Release info

우아한-친구들-Graceful-Friends-E05-NEXT-iQIYI
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-07-25
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 181 lines.

[Tayangan berikut mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 19 tahun]

[Tayangan ini memiliki iklan virtual dan tidak langsung]

[Nama, bisnis, tempat, dan insiden yang disebutkan hanyalah fiksi]

Sub bY iQIYI

Resynced == ANANG KASWANDI ==

Aku tanya sekali lagi, Pak Ahn Gung-cheol.

Kenapa kau pergi ke apartemennya?

Hei, Pak Ahn.

Ya, kau menemukan sesuatu?

Tidak, kamera pengawas di apartemen mati.

Yang benar saja. Dari semua hari, kamera harus mati sekarang?

[Apartemen ini tidak dijual dan hanya disewakan.]

Mereka meminta perawatan,

tapi penanggung jawab menundanya.

Sejak kapan itu terjadi?

Tiga hari lalu.

Waktu rekaman video?

Satu pekan.

Sepekan? Hanya satu pekan?

Tidak banyak kejahatan di sekitar sini,

kurasa tidak ada yang memperhatikan.

Astaga, ini membuatku gila.

Ponsel korban hilang dan kamera pengawas rusak.

Seperti menyiramkan bensin ke api.

Salin video dari pekan lalu

dan cari tahu apakah ada kamera lain di dekat apartemen.

Tae-uk.

Aku ditelepon Forensik.

Lupakan sidik jari atau jejak kaki.

Tidak ada jejak siapa pun yang menerobos.

Sertifikat pascakematian?

Belum. Baru keluar beberapa jam lagi.

Astaga. Kita bertarung melawan waktu dan mereka minta tambahan waktu? Sial.

Begitu dapat sertifikatnya, minta autopsi darurat.

Siap, Pak. Apa yang harus kulakukan dengan ketiga pria itu?

Kau sudah selesai menanyai mereka?

Aku sudah selesai sejak lama.

Ada yang mencurigakan?

Mereka bertiga punya alibi yang kuat.

Tidak ada yang mencurigakan.

Ini membuatku gila.

Apa yang harus kukatakan kepadanya soal keberadaanku?

Ini juga membuatku gila.

Istriku marah saat aku tidak bisa dihubungi selama ini.

Astaga.

Kumohon, kalian berdua.

Bisakah kalian memahami situasinya?

Ini kasus pembunuhan. Kasus pembunuhan.

Aku juga berusaha bertahan!

Maaf.

Hei, hanya masalah waktu sebelum kita melihat kasus pembunuhan lain.

Kau tahu itu, Berandal.

Eun-sil-ku tidak bisa tidur tanpaku.

Dia terlalu gugup dan tidak bisa tidur jika tidak mendengarku mendengkur.

Aku harus menidurkannya.

Eun-sil.

Dia terus menelepon. Astaga, aku sudah muak.

Aku sudah muak.

Astaga.

- Sial. - Lihat.

Kalian pasti lelah.

Kalian telah melakukan perbuatan baik.

Di musim panas ini,

bau mayat yang membusuk akan memenuhi apartemen

jika jasadnya ditemukan terlambat sehari.

Aku yakin kalian belum menciumnya,

tapi orang yang perutnya lemah bahkan tidak bisa minum air.

Mereka muntah berhari-hari, lalu akhirnya pingsan.

Tapi berkat kalian bertiga, jasadnya ditemukan sebelum membusuk.

Orang-orang di apartemen itu tidak mau berurusan dengan bau menjijikkan itu.

Dan pemula kami yang polos tidak perlu melihat hal menjijikkan.

Syukurlah.

Aku akan mentraktir kalian minum

setelah menangkap pelakunya.

Kerja bagus hari ini. Kalian boleh pergi.

Terima kasih.

Apa yang akan terjadi

kepada Gung-cheol?

Benar juga. Kami masih punya

beberapa pertanyaan, jadi akan butuh waktu agak lama.

Jangan mencemaskannya. Kalian bisa kembali lebih dahulu.

Kau tidak menjawabnya? Sepertinya istrimu.

Terima kasih.

Aku baru saja melepaskan semua temanmu.

Begitu rupanya.

Baiklah. Mari mulai bicara.

Semua kamera pengawas yang dipasang di apartemen korban

sudah rusak sejak tiga hari lalu.

Pak Ahn, kau pergi ke sana

meski tahu itu sudah rusak, bukan?

Gung-cheol akan baik-baik saja, bukan?

Benar, bukan? Tidak akan ada yang terjadi kepadanya, bukan?

Ayo.

Apa katamu?

Kubilang aku yang membunuhnya.

[Kau mendorongnya karena marah dan dia tewas?]

Permisi, Pak Ahn.

Kenapa kau marah?

Karena dia melakukan

hal mengerikan

kepada istriku.

Bagaimana bisa? Hal mengerikan apa yang dia lakukan?

Tolong jelaskan.

Itu terjadi sepuluh hari lalu.

Sial.

Tidak ada sidik jari yang ditemukan di TKP?

Apa itu masuk akal?

Tentu saja tidak.

Dan lihat.

Menurut teman-temannya,

mereka tiba di TKP hanya sekitar sepuluh menit setelahnya.

Sepuluh menit sudah cukup baginya

untuk melawan korban, marah, lalu mendorongnya,

menjatuhkannya di lantai kamar mandi dan membunuhnya,

dan menghapus semua bukti dan sidik jari dari TKP?

Terdengar janggal, bukan?

Tentu saja tidak.

Jadi, kita lempar saja dia ke penjara, lalu selidiki.

Jika dikurung dan dihajar,

pasti dapat sesuatu.

Dasar berandal.

- "Hajar dia?" - Tenanglah.

Ini bukan ruang penyiksaan.

Apa kau preman?

- Dasar berandal. - Hei, Tae-uk.

- Lepaskan aku. - Selain itu,

dia terus bungkam

tapi tiba-tiba mengaku setelah kita memberitahunya

bahwa kamera pengawas mati.

Itu mencurigakan.

Benar.

Dan dia tidak tahu di mana ponsel korban.

Tidak. Jadi, aku berpikir

mungkin dia tiba-tiba mengaku

karena istrinya.

Mungkin itu alasan terbesarnya.

Haruskah kita minta surat penangkapan untuk istrinya juga?

Jika kita desak mereka bersama...

Jika kita menyelidikinya, kita mungkin menemukan sesuatu.

Lepaskan dia.

Tidak bisa! Dia sudah mengaku!

Apa semua yang mengaku bersalah ditahan?

Kalau dia bohong agar pelaku bisa menghancurkan bukti?

Kau mau tanggung jawab?

Apa?

Lepaskan dia untuk sekarang

dan memasukkan nama mereka ke daftar larangan bepergian.

Minta bantuan tim lain

dan terus awasi mereka.

Baik, Pak.

Detektif. Percayalah padaku. Kumohon padamu.

Aku mengerti, jadi tunggulah di rumah.

Kenapa kau mengirim pembunuh ke rumah seperti ini?

Kami belum tahu waktu kematian korban

dan kami tidak punya bukti kuat bahwa kau pembunuhnya.

Kau mendapatkan larangan untuk bepergian, bukan?

Pekerjaanmu bagus.

Jadi, pulang dan tunggulah saja.

Kami akan menghubungimu setelah menemukan petunjuk.

Terima kasih atas waktumu. Hati-hati di jalan.

Astaga. Kalian masih di sini?

Kalian menunggu dia?

Astaga. Ini namanya kesetiaan.

Kami bukan apa-apa tanpa kesetiaan.

Kau baik-baik saja?

Aku baik-baik saja.

Ayo.

Semoga harimu menyenangkan.

Apa ini?

Itu tampak tidak asing.

Aku pernah melihatnya.

Kau belum berangkat kerja?

Ini hari Minggu.

Benar, ini hari Minggu.

Aku akan mandi.

Hei. Jangan lakukan itu. Jangan.

Halo? Polisi?

Aku harus melaporkan sesuatu...

Begini,

seseorang telah tewas.

Apartemen Ianpolis, Gedung A, Apartemen 1010.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left