The first 200 lines.
Tebarkan parasut!
He-Hei!
Ada apa ini, Hibito?
Apa parasutnya tak mau terbuka?
Kita sedang ditarik gravitasi!
A-Aku tak tahu!
Sial, kita akan menabrak!
Oh,
alarmku.
Benar juga.
ISS terlihat dari Jepang hari ini.
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Ah
Berbeda dari biasanya, Feel So Good
Aku tak tahu apa yang terjadi
Feel So Good
Aku tak pernah mengerti apa yang terjadi di sekitarku
Tak ada yang membuatku tertarik
Penuh tanda tanya
Feel So Moon
Ku berdansa denganmu di gurun yang bercahayakan sinar rembulan
Aku takkan kalah pada kelinci dan terbang tinggi
Aku akan terbang tinggi
#09 Ketetapan Hati Individual
#09 Ketetapan Hati Individual
Hibito bodoh.
Untuk Mu
Untuk Ibu
Untuk Ayah
Tu-Tunggu.
Untuk Ayah
Untuk Ibu
Untuk Mu
Untuk Mu
Untuk Mu
Untuk Mu
Untuk Mu
Apa ini?
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan.
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Untuk Mu, Aku mau buat permintaan. Kalau aku mati...
Wah!
Harusnya aku tak baca ini sekarang!
Ini wasiat.
Sejarah Pesawat Luar Angkasa — Kecelakaan —
Sejarah Pesawat Luar Angkasa — Kecelakaan —
Sejarah Pesawat Luar Angkasa — Kecelakaan —
Sejarah Pesawat Luar Angkasa — Kecelakaan —
Sejarah Pesawat Luar Angkasa — Kecelakaan —
Sejarah Pesawat Luar Angkasa — Kecelakaan —
Sejarah Pesawat Luar Angkasa — Kecelakaan —
Sejarah Pesawat Luar Angkasa — Kecelakaan —
Sejarah Pesawat Luar Angkasa — Kecelakaan —
Sejarah Pesawat Luar Angkasa — Kecelakaan —
Sejarah Pesawat Luar Angkasa — Kecelakaan —
Sejarah Pesawat Luar Angkasa — Kecelakaan —
Sejarah Pesawat Luar Angkasa — Kecelakaan —
Sejarah Pesawat Luar Angkasa — Kecelakaan —
Sejarah Pesawat Luar Angkasa — Kecelakaan —
Sejarah Pesawat Luar Angkasa — Kecelakaan —
Sejarah Pesawat Luar Angkasa — Kecelakaan —
Sejarah Pesawat Luar Angkasa — Kecelakaan —
Sejarah Pesawat Luar Angkasa — Kecelakaan —
kasa — Kecelakaan —
Aku tahu astronot NASA harus menulis surat wasiat sebelum ke luar angkasa.
Tapi tak pernah kukira ternyata adikku juga menulisnya.
Aku jadi kaget.
Kenapa aku takut sekali?
Ini 'kan prosedur standar.
Hibito tak akan mati.
Sejarah Pesawat Luar Angkasa — Kecelakaan —
Tapi, banyak kecelakaan terjadi.
Kecelakaan-kecelakaan kecil saja terjadi tiap hari.
Dan orang-orang masih mati dikarenakan kesalahan manusia atau kurangnya persiapan.
Tahun 2023, Brian Jay, Michael Airoff,
dan Tuck Ravel mengalami tabrakan.
Setelah mengirimkan material-material ke bulan
dan mengadakan survei di permukaannya,
mereka kembali ke Bumi,
dalam persiapan mendarat, saat itulah kecelakaan terjadi.
Ketiga parasutnya kusut
dan pesawat mendarat ke tanah dengan kecepatan 640 km/jam, lalu hancur.
Hibito bisa saja mati.
Mu! Mu!
Hibito sudah siap mati.
Tidak, tidak, tidak, tidak! Tunggu dulu.
Tak ada gunanya memikirkan soal itu!
Dia itu selalu bertindak dulu baru berpikir.
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Mungkin dia asal tulis yang saat itu ada di otaknya saja.
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
Untuk Mu,
"Kalau aku mati..."
Eh...
"Kalau aku mati..."
Kena.
Aku harus menulis apa?
"Kalau aku mati..."
Menulis wasiat itu susah sekali.
Pasti begitu.
Aku jamin.
Aku pulang.
Selamat datang, Mu.
Ada oleh-oleh?
Aduh, baru juga masuk, tapi Ibu malah tanya oleh-oleh?
Apa tak bisa bicara hal lain dulu?
Kalau itu bisa menunggu setelah kauberikan Ibu oleh-oleh.
Oh, Mutta. Kau sudah pulang?
Ka-Kau sudah tambah besar, Mutta.
Suara Ayah mirip sekali!
Kita seperti orang utara saja!
Ho-Hotaru.
Luar biasa!
Mereka berdua sama sekali tak khawatir.
Sulit dipercaya kalau mereka ini orang tuanya astronot.
Hei, Ayah... Tunjukkan pada Mu yang satu lagi.
Ya sudah kalau begitu.
Bisa-bisanya Ibu santai-santai saja?
Hibito sudah menulis wasiat!
Ah.
Lalu, dia bilang apa?
Kalau Hibito mati, uang dia bagaimana?
Aku tak baca! Ibu ini bicara apa, sih?
Kau tak tahu ya, Mutta?
Semua astronot itu menulis wasiat.
Benar.
Kalau kau mau jadi astronot, kau harus tulis itu juga.
Kaligrafi
Kau harus latihan menulis,
jadi kau takkan memalukan dirimu sendiri setelah mati.
No comments yet. Be the first to leave one.