The first 162 lines.
Mungkin pada suatu titik di karierku, aku akan bisa memerankan karakter
dan membuat skenario yang semacam menyiratkan hidupku,
tapi mungkin tak sepenuhnya benar.
Namun, aku harus menulis dari hal-hal yang kutahu,
berusaha benar-benar mengekspresikan diri
dan mendapatkan lagu yang sangat jujur dan nyata.
Jadi, selama aku punya cerita, aku akan menceritakannya.
Dua Lipa adalah penyanyi dan penulis lagu asal London
yang memulai karier musiknya saat masih remaja.
Pada 2018, dia meraih Penghargaan BRIT untuk Artis Solo Wanita Inggris
dan tahun berikutnya, meraih Grammy untuk Artis Pendatang Baru Terbaik.
Album debutnya pun meraih Platinum.
Untuk album keduanya, Future Nostalgia,
dia menggaet kembali kolaborator yang pernah bekerja dengannya
untuk membantu membuat beberapa lagu yang menggambarkan masa lalunya
dan menyorot ke titik yang dia tuju.
Namun, dengan lagu "Love Again", inspirasinya dimulai
dengan perasaannya saat itu.
Aku Hrishikesh Hirway. Inilah Song Exploder.
SERIAL DOKUMENTER NETFLIX ORIGINAL
- Baiklah, kita mulai. - Sungguh?
- Ya, kita siap. - Ayo.
Jadi, baiklah…
Bisa kau ceritakan soal hari kau mulai mengerjakan lagu ini?
Saat itu, aku mengalami banyak masalah pribadi.
Entah apa aku boleh bersumpah.
Aku punya beberapa masalah pribadi.
Aku terlambat, begitu gaduh,
aku masuk ke studio, dan berkata, "Baiklah,
mungkin beberapa hal harus diakhiri.
Aku harus mewujudkan energi positif baru dalam hidupku."
Apa kata-kataku sulit dipahami?
Karena aku jelas membahas soal hubungan dan cinta.
Saat itu, aku menjalin hubungan jangka panjang…
dengan orang yang kurasa tak jujur kepadaku.
Aku berkata, "Aku harus bebas dari ini dan hal ini…
tidak sehat bagiku."
Kuanggap diriku sebagai wanita yang kuat.
Namun, ada banyak momen saat aku berada di posisi
yang membuatku tak mengenali diriku.
Saat kita bersama seseorang dalam hubungan yang sangat dekat,
kita sudah lama bersama lalu kandas,
rasanya seperti mustahil bagiku menemukan atau mendapatkan ruang
tempat aku bisa bilang, "Aku jatuh cinta lagi."
Dua merasa dia kehilangan kekuatannya.
Coffee adalah penulis lagu hebat yang bekerja sama denganku
sejak aku mulai menulis lagu.
Coffee adalah cahaya penuntun spiritualku. Kami selalu ada untuk satu sama lain,
terutama saat ada masalah cinta yang gila.
Dia kuanggap keluarga, jadi…
Dia jelas mengalami masalah pribadi
dan sangat ingin mengungkapkannya.
Coffee berkata, "Mungkin kita harus mulai memasukkannya ke lagu."
- Itu tercurah begitu saja di studio. - Ya.
Aku datangi pagi-pagi dan kami belum mendapatkan apa-apa
beberapa hari terakhir. Kataku, "Kita harus mendapat ide keren."
Koz selalu menjadi pria nomor satu yang harus ada di studioku.
Aku merasa kami selalu berhasil mendapat ide soal suara rekamannya.
Lalu putar kembali bridge -nya dua kali. Aku suka itu.
Kami membahas soal memakai elemen yang agak lawas.
Jamiroquai, Prince, Blondie…
KASET KOMPILASI
Masa kecilku banyak dipengaruhi oleh lagu dan musik
yang didengarkan orang tuaku.
Aku ingin mengolah perasaan itu dan menciptakan sesuatu
dengan ubahan modern yang segar.
Kupikir, "Aku ingin tahu apa aku bisa membuat album
yang dibangun dari memori itu dan apa aku bisa membuat orang merasakan
perasaanku setiap mendengar lagu 'Cosmic Girl' dari Jamiroquai."
Aku mulai memainkan semua penyintesis analog
dan mendapat sebuah rangkaian akor.
Itu cukup mendasar.
Lalu disertai alunan gitar dan permainan drum solo sepanjang lagu.
Itulah musik awal kami dan bagaimana semuanya bermula.
Lalu gitar akustik.
Baiklah.
PENULIS BERSAMA
Setiap bekerja dengan Chelcee, lagunya selalu dimulai dengan gitar.
Chelcee itu sangat lucu. Dia bilang,
"Ayolah, kita buat lagu ini lalu minum bir di pub."
Namun, dengan aksen Liverpool.
Akan kupukul saja dia saat…
Bagiku, kapan pun ada peluang untuk minum,
aku bilang, "Ayo, kita beristirahat."
Kedengarannya tak bagus…
Aku datang ke sesi itu
dan mereka bermain-main dengan gitar. Mereka berkata…
Astaga, kurasa aku jatuh cinta
Namun, astaga Kau membuatku jatuh cinta lagi
Aku tak ingat kenapa kami mengatakannya,
tapi aku tahu Dua segera…
Dia bilang, "Tidak, kita takkan bilang 'astaga'."
Kataku, "Kita harus hapus 'astaga'-nya. Tak mungkin begitu."
Dia bilang, "Tidak. Seharusnya 'sial'."
Namun, sial
Itu lebih baik.
Kau membuatku jatuh cinta lagi
Ya, kurasa begitu. Aku juga suka bait barunya.
Rasa hormat dan cintaku kepada Dua
berasal dari fakta bahwa dia wanita yang tegas.
Baiklah, ayo lakukan ini.
Dia sungguh memegang kendali.
Dia sama sekali tak tertutup.
Bagiku, aku suka energi itu.
Saat kita mengenal orang-orang yang membuat kita nyaman,
membuatku bisa jujur, dan membahas hal-hal yang sangat pribadi bagiku.
Aku tahu itu takkan keluar dari tempat itu kecuali dalam bentuk lagu.
…tiba-tiba masuk ke bridge lalu kembali.
Dua berasal dari tempat yang jujur.
Dia tak menutupi apa pun yang dia rasakan.
Ini membingungkan, tapi aku suka.
"Kau membuatku jatuh cinta lagi." Semua orang merasakannya.
Saat hubungan kita berakhir,
kita berpikir tak akan merasa seperti itu lagi.
Kami memulai lagunya dan itu menjadi inti percakapannya.
Intinya adalah, "Kau membuatku jatuh cinta lagi
pada saat aku merasa tak bisa menjadi diriku sendiri."
Aku tak tahu apa aku bicara sendiri
atau dengan orang lain, tapi kuanggap itu sebagai pemicu.
Kupikir jika aku menulisnya, itu mungkin terjadi.
Namun, kurasa pada awalnya, kami punya satu bait.
Tak kukira akan menemukan jalan keluar
Tak kusangka akan mendengar Jantungku berdetak sekeras itu
Sulit dipercaya Masih ada yang tersisa di dadaku
Lalu beralih ke…
Sulit dipercaya Akhirnya kutemukan seseorang
Aku langsung tahu aku ingin merekamnya.
Namun, tidak dengan…
format lagu klasik biasanya,
yang seperti bait, prarefrein,
hook, bait, prarefrein, hook , bridge, hook.
Semuanya kacau, tapi terdengar enak saat itu.
Kubilang, "Mungkin tak perlu dalam bentuk itu. Persetan dengan itu."
Aku sedang membaca buku Studio 54 saat itu.
Aku membayangkan Donna Summer
dengan drama yang menyertai lagunya.
Temponya kian naik hingga muncul irama…
Lalu masuk ke lagunya.
Untungnya,
tetanggaku adalah pemain biola hebat dan pria yang baik,
Drew Jurecka.
BIOLA
Koz mengirimiku versi dengan alat musik gesek.
Kataku, "Astaga, dramatis sekali. Aku menyukainya."
Alat musik gesek memberi lagunya kesan kaya
dan keanggunan di baliknya
hingga saat lagunya beralih ke bagian funk- nya,
itu nyaris tak terduga.
Rasanya ini akan menjadi momen hebat dalam lagunya.
Kataku, "Ini sempurna. Ini sangat menyenangkan."
Namun, itu masih perlu sedikit perbaikan, tapi aku tak tahu apa itu.
- Sebenarnya ini cukup sulit. - Ya.
Kami duduk di studio suatu malam
dan Coffee mulai menyanyikan alunan itu bersama irama gitarnya…
Kupikir, "Apa ini seperti Star Wars atau semacamnya?"
Ini musik trompet tahun 1930-an oleh Al Bowlly.
Sampel itu sangat klasik.
Klasik.
Agak berhantu juga. Itu yang kusuka.
Agak menakutkan, menyeramkan…
Aku suka. Kataku, "Kita harus masukkan itu."
Aku bilang, "Itu pas sekali."
No comments yet. Be the first to leave one.