The first 161 lines.
Kedua mata, kedua kaki, atau setengah organ dalam.
Aku pernah dengar cerita tentang Penjelajah yang buta,
jadi, kalau misalnya sebelah mata saja?
Kedua kaki…
Nanti minta gendong Reg saja?
Organ dalam…
Aku tidak tahu mana organ dalam yang tidak begitu penting.
Sudah kuputuskan!
Asalkan pengambilannya tidak begitu sakit…
Kaja?
Jangan!
Apa pun yang diambil, kau akan mati.
Aku pernah melihat kejadian ini.
Tapi Nanachi…
Dia mengambil Nanachi!
Nanachi!
Jangan, Riko.
Kalau ini terjadi padamu juga, berakhirlah sudah.
Aku mohon. Tinggalkan aku.
Nanachi…
Maaf.
Aku lebih memilih di sini.
Mana bisa begitu!
Nanachi!
Kita akan pergi ke dasar Abyss bersama Mitty juga!
Sadarlah, Nanachi!
Aku mohon! Nanachi!
Nanachi!
KARYA ORISINAL AKIHITO TSUKUSHI
MADE IN ABYSS THE GOLDEN CITY OF THE SCORCHING SUN
Kau kenapa?
Nanachi telah dibeli.
Aku harus bagaimana?
Temanmu?
Dia diambil oleh Belaf?
Dia jahat sekali.
Ya, 'kan?
Dia terus menatapku.
Halo.
Anak-anak ini imut, ya.
Dia terus mengendusku.
Vueko!
Apa kau tahu cara untuk mengembalikan Nanachi?
Apa, ya?
Benar juga!
Kami dapat sesuatu yang besar, dalam operasi "memikat".
Memikat?
Ke sini.
Itu…
Daripada itu, aku harus mengembalikan Nanachi.
Apa itu?
Harus kuceritakan dari mana, ya?
Itu…
Warga desa ini, atau Narehate,
tidak bisa keluar dari desa.
Makanya mereka berburu dengan memikat makhluk luar ke sini.
Demi meningkatkan nilai total desa dan membuatnya lebih kaya.
Berburu?
Tapi kenapa malah kelihatan sebaliknya?
Kelihatannya begitu, ya.
Memang benar juga.
Ia berubah arah.
Tunggu! Kau mau ke mana?
Ia menuju tempat Prushka!
Prushka? Temanmu?
Temanku yang sangat berharga!
Tunggu dulu!
Nanachi, bertahanlah sampai aku kembali.
Maaf…
Di mana Prushka?
Kita harus mengamankan Prushka!
Prushka!
Aku bisa merasakannya jauh lebih jelas dari biasanya.
Mengejutkan.
Medibotuuto. Ini instrumen kristal manusia.
Apa?
Dia menyuruhmu mengambilnya.
"Aku melihat lambang pada batunya dan menghiasinya seperti instrumen."
"Batu yang sangat bernilai,
tapi aku tidak bisa mengeluarkan nilainya lebih dari ini."
"Ambillah."
"Ambil ini dan larilah."
Aku juga setuju.
Tapi kau juga harus lari.
Riko, toko permata ini adalah Poriyon itu sendiri.
Dia tidak bisa pergi dari sini.
"Batu itu sangat ingin bersamamu."
Terasa sangat sensual saat kuselami.
Aku menyempurnakannya.
Lalu aku mencapai klimaks.
Larilah, Anak Manusia.
Kalau kau bersama batu itu, nilainya akan bertahan.
Tidak.
Hadi , bekas luka itu,
aku pernah lihat, ia yang datang sebelumnya.
Sebelumnya?
Ketika ia harus diseimbangkan,
ia berhasil kabur dari desa ini.
Dahulu ia tidak sebesar itu.
Ia pasti ingin mencicip rasa Narehate.
Ia menuju ke pasar!
Juroimoh dari Tiga Serangkai.
Tiga Serangkai?
Apa?
Jadi, sekarang ia yang akan melawannya.
Juroimoh telah mengeluarkan pedang tajamnya!
Aku sudah lama tidak melihatnya.
Kelihatannya lengket sekali.
Meleleh!
Apa dia tidak apa-apa?
Mungkin akan gawat.
Pedangnya tidak begitu efektif.
Seharusnya bisa mengeluarkan kekuatan kuno.
Kekuatan kuno?
Di sini terlalu sempit dan padat. Jadi, dia tidak bisa menggunakannya.
Tiga Serangkai yang lain mana?
Mereka tidak akan datang kecuali desa sedang dalam bahaya.
Lalu bagaimana dengan dia?
Nilai Juroimoh diambil dari pertarungan sulit.
Dia akan keluar kalau ada buruan yang tangguh.
Wah, ternyata ada Riko.
Bibi dari kantin!
Bibi? Namaku Moogie.
Apa yang kau lakukan di sini? Di sini berbahaya.
Kau sendiri kenapa malah ke tempat bahaya begini?
Makanya…
Aku tidak datang sendirian.
Pasar adalah harta karun kami.
Kami tidak bisa membiarkannya datang merusak begitu saja.
Ayo kita maju!
Larilah, Riko.
Di atas sana kau tidak akan kena lemparan.
Tidak.
Moogie, apa tidak ada yang bisa kulakukan?
Ada.
Jangan sampai dimakan makhluk itu.
Gunakanlah nilaimu untuk si Robot dan si Lembut.
Kau tidak boleh berakhir di sini.
Ubur-ubur itu pernah datang ke sini juga, 'kan?
Apa tidak ada cara untuk melawannya?
Warga sini tidak ada yang bisa keluar dari desa,
bahkan mereka tidak tahu itu makhluk apa.
Yang benar?
Maaf, apa aku tidak peka?
Bukan itu.
Mereka sama sekali tidak tahu makhluk apa itu?
Itu organ yang bisa merasakan medan gaya, 'kan?
Yang ada lima itu, matanya?
Ditambah tubuhnya yang bisa mengapung tanpa medan gaya berarti…
Majikaja!
Hadi?
Aku ingin kau menyiapkan sesuatu.
Secepatnya!
Ia berhenti bergerak.
Sepertinya ia kalah.
Ia pergi.
Sepertinya memang mengincar pasar.
Apa ia jadi ingin makan banyak anak kecil?
Sudahlah.
Aku harus mengabari Riko.
Ia datang? Terima kasih.
No comments yet. Be the first to leave one.