The first 200 lines.
Apa? Pernikahan ganda?
Jadi itu alasan dia langsung setuju untuk menggelar pernikahan.
So Yu sungguh pengertian.
Dia tahu kamu akan menentang ide itu jika dia memberi saran.
Jadi, dia memintaku membantunya memilih gaun pernikahan,
juga membeli satu untukku selagi aku di sana.
Kamu setuju, bukan?
Kenapa? Kamu tidak mau menikahiku?
Bukan aku tidak mau.
Lalu kenapa wajahmu muram?
Aku hanya khawatir orang lain akan membicarakannya.
Kamu akan dibicarakan orang karena menikah
dengan wanita cantik seperti aku. Apa salahnya?
Tidak, bukan aku.
Aku?
Semua akan bicara buruk tentangmu, menikahi pria tua
karena uangnya.
Tapi aku menikah denganmu bukan karena uang.
Kamu tahu itu, bukan?
Tentu saja aku tahu itu.
Hal terpentingnya adalah kita tahu itu tidak benar.
Apa yang perlu ditakutkan?
Aku takut.
Lihatlah apa yang terjadi kepada Seo Hyung.
Dia pikir dia begitu berkuasa.
Tapi dia bahkan tidak lagi bisa menatap mata orang lain.
Dia selalu harus berhati-hati.
Dia bukan selalu berhati-hati. Dia akhirnya menjadi normal.
Dia belum pernah hidup di pulau terpencil sendirian.
Seharusnya dia lebih memikirkan orang lain.
Selama ini dia hidup terlalu sembrono.
Apa salahnya dengan itu?
Kamu tidak tahu betapa sedihnya dia
setelah ibunya meninggal.
Kamu melakukannya lagi.
"Anakku adalah rumput liar."
Kamu harus berpikir seperti itu untuk menjadi orang tua yang baik.
Ini sungguh mengesankan.
Siapa yang memikirkan ide ini?
Mungkin hanya di negara kita ada orang yang mengikatkan
bantal kursi ke pinggangnya.
Ini sungguh ide bagus.
Omong-omong, kenapa kamu akhirnya harus melakukan pelayanan sosial?
Apa kamu tidak menggunakan internet?
Aku tidak punya waktu untuk internet.
Aku lebih suka menghabiskan waktu mencari uang.
Aku sangat menyukaimu.
Aku sangat suka orang yang tidak memakai internet saat ini.
Orang akan mencari tentang aku di internet saat aku melintas
dan mulai mengkritik perbuatanku.
Mereka lebih tahu soal perbuatanku daripada aku sendiri.
Kenapa kamu menyalahkan mereka atas kotoranmu sendiri?
Seharusnya kamu tidak membuat kekacauan di mana-mana.
Aku tidak pernah buang air.
Astaga.
Maksudku bukan yang keluar dari bokongmu.
Banyak orang mengatakan hal buruk seperti kotoran.
Akan kuberi kamu pelajaran jika bisa.
Berhenti menyalahkan orang lain.
Sekarang, diamlah dan cabut rumput liarnya.
Kenapa semua orang selalu sibuk memarahiku?
Pak Ketua Hong!
"Ketua, Hong Se Hyun"
Bapak sungguh berencana menjual properti ibumu
untuk mendirikan pusat kesejahteraan bagi para pegawai kita?
Ibuku memintaku melakukannya.
Ibuku juga akan tetap kehilangan uang itu jika ditipu,
jadi ibuku memintaku memakainya demi kesejahteraan pegawai kita.
Apa Bapak serius? Bu Hong sungguh menginginkannya?
Itu luar biasa.
Sepertinya Bu Hong, wanita licik itu,
ingin membuat putranya meraih popularitas.
Aku harus bertindak lebih cepat jika tidak ingin kalah darinya.
Apa aku sebaiknya memberikan uang untuk dana kesejahteraannya?
Aku berencana pergi begitu Seo Jun kembali bekerja.
Bapak akan pergi?
Aku akan beristirahat.
Aku sudah bilang kepada Ketua.
Kalau begitu...
"Ketua, Hong Se Hyun"
Saat aku pergi,
Direktur Park akan mengambil alih sebagai ketua pelaksana.
Direktur Park?
Kamu hanya perlu terus bekerja keras.
Baiklah.
Aku akan mempertahankannya.
Kamu ingin memintaku tetap di sini sebagai wakil?
- Kamu boleh pergi sekarang. - Baiklah.
"Ketua, Hong Se Hyun"
Ini sangat bagus.
"Hukuman tepat dan pelaksanaan yang jujur"
Kondisiku sudah membaik sekarang.
Kupikir kamu mungkin ingin tahu.
Semua berjuang keras untukmu,
jadi bertahanlah.
Aku selalu begitu mudah meminta maaf,
dan aku tidak pernah menolak
untuk berlutut.
Tapi kini setelah berada di hadapan dua orang
yang paling pantas mendapat permintaan maafku,
tubuhku menjadi begitu kaku,
seolah aku tidak bisa melakukan apa pun.
Ibu sudah merasa kesulitan secara fisik di sini.
Jadi, jangan siksa pikiranmu juga.
Dengan begitu kamu bisa bertahan.
Aku
ingin mengatakan sesuatu kepada So Yu.
Aku akan menunggu di luar.
Kamu masih takut terhadapku, bukan?
Jika aku menjadi kamu, aku akan membenci diriku sendiri
dan tidak akan berkunjung.
Kupikir aku harus datang
untuk membantumu merasa lebih tenang.
Ketua memberitahuku bahwa kamu memintanya
menulis sebuah petisi untukku,
dan aku sama sekali tidak bisa tidur malam itu.
Kupikir satu-satunya alasanmu bertahan menghadapiku
adalah karena tidak punya pilihan
selain melakukan itu, karena aku lebih kuat darimu.
Tapi kamu melakukan itu bukan karena takut terhadapku.
Kamu hanya mengkhawatirkan Se Hyun.
Kamu bisa menjadi pasangan yang tepat untuknya.
Tapi karena aku...
Karena aku...
Kupikir tidak akan ada orang yang bisa menjadi pasangan tepat.
Ada orang yang ingin membuatmu menjadi pasangannya yang tepat.
Dan saat bertemu dengan orang tersebut,
kamu hanya perlu berjuang keras dan menahan seluruh kesulitannya.
Aku dan Se Hyun
tidak tahu hal itu.
Aku percaya tiap kesulitan yang kami lalui
pada akhirnya akan membuat kami menjadi pasangan tepat
untuk satu sama lain.
Ini saatnya mempelai pria masuk.
Mempelai pria yang lebih mencintai mempelai wanita masuk lebih dahulu.
- Cepat, masuklah lebih dahulu! - Ayah, ayo!
- Ayah! - Ayah, ayo!
- Direktur Eksekutif! - Berjalanlah untuk Mi Ri!
Untuk kali pertama di negara kita...
Tidak, untuk kali pertama di dunia ini,
sang menantu akan masuk bersama ibu mertuanya.
Saat kedua mempelai wanita cantiknya mulai masuk,
aku ingin kalian memberi mereka tepuk tangan meriah
yang cukup keras hingga gendang telinga kalian bisa pecah.
Semuanya, mari sambut mereka!
- Kamu cantik sekali! - Kamu sangat cantik!
Dia cantik sekali.
- Ibu! - Kalian cantik!
Kalian tampak menawan!
Cantik sekali.
Ayah manis sekali!
Itu pemandangan yang indah.
Aku, Choi Jin Bok,
menerima peri yang cantik ini, Jang Mi Ri,
sebagai istriku yang sah.
Aku bersumpah akan mencintaimu hingga rambutku memutih...
Tapi rambutku sudah memutih.
Astaga, Jin Bok.
Aku bersumpah akan mencintaimu selamanya!
Luar biasa!
- Bagus! - Ibu!
Kami mendoakan yang terbaik untuk kalian!
Aku, Eun So Yu...
Kami akan saling mencintai
dan berkontribusi meningkatkan angka kelahiran di negara kita!
- Astaga. - Astaga.
- Selamat. - Astaga.
- Itu bagus. - Choi Jin Bok!
- Choi Jin Bok! - Choi Seo Jun!
- Choi Seo Jun! - Choi Seo Jun!
- Choi Seo Jun! - Choi Seo Jun!
Choi Seo Jun!
Orang yang mau menangkap buketnya silakan kemari.
Astaga, lihatlah rambutnya.
Ada apa dengan warna rambutnya?
Ini sungguh mengesankan. Kalian siap?
- Pastikanlah untuk menangkapnya. - Baiklah.
Mari bersiap sekarang.
- Satu, dua, tiga. - Satu, dua, tiga.
- Astaga. - Astaga.
Sungguh pria yang beruntung.
Bagaimana bisa keduanya mendarat di sana?
- Sungguh. - Astaga.
- Selamat. - Kamu beruntung.
- Menikahlah! - Menikahlah!
Kamu pasti senang.
- Nikmatilah. - Baiklah.
Hei, Besan.
Apa maksudmu?
Kita bukan besan.
Kamu tidak boleh mengatakan hal buruk di hari seperti ini.
Aku akan menganggap So Yu sebagai putri dan menantuku.
Tidak akan ada yang bisa kamu lakukan,
jadi jangan ikut campur.
Bagaimana bisa aku tidak ikut campur,
jika aku berbesan dengan LX Group?
Apa aku bisa membantumu untuk tidak ikut campur?
Apa?
Tidak... Jangan.
Aku akan pergi.
No comments yet. Be the first to leave one.