The first 200 lines.
Sub bY VIU
- Terima kasih. - Terima kasih.
"Episode 8"
Biarkan saja. Aku akan membersihkannya.
"Eun Hee"
Kamu sudah selesai makan?
Seharusnya kamu masuk dan makan bersama kami.
Kamu hanya beli empat. Aku tidak mau makan makanan orang lain.
Apa Ji Woo menghabiskan makanannya?
Tanpa sisa.
Aku membesarkannya dengan baik.
Jangan bertele-tele.
Kamu ingat saat bepergian dengan orang tuamu
tiap liburan.
Bahkan setelah usiamu 30 tahun.
Aku ingat fotomu dan mereka dari perjalananmu,
tersenyum lebar.
Kupikir itu sebabnya kamu begitu hangat.
Kamu dan orang tuamu
sangat ceria. Aku iri padamu.
Kamu orang yang hangat.
Tidak ada gunanya bersikap dingin.
Kamu pandai menghibur orang yang terluka.
Itu sebabnya aku memintamu menjaga kakakku.
Aku tidak bermaksud apa-apa.
Baiklah.
Kurasa maksudmu bukan hal lain. Sudah puas?
Dan pastikan
kamu mengatakan ini padanya.
Dia mungkin merasa dikhianati dan marah pada Tae Hyung,
tapi dia tidak boleh mengatakan hal yang kejam atau jahat.
Dia tidak boleh mengatakan yang bukan maksudnya.
Aku sangat khawatir, itu alasannya.
Dia bisa membunuh orang dengan ucapannya jika dia mau.
Dia tidak seburuk itu.
Aku akan memberitahunya kamu mengatakan itu.
Kenapa kamu menatapku seperti itu?
Melihatmu tersenyum
membuatku merasa tenang.
Begini,
aku akan sungguh berteman denganmu.
Teman sungguhan.
Benar-benar teman.
Ada apa denganmu?
"Teman abadi"
"Teman-teman" - Haruskah di kantorku?
Ya!
Kurasa aku bisa pergi sekarang.
Sampai jumpa, Kawan.
Sampai jumpa!
Astaga.
Rasanya hal yang sama pernah terjadi.
Jantungku berdebar-debar untukmu.
Untuk menyembunyikannya, aku memaksakan diri tersenyum.
Lalu sekarang, aku berkata pada diriku, "Tindakanmu benar."
"Bagus."
Dan aku mengakhirinya dengan menghipnotis diriku sendiri.
Itu menguatkan hatiku,
sehingga tidak mudah hancur.
Sudah berapa lama kalian berdiri di sana?
Beri aku sepuluh dolar.
Ada apa? Beri tahu aku jika kamu butuh uang.
Kukira Eun Hee di sini dan dia bilang, "Tidak akan pernah."
Kami bertaruh dan aku menang.
Berikan sepuluh dolarku.
Kenapa kamu membayarnya?
Eun Hee seperti penguntit.
Dia datang ke kantor karena kamu tidak menjawab teleponnya?
Kakakmu ternyata gigih.
Seo Young terus memanggil Eun Hee "gadis itu".
Aku ingin mengatakan sesuatu, tapi aku menahan diri.
Jangan menahan diri. Katakan saja.
Aku menahan diri karena tahu perasaannya.
Dia menyukaimu.
Kamu tahu itu.
Ya.
Aku tahu dia terang-terangan tanpa memedulikan orang lain.
Kamu tahu kenapa?
Dia menyukaimu. Alasan apa lagi yang dia butuhkan?
Tidak, dia...
Seo Young menghipnotis dirinya bahwa dia menyukaiku,
padahal tidak. - Kenapa?
Ada sesuatu yang tidak kamu tahu.
Kamu akan tahu setelah kalian dekat.
Jika kamu penasaran, tanyakan sendiri.
Ayolah. Apa maksudmu?
Tidak, mengerti?
Kami benar-benar rekan kerja.
Kamu menyangkal dengan keras.
Aku tidak mencampuri kehidupan pribadi pegawaiku.
Aku punya pacar.
Kamu pikir aku tidak akan tahu jika kamu punya pacar?
Melihatmu mengarang alasan konyol, mungkin kamu...
Aku punya pacar.
Jangan beri tahu keluargaku.
Tidak bisa. Rahasia.
Akan kujelaskan nanti.
Aku pesan satu Americano panas. - Tentu.
Terima kasih.
Aku sudah sampai.
"Selamat ulang tahun, Min Jung"
"Selamat ulang tahun"
"13 Juni, Ulang Tahun Eun Joo"
Sejak kapan aku merayakan ulang tahunnya?
"13 Juni, Ulang Tahun Eun Joo"
13 November.
13 Desember.
Januari, Februari,
Maret, April, Mei,
Juni.
Apa Eun Joo lahir prematur?
Tidak.
Ibu bilang dia hamil di foto itu.
13 Oktober 1982.
Hari saat ayah melamar Ibu.
Hari itu...
Kali pertama Ayah memegang tangan Sook.
Apakah ingatannya
belum sepenuhnya kembali?
Nona Kim Eun Hee?
Kamu mau menemui Gyung Ok? - Ya.
Aku Jun Ha Ra, temannya dari SD hingga SMA.
Halo, aku Kim Eun Hee.
Bagaimana kamu bisa langsung menemukanku?
Aku melihatmu di foto Gyung Ok.
Kamu terlihat jauh lebih muda aslinya.
Biasanya dia terlambat 30 menit.
Dia datang. Hei.
Teman-teman.
Kamu sudah berteman?
Kami baru bertemu.
Dia datang lebih dahulu. Bukan begitu, Bu?
Tidak perlu sekaku itu. Kalian sebaya.
Maafkan aku.
Tidak apa. Kamu tampak muda. - Terima kasih.
Izinkan aku memperkenalkan kalian secara resmi.
Dia Jun Ha Ra, adik kelasku dari SD sampai SMA.
Dan dia juniorku di kantor.
Namanya Kim Eun Hee.
Silakan menyapa. - Halo.
Ha Ra adalah penata gaya pribadiku
yang mengubah penampilanku.
Astaga. Apa aku menjadi penata gaya pribadimu?
Pantas saja aku merasakan sentuhan profesional.
Eun Hee sangat iri
dengan penampilan baruku yang cantik.
Jadi, kuputuskan memperkenalkan penata gaya pribadiku kepadanya.
Bukankah kamu berterima kasih?
Ya, sangat.
Karena aku yang terakhir tiba, aku yang traktir.
Mau apa?
Aku sudah pesan.
Aku... Kenapa kita tidak memilih bersama?
Haruskah? Baiklah.
Kue apa yang kamu suka?
Apa saja tidak masalah.
Kamu tipe yang cocok dengan apa pun? Itu membosankan.
Aku penata gayamu hari ini, jadi, sebaiknya kuubah itu.
Ayo. - Baiklah.
Sebelum menikah,
Ayah mengunjungi kantorku.
"Tabungan Garam Hope"
Katanya dahulu dia berutang kepadaku
saat tidak bisa menafkahi keluarganya.
Dia menabung selama tujuh tahun, tapi minta maaf itu tidak cukup.
"Tabungan Garam Hope"
"Kim Sang Shik"
Dia menghitung uang yang dia pinjam dariku tiap hari.
Aku menolak, tapi tidak ada gunanya.
Dia ingin ini menjadi rahasia di antara aku dan dia.
Kenapa kamu memberi tahu ibu rahasiamu sekarang?
Aku tidak membutuhkannya.
Aku tidak mau diberi kompensasi untuk waktuku seperti ini.
Membayangkan dia hidup tujuh tahun demi menghemat uang ini,
hatiku hancur melihatnya.
Baiklah.
Ibu tertegun karena uangnya banyak sekali.
Dia tidak bisa tidur di truk selamanya.
Berikan padanya agar dia bisa mencari tempat tinggal.
Aku tahu
dia berbuat salah kepada ibu.
Tapi
Ibu sudah cukup lama menyiapkan perpisahan.
Dia bahkan tidak pernah memikirkannya,
dan tiba-tiba diberi tahu.
Itu traumatis.
Itu bisa menghancurkan tubuh dan jiwa.
Ibu
sangat kejam kepadanya.
Baiklah.
Tapi...
Ibu sangat butuh
istirahat.
Kenapa aku sangat terluka?
Apa waktuku,
hidupku, lebih murah daripada rekening bank?
Apa kamu begitu menyukai penampilan barunya hingga iri?
Tentu saja. Aku tidak tahu banyak tentang mode,
tapi ada keanggunan alami.
Kamu suka membuat keadaan terdengar sulit.
No comments yet. Be the first to leave one.