The first 200 lines.
Kita
harus putus.
Apa yang
kau katakan?
Tapi...
Ini tiba-tiba sekali.
Terjadi sesuatu, bukan?
Apa Oh Heeeun melakukan sesuatu lagi?
Aku merasa sangat tidak nyaman.
Aku merasa sangat bersalah kepada keluargaku
dan aku tidak ingin bersamamu
jika itu hanya akan menyakiti keluargamu juga.
Kita harus putus. Ini yang terbaik.
Tidak, aku tak bisa mengakhiri hubungan.
Aku tahu aku tidak tahu malu mengatakan ini,
tapi aku akan
menyelesaikan semua yang telah terjadi.
Jadi, kumohon.
Percayalah kepadaku kali ini.
Lepaskan aku. / - Tidak.
Kumohon!
Aku bahagia bersamamu.
Terima kasih untuk semuanya.
Sorim, ada apa?
Kenapa kau menangis? Apa terjadi sesuatu?
Jangan bilang ini tentang wanita itu lagi.
Kurasa
dia benar-benar sakit.
Aku melihat laporan medisnya.
Dia menunjukkannya kepadamu?
Aku kebetulan melihatnya.
Ada apa? Apa itu kanker?
Itu tumor otak.
Aku tidak percaya ini.
Aku putus dengannya.
Maksudmu kau memberi mereka waktu setahun?
Aku hanya bilang kepadanya kami harus putus.
Dan aku serius.
Aku ingin putus.
Sorim.
Aku tahu kau sangat menyukai Pak Shin.
Tidak lagi. Ini terlalu sulit.
Apa? Dia melihat laporan medisnya?
Ya. Katanya dia menemukannya.
Kudengar itu tumor otak.
Benarkah waktunya tak lama lagi?
Aku akan menyelidikinya.
Sorim menangis di rumah.
Aku merasa kasihan kepadanya.
Baik. Terima kasih meneleponku. Sampai jumpa.
Dia terlihat seperti profesional.
Aku tahu. Dia sangat hebat.
Keadaan di sini menarik.
Aku yakin itu akan menjadi foto yang bagus.
Berposelah untuk kamera di sini. / - Baiklah.
Baiklah. Biar kulihat hasilnya.
Fotonya akan bagus di sini.
Cuacanya bagus.
Bagus.
Apakah bagus? / - Ya. Lihatlah.
Itu bagus.
Apa dia Lee Sangjun, sang Aktor?
Ya, itu dia.
Dia berbeda dengan riasan itu.
Terima kasih. Mari kita lanjutkan.
Baiklah. / - Baik.
Halo, Pak Lee Sangjun.
Maaf, tapi dia sedang bekerja.
Bidangku juga di bisnis ini.
Direktur Oh Heeeun dari Mint Communications.
Begitu rupanya. Senang bertemu denganmu.
Boleh aku berfoto denganmu?
Maaf, tapi kami sedang bekerja.
Kumohon, satu foto saja.
Tidak apa-apa.
Pak Lee.
Baiklah. Dia datang.
Sangjun, kita harus bergegas.
Terima kasih. / - Tentu.
Terima kasih.
Sorim, kenapa kau berhenti bekerja?
Ada keadaan darurat keluarga.
Tidak seserius itu sampai kau berhenti kerja.
Kau antusias dengan pekerjaanmu
dan sangat menikmatinya.
Terima kasih sudah mengajariku banyak hal
dan mengurusku dengan baik.
Boleh aku tahu ini soal apa?
Ayahku sakit parah.
Jadi, aku ingin membantu pekerjaannya.
Maaf, Bu Choi.
Ya.
Pak Shin.
Nona Kim Sorim menyerahkan pengunduran diri.
Pengunduran diri?
Bu Choi menanyakan alasannya,
dan dia bilang itu masalah keluarga.
Dia ingin membantu ayahnya di restoran.
Aku tahu dia pegawai kontrak,
tapi dia direkomendasikan Nona Shin Jihye
dan berdedikasi pada pekerjaannya.
Kau ingin aku meyakinkannya untuk tetap di sini?
Tidak. Aku akan bicara dengannya.
Baiklah.
Bisa bertemu sebentar?
Aku di sebelah ruang rapat di lantai tiga.
Pak Shin.
Apa yang kau lakukan di sini?
Bukan apa-apa.
Ayah.
Jangan memanggilku ayah di kantor, Nona Shin.
Tak apa saat kita berdua saja.
Ada apa?
Bu Choi bilang Nona Kim Sorim berhenti.
Ayah putus dengannya, bukan?
Aku tidak mau menjawab pertanyaanmu.
Kalau begitu, Ayah akan kembali bersama Ibu?
Jihye.
Aku tak melaporkan Oh Heeeun atas pembobolan
hanya demi kau.
Aku bertahan dengannya karena dia ibumu,
bukan karena dia mantan istriku.
Bahkan jika aku putus dengan Sorim,
aku tidak akan pernah kembali bersamanya.
Jangan pernah membahas itu lagi.
Tidak akan ada yang berubah.
Ayah.
Kenapa kasar sekali kepada Ibu saat dia sakit?
Aku akan membantunya dengan biaya medis.
Tapi bukan itu yang Ibu inginkan.
Dengar.
Bukankah kau harus putus dengan Namsoo?
Ayah memintaku putus hanya karena Ayah putus?
Setelah melihat caranya menangani masalah,
kau masih berpikir dia bisa diandalkan?
Dia hanya dijebak.
Kau sungguh percaya itu?
Kau pikir dia orang baik yang bisa kau nikahi
jauh di lubuk hatimu?
Aku akan pergi untuk mengurus sesuatu.
Aku tak mau
kau datang ke ruang kerjaku dengan Oh Heeeun.
Kurasa 30 detik sudah habis.
Beri tahu aku saat penjual ubi itu kembali.
Hanya untuk satu hari.
Tidak.
Hanya sepuluh detik, aku akan tak tahu malu.
Kupikir kau sudah tutup.
Kenapa kau di sini?
Aku mau menjual sesuatu di dekat sini.
Kalau begitu, pergilah.
Kudengar ayahmu sakit.
Apa dia terbaring sakit?
Dia bisa bergerak,
tapi tidak kuat berdiri dan memasak.
Mau kubantu bersih-bersih?
Tidak. Berhenti bersikap baik dan pergilah.
Aku tidak bersikap baik.
Aku ingin membuat pria yang kusukai terkesan.
Kalau begitu, kau tidak diterima.
Tunggu saja, Sorim.
Aku akan segera kembali setelah menjual ini.
Tunggu.
Kau tidak mendengarnya?
Pak Shin bilang dia takkan setuju
jika kau terlibat.
Direktur Oh, proyek ini adalah ideku.
Tunggu di luar.
Ini tak adil. Aku siap memberikan hidupku...
Tunggu di luar!
Aku tidak percaya ini.
Halo?
Jihye. Bagaimana kabar ibumu?
Dia tampak lelah saat aku berangkat bekerja.
Kau bilang dia suka tas bahu Charlie, bukan?
Aku akan membelinya dan mengunjunginya.
Jangan lakukan itu. Itu terlalu mahal.
Aku bisa melakukan itu untuknya.
Aku akan meneleponmu nanti.
Maafkan aku.
Itu karena cinta.
Aku mengorbankanmu
demi membeli parfum untuk pria yang kucintai.
Sampai jumpa.
Cari pemilik yang lebih baik.
Kau datang untuk menjual tas?
Ya.
Kenapa kau membahas pernikahanku? / - Hei.
Kenapa? / - Hentikan.
Kau asisten manajer
padahal seharusnya pekerja paruh waktu?
Apa kau orang yang kami temui
untuk kesepakatan penyiaran?
Kau ditinggalkan di altar.
Sulit dipercaya.
Apa kita ditakdirkan bersama?
Kenapa kau mengikutiku?
Jangan asal bicara.
Kau yang menulis unggahan,
memohon untuk membeli tas Charlie.
No comments yet. Be the first to leave one.