The first 200 lines.
"Grandpas Over Flowers, Returns"
"Mei 2018, di sebuah lokasi rahasia di Gangnam"
"Pria ini yang pertama sampai"
- Pak! - Halo.
"Kakek tertua. Lee Soon Jae, 84 tahun"
Masuklah.
Kenapa kamu berdiri di tengah hujan?
"Kakek kedua sampai tidak lama setelahnya"
"Kakek termuda. Baek II Seob, 75 tahun"
Halo.
- Halo, Pak. - Halo.
Ya, halo. Lama tidak berjumpa.
"Semua senang bisa bertemu lagi setelah sekian lama"
- Lama tidak berjumpa. - Kamu sama sekali tidak berubah.
"Para kakek berkumpul untuk melancong lagi setelah tiga tahun"
Kamu makin kurus, Pak.
Lama tidak berjumpa, Pak.
Ya.
Apa kamu bisa berjalan?
Aku harus mencobanya dan melihat nanti.
Kamu yang harus memimpin kali ini.
Ya, kalau kondisiku membaik.
Kalau aku harus mendaki bukit terjal seperti sebelumnya...
Saat itu, aku tidak bisa jalan karena kesakitan.
Benar.
Tapi kali ini, aku tidak bisa jalan karena dalam masa penyembuhan.
Di bagian mana kamu dioperasi?
- Punggung bagian bawah. - Punggung bagian bawah?
Dua hari lagi operasi ini sudah akan berjalan setahun.
- Dia punya tongkat. - Aku akan memulihkan lututku nanti.
Ya, dia punya tongkat.
- Apa kamu merasakan sakit? - Tidak.
- Tidak? - Ya, aku baik-baik saja.
Aku mencoba lebih banyak berjalan.
Kamu harus melakukan itu.
Halo.
"Portir selama enam tahun. Lee Seon Jin, 48 tahun"
Halo.
"Sudah lama sejak Seo Jin bertemu para kakek"
- Pergilah ke sana. - Baik.
- Lama tidak bertemu. - Ya.
Kamu hampir membintangi setiap iklan TV.
Kamu baik sekali.
Duduklah.
Lama tidak bertemu.
- Apa kamu sehat? - Ya.
"Shin Goo tiba usai menyelesaikan konser di luar Seoul"
Pasti berat sekali kamu terus mondar-mandir.
Aku melihat wajahmu setiap aku menyalakan TV.
"Mereka merasa sudah melihat wajah sang Raja Iklan Seo Jin"
"Sepertinya ada yang kurang"
Bagaimana dengan pria satunya lagi?
Pak Geun Hyeong sedang syuting adegan untuk dramanya,
jadi dia tidak bisa syuting sambil melancong.
- Ya, sebelumnya. - Dia cukup sibuk.
Omong-omong, kita mau ke mana?
"Bingung"
Aku bisa memberi tahu kalian soal itu nanti, jadi...
Kami akan merahasiakannya, jadi santai saja dan beri tahu kami.
Kami mempertimbangkan banyak faktor kali ini
dan kami memutuskan bahwa tempat yang akan kita tuju adalah...
Kami berniat mengunjungi Eropa kembali.
Kami pikir akan menyenangkan jika kita mendatangi
tempat-tempat yang tidak bisa kita datangi sebelumnya.
Jadi, kita akan mulai di Berlin, Jerman.
Dan kita akan mengakhiri perjalanan di Wina, Austria.
Itu bagus.
Kita akan mulai di Berlin dan berakhir di Wina, Austria.
- Wina. - Kita juga akan kunjungi Cheska...
Ya, kita bisa berkeliling seperti itu.
Beri tahu Pak Lee Seo Jin soal tempat yang mau kalian datangi.
Ya, kami akan...
"Portir Pro Seo Jin mulai mencemaskan rencana perjalanan"
"Dari simbol masa lalu Jerman sebagai bangsa yang terbagi dua"
"Sampai menjadi simbol kedamaian dan kebebasan saat ini"
"Berlin, Jerman"
"Sebuah kota seperti kota dongeng yang nyata"
"Praha, Cheska, yang tampak memesona di malam hari"
"Kota yang tampak sama seperti di abad pertengahan"
"Cesky Krumlov, Cheska"
"Kota yang terkenal dengan Mozart dan 'The Sound of Music'"
"Salzburg, Austria"
"Surga kecil di bumi yang dikelilingi alam murni"
"Salzkammergut, Austria"
"Kota yang menjadi episentrum bersejarah dan juga masa kini"
"Wina, Austria"
Apa kamu pernah ke kota-kota ini?
Tidak, ini kali pertama aku pergi ke kota-kota ini.
- Bagus. - Aku mengunjungi tempat lain.
Aku juga sudah pernah ke sana.
Bisakah kita melewati perbatasan tanpa melalui imigrasi?
- Tentu saja. - Ya.
Karena ini Eropa, mereka bahkan tidak akan memeriksa paspor.
"Tangannya mengibas senang saat memikirkan perbatasan terbuka"
Itu bagus. Pasti akan cukup mudah.
Apa kamu pernah ke sana?
- Ke mana, Berlin? - Ya.
- Kamu pernah ke sana? - Tahun lalu.
Kamu pernah ke sana? Kamu sudah tamasya ke sana?
Aku pergi ke Praha dan Berlin.
- Praha dan Berlin? - Ya.
Dan aku pergi ke Wina dua tahun yang lalu.
Jadi, kamu sudah meriset tempat itu untuk kami?
Ya, supaya dia bisa menemanimu dengan lebih baik.
Sudah berapa lama sejak perjalanan terakhir kita?
- Tiga tahun? - Itu tiga tahun yang lalu.
Kita pertama melancong mungkin tahun 2013.
Tapi Seo Jin tampak berbeda dibandingkan sebelumnya.
Apa kamu mulai menua?
Ya, aku makin sulit membaca huruf kecil sering bertambah tua.
Kamu akan mencapai usia tua.
Aku tidak bisa membaca peta dengan jelas.
Karena dia bersama kita membuatnya tampak seperti pemuda,
- dan kita jadikan dia portir. - Benar.
Mungkin dia yang tertua di grup lainnya.
Hal yang paling merepotkanku
adalah memotong kukuku, dan membaca petunjuk obat.
Hentikan. Aku merasa ingin menangis.
"Sedih"
"Saat Seo Jin pertama bertemu para kakek enam tahun yang lalu"
- Halo, Pak. - Halo.
"Dia portir pemula yang tidak tahu apa-apa"
"Tapi dia memandu para kakek"
"Membawakan tas mereka"
"Dan harus mencari ragam tempat sambil melakukan itu"
"Dia anak baru yang sangat bersemangat!"
"Namun, kondisinya memburuk dalam enam tahun terakhir"
"Pandangannya melemah"
"Dan menderita kelelahan kronis"
"Merasa lelah walau sebanyak apa pun dia tidur"
"Tangannya juga kehilangan ketangkasan dan kekuatan"
Aku rasa sudah waktunya aku berhenti memerankan bagian ini.
Astaga, aku merasa sekarat.
Tidak ada yang bisa menang melawan perjalanan waktu.
Ini krisis paruh bayaku.
"Bisakah Seo Jin yang dilanda krisis paruh baya melewati perjalanan ini?"
Kamu harus berhenti jadi portir setelah perjalanan ini, Seo Jin.
Aku rasa saat ini juga akan cukup sulit.
"Mau menangis"
Kamu harus menyewa orang lain. Aku tidak bisa sendirian.
"Merenung"
Pak, karena perjalanan kita akan sedikit lama kali ini,
akan sulit bagi Seo Jin untuk melakukan ini sendirian.
Ya, tentu.
- Itu akan sulit baginya. - Ya, tentu.
Jadi, menurutku kita harus mengajak anggota muda.
- Ya. - Kamu sudah menghubungi mereka?
"Sangat senang"
"Apa maksudmu, 'menghubungi mereka?'"
"Kami pergi menjemput mereka"
"30 menit yang lalu, di depan rumah anggota baru"
- Halo! - Cepat sekali.
- Halo. - Apa kalian sedang syuting?
- Ya. - Baiklah.
Seharusnya aku berpakaian bagus. Apa penampilanku bagus?
"Anggota termuda yang baru. Kim Yong Geon, 73 tahun"
Astaga, aku berkeringat.
Entah kenapa aku gugup.
Aku sedikit gembira.
Aku mulai ingin menjadi aktor
setelah menonton akting bagus para senior ini.
Mereka semua seniorku yang sangat hebat.
Harapanku besar.
Aku yakin mereka akan menyambutku dengan antusias.
Apa yang direncanakan Sunny?
Hei, kamu kenal anak itu?
Kamu tahu pria yang kita bawa ke Mediterania? Kita harus ajak dia.
- Ya, itu akan bagus. - Siapa?
Park Seo Jin, yang tampil di "Youn's Kitchen" bersamaku.
- Begitu, ya. - Dia lumayan kuat.
Tapi dia sedang syuting drama, jadi dia tidak bisa datang.
Aku yakin kita akan kedatangan orang baru kali ini.
Kemauannya kuat terlepas dari usianya, jadi...
Siapa?
- Suruh mereka datang. - Sebentar.
"Seharusnya sekarang dia sudah sampai"
"'Anggota muda' akhirnya tiba"
- Apa mereka sudah sampai? - Ya, mereka yang termuda.
Siapa?
Mereka yang termuda, tapi kita harus menyambut mereka dengan baik.
Suruh mereka cepat masuk. Kenapa kamu diam saja?
Apa ada yang datang?
- Ya, asistenku akan datang. - Baiklah.
Ada yang harus membawakan barang.
Apa kamu memesan sesuatu?
"Apa kalian membicarakanku?"
Apa ada yang datang?
- Ya, asistenku akan datang. - Baiklah.
Ada yang harus membawakan barang.
Apa kamu memesan sesuatu?
"Apa kalian membicarakanku?"
"Siapa"
"Kira-kira dia?"
Apa kamu memesan sesuatu?
"Berdiri dengan sopan"
- Dia anggota baru termuda kita. - Kemarilah.
- Dia yang termuda. - Maaf,
aku tidak sesuai dengan
harapan kalian.
- Senang bertemu denganmu. - Senang bertemu kalian semua.
No comments yet. Be the first to leave one.