The first 200 lines.
"Episode 5"
Tolong bukakan pintunya. Aku Ha Ri.
Tolong bukakan pintunya.
Ibu, Ayah!
Menantu kalian, Ha Ri, datang!
Ibu!
Kenapa aku ibumu? Kita orang asing.
Kamu membunuh Jae Il kesayanganku. Beraninya kamu datang kemari.
Kita tidak bisa nyaman di dekat satu sama lain. Ayo akhiri di sini.
Semua barangmu sudah dikeluarkan, jadi, bawa mereka bersamamu.
Aku tidak ingin melihatmu lagi.
Baiklah. Kami akan pergi.
Kami juga tidak ingin tinggal di rumah ini.
Jadi, kembalikan uang kami.
Kami tidak akan ke mana-mana sampai uang kami kembali.
Uang apa?
Jangan berpura-pura tidak tahu.
Uang yang kami dapat dari menjual toko kami.
Kakakku menjual toko kami dan menghabiskan semuanya
untuk uang muka apartemen yang ingin dia belikan untuk kalian.
Tanpa uang itu, kalian tidak mungkin mendapatkan apartemen!
Apa maksudmu?
Kalian tahu arti uang itu bagi kami?
Itu satu-satunya warisan dari orang tua kami.
Jika kita orang asing seperti kata kalian,
kita harus menyelesaikan masalah finansial, bukan?
Kami berhak tinggal di rumah ini hingga mendapatkan kembali uang itu.
Jika tidak menghendaki itu, kembalikan sekarang juga.
Jangan bicara konyol!
Kami bahkan tidak melihat uang itu!
Kamu anak kecil tidak tahu adat. Jangan turut mencampuri.
Anak kecil?
Semua orang di lingkungan ini!
Tolong dengarkan aku.
Aku adalah adik dari menantu
Wakil Kepala Sekolah Na Dae In.
Kamu sedang apa, Ha Se?
Hentikan. Ayo kita pergi. / - Tidak mau.
Aku tidak takut apa pun sekarang.
Kakakku
menjual toko warisan orang tua kami dan menghabiskan uang itu
untuk membayar uang muka apartemen saat dia menikahi putra mereka.
Tapi tiba-tiba mereka mengusir kami dari rumah mereka.
Dia wakil kepala sekolahku yang sangat terkenal
akan integritas dan kedermawanannya.
Kalian pikir dia bisa bertindak begitu tidak etis dan kasar?
Bagaimana bisa pendidik yang mengajar murid berbuat begitu?
Dia wakil kepala sekolah. / - Ada apa dengannya?
Astaga. / - Itu mustahil.
Kamu gadis yang begitu kurang ajar, ya?
Kamu membunuh putraku yang berharga,
dan kini kamu meminta uang.
Kamu bahkan mempermalukan kami di depan para tetangga kami.
Tolong maafkan sikap kasar adikku.
Jika Ibu ingin memarahi kami, kami akan menerimanya.
Ibu bisa mengatakan apa pun kepada kami,
tapi aku yakin Ha Se benar.
Kami tidak punya tempat tujuan, Bu.
Berhenti memanggilku Ibu!
Kamu bahkan tidak mendaftarkan pernikahanmu.
Baiklah. Mulai sekarang, kami akan memanggil kalian debitur.
Apa? / - Apa?
Kalian adalah debitur karena tidak mengembalikan uang kami.
Jangan bersikap tidak sopan kepada wakil kepala sekolahmu.
Kita sedang tidak di sekolah, Pak Debitur.
Jika tidak suka, kembalikan uang kami sekarang.
Akan kuberikan itu kepadamu sekarang.
Kita tidak punya uang itu. Benar-benar tidak ada.
Kenapa tidak? Bukankah kita punya tabungan?
Kita hanya memiliki garis kredit.
Kita mengambil pinjaman besar untuk membayar sekolah hukum Jae Il.
Lantas, kita harus bagaimana?
Ha Se akan protes di sekolah untuk mendapatkan uang itu lagi.
Kalau begitu, kamu ingin tinggal bersama mereka?
Apa kamu gila?
Lebih baik aku mati daripada tinggal bersama mereka.
Kita tidak punya pilihan.
Kita harus mengambil pinjaman untuk jaminan rumah ini.
Biarkan mereka tinggal sehari saja.
Kakak tidak tahu cara berbicara? Apa Kakak bodoh?
Kenapa Kakak diam saja saat mereka merundung Kakak?
Mereka sedang kesulitan karena Jae Il.
Kakak tidak bisa langsung meminta agar mereka mengembalikan uang kita.
Kenapa Kakak mencemaskan mereka?
Kakak juga putri orang tua kita yang berharga.
Jika mereka melihat Kakak begini, mereka akan meratap sekarang.
Mereka orang tua Jae Il.
Kakak ingin bersikap sopan kepada mereka.
Kakak tidak mendengar mereka? Mereka bilang kita orang asing.
Mereka tidak pantas diperlakukan dengan baik.
Aku tidak akan pindah dari sini sampai uang kita kembali,
maka Kakak harus memutuskan.
Mereka adalah orang asing bagi kita sekarang.
"Grup Gongryong"
Kudengar kamu membantu kami mendapatkan kontrak dengan bakatmu.
Tolong tunjukkan semua kemampuanmu kepada perusahaan kami.
Ya, Pak.
Aku tahu ini agak terburu-buru,
tapi aku menawarinya posisi manajer tim penjualan.
Tim penjualan?
Tidak. Dia akan lebih baik
di tim pengembangan, yang akan memimpin perusahaan kita nantinya.
Pimpinan Goo. / - Mulai besok,
angkat dia sebagai manajer tim dari tim pengembangan.
Terima kasih, Pimpinan Goo.
Itu lebih dari yang layak kudapat. Aku akan berusaha sebaik mungkin.
Ya.
Goo Se Kyung!
Lepaskan aku. Sekarang!
Singkirkan tanganmu!
Di mana Goo Se Kyung?
Aku harus menemui Dirut Goo! Lepaskan aku.
Siapa dia?
Dia penulis blog yang membuat banyak keluhan.
Dia mendendam terhadap kita karena tidak mewakili opininya.
Lepaskan aku! Di mana Goo Se Kyung?
Singkirkan dia.
Kembalikan kosmetik yang aku kembangkan!
Goo Se Kyung!
Sekretaris Choi, panggil satpam. / - Ya, Bu.
"Pesta untuk Pengembangan Produk Baru"
Bisa kita bicara sebentar?
Tentu.
Aku harus masuk! / - Ayo.
Goo Se Kyung!
Manajer dari tim pengembangan?
Aku enggan mempermasalahkan ini,
tapi apa menurutmu kamu pantas untuk posisi itu?
Berhenti bersikap tamak dan pergilah dengan uang pemberianku.
Kenapa aku harus melakukannya?
Sangat tidak sopan jika menolak posisi
yang diberikan sendiri oleh pimpinan kepadaku.
Aku tidak membutuhkanmu lagi.
Kami sudah mendapatkan kamomil domestik.
Kita tidak perlu saling bertemu sekarang.
Bukankah begitu, Nona Yang Dal Hee?
Apa yang kamu katakan?
Berhentilah berpura-pura.
Kamu pikir aku selemah itu?
Yang Dal Hee.
Setelah ibumu meninggal tiga tahun lalu,
kamu memasuki sekolah kecantikan di New Jersey.
Kamu bekerja paruh waktu di Spa dan Pijat L.
Kamu adalah pacarnya Seol Ki Chan.
Ada hal lain yang tidak aku ketahui?
Kupikir kamu dan aku di situasi yang sama.
Apa yang akan terjadi jika kukatakan semuanya kepada Pimpinan Goo?
Dengar. Kamu tidak mengetahui sesuatu.
Dia memang pimpinan perusahaan ini, tapi dia juga ayahku.
Walaupun ada yang tidak beres, dia akan melindungi putrinya dahulu.
Kamu sungguh mengira begitu?
Jika dunia mengetahui bahwa Grup Gongryong mencuri kamomil J,
martabat akan hilang, dan kamu harus bertanggung jawab secara hukum.
Kamu tidak masalah dengan itu?
Aku tidak akan merugi, tapi aku mencemaskanmu.
Yang Dal Hee!
Jadi, putuskanlah dengan hati-hati.
Akankah lebih bagi jika kamu membuangku atau menahanku?
Itu keputusanmu.
Aku masih bisa sangat berguna.
Ki Chan bukan lawan yang mudah.
Bagaimana jika aku menahanmu dan dia mencari gara-gara nanti?
Kamu bisa bertanggung jawab untuk itu?
Akan kuselesaikan masalah dengannya, jadi, jangan cemaskan itu.
Aku punya permintaan sebagai gantinya.
Aku butuh identitas yang benar-benar baru.
Apa? Identitas baru?
Konon, kamu lebih dekat dengan musuh yang berbagi rahasia denganmu
daripada teman yang berbagi kemenangan denganmu.
Jika kamu memilih aku sebagai rekanmu,
aku tidak akan mengecewakanmu,
Dirut Goo Se Kyung.
Aku yakin Kosmetik Ruby mencurinya.
Mereka terus mencoba meyakinkanku untuk menjual kamomil J
dan aku menolak, maka mereka mencuri catatan...
Kamu punya bukti?
Kamu punya bukti bahwa mereka mencuri catatan penelitianmu?
Sebenarnya,
ada yang merusak kamera pengawas, maka aku tidak bisa memeriksa.
Kamu tidak punya video atau bukti.
Bagaimana bisa kamu berkeras bahwa Grup Gongryong mencurinya?
Siapa akan memercayai itu?
Aku membebaskanmu karena mengasihanimu.
Jika kamu mencari gara-gara lagi, kami akan menindakmu.
Tolong jaga sikap.
Halo?
Ya, ini Seol Ki Chan.
Perusahaan asuransi?
Kamu mengetahui penyebab kecelakaan?
Dia masih lemah, maka dia perlu dirawat beberapa hari lagi.
Kamu tidak punya tempat tujuan,
maka beristirahatlah dan jaga dirimu di sini.
Omong-omong,
soal lilin di kamar Ah Reum...
Kenapa soal itu?
Sudah berakhir. Kenapa kamu membahasnya lagi?
Menurutku aneh dia menyalakan lilin.
Aku menyimpan pemantik di laci ruang keluarga.
Dia bahkan tidak tahu di mana itu disimpan.
Lalu bagaimana dia menyalakannya? Benar, bukan?
No comments yet. Be the first to leave one.