Release info

Kono Healer, Mendokusai S01E01 Bilibili id
A Commentary by furosty
Bilibili Retail

Tags

other
Published on: 2022-04-13
Downloads: 5
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kita semua hidup di dunia yang luas ini,

banyak monster yang mengancam umat manusia.

Yang keluar untuk melawan adalah para petualang

dan para pemberani.

Demi melindungi manusia dan dunia,

hari ini mereka harus menghadapi begitu banyak tantangan yang berbahaya.

Aku, Arvin, adalah salah satunya!

Begitu cepat sudah bertemu monster.

Baik, lihatlah aku!

(ARVIN YANG BERUSAHA MENJADI PETUALANG NOMOR SATU DI DUNIA YANG DIPENUHI OLEH MONSTER DAN MAKHLUK JAHAT.)

(TOKOH UTAMA PRIA/ PEJUANG BERBAJU ZIRAH SEDANG BERTARUNG DENGAN MONSTER BERUANG.)

(SAAT BERTEMU BAHAYA, DIA BERUNTUNG ADA SEORANG BIARAWATI PERI KEGELAPAN, KARLA.)

(TOKOH UTAMA WANITA/ PERI KEGELAPAN. KARLA YANG KEBETULAN SEDANG LEWAT, SANGAT JAGO BERDEBAT.)

(SAMPAI MONSTER BERUANG PUN MERASA BINGUNG, BAHKAN MUNCUL ADEGAN PULANG KE RUMAH MONSTER BERUANG.)

(DALAM MANGA TAK ADA ADEGAN INI, FAN KARYA ASLI PASTI SECARA TIDAK SADAR AKAN MENGELUARKAN SUARA "HAH?".)

(NAMUN, SEBELUM DITERBITKAN DI MAJALAH, INI SUDAH DIUNGGAH DI INTERNET DALAM "KISAH APA INI?")

(DARI SUDUT PANDANG KISAH YANG SAMA. MOHON SEMUANYA MEMAHAMI PENJELASAN INI.)

(INI ADALAH KETULUSAN PIHAK PENULIS DAN STAF. SELAIN ITU, JUDUL SEPANJANG INI,)

(BAIK TEKS VERTIKAL MAUPUN MIRING, TIDAK ADA YANG COCOK JADI, DIPUTUSKAN UNTUK TAK DILAKUKAN.)

Menyebalkan.

Memiliki sepasang mata yang indah, tetapi tenaganya begitu kuat.

=EPISODE 1=

Gawat!

Habislah.

Permisi, apa kau menemui kesulitan?

Halo, salam kenal, aku adalah

biarawati Peri Kegelapan, Karla.

Terima kasih kau sudah memperkenalkan dirimu dengan detail.

Aku Arvin, manusia.

Bisa dianggap sebagai... pejuang,

tetapi sekarang bukanlah waktu untuk memperkenalkan diri.

Apa kau baik-baik saja?

Apa aku terlihat baik-baik saja?

Jangan hanya berdiri di sana, cepatlah membantuku!

Saat meminta bantuan orang lain,

bukankah berlutut dan bersujud adalah yang paling mendasar?

Maaf, tunggu aku sebentar.

Hah? Kenapa?

Pada saat seperti ini, seharusnya akan membantu, 'kan?

Kenapa aku harus berlutut dan bersujud?

Kenapa kau berteriak begitu keras?

Apakah tekanan hidupmu terlalu besar?

Sekarang tekananku memang besar!

Apakah hampir kalah dengan monster, sehingga menjadi marah padaku?

Tolong terimalah kenyataan bahwa dirimu sendiri sangat lemah.

Menyebalkan!

Lagi-lagi berteriak marah.

Manusia sangat menakutkan, lebih baik memunah saja.

Tidak perlu menangis, 'kan?

Berteriak marah padamu memang tidak baik.

Tidak baik?

Seharusnya kau berkata, "Aku sangat menyesal", 'kan?

Kau ini...

Tidak bisa. Aku tidak bisa membiarkanmu mengaturku.

Aku harus tenang seperti seorang dewasa yang matang.

Mana ucapan penyesalanmu?

Tidak bisa, kewarasanku hampir hilang.

Gawat, aku sampai melupakannya.

Tunggu aku sebentar lagi.

Baik, begini saja,

namamu Karla, 'kan?

Jika kau bersedia membantu, aku akan mengabulkan satu permintaanmu.

Apa pun boleh?

Semampu yang kubisa.

Jika begitu, berlutut dan bersujud.

Kenapa kau bersikeras untuk berlutut dan bersujud?

Awalnya menginginkan ini, tetapi sudahlah.

Sebaliknya,

mohon Tuan Arvin membentuk tim denganku.

Membentuk tim?

Sebenarnya aku tidak pernah membentuk tim.

Menurutku juga seperti itu. Dengan karaktermu itu, seharusnya sangat sulit, 'kan?

Sepertinya semua tidak ingin berbicara denganku.

Mungkinkah aku yang disebut "bunga di gunung tinggi"?

Yang benar itu, "rumput beracun di rawa", 'kan?

Kau sungguh tidak bisa mengedipkan mata.

Ingin membentuk tim juga boleh.

Terima kasih, Tuan Arvin.

Lagi pula akan segera dibatalkan.

Namun, dikatakan di awal, meski aku adalah petualang, tetapi tingkatanku sama sekali tidak tinggi.

Jangan berharap terlalu tinggi padaku.

Baik, aku tidak memiliki harapan apa pun terhadapmu.

Gerakan dan perkataan sama sekali tidak selaras.

Jangan mengacungkan jempol!

Pokoknya, cepatlah bantu aku memulihkannya.

Kondisi, ya?

Kekuatan!

Memulihkan kekuatan?

Sejak tadi kau terus berteriak keras, seharusnya sangat bersemangat, 'kan?

Pemilihan kata-katamu.

Aku sudah mengerti,

kau ingin bermanja-manja, 'kan?

Cepatlah.

Awalnya aku ingin menghangatkan suasana.

Benarkah?

Namun, kau tidak memiliki bakat di bidang ini, lain kali jangan seperti ini.

Jika begitu, dimulai, ya.

Menyebalkan sekali.

Setelah pertarungan berakhir, kita berpisah saja.

Jangan bergerak sembarangan!

Jantung masih bergerak.

Jika jantung berhenti, maka sudah mati!

Jangan mendadak berteriak begitu keras!

Membuatku tidak sengaja mengucapkan kutukan!

Kau!

Barusan kau mengatakan apa?

Aku tidak sengaja mengucapkan kutukan.

Puih he he...

Pekerjaan baru biarawati yang mengutuk ini dari mana?

Jangan khawatir. Sama sekali bukan kutukan yang keterlaluan.

Benarkah?

Jika menjauh dariku melebihi 300 meter, maka akan mati.

Mati.

Dasar.

Meskipun kau sangat gembira, juga tidak perlu berlutut padaku.

Dengan begini, aku akan merasa sangat aneh.

Aku hampir putus asa!

Bagaimana ini?

Bukankah dengan begini, kita tidak akan berpisah?

Sungguh keterlaluan. Apakah kau hanya bermain-main terhadapku?

Karena tidak bisa hanya bermain-main, makanya marah.

Kalian berdua tenanglah sedikit.

Siapa?

Bertengkar itu tidak baik, ya.

Arvin, kau jangan terlalu kasar pada wanita.

Karla juga harus lebih mempertimbangkan perasaan orang lain.

Karena sudah membentuk tim, jadi, harus berinteraksi dengan baik.

Berdiskusilah dengan baik.

Bagaimana?

Jangan berbicara bahasa manusia lagi, ya!

Juga, samakan partikel di akhir kalimatmu!

Saling memaki juga bukan caranya, kita berdiskusi dengan baik saja.

Topiknya adalah

mengenai pejuang yang meremehkan biarawati.

Maaf, ada yang ingin kukatakan sebelumnya.

Aku keberatan akan topik ini.

Selain itu, ada hal lain yang juga sangat kupedulikan.

Hal apakah itu, terdakwa?

Keberatan disetujui.

Namun, kita abaikan dahulu hal ini,

kenapa si Hewan Iblis juga bisa ikut berpartisipasi?

Sungguh membuat sedih.

Apakah menurutmu, Hewan Iblis tidak berhak ikut berpartisipasi?

Bukan, kami sedang berkelahi barusan.

Sungguh sedih.

Nyawa Hewan Iblis sama berharganya dengan manusia.

Meski penampilan luarnya berbeda, seharusnya saling menerima dengan semangat persaudaraan.

Jika begini, pasti bisa saling memahami.

Bisakah kau tidak dengan tiba-tiba teringat bahwa pekerjaanmu adalah biarawati?

Maaf mengganggu sebentar.

Kau ingin berbicara?

Kudengar, semakin lama hidup si Hewan Iblis, maka akan semakin bijaksana,

juga kaya akan pengalaman.

Jika kaum naga, aku masih bisa memahaminya.

Sebelum kau menjabarkan pendapatmu, aku ingin menanyakan siapa namamu?

Mohon maaf.

Namun, kaum kami tidak ada "nama" yang disebut manusia.

Meski punya kearifan, tetapi partikel di akhir kalimat tetap tidak bisa disamakan.

Namun, manusia menyebut kaum kami

sebagai Beruang Massal.

Bukankah itu terlalu sembarangan?

Bagaimana menurut Tuan Beruang Massal?

Betul juga.

Tadi mendengar percakapan kalian, menurutku,

yang pertama adalah Karla.

Pekerjaan Karla adalah biarawati, profesi yang amat mudah menjadi incaran.

Yang dapat melindungimu, hanyalah profesi pejuang ini.

Jika pejuangnya tumbang, maka kau juga berada dalam bahaya.

Karla adalah orang yang pintar.

Apa yang harus dilakukan, seharusnya sangat jelas, 'kan?

Selanjutnya adalah terdakwa, Arvin.

Terdakwa…

Meskipun dalam pertarungan,

tetapi banyak kekerasan verbal yang kau katakan.

Pesan tersiratnya apakah menyampaikan,

"Meskipun pertama kali bertemu Biarawati seharusnya memulihkan tenaga pejuang",

pesan yang begitu angkuh?

Kaum peri sangat peka dengan suasana hati negatif manusia.

Mungkin tanpa disadari, Karla sudah merasakan suasana hati ini.

Mengatakan sebanyak ini.

Tujuan utamanya adalah berharap, jika kalian telah membentuk tim,

masing-masing berkeberadaan yang penting untuk yang lain.

Apalagi kelak, Arvin tidak boleh berjarak lebih dari 300 meter dari Karla.

Menurutku, dalam kehidupan harian kalian berdua, seharusnya belajar saling menghormati.

Keren sekali ucapan hewan iblis yang bisa berbicara.

Hidup selama bertahun-tahun ini,

ucapan yang dikatakan sangat meyakinkan.

Kau ini...

Ia sedang mengatakan hal yang begitu logis, ternyata kau malah ketiduran.

Aku tidak sedang tidur.

Kau tertidur, 'kan?

Memangnya kau tidak mengetahui "Metode Belajar Tertidur"?

Itu artinya tertidur.

Duduk!

-Apa yang mau kau lakukan? -Pokoknya duduklah!

Ada apa denganmu tadi?

Tidak hanya sembarang mengutuk orang, bahkan sikapmu juga sungguh bermasalah.

Tenanglah.

Tidak, menghadapi orang seperti ini, memang harus memakinya dengan keras.

Sudahlah.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left