The first 200 lines.
DESTINED WITH YOU
Aku juga tak mau bertindak sejauh ini.
Kenapa kau harus memacari pria lain?
GROOT
- Pak Gong. - Ya.
Hong-jo tak bisa dihubungi.
Tolong cek di mana dia.
Baik.
EPISODE 12
Ya, Pak Gong.
Pak Jang,
dia mengurus pengaduan di Gunung Onju.
Baiklah.
LEE HONG-JO
NA JUNG-BEOM
JANG SIN-YU
Halo. Ada apa, Pak Jang?
Di mana kau sekarang?
Di taman.
Aku sedang menuju ke sana.
Ada masalah mendesak, jadi aku harus keluar sekarang.
Apa kau tahu?
Ada rangka manusia ditemukan di Taman Nuri.
Begitukah?
Pokoknya,
percuma datang ke sini sekarang.
Baik.
Sayang sekali.
Kau tak mau menyebut namamu?
Aku tak punya nama.
Semua orang punya nama.
Orang yang memakai nama itu…
sudah meninggal.
Maksudmu kau bereinkarnasi?
Bahkan semua pelayanku punya nama.
Aku tak bisa memanggilmu "Tanpa Nama."
Aku akan memberimu nama.
Bagaimana jika Aeng-cho?
Kau kecil dan jelek,
seperti aengcho, bunga primula.
- Aku tak suka. - Aeng-cho.
Itu cocok denganmu.
Namaku Mu-jin.
Jang Mu-jin.
Namun, itu bukan nama yang bisa dipanggil rakyat jelata…
Tuanmu sedang bicara.
Tunggu aku, Aeng-cho!
Aeng-cho!
Hong…
Hong-jo?
Hong-jo!
Kau dengar aku?
Halo? Apa ada orang di sana?
Tolong aku.
Halo?
Hong-jo!
Hong-jo?
Ponselku.
Halo?
Hong-jo? Apa yang terjadi?
Aku terperosok ke dalam lubang.
Di mana kau? Tenang dan jelaskan.
Dari plang bertuliskan "Saeteogol",
berjalanlah 100 meter ke kiri…
Hong…
Hong-jo.
Halo?
Halo? Sin-yu.
Ponsel dinonaktifkan. Tinggalkan…
Plang Saeteogol.
Plang Saeteogol…
Hong-jo!
Hong-jo?
Jawab aku, Hong-jo.
Hong-jo!
Sin-yu?
Sin-yu!
Hong-jo?
Sin-yu!
Aku di sini, Sin-yu!
Hong-jo.
Sin-yu!
Di sini. Di sebelah sini.
Aku ada di sini.
Sin-yu.
- Hong-jo. - Sin-yu.
Pegang tanganku.
Kenapa diam saja? Cepat.
Pernah kulihat wajah ini.
Aku lihat wajah ini sebelum kita bertemu.
Apa kami
memimpikan hal yang sama?
Sudah merasa hangat?
Aku merasa lebih baik setelah berendam.
Kau sungguh jatuh karena tersandung?
Ya.
Perhatianku teralih saat memotret dan tak melihat jalan.
Jangan tangani pengaduan sendirian.
Jangan bekerja di luar dahulu.
Lantas bagaimana aku akan digaji?
Jangan khawatir.
Tadi aku sangat terguncang,
tapi kini aku tenang.
Lukaku tak parah.
Bagiku, kau terluka parah.
Kini aku mengerti maksud perkataanmu.
Aku bilang apa?
Kau bilang melihatku di mimpimu.
Aku pun melihatmu.
Kau lihat apa?
Kau menyukaiku dan mengejarku pada saat itu.
Itu mungkin bentuk perlawanan
yang dikembangkan otakmu dalam situasi genting.
Begitukah?
Pokoknya, kejadiannya sangat jelas hingga hampir terasa nyata.
Aku pun memikirkan ini cukup lama.
Seperti kata Eun-wol,
takdir kita pasti tak terpisahkan.
Kau bisa mengetahui itu tanpa bermimpi.
Namun, tetap saja, aku ingin tahu
hal yang kau mimpikan.
Jika mimpi kita memang sama,
itu akan menarik, 'kan?
Apa?
Biarkan aku begini sampai kau tidur.
Aku sungguh baik-baik saja.
Kau tak perlu berlagak kuat di depanku.
Sebenarnya…
aku sangat takut tadi.
Sebenarnya, aku pun takut.
Sejak kau tak mengangkat telepon.
Aku takut hal buruk terjadi padamu.
Senang rasanya ada orang yang selalu mengkhawatirkanku.
Kalian sudah baca berita penemuan rangka manusia, 'kan?
Aku ada di TKP saat itu.
Jantungku hampir copot.
Benar sekali.
Aku melewatinya setiap malam tanpa tahu ada mayat.
Aku merinding memikirkannya.
Aku jadi makin merinding.
"Tubuhnya jadi rangka, kecuali tangannya,
seolah-olah untuk memudahkan kita
mengidentifikasi jasad itu dan menangkap pelaku."
Aku melihat ini di TKP. Sekujur tubuhku merinding.
Malamnya, aku tak bisa tidur.
Maka itu jangan tinggal sendirian.
Semoga pembunuhnya segera ditangkap.
Aku sangat takut untuk pulang.
Aku juga.
Seharusnya kau merasa lega, 'kan?
Masalah lebih besar menutupi skandalmu.
Itu tak penting sekarang.
Berkumpul.
Pak Jang mencurigai
Pak Na dari Taman Hias Hijau.
Apa?
Dengar. Istrinya sudah hilang selama lima tahun
dan taman itu dibangun lima tahun lalu.
Pak Na terlibat dalam pembangunan itu.
Segalanya mulai masuk akal.
Wajar jika kita meragukannya.
Syukurlah kita memutus kontraknya sebagai partner kita.
Benar sekali.
Kalian terlalu gegabah.
Kita belum tahu itu jasad istri Pak Na atau bukan.
Karena masih ada sidik jarinya,
jasadnya akan segera dikenali.
Putuskan kontrak setelahnya.
Sekarang, kembali bekerja.
Bu Ma,
aku akan menutup lubang di Gunung Onju.
Hati-hati.
Ini baru awal tahun, tapi sudah sibuk saja.
Bagaimana kemarin?
Pak Jang sangat cemas.
Apa yang terjadi?
Benar sekali.
Aku pun heran.
Aku akan makan siang sebentar, lalu pergi ke lokasi.
Kenapa?
Kau mengagetkanku.
Maaf.
Apa yang kau lakukan?
Mustahil Pak Na…
Halo, Pak Kwon.
Mau makan bersama?
Kau bersedia makan denganku?
Kenapa tidak?
Kau kesulitan karena unggahan itu, 'kan?
Kau mencemaskanku?
Aku baik-baik saja.
Namun, kau makan sendirian?
Aku terbiasa makan sendirian.
Aku sempat dirundung saat SMA.
Kita tak boleh terbiasa menderita.
Sebenarnya, aku lebih nyaman bekerja di luar.
Kau terluka?
Ya. Sesuatu terjadi.
Bisa ceritakan apa yang terjadi?
Maksudku,
No comments yet. Be the first to leave one.