The first 181 lines.
[Tayangan berikut mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 19 tahun]
[Tayangan ini memiliki iklan virtual dan tidak langsung]
[Nama, bisnis, tempat, dan insiden yang disebutkan hanyalah fiksi]
Sub bY iQIYI
Resynced == ANANG KASWANDI ==
Aku tanya sekali lagi, Pak Ahn Gung-cheol.
Kenapa kau pergi ke apartemennya?
Hei, Pak Ahn.
Ya, kau menemukan sesuatu?
Tidak, kamera pengawas di apartemen mati.
Yang benar saja. Dari semua hari, kamera harus mati sekarang?
[Apartemen ini tidak dijual dan hanya disewakan.]
Mereka meminta perawatan,
tapi penanggung jawab menundanya.
Sejak kapan itu terjadi?
Tiga hari lalu.
Waktu rekaman video?
Satu pekan.
Sepekan? Hanya satu pekan?
Tidak banyak kejahatan di sekitar sini,
kurasa tidak ada yang memperhatikan.
Astaga, ini membuatku gila.
Ponsel korban hilang dan kamera pengawas rusak.
Seperti menyiramkan bensin ke api.
Salin video dari pekan lalu
dan cari tahu apakah ada kamera lain di dekat apartemen.
Tae-uk.
Aku ditelepon Forensik.
Lupakan sidik jari atau jejak kaki.
Tidak ada jejak siapa pun yang menerobos.
Sertifikat pascakematian?
Belum. Baru keluar beberapa jam lagi.
Astaga. Kita bertarung melawan waktu dan mereka minta tambahan waktu? Sial.
Begitu dapat sertifikatnya, minta autopsi darurat.
Siap, Pak. Apa yang harus kulakukan dengan ketiga pria itu?
Kau sudah selesai menanyai mereka?
Aku sudah selesai sejak lama.
Ada yang mencurigakan?
Mereka bertiga punya alibi yang kuat.
Tidak ada yang mencurigakan.
Ini membuatku gila.
Apa yang harus kukatakan kepadanya soal keberadaanku?
Ini juga membuatku gila.
Istriku marah saat aku tidak bisa dihubungi selama ini.
Astaga.
Kumohon, kalian berdua.
Bisakah kalian memahami situasinya?
Ini kasus pembunuhan. Kasus pembunuhan.
Aku juga berusaha bertahan!
Maaf.
Hei, hanya masalah waktu sebelum kita melihat kasus pembunuhan lain.
Kau tahu itu, Berandal.
Eun-sil-ku tidak bisa tidur tanpaku.
Dia terlalu gugup dan tidak bisa tidur jika tidak mendengarku mendengkur.
Aku harus menidurkannya.
Eun-sil.
Dia terus menelepon. Astaga, aku sudah muak.
Aku sudah muak.
Astaga.
- Sial. - Lihat.
Kalian pasti lelah.
Kalian telah melakukan perbuatan baik.
Di musim panas ini,
bau mayat yang membusuk akan memenuhi apartemen
jika jasadnya ditemukan terlambat sehari.
Aku yakin kalian belum menciumnya,
tapi orang yang perutnya lemah bahkan tidak bisa minum air.
Mereka muntah berhari-hari, lalu akhirnya pingsan.
Tapi berkat kalian bertiga, jasadnya ditemukan sebelum membusuk.
Orang-orang di apartemen itu tidak mau berurusan dengan bau menjijikkan itu.
Dan pemula kami yang polos tidak perlu melihat hal menjijikkan.
Syukurlah.
Aku akan mentraktir kalian minum
setelah menangkap pelakunya.
Kerja bagus hari ini. Kalian boleh pergi.
Terima kasih.
Apa yang akan terjadi
kepada Gung-cheol?
Benar juga. Kami masih punya
beberapa pertanyaan, jadi akan butuh waktu agak lama.
Jangan mencemaskannya. Kalian bisa kembali lebih dahulu.
Kau tidak menjawabnya? Sepertinya istrimu.
Terima kasih.
Aku baru saja melepaskan semua temanmu.
Begitu rupanya.
Baiklah. Mari mulai bicara.
Semua kamera pengawas yang dipasang di apartemen korban
sudah rusak sejak tiga hari lalu.
Pak Ahn, kau pergi ke sana
meski tahu itu sudah rusak, bukan?
Gung-cheol akan baik-baik saja, bukan?
Benar, bukan? Tidak akan ada yang terjadi kepadanya, bukan?
Ayo.
Apa katamu?
Kubilang aku yang membunuhnya.
[Kau mendorongnya karena marah dan dia tewas?]
Permisi, Pak Ahn.
Kenapa kau marah?
Karena dia melakukan
hal mengerikan
kepada istriku.
Bagaimana bisa? Hal mengerikan apa yang dia lakukan?
Tolong jelaskan.
Itu terjadi sepuluh hari lalu.
Sial.
Tidak ada sidik jari yang ditemukan di TKP?
Apa itu masuk akal?
Tentu saja tidak.
Dan lihat.
Menurut teman-temannya,
mereka tiba di TKP hanya sekitar sepuluh menit setelahnya.
Sepuluh menit sudah cukup baginya
untuk melawan korban, marah, lalu mendorongnya,
menjatuhkannya di lantai kamar mandi dan membunuhnya,
dan menghapus semua bukti dan sidik jari dari TKP?
Terdengar janggal, bukan?
Tentu saja tidak.
Jadi, kita lempar saja dia ke penjara, lalu selidiki.
Jika dikurung dan dihajar,
pasti dapat sesuatu.
Dasar berandal.
- "Hajar dia?" - Tenanglah.
Ini bukan ruang penyiksaan.
Apa kau preman?
- Dasar berandal. - Hei, Tae-uk.
- Lepaskan aku. - Selain itu,
dia terus bungkam
tapi tiba-tiba mengaku setelah kita memberitahunya
bahwa kamera pengawas mati.
Itu mencurigakan.
Benar.
Dan dia tidak tahu di mana ponsel korban.
Tidak. Jadi, aku berpikir
mungkin dia tiba-tiba mengaku
karena istrinya.
Mungkin itu alasan terbesarnya.
Haruskah kita minta surat penangkapan untuk istrinya juga?
Jika kita desak mereka bersama...
Jika kita menyelidikinya, kita mungkin menemukan sesuatu.
Lepaskan dia.
Tidak bisa! Dia sudah mengaku!
Apa semua yang mengaku bersalah ditahan?
Kalau dia bohong agar pelaku bisa menghancurkan bukti?
Kau mau tanggung jawab?
Apa?
Lepaskan dia untuk sekarang
dan memasukkan nama mereka ke daftar larangan bepergian.
Minta bantuan tim lain
dan terus awasi mereka.
Baik, Pak.
Detektif. Percayalah padaku. Kumohon padamu.
Aku mengerti, jadi tunggulah di rumah.
Kenapa kau mengirim pembunuh ke rumah seperti ini?
Kami belum tahu waktu kematian korban
dan kami tidak punya bukti kuat bahwa kau pembunuhnya.
Kau mendapatkan larangan untuk bepergian, bukan?
Pekerjaanmu bagus.
Jadi, pulang dan tunggulah saja.
Kami akan menghubungimu setelah menemukan petunjuk.
Terima kasih atas waktumu. Hati-hati di jalan.
Astaga. Kalian masih di sini?
Kalian menunggu dia?
Astaga. Ini namanya kesetiaan.
Kami bukan apa-apa tanpa kesetiaan.
Kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Ayo.
Semoga harimu menyenangkan.
Apa ini?
Itu tampak tidak asing.
Aku pernah melihatnya.
Kau belum berangkat kerja?
Ini hari Minggu.
Benar, ini hari Minggu.
Aku akan mandi.
Hei. Jangan lakukan itu. Jangan.
Halo? Polisi?
Aku harus melaporkan sesuatu...
Begini,
seseorang telah tewas.
Apartemen Ianpolis, Gedung A, Apartemen 1010.
No comments yet. Be the first to leave one.