamu,

hidupku pasti sudah sempurna.

Andai saja kamu tidak muncul dalam hidupku!

Keluargaku pasti akan tetap utuh,

dan aku tidak akan terlibat dengan orang seperti Joo Dan Tae.

Aku dan Eun Byeol,

termasuk Yoon Chul...

Keluargaku pasti sudah bahagia.

Bahagia?

Kamu tidak pantas mendapatkannya.

Kini itu tidak akan pernah terjadi dalam hidupmu.

Aku tidak boleh mati seperti ini.

Aku tidak boleh mati sendirian!

Seo Jin, jangan lakukan ini.

Jangan lakukan ini. Tidak!

Tidak!

Tidak! Ibu!

Jangan lakukan itu.

- Su Ryeon! - Su Ryeon.

- Tangkap dia. - Su Ryeon!

Tidak. Bukan aku.

Aku tidak melakukannya. Aku tidak mendorongnya.

Su Ryeon!

Panggil tim penyelamat. Cepat.

- Lewat sini. - Dia jatuh ke sana.

- Su Ryeon! - Itu terlalu berbahaya.

- Su Ryeon! - Itu terlalu berbahaya.

- Su Ryeon! - Kamu harus tenang.

- Su Ryeon! - Tenanglah.

Su Ryeon!

Su Ryeon!

Sebuah rencana tindak pembunuhan telah menjadi buah bibir Korea.

Shim Su Ryeon, CEO terkenal sebuah perusahaan mebel,

jatuh dari tebing di Gimpo hari ini dan belum ditemukan.

Puluhan penyelam tengah mencarinya,

tapi mereka tidak dapat menemukannya.

Shim Su Ryeon telah menghilang sejak empat jam lalu.

Polisi sedang menginterogasi Cheon Seo Jin,

- yang ditangkap di lokasi. - Bukan aku!

Dia dicurigai membunuh saingannya, Oh Yoon Hee,

dan polisi sedang menginterogasinya terkait kasus tersebut.

Pencarian Shim Su Ryeon telah berlangsung selama tiga hari.

Para pakar berpendapat peluang keselamatannya

sangatlah rendah.

Kasus ini, yang menunjukkan seberapa jauh ambisi seseorang,

membuat kita merenungkan para korban

yang kehilangan nyawa mereka.

"Pengadilan"

Anda mengaku telah membunuh Oh Yoon Hee?

Kami menyerahkan bukti video dari kamera dasbor

yang merekam kejadian pada hari itu.

Putar videonya.

Seo Jin.

Seo Jin.

"Pengacara Pembela"

Astaga.

Dia benar-benar membunuhnya.

Terdakwa juga mendorong Shim Su Ryeon ke jurang

dan sengaja membunuhnya.

Anda mengakuinya?

Saya tidak ingat.

Terdakwa menderita demensia stadium awal.

Menurut seorang pakar dari Pusat Medis Cheong A,

dia bahkan tidak bisa mengenali putri tunggalnya.

Dia menderita penyakit mental yang serius.

Pertanyaan semacam itu tidak ada artinya.

Saya setuju.

Saya ingin memanggil saksi yang paling memahami

kondisi terdakwa.

Saya izinkan.

"Pengacara Pembela"

"Pengacara Pembela, Terdakwa"

"Saksi"

Apa hubungan Anda dengan terdakwa?

Saya putrinya.

Kalau begitu, Anda pasti bersamanya sampai baru-baru ini.

Benarkah terdakwa menderita demensia?

"Terdakwa"

Tidak. Dia berbohong.

Ibu saya bersandiwara.

Ibu saya mengingat semuanya.

Dia ingat. Itu sebabnya dia membunuh Bu Shim.

Karena Bu Shim mengetahui semua perbuatan ibu saya.

Ibu saya bahkan tidak pernah jujur kepada putrinya sendiri.

Tidak sekali pun.

Saya tidak mengenalnya.

Saya tidak tahu apa yang dia bicarakan.

Anda ada di Tebing Gimpo saat insiden itu, bukan?

Bisa beri tahu Pengadilan apa yang Anda lihat?

Saksi adalah kerabat langsung terdakwa.

Saksi berhak menolak untuk bersaksi.

Benar.

Anda tidak perlu menjawabnya.

Anda boleh menolak untuk bersaksi.

"Saksi"

Tidak. Saya akan bersaksi.

"Terdakwa"

Hari itu, saya ada di lokasi kejadian.

Saya melihat semua yang dilakukan ibu saya dari awal hingga akhir.

Ibu saya

dengan kejam mendorong Bu Shim dari tebing

saat Bu Shim memohon ampun.

"Terdakwa"

Harap tenang!

Saksi

berdiri di jarak yang sangat jauh dari insiden tersebut.

Tidak masuk akal jika dia dapat melihat kejadiannya.

Kematian korban adalah akibat dari perkelahian dengan terdakwa.

Itu kecelakaan yang tidak disengaja.

Itu bukan kecelakaan!

Ibu saya dengan sengaja mendorong Bu Shim,

dan Bu Shim tidak melakukan apa pun yang membahayakan ibu saya.

"Terdakwa"

Orang itu berbohong.

Saya tidak membunuh siapa pun.

Saya melihatnya!

Saya melihatnya sendiri dengan jelas.

Bahkan saat ibu saya mendorong kakek saya dari tangga

dan membunuhnya demi mendapat jabatan direktur Yayasan Cheong A,

saat dia mendorong Bu Oh Yoon Hee dengan mobil dan membunuhnya,

saya selalu ada di TKP!

Ibu saya membunuh orang

di depan saya sebanyak tiga kali.

Ibu saya adalah pembunuh.

Walaupun dia sehat secara mental,

dia membunuh orang tidak bersalah demi memuaskan keserakahannya.

Jika melihat ini sendiri,

kenapa Anda diam saja sampai sekarang?

Karena saya akar penyebab

atas tragedi ini.

Karena ingin memasukkan saya ke SMA Seni Cheong A,

dia memalsukan nilai saya.

Karena ingin memasukkan saya ke Universitas Nasional Seoul,

dia terus mengusik Bu Oh.

Karena ingin menjadikan saya direktur Yayasan Cheong A,

dia membunuh kakek saya.

Sayalah penyebab semua kejahatan ibu saya.

Itu sebabnya saya tidak pernah bisa mengatakan yang sebenarnya.

Tolong maafkan saya juga.

Saya tidak pernah

mengalahkan putri Bu Oh dengan keterampilan bernyanyi saya.

Itu sebabnya ibu saya selalu gugup,

kalau-kalau saya tidak bisa menjadi yang terbaik seperti dia,

kalau-kalau saya tidak bisa menjadi penyanyi klasik terbaik.

Sekarang,

saya ingin mengakhiri semuanya.

Eun Byeol.

Ibu.

Kini Ibu bisa tenang.

Aku tidak bisa memenuhi harapan Ibu.

Aku tidak akan bernyanyi lagi.

Ibu.

Jangan berbuat dosa lagi karena aku.

Aku juga akan menerima hukumannya.

Tidak!

Tidak! Eun Byeol!

Bawa dia pergi!

Eun Byeol.

Tidak!

Eun Byeol.

Ibu. Sebaiknya kita tidak bertemu lagi selagi kita masih hidup.

Eun Byeol. Tidak! Itu bukan karenamu.

Ini semua salah ibu.

Ibu yang membuat semua pilihan itu untukmu.

Eun Byeol!

Eun Byeol.

"Saksi"

Eun Byeol!

More Indonesian subtitles for The Penthouse

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left