The first 200 lines.
Ini sudah lima hari sejak kami mulai tinggal di dalam
boks tertutup ini yang memisahkan kami dengan dunia luar.
Tak pernah kusangka mereka akan mengawasi kami selama kami sedang bersantai.
Buat wajah terus tahan.
Kalau tertawa, kalah!
Bagus! Aku jadi menang dua kali!
Wajahnya senang sekali.
Kau mau ikutan, Nitta?
Taruhannya puding.
Kau boleh ambil punyaku.
Sepertinya aku yang terakhir.
Baiklah, ayo mulai.
Siap.
Fukuda.
Aduh!
Kau punya senjata mematikan juga, Pak tua.
Aku ini jago membuat wajah konyol.
Berarti aku dapat pudingmu, 'kan?
Kau hebat juga, Pak Fukuda.
Wajah bisa melilit begitu!
Naoto Fukuda,
pria 54 tahun yang menakutkan.
Aku akan naik,
menanjak,
dan meluncur menembus atmosfer
Tujuanku adalah nol gravitasi
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Lambaian orang-orang membanjiri persimpangan
seperti siluet samar yang mereka alirkan dahulu tanpa henti
Bagaimana aku kelihatannya di tengah mereka?
Ku tak tahu
Menyembunyikan tujuanku yang sesungguhnya mati-matian
Kuremukkan alasan-alasan yang tak jelas
Ambisiku ke luar angkasa yang telah ada sejak dulu
lemah dan rapuh
Bagaimanapun caranya aku mengitari globe itu
Aku tak punya rumah tempat 'ku berhenti
Percuma saja menatap ke peta
Aku akan naik,
menanjak,
dan meluncur menembus atmofer
sampai aku bisa melihat seluruh dunia yang ada di bawah
Aku akan teriak
menjerit
dengan hati dari baja
bahwa aku ingin ke nol gravitasi
14 Tahun yang Lalu
14 Tahun yang Lalu
#14 Kacamata yang Pecah dan Tapak Kaki
#14 Kacamata yang Pecah dan Tapak Kaki
Berikan pada Ryoko.
Aku boleh bicara dengannya
melalui telepon, 'kan?
Tidak, kau sudah janji takkan pernah menemuinya lagi.
Sudah terlambat untuk bersikap sebagai ayah sekarang.
Kumohon padamu.
Mereka mau meluncurkan roket yang sudah kurancang.
Aku ingin tunjukkan pada Ryoko!
Aku yakin dia akan terkesan!
Tuh, 'kan?
Selalu saja tentang pekerjaanmu.
Kau masih tak mengerti.
Tidak, ini...
Ryoko sudah
mulai memanggil Kageyama "Ayah".
Apel.
Hah?
Jadi jangan coba mengganggu.
Aduh.
Hei, Pak tua.
Eh?
Jadi, setelah lima hari, kita sudah bisa identifikasi kepribadian masing-masing tim, ya?
Ya.
Tim C pendiam.
Tim A ricuh.
Dan Tim B kelihatan agak murung sekarang.
Aduh, aduh, aduh...
Benarkah?
Ini menggambarkan grafik tingkat frekuensi pergerakan masing-masing tim.
Hanya Tim B yang menunjukkan penurunan.
Oh.
Menurutku Tim B memiliki anggota yang kebanyakan cerdas.
Sepertinya Anda menyangka
harga diri akan jadi hambatannya.
Tunggu, tunggu, tunggu...
Kita tak bisa pastikan hasilnya nanti.
Kau punya hasil tes mengetik dan Matematik Berlari, 'kan?
Tugas sederhana ini bisa menyebabkan stres.
Itu hanya akan memperburuk bagi mereka.
Adu-du-du-du-duh.
Hah? Ada apa?
Apa yang terjadi?
Kacamata Fukuda...
Bagaimana ini?
Ta-Tadi itu tak sengaja!
Mana aku tahu kacamatamu ada di lantai tadi?
Tak sengaja!
Kau tak perlu khawatir, Furuya.
Ini salahku.
Apa kau bisa lihat, Pak Fukuda?
Kita bisa minta Mission Control
untuk menghubungi keluargamu untuk kacamata baru.
Tidak, tak apa-apa.
Ini tak terlalu berbeda nantinya.
15 x 32 =
480.
Soalnya dibacakan dengan lantang.
Aku tak memerlukan mataku untuk tugas ini.
Tetap tenang.
Hei, Furuya.
Fukuda terlihat bersusah payah sekali.
Kenapa kaukatakan itu padaku?
Ini bukan salahku.
Ini hanya ketidaksengajaan.
Memang benar juga, sih.
Setidaknya kau bisa minta maaf.
Apa maaf bisa memperbaiki kacamatanya?
Lagi pula, aku tak perlu minta maaf.
Permintaan maaf yang palsu itu tak ada harganya.
Aku bicara apa adanya!
Kau memang keras kepala.
705!
Kami masih punya sembilan hari untuk memutuskan dua anggota itu.
Bagaimana caranya supaya aku terpilih oleh teman-teman timku yang lebih muda?
Aku tak bisa tunjukkan umurku.
Setidaknya,
aku harus sesuaikan stamina, penglihatan, daya ingat,
dan syarat fisik lainnya dengan mereka.
Dalam dua minggu, aku harus pura-pura jadi lebih muda dari biasanya kalau perlu.
Selesai.
Dua puluh pertanyaan terjawab dengan benar.
Bagus, lumayan juga.
Tapi...
Aku mau ke toilet dulu.
Aku merasa lebih lelah dari biasanya.
Aku harus tahan rasa sakitnya,
tahan napas.
Aku masih berlari!
Di hari liburku, aku latihan percakapan bahasa Inggris.
Lalu?
Kapan kerja kerasmu itu akan terbayar?
Perkembangan roket berawak yang menghabiskan seluruh waktumu itu sudah dihentikan.
Dan kau gagal dalam ujian seleksi astronot yang lalu.
Soal itu...
Aku percaya kau berusaha keras,
tapi kau belum selesaikan satu hal pun.
Tunggu saja.
Nanti akan terjadi!
Pria empat puluh tahun tak seharusnya berpegang teguh pada mimpi seperti anak kecil.
Aku takkan menyerah!
Akan kuikuti ujian seleksi yang selanjutnya!
Ryoko butuh seorang ayah.
Saat kau sudah wujudkan mimpimu itu nanti, berapa umurmu?
Kalau begitu, Ryoko pasti sudah besar.
Empat puluh tahun?
Aku ingin tahu
bagaimana perasaan Ryoko padaku.
Ryoko mulai memanggil Kageyama "Ayah".
Apa tak bisa makan malam dulu?
Kau harus makan malam dengan Ryoko sesekali.
Maaf.
Bawahanku menungguku kembali.
Dah, Ryoko.
Ayah berangkat dulu, ya.
Ayah, kapan Ayah pulang?
Nanti kalau pekerjaan Ayah selesai.
Kalau roket berawak itu selesai?
Ya, benar.
Sebentar lagi selesai.
Apa itu artinya besok Ayah pulang?
Mm, mungkin bukan besok.
Kalau begitu besoknya besok?
Mungkin besoknya banyak.
Maaf, Ryoko.
Ayah akan berusaha pulang secepatnya.
Maaf.
Maaf, Ryoko.
Kalau pekerjaan Ayah selesai, kita habiskan waktu bersama.
Janji!
Ya, janji.
Aku tak tepati satu janji pun yang kubuat.
Fukuda
Fukuda
Fukuda
Fukuda
Fukuda
Fukuda
Fukuda
Fukuda
Tapi, Ryoko, Ayah ingin kau mengerti.
Ayah tak pernah lupa padamu.
Ayah hanya menunggu
untuk berusaha sekuat tenaga untuk impian Ayah.
No comments yet. Be the first to leave one.