Release info

EXchange S03E08 1080p H264 AAC WEB-DL
A Commentary by D_I_R_I_S_P_C

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
Published on: 2024-02-04
Downloads: 28
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Fb : Adi Heryanto & IG : adiheryanto402

"EXchange 3"

"Lee Seo Kyung, Lee Ju Won"

"Song Da Hye, Seo Dong Jin"

"Lee Hye Won, Cho Hwi Hyun"

"Lee Yu Jung"

"Kim Kwang Tae"

"Kong Sang Jeong"

"EXchange 3"

"Episode Delapan, Mereka pasti akan datang"

Apa yang ingin kamu bicarakan?

Itu bukan hal besar.

Aku hanya ingin menyelesaikan kesalahpahaman tadi.

Kesalahpahaman apa? - Belum tentu itu.

Kesalahpahaman apa?

Begini... - Ya?

Aku mencoba bicara dengan orang lain, tapi aku ditolak.

Aku hanya bercanda.

Begini... Itu masih menggangguku.

Begitu rupanya. - Ya.

Itu menggangguku. Dan tidak seperti itu.

Ada beberapa hal yang terjadi sebelum itu.

Terjadi sesuatu? - Jadi...

Itu sebabnya aku bertanya kepada orang lain lebih dahulu.

Omong-omong, orang yang membuatku penasaran

saat itu adalah kamu,

tapi karena serangkaian kejadian sebelumnya,

aku tidak bisa mengatakannya.

Aku tidak tahu.

Kupikir kamu mungkin tidak... - Aku tidak tahu.

Itu sebabnya aku memberitahumu. - Begitu rupanya.

Itu sebabnya aku mengatakan itu kemarin.

Sejujurnya, kupikir

aku langsung menyukai satu orang. - Benar.

Tapi semua orang punya pesona sendiri, baik wanita maupun pria.

Jadi, kupikir mungkin sulit untuk memilih.

Yang kupahami adalah

ada seseorang yang sudah bicara dengannya sebelumnya,

tapi dia butuh

penyelesaian dengan orang itu?

Dia harus memperjelas semuanya.

Jadi, dia tidak bisa memilihku. Seperti itulah kedengarannya bagiku.

Kurasa itu maksudnya.

Tapi aku tidak bisa mendengar apa pun.

Aku tidak bisa mendengar apa pun.

Mulai sekarang,

aku ingin melakukan apa yang kuinginkan sedikit lagi.

Aku juga. - Ya.

Semoga berhasil untuk kita berdua.

Selamat berkencan.

Selamat berkencan besok.

Kurasa Kwang Tae bukan incarannya lagi.

Dia sudah mengeliminasinya. - Benar.

Benar. - Yu Jung sudah selesai dengannya.

Dia seharusnya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Benar. Dia seharusnya menjelaskan. - Entah kenapa dia tidak begitu.

Kurasa dia bisa meyakinkannya. - Benar.

Kurasa itu kuncinya. - Benar.

Dia tidak membicarakan itu. - Dia tidak jujur kali ini.

Kenapa dia menyebutnya situasi menyedihkan?

Benar. Itu bukan situasi yang menyedihkan.

Alih-alih menyebutnya situasi yang tidak menguntungkan,

seharusnya dia bilang sudah menjanjikan sesuatu

saat kencan terakhir. - Benar. Dia menjanjikan sesuatu.

Jika dia menyebutnya janji,

dia tidak akan bilang, "Janji?"

Tapi karena dia menyebutnya keadaan menyedihkan, dia bilang,

"Keadaan menyedihkan?" - "Keadaan menyedihkan?"

Itu sebabnya Yu Jung

membicarakan tentang penyelesaian.

Itu membuatnya menganggap semuanya lebih serius.

Dia tidak menyelesaikan masalah. - Benar sekali.

Dia tidak bisa. Astaga.

"Langit perlahan bersinar saat fajar berubah menjadi pagi"

"Dan saat pagi menyambut Rumah Itaewon"

"Hujan turun dari langit"

"Akhir pekan pertama di Rumah Itaewon"

"Hari ini, para pria akan menjalani kencan pilihan mereka"

"Pukul 6 pagi, Dong Jin bangun"

"Dia mulai bersiap untuk kencannya pagi-pagi sekali"

Dong Jin selalu bangun pagi.

"Kamar Ju Won dan Hwi Hyun"

"Hwi Hyun ada tes hari ini"

"Pukul 6.50 pagi, Hwi Hyun meninggalkan rumah"

"Dong Jin juga sudah selesai bersiap untuk pergi"

Kurasa Dong Jin yang pertama.

Dong Jin dan Seo Kyung. - Dong Jin pasti yang pertama.

Mereka tidak akan makan piza pukul 7 pagi, bukan?

"Dong Jin datang ke kafe sarapan siang pagi-pagi sekali"

"Dong Jin memilih Seo Kyung sebagai teman kencannya"

"Dong Jin dan Seo Kyung, Kencan pilihan Pria"

Halo. - Halo.

Duduklah. - Baiklah.

Pagi sekali. - Sungguh.

Aku tidak menduga kita bertemu. - Benar.

Kamu belum sarapan, bukan?

Belum. Aku agak lapar.

Kamu bisa lihat napasmu beruap? - Benar.

Ini agak dingin, bukan? - Ini agak dingin.

Benar, bukan? Kamu agak flu sekarang, bukan?

Ya, aku memang flu,

tapi sudah membaik. - Begitu rupanya.

Ini.

Pakai ini di kakimu. - Terima kasih.

Aku menutupi kakiku dengan ini. - Karena udaranya dingin.

Sungguh pria sejati. - Dia punya sopan santun.

Kurasa dia akan lebih akrab dengannya daripada dengan Yu Jung.

Terima kasih.

Terima kasih. - Terima kasih.

Kemarin... - Ya?

Kapan kamu mendapat pesan, - Ya?

bahwa kamu akan berkencan denganku?

Begitu rupanya. - Kapan kamu tahu

kamu akan berkencan denganku?

Tentang kencan itu? - Ya.

Sekitar pukul 11 malam?

Jadi, kamu sudah tahu saat kami kembali, bukan?

Ya, benar. - Begitu rupanya.

Kukira kamu tidak tahu. - Benarkah?

Kamu hanya... - Itu tidak terlihat di wajahku, ya?

Ya. Karena kamu hanya duduk di sana.

Kupikir, "Apa dia tidak tahu?"

Tentu saja tahu, aku hanya duduk. - Benar.

"Mari bersenang-senang besok."

Aku tidak bisa bilang begitu. - Kamu tidak boleh menunjukkannya.

Apa makanan favoritmu, Seo Kyung?

Makanan favoritku? - Ya.

Aku makan makanan yang sama. - Apa itu?

Apa yang selalu kamu makan?

Saat teman-temanku atau seseorang - Ya?

bertanya apa yang ingin kumakan, - Ya?

aku bilang tteokbokki, sushi, - Baiklah.

atau pho. Aku suka itu. - Begitu rupanya.

Benar. Aku juga suka makanan seperti itu.

Seperti tteokbokki? - Ya.

Kamu suka tteokbokki, ya? - Aku sangat suka tteokbokki.

Informasi yang kuterima dari mantannya...

Dia bilang makanan kesukaan Seo Kyung

adalah piza pepperoni.

Aku bertanya, "Apa makanan favoritmu, Seo Kyung?"

Dia bilang, "Pho dan tteokbokki."

Pepperoni

tidak disebutkan.

Aku suka semua camilan.

Kesukaanku adalah piza.

Aku juga suka piza. - Benar juga. Piza.

Kita tidak punya kesempatan untuk makan piza di sini.

Bukankah kamu bilang suka makan piza setelah minum?

Benar, bukan? - Setelah minum, apa pun enak...

Aku suka makan apa pun. - Begitu rupanya.

Semuanya terasa enak. - Beberapa orang lapar

saat mereka minum. - Benar.

Aku seperti itu.

"Dia tidak termakan umpannya"

Aku berpikir, "Apa ini?"

Dan aku bertanya, "Kamu suka piza pepperoni?"

Kamu suka piza, Seo Kyung?

"Melempar umpan untuk kali kedua"

Piza? - Ya.

Apa aku suka piza? - Ya.

Aku tidak pernah memesan piza karena aku sendiri ingin.

Aku tidak pernah memesan piza karena aku sendiri ingin.

Aku bisa saja dalam masalah besar. - Kenapa?

Apa? Bukan apa-apa. - Tapi aku memakannya.

Tidak. Benarkah? - Ya.

Aku bisa saja dalam masalah besar.

Tapi untungnya,

karena kami bertemu di pagi hari,

tidak banyak restoran piza yang buka.

Jadi, akhirnya aku memilih

kafe sarapan siang.

Aku sangat suka makanan seperti ini.

Benarkah? - Ya.

Itu melegakan, bukan? - Itu sangat melegakan.

Kupikir dia paling cocok dengan kafe sarapan siang dan pagi hari.

Aku suka itu.

Kamu merasa sangat sehat. - Begitu rupanya.

"Entah bagaimana akhirnya menyenangkan"

Kemarin... - Ya?

Kamu melakukan hal semacam itu? - Apa?

Minta percakapan dengan mantanku? - Benar.

Ya. - Kamu banyak bertanya?

Ya.

Aku ingin menanyakan banyak hal,

tapi dia kurang kooperatif.

Benarkah?

Dia tidak akan begitu. - Apa aku salah menilainya?

Dia bisa saja berbohong. - Benar.

Dia bisa saja berbohong. - Tentu saja.

Apa kamu

suka kencan nyaman yang terasa seperti berkumpul dengan teman?

Atau suka kencan yang menarik? - Benar.

Nyaman atau menarik? - Ya. Seperti...

Aku lebih suka kencan yang nyaman.

Kencan yang nyaman? - Ya.

Aku suka merasa nyaman.

Maksudku... - Ya?

Semuanya berbeda.

Semuanya berbeda dari informasi yang dia berikan kepadaku.

Saat aku bertanya kepadanya, "Apa dia suka kencan yang nyaman

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left