The first 200 lines.
"Episode 95"
Aku takut.
Aku berpura-pura tegar, berani, dan baik-baik saja.
Meski begitu, aku takut
Go Ya akan meninggalkanku
atau aku tidak bisa melindunginya.
Kapan kamu tahu?
Sebelum kami menikah.
Kini paman paham
alasan kalian pernah berpisah.
Tunggu.
Apa hanya kalian berdua yang tahu
bahwa Go Ya putrinya Choi Tae Pyung
- dan kamu keponakannya Na Ra? - Tidak.
- Ayahnya Go Ya juga tahu. - Apa?
Choi Tae Pyung juga tahu?
Ya.
Dia berjanji akan merahasiakannya.
Tapi kini dia ingin menjadi ayahnya, bukan?
Kamu yakin bisa memercayainya?
Aku ingin memercayainya.
Baiklah, paman akan membantumu dan memastikan
bibimu tidak akan mendekati kalian.
Kalian berdua tidak boleh menderita
karena kejahatan mereka.
Mungkinkah ada urusan mendesak?
Dia lupa membawa jaketnya.
Kakak, apa aku mengatakan hal aneh kepada Dokter Han?
Kakak sudah berkali-kali bercerita
soal selingkuhan Tae Pyung kepadanya.
Dia menanyakan namanya, jadi, kuberi tahu saja.
Oh Na Ra.
Kenapa kamu di luar? Bagaimana dengan Ibu?
Ini sudah pukul 23.00. Dia sudah tidur.
Aku bahkan tidak sempat berpamitan.
Kamu sudah menemui pamanmu?
- Jadi, kamu sudah mendengarnya. - Dia
pasti sangat marah.
Ya, dia marah kepadaku.
Dia bilang
aku pasti menderita,
lalu dia bertanya kenapa aku tidak memberitahunya.
Meski aku melakukan hal yang pantas dihukum berat,
dia akan tetap berada di sisiku.
Di sisi kita.
Dia menenangkanku.
Aku hendak memasak. Kenapa kamu bangun pagi sekali?
Ini untuk orang lain.
- Ada yang berulang tahun? - Kamu mengenal Pimpinan Ha?
Kemarin dia berulang tahun.
Aku bertemu dengannya beberapa kali saat masih kecil.
Ya, dia pernah membahas kamu.
Dia ingin kamu menjadi menantunya.
Astaga, aku populer sekali.
Kamu menikahi pria populer, tahu?
Tentu saja, aku di sini untuk melayanimu.
Itu untuk dia?
Ya, putrinya jauh
dan aku ragu kemarin dia makan sup rumput laut.
Aku kasihan kepadanya.
Bisakah kamu cicipi?
Ini enak.
Apa maksudmu?
Ayahmu?
Dia bekerja di tempat Bibi lagi.
Ibuku mengizinkannya.
Ibu mungkin enggan melihatnya.
Apa ini demi Go Woon?
Dia sangat merindukannya.
Aku akan turun di sini.
Kamu masih harus berjalan.
Bibimu terkadang ke kantor kami karena urusan pekerjaan.
Gawat jika dia melihat kita.
Aku akan berjalan sekalian berolahraga.
Hentikan mobilnya.
Nona Choi.
Selamat pagi, Pimpinan Ha.
- Mau berangkat kerja? - Ya.
Bukankah terlalu jauh jika berjalan dari sini?
- Tidak apa-apa. - Masuklah.
- Ayo pergi bersama. - Apa?
Baiklah.
Itu bekal makan siangmu?
Sebenarnya, ini untuk Anda.
Untukku? Apa itu?
- Sup rumput laut. - Kenapa?
Aku ingin memberi Anda sesuatu
setelah mendengar kemarin Anda berulang tahun.
Jadi, aku memikirkan ini.
Lantas kenapa tidak kamu berikan?
Aku menantikan saat yang tepat.
Aku terlalu berasumsi, ya?
Tidak, Pimpinan Ha.
Akan kuterima.
Terima kasih.
Itu bukan apa-apa,
tapi anggaplah itu hadiah dari putri Anda.
Anggaplah itu hadiah dari putri Anda.
Masuk.
- Pimpinan Ha. - Ada apa?
Choi Tae Pyung belum bergerak.
Dia bekerja di kedai adiknya.
Dia berkeliaran di rumah Anda beberapa hari lalu.
Aku harus bagaimana?
Dia akan segera bertindak.
Dia akan mengirimkan surat ancaman lain.
Terus awasi dia sampai dia bertindak.
Baik.
Foto berikutnya adalah seseorang yang baru-baru ini dia temui.
Itu Ji Seok.
- Cari tahu hubungan mereka. - Baik.
Tae Pyung mengenal Ji Seok?
- Go Woon. - Ya?
Paman Layang-layang
akan bekerja lagi di restoran bibi.
Tapi Ibu tidak menyukainya.
Itu tidak benar.
Ibumu mengizinkan dia bekerja untuk bibi lagi.
- Sungguh? - Ya.
- Terima kasih. - Tapi
ibumu
tidak ingin kamu menceritakan soal keluarga kita kepadanya.
Jadi, jangan ceritakan apa pun, ya?
- Jangan beri tahu dia soal bibi. - Baik.
Kapan dia akan datang?
Kira-kira nanti siang.
Baiklah.
- Halo? - Dengan Bu Oh Na Ra?
Ya, ada apa?
Ini Kim Woo Jeong dari Departemen SDM Grup WL.
Pimpinan kami menyukai hasil renovasi taman atap.
Dia ingin Anda memimpin
proyek lanskap kami di Tiongkok.
- Aku tidak tertarik. - Apa?
Ini proyek yang sangat besar.
Aku tidak mau.
Baiklah.
Tapi Pimpinan kami secara pribadi...
Aku bahkan tidak ingin hidup.
Pikirmu aku ingin bekerja?
Bibi bahkan menyuruh ibunya Go Ya melakukan aborsi.
Selain itu, dia mencuri uang untuk operasi Go Woon.
Berbohong soal transplantasi ginjal
dan menggugat Go Ya
adalah idenya.
Katakan.
Aku juga ingin menyampaikan sesuatu.
Aku akan bercerai.
Lalu?
Aku tidak akan mengulang kesalahan yang sama.
Jadi,
tolong beri aku kesempatan kedua.
Mari habiskan waktu bersama,
lantas kamu akan tahu aku sudah berubah.
- Aku akan setia kepadamu. - Sayang sekali.
Aku tidak tertarik.
Itu tidak benar. Kamu berbohong.
Kamu
belum melupakanku.
Kenapa kamu berpikir begitu?
Aku menemukannya di ruanganmu waktu itu.
Itu foto kita bertiga saat Ji Seok wisuda.
Bukankah itu bukti bahwa kamu masih punya perasaan terhadapku?
Beri aku kesempatan.
Kamu sudah lama merindukanku.
Biarkan aku menebus kesalahanku.
Aku akan berusaha keras.
- Jae Woong. - Apa itu cukup?
Aku masih menyimpan perasaan?
Ini memalukan,
tapi aku masih menyimpan perasaan.
Bahkan setelah kamu meninggalkanku untuk pria lain,
aku tidak bisa melupakanmu.
Tapi kini aku sudah berubah.
Aku harus bagaimana?
Aku harus bagaimana agar kamu berubah pikiran?
- Kamu ingin tahu? - Ya.
Akan kulakukan semua keinginanmu.
Enyahlah.
- Apa? - Kudengar kamu
melakukan segala cara untuk kembali kepada Ji Seok.
Kamu memanfaatkan ibunya
dan bahkan istrinya.
Aku tidak memanfaatkan mereka. Aku ingin memohon...
Kurasa tidak ada yang berhasil.
Kini kamu mendekatiku.
Tapi kamu mendatangi orang yang salah.
Kamu melukaiku di masa lalu,
tapi aku tidak terima kamu mengganggu Ji Seok
yang sudah kuanggap anak sendiri.
- Jae Woong. - Jadi,
menjauhlah darinya
dan istrinya.
Bukan hanya Ji Seok yang tahu soal masa lalumu.
Aku juga mengetahui
semua perbuatan jahatmu.
Jika kamu terus menggangguku,
aku akan memastikan kamu tidak bisa tinggal di sini lagi.
Kamu tahu
aku mengenal banyak orang di sekitarmu.
No comments yet. Be the first to leave one.