The first 200 lines.
Dia duduk di mana?
Dekat dapur.
Persetan!
Kau lihat pohon melengkung di sana?
Pohon yang mana?
Aku melihatnya.
Ayo,
masukkan gigi mundur.
Perlahan...
Jangan injak terlalu...
Berhenti.
MOBIL INSTRUKTUR
Kau terlalu jauh.
Ulang lagi.
Jangan injak gas terlalu keras.
Mulai lagi dari awal.
SEKOLAH MENGEMUDI DRAGON PORT
Pak Zhang,
kau sudah ambil tes...
enam kali?
Lengan panjang kita sudah sampai digulung.
Aku harus jaga reputasi di sekolah.
Kau tahu kenapa kau terus gagal tes?
Karena kau memaksa menyetir mobil manual.
Tapi menyetir mobil otomatis bukan menyetir sungguhan.
Kalau mobilnya bergerak, itu menyetir namanya.
Siapa peduli manual atau bukan?
Tunggu.
Halo?
Kau di mana?
Aku sedang bekerja.
Hakim tadi marah.
Dia bertanya kenapa ayahnya tak datang.
Katakan padanya aku di tempat kerja.
Dia mau dengar opinimu.
Bisakah kau datang dan bilang pada hakim untuk berikan A-Ho kesempatan?
Kenapa tak bilang saja sendiri?
Hakim ingin menemuimu dan mendengar opinimu.
Mau tahu yang kupikirkan?
Semoga dia dipenjara
sampai tua dan mati.
Kenapa berkata begitu?
Kau bisa datang besok?
Baik.
Ada masalah di rumah?
PENGADILAN DAERAH TAIPEI TAIWAN
Apa kau mendesak Radish untuk menyerang Oden?
Tidak.
Lantas kenapa dia memotong tangannya?
Aku tak tahu.
Kau tak tahu?
Kau tahu dia bawa golok?
Hanya saat kami tiba.
Lantas apa kau tahu bisa membunuh manusia dengan golok?
Kami hanya ingin menakutinya.
Motor yang kau naiki malam itu...
Siapa pencurinya?
Siapa pencurinya?
Bicara.
A-Ho, katakan.
Kau mau timpakan kesalahan padaku?
- Katakan! - Aku tak bertanya padamu.
Duduk.
KURSI KORBAN
Aku pencurinya.
Asisten, ada tanggapan?
Yang Mulia,
mohon diketahui kalau anak muda ini menyesal.
Berikan dia kesempatan untuk kembali ke masyarakat.
Ada tanggapan dari orang tua?
Pak...
Jika mau tahu opiniku, biar kusampaikan dengan tegas...
sebagai orang tua, kami gagal mendidiknya.
Kurasa kami pun tak akan berhasil ke depannya.
Semoga kau memenjarakannya untuk mendidiknya.
Kenapa bicara begitu di depan hakim?
Seperti kataku di telepon, penjarakan sampai dia mati.
Kau tak bisa berikan dia kesempatan?
Bukankah aku berikan dia kesempatan untuk dipenjarakan dan bertobat?
Ayah...
ada apa kemari?
Ayah bawakan uang kuliah.
Ayah lupa berikan kemarin.
"Raih hari ini. Tentukan jalanmu."
RAIH HARI INI TENTUKAN JALANMU
Semester ini hampir berakhir. Kenapa baru sekarang?
Sebagai penyemangat saja.
Kalau tak butuh, pakai saja sebagai buku coretan.
Ayah sebentar saja.
Uangnya di dalam buku. Jangan lupa membayar.
APA IMPIANMU?
Apa Chen Jian Ho tinggal di sini?
Boleh tahu kau siapa...
Bisa bicara di dalam?
Kau sibuk?
Kemarilah.
Namanya Xiao Yu.
Usianya 15 tahun, kelas sembilan.
Baru-baru ini tingkahnya aneh.
Aku membawanya ke dokter.
Katanya, dia hamil.
Sudah kutanyakan siapa ayahnya.
Katanya, Chen Jian Ho.
Bisa kutemui biang keladinya?
Kau tak tahu?
Tahu apa?
A-Ho sudah diusir.
Ke mana?
Belakangan dia membuat masalah.
Dia ada di lapas remaja.
Luar biasa, Xiao Yu.
Kau bahkan tak sebut satu kata pun soal ini.
Lalu, ibu macam apa dirimu?
Kau tak mau katakan sesuatu?
Aku...
Baiklah.
Sampai jumpa di sidang.
Berdiri yang tegak.
Aku akan tanyakan informasi pribadimu.
Jawab dengan jelas.
Siapa namamu?
Chen Jian Ho.
Sebutkan tanggal lahirmu.
19 April 1996.
Nomor identitas.
A151907326.
Kau terkena dakwaan apa?
Penyerangan.
Lama hukumanmu?
Tiga tahun.
Berlutut.
101896.
- Siap. - Berdiri.
Ambil barang-barangmu.
Masuk.
CHEN JIAN HO
"Bahkan mereka yang mengendalikan diri pernah melakukan kesalahan,"
kata Sima Guang.
"Orang terpelajar yang mencari arah,
tapi malu akan baju dan makanan seadanya,
tak pantas diajak bicara."
"Baju dan makanan seadanya", sebenarnya
bukan berarti "menjijikkan."
Beberapa mengartikan "pakaian lusuh," tapi bukan berarti begitu.
Jadi...
Hei, kau.
Kau yang di situ.
Kau yang di situ.
Ya, kau.
Kau...
tak setuju pada isi materiku?
Bukan begitu, Pak.
Atau...
Atau kau tak percaya pada ucapan Sima Guang?
Bapak percaya?
Jujur, aku juga tak percaya.
Tapi yang kupercaya
kau akan keluar dari kelasku.
Keluar!
Mari lanjutkan.
MOBIL INSTRUKTUR
Bersiap berganti jalur.
Lampu lalu lintas 30 meter lagi.
Lihat 90 derajat ke tiap arah.
Pastikan tak ada mobil datang.
Bersiap berganti jalur.
Berganti jalur.
Berganti jalur selesai.
Bu.
Kau menyetir di antara dua jalur.
Benar juga...
Rasanya berbeda sekali
menyetir di jalanan.
Instruktur, kau sudah menikah?
Aku sudah menikah.
Berapa anakmu?
Satu.
Sudah bekerja?
Belum.
Tahun depan dia masuk kedokteran.
Anak baru.
Sudah lama kau di sini?
Di sini jika tak tahu aturan, kau harus bertanya.
Mengerti?
Kau bisu?
A-Bin, biar aku saja.
Tak bisa menyapa?
Kau ini bisu atau bagaimana?
Berdiri...
Berdiri.
Berdiri tegak.
Berdiri tegak.
Apa? Kau tak bisa berdiri?
Tak bisa berdiri?
Kurang ajar!
- Habisi dia. - Lepas!
Sudah.
Berdiri.
RAIH HARI INI
Pak Chen.
No comments yet. Be the first to leave one.