Happiness

Happiness (해피니스)

Download Indonesian Subtitle

Release info

해피니스ㆍㅡHappiness E05ㅡㆍNEXT-VIU
해피니스ㆍㅡHappiness E05ㅡㆍWEB-DL-Phanteam
A Commentary by MonoProbe
(Perfectly Synced)Subtitle oleh VIU, Resync untuk rilisan NEXT dan WEB-DL. Info update Subtitle Indonesia untuk Drakor lainnya di Instagram @monoprobe

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2021-11-20
Downloads: 77
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Alih bahasa oleh VIU Disinkronisasi ulang untuk versi NEXT

"Semua tokoh, lokasi, organisasi, agama"

"Insiden dan kelompok dalam drama ini hanyalah fiksi"

Seo Yoon. Ini aku.

Ibumu?

Penerima tidak bisa...

Apa terjadi sesuatu di luar?

Ini?

Aku takut ada yang mencoba menggigitku.

Aku tidak bisa menghubungi ibuku.

Kami hanya saling mengirim pesan.

"Ibu"

"Tidak ada sinyal"

Menara seluler pasti mati.

Aku yakin kamu bisa menghubungi ibumu nanti.

Sekalipun seseorang mengetuk, jangan pernah membuka pintunya.

Aku akan segera kembali. Tontonlah TV, ya?

TV-nya juga tidak berfungsi.

Apa?

"Pengumuman. Tetap di tempat. Tunggu penyelamatan"

"Pengumuman. Tetap di tempat. Tunggu penyelamatan"

Hentikan itu dan kemarilah.

Kita harus menyegel pintu ini.

Kamu juga melihat mereka.

Duduk dan beristirahatlah.

Baiklah.

Jung Guk. Awasi dia.

Baiklah.

Hei. Jangan lihat aku.

Berbalik dan menghadap ke dinding.

Ada apa?

Mereka yang terinfeksi ada di luar.

Ini terlalu sunyi.

Hei, kamu. Menghadap ke dinding.

Ada apa ini?

Pak. Apa yang kamu lakukan?

Begini...

Apa ini?

"Happiness"

Kenapa tidak bisa?

Aku punya lebih dari 1.000 penonton.

- Dong Hyun. - Apa?

Gejala penyakit orang gila itu.

Apa gejalanya termasuk jantung berdebar kencang,

dan bekas luka gatal di bagian yang tergores

yang terasa hangat?

Itu hanya karena usia tua.

Orang-orang ini tidak melakukan pekerjaannya?

Di gedung mana kantor manajemennya?

Yang mana tempatnya?

Di sebelah perpustakaan anak.

Sudahlah. Aku akan mencarinya.

Dong Hyun, tunggu.

Itu hanya karena usia tua.

Itu benar. Kamu tidak percaya?

Terlebih dalam topik ini.

Sungguh. Semua orang dari gedung lain sakit.

Bola mata mereka berputar

dan berjalan seperti ini. Aku bersumpah.

Sial.

Apa yang kamu lakukan?

Anak-anakku.

Apa mereka akan baik-baik saja?

Mereka lebih aman daripada kita.

Astaga.

Hei, Nona. Bukankah kamu penghuni Unit 401?

Apa internetmu juga mati?

Jangan bicara seakan-akan aku sudah menikah.

Internet dan jaringan telepon mati.

Banyak penghuni dari gedung lain terinfeksi. Kamu sudah tahu?

Benarkah?

Itu gila.

Siapa yang bilang begitu? Berita?

Dia. Tanyakan saja kepadanya.

Itu benar.

Sungguh.

Apa?

Apa ini?

Hei, semua.

Permisi. Jangan mengerumuni tempat ini.

Pergilah ke pusat kebugaran, ya?

Semua orang ada di sana.

Siapa saja yang ada di sana?

Para penghuni.

Kalian lihat ini?

Apa ini darah sungguhan?

Apa itu saus tomat?

Aku bukan satu-satunya saksi.

Aku juga melihatnya.

Pak Lee dari kantor manajemen sakit

dan matanya menjadi putih.

Dia seperti ini.

Aku tidak mengerti.

Pagi tadi, mereka berkeras untuk mengurung kita di gedung ini.

Kenapa mereka semua sudah terinfeksi?

Halo.

Apa itu darah sungguhan? Darah siapa itu?

- Tidak. - Letakkan ponselmu.

Bisa kita bicara?

Apa?

Ini darah?

- Ada apa di luar? - Menjauhlah dari sana.

- Menjauhlah. - Ini darah sungguhan.

Kamu melakukan ini untuk menakutiku?

Bukankah ini kali pertama?

Apa maksudmu?

Bukankah kamu berusaha

menggantikanku sebagai perwakilan penghuni?

- Anak-anak mengerjai kita. - Lihat.

Bu Oh.

Bagaimana cara membuka pintu ini?

Dong Hyun, kamu tahu cara membukanya?

Aku tidak tertarik mewakili siapa pun.

Jangan hiraukan aku.

Menjauh dari pintu itu.

Di luar berbahaya.

- Aku... - Jangan keluar.

- Sebentar saja. - Mundur.

- Kurasa ada yang lewat tadi. - Kamu tidak lihat ini?

Kamu tahu apa yang ada di luar?

Aku penasaran.

- Tenanglah. - Mereka hanya bermain-main.

- Mari kita lihat. - Pengap sekali di sini.

- Letakkan ponselmu! - Ayolah.

- Tenanglah. - Tunggu.

- Mundur. - Pak.

Kamu mau ke mana?

Mereka ingin membuka pintu. Kamu juga melihat monster itu.

Kalau begitu, katakan sesuatu, alih-alih melarikan diri.

- Jangan mendorong. - Mari lihat.

Aku lega kamu datang. Beri tahu mereka ada apa di luar.

Astaga.

Ya, syukurlah. Pintunya terbuka.

Yang mau boleh pergi.

Begini...

Tidak seperti ini.

Silakan keluar.

Begini...

Aku... Tidak jadi.

Basemen ini pengap.

Tidak baik merokok di sini, bukan?

Kenapa kamu mundur begitu saja?

Baiklah.

Aku akan memercayai kalian kali ini.

Detektif.

Aku tidak perlu khawatir, bukan?

Kita harus memberi tahu penghuni lain.

Kita harus membahas jatah persediaan makanan,

dan mereka yang bukan penghuni yang terjebak di sini.

Kita tidak bisa memberi pengumuman tanpa kantor manajemen,

internet juga mati, bagaimana kita peringatkan mereka?

Kita bicara langsung dengan mereka.

Bagaimana dengan pistolmu?

Kuberikan kepada Jung Guk.

Apa kata pria di bawah saat dia memborgolmu?

Undang-undang melindungi jasmani kita sebagai warga negara.

Itu salah satu hak utama yang kita miliki.

Dia tidak bisa melakukan itu tanpa proses hukum.

Sebenarnya, aku tidak ingat jelas.

Tapi dia tidak mengatakan apa pun soal itu.

Dia tidak memberitahuku tentang hak-hakku saat menangkapku.

Kalau begitu, polisi punya bukti?

Jangan bilang

kamu sungguh berpikir aku membunuh istriku

atau semacamnya.

Pendapatku tidak penting.

Itu keputusan pengadilan.

Kamu tahu,

aku sangat mencintai istriku, Min Ji.

Aku masih sulit percaya

bahwa dia sudah meninggal.

Maka strategi pembelaan kita adalah kamu tidak bersalah

dan ini penangkapan ilegal.

Dan

klinik dermatologi itu atas nama istriku.

Aku ingin tahu lebih banyak

tentang manajemen atau pewarisan klinik itu.

Sejujurnya, aku juga penasaran dengan proses itu.

Baiklah.

Hal yang utama adalah

membersihkan nama baikmu dari tuduhan pembunuhan ini.

Permisi.

Kalian harus pergi ke pusat kebugaran.

Aku keluar lebih dahulu. Lindungi aku.

Mari bertukar. Aku lebih pandai memakai pemukul daripada kamu.

Kamu seorang pelempar.

Jika kakiku tidak cedera,

aku sudah bermain di Liga Utama.

Ayo.

Mereka semua pergi ke mana?

Mungkin sudah pulang.

Orang terinfeksi

kembali normal setelah beberapa saat.

Apa yang akan mereka pikirkan setelah melihat perbuatan mereka?

Mereka akan menyesalinya

dan tidak bisa menerima perbuatan mereka.

Benar sekali.

Mereka pasti ingin pulang dan mandi.

Noda darah di pintu masuk.

Sepertinya seseorang mencoba menyekanya.

More Indonesian subtitles for Happiness

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left