Jailangkung 3

Jailangkung 3

Download Indonesian Subtitle

Release info

Jailangkung Sandekala 2022 1080p HS WEB-DL AAC2 0 x264-BiG On3 mkv
A Commentary by Nhonzin
Please visit my Telegram movies group via the link: http://t.me/phim1vn

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
mkv
Published on: 2023-01-21
Downloads: 66
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sekarang.

Kamu yakin?

Sayang, ini satu-satunya cara biar kita bisa ketemu sama Rania.

Kita harus melakukan ini sama-sama, Sayang.

Kita harus sama-sama buat Rania.

Kita ikuti saja apa yang dia bilang.

Ya?

Ya?

Rania harus ketemu.

Iya, Rania harus ketemu.

Baca.

Ayo.

-Jailangkung... -Jailangkung...

Di sini ada pesta.

Pesta kecil-kecilan.

Datang tak dijemput, pulang tak diantar.

Ayo.

Baca.

-Jailangkung... -Jailangkung...

Di sini ada pesta.

Pesta kecil-kecilan.

Datang tak dijemput,

pulang tak diantar.

Mama.

Ayah.

Ran?

Rania?

Mama.

Ayah.

-Ayah. -Rania.

Rania tidak bisa melihat.

-Mas, jangan Mas. -Tidak apa-apa, Sayang.

Sayang?

Rania?

Aku tidak bisa melihat.

-Ayah, Ayah, tolong. -Sayang...

Aku tidak bisa melihat.

Dim...

Jangan.

Dimas!

Dimas!

Dimas, bangun!

Pernah dibuka, Pa?

-Aman. -Harus dong.

Bisa, kan?

Bisa dong.

Mau dibantuin tidak?

Boleh.

Ban belakangnya sekalian ya.

Aku serius.

Pa, nanti kita ke sana saja tuh.

Keren tuh. Di mana?

Di sana.

Keren kan bisa buat foto-foto.

Lihat nanti ya kalau tidak kesorean. Kita jalan malam soalnya.

Coba kamu tanya Kak Niki mau tidak menemanimu kesana.

Mana mau dia.

Sudahlah tinggalkan saja dia.

Eh kok ngomongnya gitu.

Iseng banget sih.

Anak kamu tuh.

Apaan tuh, Kak?

Kucing atau anjing sih itu.

Berang-berang ya?

Ih itu tuh musang.

Musang mati.

Sudah pernah lihat musang mati belum sih lo?

Belum.

Sudah seminggu masih juga ngambek.

Yah butuh waktu saja dia.

Mungkin harusnya kita naik pesawat saja tidak sih?

Paling sejam juga sampai.

Kamu sendiri juga merasa kan kalau dia masih marah sama aku?

Sudah empat jam, mengajak ngomong juga tidak.

Sandra, tujuan kita road trip ini agar kamu dan Niki bisa baikan.

Sayang, kamu boleh permisi sebentar tidak. Aku mau menurunkan dongkrak.

Permisi lagi, geser, geser, awas bahaya.

Waktu itu aku ngomongnya tidak salah kan, Dri?

Tidak kok, kamu benar.

Kuliah di UK kan memang mahal.

Tapi kesannya aku seolah-olah tidak supportif sama dia.

Yah, mungkin momennya tidak tepat kali.

Dia manggil nama lho ke aku.

Iya aku tahu.

Aku sudah ngomong ke dia soal itu kok.

Buat apaan sih?

Ih bawel banget! Ganggu tahu tidak!

Kenapa marah-marah sih?

Lagi dapet kali ya.

Kita belum bisa jalan nih.

-Kenapa sih? -Kamu menghalangi kerjaan aku.

Awas, minggir.

Tinggal dikencangkan kok.

-Aku bantuin ya? -Boleh.

Nih kamu injek.

-Injek. -Jadi ke waduk, 'kan?

Jadi dong.

-Wah, keren ya. -Bagus ya, Nik.

-Biasa saja. -Bagus buat foto-foto.

Tunggu, pelan-pelan.

Ini kenapa ada portal di sini?

Hati-hati, Pa.

Aduh.

-Ini kayaknya terlalu kanan. -Iya

Makanya ini aku lagi lurusin.

Coba tolong lihat yang kiri, Sayang.

Aman tidak?

-Terus, terus. -Kinan, hei!

-Kinan, masuk. Bahaya, Sayang. -Kinan, masuk, Sayang.

Ini ada portal lho.

Masuk, Sayang.

Terus. Kiri bisa.

Oke.

Awas kepala kamu.

Oke, ayo.

Oke.

Ini keren sih. Bagus ya.

Ya sudah berhenti di sini saja, tapi jangan lama-lama.

Parkir di sini saja ya.

Kinan, jangan lari-lari!

-Kinan, tunggu! -Yey!

Jangan lari, Kinan!

-Aku mau foto-foto. -Kinan!

Kamu kalau ada masalah bisa cerita lho ke Papa.

Niki kan sudah bilang tidak mau ikut.

Lagian kenapa dipaksa sih.

Ya, ini kan perjalanan darat keluarga, kamu keluarga, 'kan? Ya, ikut dong.

Ya, kan aku juga mau jalan-jalan sendiri.

Tahun depan kita mau punya adik baru.

Kamu mulai kuliah, mungkin di luar.

Nanti susah lagi lho kita jalan-jalan kayak gini.

Memang Sandra mengizinkanku untuk kuliah di luar?

Hidup aku kan sekarang tergantung sama dia.

Hei, kamu tidak boleh ngomong kayak gitu.

Sudah 10 tahun dia jadi ibu kamu, Nik.

Dia itu sayang dan peduli banget sama kamu.

Kamu harus tahu itu.

Gini deh.

Nanti Papa coba atur

gimana caranya biar kamu bisa kuliah di tempat yang kamu mau.

Tapi tolong, Papa minta sama kamu.

Tolong kamu lebih perhatian dan menghargai mama.

Oke?

Aku coba.

Tapi aku tidak janji.

Kinan, jangan terlalu di pinggir.

Iya, iya.

Sibuk banget.

Aku barusan habis ngomong sama Niki.

Ya semoga dia masih mau mendengarkan aku.

Niki.

Tolong temani adik kamu tuh.

-Ayo! -Kinan, jangan lari!

-Kinan! -Cepat, Kak!

Kinan!

-Kinan, pelan-pelan Kakak capek nih. -Ayo, Kak!

Ayo, Kak. Asik nih.

Kinan!

-Di sini... -Kinan!

Kinan!

Kinan!

Kinan!

Kak!

Ayo sini!

Keren nih.

Aduh!

Kinan!

Kinan, kamu ngapain?

Kinan itu kayaknya dalam lho.

Kamu jangan dekat-dekat kalau nanti kamu jatuh gimana?

Kan aku bisa berenang.

Biarin saja, aku bilangin Papa ya.

Bilangin saja, tidak apa-apa.

Ya sudah Kakak ke toilet dulu,

tapi nanti misal Kakak balik, kamu sudah ada di sini ya.

Awas ya!

Ya sudah toilet saja sana.

Dadah.

Ayo lihat.

Wow.

Nah sekarang aku lagi ada di danau.

Nah di situ juga ada hutan.

Hah?

Eh, kaget ya?

Iyalah.

Bapak pikir tidak ada orang.

Kamu...

sendiri?

Tidak. Tadi sama Kakak.

Papa sama Mama di parkiran.

Jauh sekali itu mah.

Ada ikan ya?

Ikan?

Ikan mah banyak.

Tapi tidak ada buaya, 'kan?

-Itu buaya. -Eh buaya!

Seriusan aku.

Kaget ya? Maaf, maaf.

Dik, ini sudah mau gelap.

Kamu pulang saja.

Jailangkung 3 subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Jailangkung 3

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left