The first 179 lines.
Mau nonton pertandingan sepak bola cowok?
Ikut enggak, ya?
(Hachimitsu: Basket) Kalau cewek kebagian main basket sama voli.
Aku dan Izumi kebagian sepak bola, ya.
Iya, ya.
Hari ini ada turnamen permainan bola.
Kalau sudah begini, kita harus menang, ya!
Iya!
Semoga kali ini aku enggak cedera lagi.
Makanya lebih hati-hati, dong.
Terima kasih sudah mengkhawatirkanku.
Izumi!
Voli cewek dimulai pukul 11.35.
Kalau sepak bola cowok pukul berapa?
Aku belum lihat.
Gaya rambutnya hari ini pun manis!
Itu rambutmu apa enggak bikin susah gerak?
Ya-Yah, agak, sih.
Enggak apa-apa, yang penting serasi.
Apanya?
Serasa menjadi satu kesatuan.
Bikin termotivasi.
Bikin tambah semangat juga!
Ternyata cocok juga, Hachimitsu!
Lepaskan!
Hei!
Aku mau ke toilet.
Jadwalnya sudah ada di sini.
Oh, iya.
Turnamen permainan bola hari ini,
aku sudah punya firasat enggak bakal kontribusi banyak.
Itu artinya...!
- Nih! - Kyaa!
Aku akan menunjukkan sisi kerenku dengan memberi Shikimori dukungan!
Eh, tunggu dulu.
Memangnya menjadi pendukung itu bisa bikin terlihat keren?
Ya sudahlah.
Eng, yang ini, ya?
Jadwalnya bentrok!
Sepertinya hari ini kita enggak bisa saling mendukung.
Aku dapat lawan tim yang diunggulkan di pertandingan pertama.
Masa?
Kata Neko yang ikut Ekskul Voli,
di sana ada yang jago banget.
Sepertinya kelas kita bakal sulit menang.
Shikimori!
Meski jarak memisahkan kita, aku akan tetap mendukungmu!
Aku akan memberikan dukunganku sekarang!
Berjuanglah! Jangan sampai cedera!
A—
Aku akan berusaha.
Semangat!
(#2 Turnamen Permainan Bola, Waktunya Unjuk Gigi!)
Semangat!
Izumi...
Aduh, enggak apa-apa, tuh?
Baru mulai sudah ketiban sial.
Padahal Izumi sudah mengingatkanku supaya jangan sampai cedera.
Berjuanglah!
Jangan sampai cedera!
Sedang apa?
Sip!
Seenggaknya cederanya enggak parah.
Cepat mundur!
Aduduh.
Izumi!
Shikimori?
Bolanya ke arahmu!
- Sudah dekat! - Sadar, dong!
Hm?
Semangat?
Izumi!
Pasti sakit.
Micchon?
Volinya sudah mau mulai!
Maaf, kamu duluan saja.
Ya ampun, perhatian banget.
Kamu enggak apa-apa, Izumi?
Apa kamu merasa enggak enak badan?
Mau minum?
Enggak apa-apa.
Kamu sendiri, pertandinganmu bagaimana?
Masih sempat, kok.
Daripada itu, bolanya benar-benar tepat mendarat di wajahmu.
Tolong jangan dibahas lagi, aku jadi terlihat payah.
Yang tadi itu bukan karena sial, tapi kamunya saja yang meleng.
Yakin cuma karena meleng?
Lagi-lagi aku membuatnya khawatir.
Payahnya aku.
Dasar kamu ini...
Rambutmu sangat berkilau, ya.
Ma-Masa?
Ini...
Ternyata ada bekas luka sebesar ini.
Geli.
Dulu aku sering mendapat luka sebesar ini.
Masih ada bekas luka di tempat yang lain.
Mungkin yang ini waktu rumahku ditabrak truk.
Ah, mulai sekarang aku enggak bakal kaget kalau mendengar ceritamu lagi, ya!
Kamu ini...
membuatku khawatir.
Karena itu, usahakan untuk tetap berada di sisiku.
Kamu tenang saja.
Kalau begitu aku pergi dulu.
Aku juga...
Aku juga...
bisa melindungimu, Shikimori.
Aku enggak jadi pergi.
Pertandingan volinya keburu mulai!
Kalau begitu...
aku mau sembunyi di sini saja.
Tung—
Eh?
A—
Tapi... bohong.
Aku cuma bercanda.
Jangan menjailiku, dong!
Dah, sampai nanti.
Aku terlalu agresif.
Usaha yang bagus!
Kamu sudah berusaha!
Benar banget, deh.
Rupanya bukan sekadar berusaha.
Aku akan menang, jadi tolong dukungannya, ya!
Iya.
Sudah datang!
Aku akan mendukungmu, Senior Kamiya!
Aku juga!
Tolong terima ini!
Ini juga!
Terima kasih.
Aku permisi dulu!
Permisi!
Populer seperti biasanya, ya, Kamiya.
Iya, ya.
Mereka berharap padaku.
Di pertandingan ini aku enggak bakal kalah.
Iya.
Neko!
Micchon, akhirnya kamu datang!
Maaf, bagaimana pertandingannya?
Sebentar lagi dimulai.
Dia Andalan Ekskul Voli.
- Senior Kamiya! - Semangat!
Dia memang jago banget.
Dia hebat, ya.
Pertandingan yang bagus!
Mau nonton voli cewek?
Berakhir sudah!
Musim panas kita berakhir sudah!
Mulai saja belum.
Sekarang masih musim semi.
Bagaimana dia bisa sampai seperti itu?
Pada akhirnya kita cedera juga.
Tapi untung saja enggak parah.
Benar!
Apa pertandingan voli cewek masih berlangsung?
Mau nonton?
Iya!
Semangat.
Shikimori,
Nekozaki,
semangat... kalian harus semangat.
Ayo nonton dari lantai dua.
Ayo.
Oke.
Terus semangat!
Pasti bisa!
Neko! Kamu enggak apa-apa?
Ternyata dia main serius.
Gila, sengit banget!
Pertandingan pertama saja sudah seru banget!
Ayo! Semangat!
Hachimitsu!
Kamu datang di waktu yang tepat.
Kamu masih pakai pita itu?
Komentar melulu.
Meriah banget, ya.
Belum ada yang dapat poin lagi, ya?
No comments yet. Be the first to leave one.