The first 200 lines.
RUANG PRESDIR
Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan, Presdir.
Melihatmu di kantor sepagi ini...
...sepertinya bukan hal yang biasa.
Apa ini tentang Oh Yeon-Doo?
Ya, benar.
Aku tahu ada tulisan yang diunggah di papan buletin di situs perusahaan.
Lalu?
Semua yang ditulis adalah benar.
Apa?
Apa?
Kalau itu semua benar, jadi...
Ya, Jinjja...
...bukan anakku.
Aku telah membohongi Presdir dan keluarga selama ini.
Aku bersalah, Presdir.
Katamu Jinjja bukan anakmu. Bagaimana itu bisa terjadi?
Benarkah?
Ya, itu benar.
Lalu, kenapa kamu berbohong tentang itu? Sebenarnya kenapa?
Aku akan mengatakan apa adanya.
Aku membuat keputusan bodoh karena ingin menghindari pernikahan dengan Kepala Jang.
Apa?
Untuk menghindari pernikahan...
...kamu lebih memilih untuk mengakui anak yang bukan anakmu?
Bagaimana bisa kamu melakukan itu? Apa kamu sudah gila?
Aku minta maaf.
Apa Yeon-Doo...
...yang memintamu untuk melakukan itu?
Apa dia membujukmu melakukan ini setelah tahu kalau kamu tidak ingin menikah?
Tidak! Yeon-Doo tidak salah.
Dia yang menentang itu tetapi aku tetap memintanya.
Presdir.
Kalian harus berpisah secepatnya.
Aku tidak ingin dengar lagi tentang hal bodoh yang kalian lakukan.
Akhiri dengan tenang dan aku akan mengurus sisanya.
Aku tidak bisa berpisah dengannya.
Apa?
Meskipun awalnya begitu, tapi kini perasaanku tulus pada Yeon-Doo.
Aku tidak ingin lagi berbohong tentang hubungan kami.
Aku datang karena ingin menceritakan semuanya.
Hubungan yang dimulai dengan kebohongan tapi kini kamu menyukainya?
Omong kosong macam apa ini?
Astaga.
Jika ibumu tahu, dia akan pingsan. Selesaikan semua sebelum jadi lebih besar.
Aku tidak bisa menyelesaikannya.
Aku akan berusaha lebih keras untuk meyakinkannya.
- Episode 30 - Tae-Kyung.
Kamu sudah datang sepagi ini. Apa yang terjadi?
Itu...
Aku hanya mampir untuk menemui Presdir.
Aku harus pergi.
Apa kamu baik-baik saja?
Itu, raut wajahmu terlihat tidak baik.
Aku hanya sedikit lelah. Sampai jumpa.
Istriku
Saya tidak tahu bahwa Presdir akan datang sepagi ini.
Seharusnya saya lebih cepat. Maafkan saya, Presdir.
Tidak.
Ini salahku yang datang lebih awal padahal tidak ada jadwal.
Saya baru saja melihat Gong Tae-Kyung keluar dari sini.
Apa ada masalah karena unggahan di papan buletin situs perusahaan?
Bukan.
Kami sedikit bertengkar.
Seiring bertambahnya usia, aku jadi semakin mudah kecewa.
Tidak perlu dipikirkan, kerjakan saja pekerjaanmu.
Baiklah, Presdir.
Jang Se-Jin
Astaga.
Ya, kenapa?
Tae-Kyung baru saja pergi setelah bertemu dengan Presdir.
Apa?
Sepagi ini?
Apa katanya?
Apa kamu tidak dengar yang mereka bicarakan?
Astaga.
Aku tidak mendengar percakapannya, tapi sepertinya serius.
Aku pikir itu karena unggahan papan buletin di situs perusahaan.
Astaga, tapi kenapa Tae-Kyung datang menemui Presdir?
Apa terjadi sesuatu saat kamu mengantarkannya kemarin?
Hari ini ada satu unggahan baru di papan buletin situs perusahaan.
Katanya ayah dari anak Oh Yeon-Doo bukan kamu.
Apa?
Tidak ada yang terjadi. Tapi, Gong Tae-Kyung mencurigakan.
Bukankah dia datang sepagi ini karena ada sesuatu yang tidak benar?
Aku tidak tahu.
Mungkin dia datang untuk mencari orang yang menulis di papan buletin itu.
Tapi melihat Presdir tampak menderita, menurutku itu bukan pertanda buruk.
Kita harus terus mendekat dan memahami suasana hati Presdir.
Baiklah. Tunggu.
Tolong carikan aku tempat tinggal lagi. Ke tempat yang lebih luas dan nyaman.
Interiornya juga harus diubah sesuai seleraku.
Baiklah. Ayo kita bertemu di siang hari dan memutuskannya.
Gong Tae-Kyung, kamu mulai gelisah.
Aku bisa merasakannya.
Anak itu adalah anakku.
Jam berapa kamu pulang tadi malam, Yoo-Myung?
Astaga, aku terlambat pulang karena pekerjaan. Maafkan aku.
Jika akan terlambat, kamu harus menelepon dulu.
Kamu tinggal dengan keluarga tapi tidak bisa bersikap sopan seperti itu?
Terkadang kamu harus bekerja lembur.
Jangan membuatnya stres saat sarapan karena hal seperti itu.
Nenek, ini salahku.
Ibu, aku memutuskan untuk mengatakan apa yang ada di pikiranku kepada anak-anakku.
Aku pikir jika hanya diam dan membiarkan saja itu tidak baik.
Tapi, pagi ini aku tidak melihat Ayah dan Tae-Kyung.
Ayah pergi pagi-pagi sekali karena ada sesuatu yang mendesak di kantor.
Benarkah?
Apa ada hal mendesak yang aku tidak tahu?
Tae-Kyung juga.
Ketika aku bangun dan membuka mata, dia sudah pergi bekerja.
Tae-Kyung juga? Itu aneh. Tidak ada keadaan darurat di klinik.
Astaga.
Jika tidak ada keadaan darurat di klinik, berarti dia tidak pergi ke klinik.
Astaga, ke mana Tae-Kyung pergi pagi-pagi sekali?
Yeon-Doo, apa tidurmu nyenyak?
Ya, tidurku nyenyak. Aku juga sudah sarapan.
Tapi, kamu di mana?
Aku di klinik. Aku harus melihat beberapa data segera.
Aku seharusnya tidak khawatir.
Hanya karena Hyun-Woo mengatakan tidak ada keadaan darurat di klinik.
Apa hubungannya dokter spesialis kesuburan dengan keadaan darurat?
Aku lupa menulis memo ketika akan keluar.
Maaf telah membuat kamu terkejut.
Tidak, tidak apa-apa selama kamu baik-baik saja.
Baiklah, kalau begitu, aku akan pulang setelah selesai bekerja.
Gong Tae-Kyung.
Ya?
Apa kamu baik-baik saja?
Kenapa kamu tanyakan itu?
Aku takut ada sesuatu yang kamu khawatirkan...
yang aku tidak tahu.
Tidak ada hal seperti itu. Aku sibuk, jadi, aku akan tutup teleponnya.
Kalian harus berpisah secepatnya.
Jika ibumu tahu, dia akan pingsan. Selesaikan semua sebelum jadi lebih besar.
Apa-apaan ini? Kamu benar-benar sudah datang.
Apakah ada data yang harus segera dilihat?
Ya. Kenapa kamu begitu senang?
Memangnya apa yang membuatku senang?
Setiap hari, begitu saja.
Aku pergi dulu.
Bagaimana dengan hubungan kita?
Apa kita akan mulai dari awal lagi dan menjadi pasangan suami istri lagi?
Mari kita pikirkan.
Mari kita pikirkan.
Olive, bagaimana sebenarnya perasaan Ibu?
Haruskah kita bertanya padanya?
Aku ingin kita berhenti bertemu orang lain karena masalah harga diri.
Ayo kita fokus pada Olive saja sampai dia lahir.
Baiklah.
Aku harus menyingkirkan harga diri dan mulai dengan menceritakan semuanya.
Ibunya Olive?
Astaga, kenapa kamu terus melakukan ini?
Sebelum aku menjadi ibunya Olive, namaku adalah Gong Ji-Myung.
Baiklah, Gong Ji-Myung.
Kapan kamu punya waktu?
Aku ingin bicara denganmu di luar.
Sekarang saja, sekarang aku di lobi perusahaanmu.
Aku datang untuk makan siang denganmu sebagai kejutan, tapi aku sudah ketahuan.
Apa? Di lobi perusahaan?
Baiklah. Kamu naik ke sini saja dulu.
Halo.
- Kamu baik-baik saja? - Apa maksudmu?
Kudengar kamu ditolak karena menyatakan perasaanmu pada wanita yang sudah menikah.
Apa kamu di sini untuk bertemu dengan Ji-Myung?
Aku juga akan menemuinya.
Mari kita bicara.
Ya, tentu saja.
Siapa kamu terus mencampuri urusanku dengan istriku?
Kalian bukan pasangan suami istri yang normal.
Kalian hidup bersama seperti orang asing, hanya untuk membesarkan anak bersama.
Apa yang kamu ketahui tentang kehidupan pernikahan?
Pasangan suami istri bertengkar lalu berbaikan,
Kemudian memberi batas lalu melewati batas dan terus mengulangnya.
Berhenti membuat Ji-Myung menderita.
Apa?
Ketika dia sakit, dia pergi ke dokter kandungan lain untuk menghindari suaminya.
Dan dia berpura-pura berkencan denganku...
...hanya karena suaminya berkencan dengan orang lain.
Jika itu tidak menderita, lalu apa?
Kamu tidak tahu seperti apa istrimu.
Kamu pikir dia kuat dan tangguh?
Hei, Bedebah.
Kamu pikir kamu siapa, mengatakan bahwa istriku menderita?
- Kamu menyebalkan. - Apa?
Aku benci karena wanita yang aku suka memiliki perasaan denganmu.
Tidak peduli seberapa keras aku mencoba, aku kesal karena dia hanya peduli padamu.
Bahkan ketika ada yang salah paham, dia tidak bisa mengatakan apa pun.
Hei.
Apa kamu berbicara tentang hal itu lagi?
Apa itu? Katakan saja apa itu.
Apa ada rahasia di antara kalian berdua?
Gong Ji-Myung adalah istriku.
Berhentilah berpura-pura seperti kamu tahu tentang rahasia istriku!
Baiklah. Aku akan memberitahumu.
Jika aku tidak memberitahumu, Ji-Myung akan merahasiakannya untuk selamanya.
Astaga.
Ji-Myung...
...tidak melakukan aborsi dengan sengaja.
Apa? Apa maksudmu?
No comments yet. Be the first to leave one.