The first 182 lines.
(Selanjutnya: Dengarlah Gemuruh Ombak, Wahai Duka Hati Kunoichi)
Maaf mengganggu pembicaraan kalian.
Apakah benar kau Tuan Arc?
Oh, Tuan Goemon!
Lalu... Siapa?
Telinga hewan itu...
Satu kaum dengan Nona Chiyome?
Dilihat-lihat kedudukannya seperti seorang tetua.
Tuan Dragon Lord.
Kami telah berhasil membangun desa baru kami.
Aku mewakili semua klan mengucapkan terima kasih banyak.
Sudah, tak perlu berterima kasih.
Senang bertemu denganmu, Tuan Arc.
Gawat!
Tengkorakku kelihatan banget!
Aku adalah Hanzo ke-22 yang memimpin Klan Jinshin.
Aku sudah mengetahui wujud Tuan Arc dari Chiyome.
Maaf.
Aku terpaksa mengatakannya untuk jelaskan situasinya.
Tidak, justru terima kasih, Nona Chiyome.
Lama tak jumpa, wahai sobat.
Tuan Goemon.
Tuan Arc, Nona Ariane,
aku dengar kalian telah banyak membantu.
Mewakili Klan Jinshin, aku ucapkan terima kasih banyak.
Tidak, kami pun sudah banyak dibantu Nona Chiyome.
Kami hanya saling membantu sebagai seorang teman.
Kami akan mengadakan festival untuk merayakan berdirinya desa baru di tanah ini.
Sebagai tanda terima kasih, kami ingin mengundang kalian, bagaimana?
Eh? Itu artinya...
Ini jadi desa ninja!
Iga, Koga, Fuma.
Ada ninja fiktifnya juga!
Kalau pakai nama-nama itu, berarti dia orang Jepang!
Edan!
Sarutobi Sasuke!
Halo, aku Arc!
Akhirnya aku tiba di desa ninja!
Ini benar-benar membuatku bersemangat!
Luar biasa, satu bulan sudah jadi seperti ini.
Ini karena semua orang bekerja keras.
Desa elf terasa banget fantasinya,
tapi ini entah kenapa biasa saja.
Aku berangkat!
Baru dibilang langsung ada hal hebat!
Ternyata benar-benar desa ninja!
- Ada layang-layang. - Layang-layang?
Sepertinya ada yang sedang bermain.
Dulu waktu kecil aku juga sering.
Nona Chiyome, selamat datang kembali!
Itu bisa dinaiki?
Itu adalah barang yang diwariskan turun-temurun sejak Hanzo pertama.
Aku dengar awalnya itu alat permainan.
Jangan-jangan itu...!
Nona Chiyome!
Tamu sekalian, selamat datang di desa kami.
Oh! Sudah kuduga!
Benar-benar ninja!
Persis yang kubayangkan.
Tapi, layang-layang dan semacamnya itu cuma di manga.
Aku juga pernah baca kalau pakaian serbahitam itu sebenarnya tidak ada.
Apa yang Tuan Arc bicarakan?
Abaikan saja, kadang memang suka begini.
Apakah mereka anak-anak dari Klan Jinshin?
Tidak semuanya.
Di antaranya ada yang dikejar kaum manusia dan kehilangan tempat tinggal.
Aku juga sama.
Nona Chiyome juga?
Iya.
Kampung halamanku diserang kaum manusia.
Seperti itu, ya.
Kalian Tuan Kesatria dan pejuang wanita elf yang dirumorkan itu?
Siapa?
Salah satu Enam Ninja, namanya Tsubone.
Salam kenal, aku Tsubone.
Enam Ninja itu orang-orang tingkat tinggi di antara Klan Jinshin, 'kan?
Benar.
Hanya orang-orang terpilih
yang dapat mewarisi nama khusus pemberian Hanzo pertama.
Berarti Dik Chiyome juga punya nama asli?
Benar, namaku Mia.
Tsubone... Tsubone...
Oh! Hatsume no Tsubone!
Hatsume no Tsubone adalah selir dari Ishida Mitsunari,
tapi sebenarnya dia itu pembunuh yang dikirim Ieyasu.
Mochizuki Chiyome adalah pemimpin para Miko Pengelana,
tapi sebenarnya adalah mata-mata wanita dari Takeda Singen.
Hattori Hanzo dan Ishikawa Goemon!
Itu artinya...
Nona Chiyome,
Enam Ninja itu berarti masih ada tiga lainnya, 'kan?
Iya, benar.
Siapa nama-namanya?
Saizo dan Kotaro.
Kirigakure Saizo dan Fuma Kotaro!
Terus?
Sasuke.
Edan!
Sarutobi Sasuke!
Iga, Koga, Fuma.
Ada ninja fiktifnya juga!
Kalau pakai nama-nama itu, berarti dia orang Jepang!
Atau orang asing yang suka ninja?
Bagaimanapun juga, Hanzo generasi pertama itu...
Tuan Arc?
Abaikan saja.
Omong-omong, Nona Tsubone,
rumor tentang kami maksudnya apa?
Apa kalian pernah membaca ini?
Seorang pejuang wanita elf
tak sengaja bertemu kesatria dari manusia dan mengalahkan raja iblis.
"Tak sengaja"?
Mereka yang sama-sama diperintah untuk mengalahkan raja iblis,
awalnya saingan, lambat laun mulai saling tertarik.
Cinta terlarang yang tak direstui kaum elf dan manusia.
Tidak, kami tidak seperti itu.
Awalnya, pejuang wanita itu bersikap dingin.
Lalu, di bab tiga...
Sang kesatria merawat pejuang wanita yang menderita akibat racun musuh.
Setelah sadar, pejuang wanita tersebut
berterima kasih pada sang kesatria.
Lalu, di malam itu... mereka berdua...
Salah banget!
Jangan membayangkan yang bukan-bukan!
Lagi pula, Arc itu bengka...
Tenang saja.
Aku sudah mendengar tentang Arc dari Chiyome.
Berarti yang ini.
"Bunga dan Tulang."
Kisah cinta antara pria yang dikutuk jadi bengkarak dan wanita bangsawan.
Bentuk rupa itu tidak penting.
Selama hatinya saling terhubung.
Bukan begitu juga!
Apakah Nona Tsubone suka membaca buku?
Bukan bukunya, dia lebih tertarik dengan dunia luar.
Tsubone sering mendapat tugas di dalam desa,
jadi dia mendambakan dunia luar.
Aku minta teman-temanku membawakan buku dari luar desa.
Nona Tsubone!
Aduh, gawat. Aku sedang di tengah pekerjaan.
Aku pamit dulu.
Nikmatilah festivalnya.
Ya, akan kami nikmati.
Coba kalau Sasuke sudah kembali.
Entah di mana dan sedang apa dia.
Ada apa, Nona Chiyome?
Bukan apa-apa.
Oh! Ramai sekali!
Lo?
Oh, kalian?
Apa kalian menikmati festivalnya?
Ini dia, sate ati dan ayamnya sudah matang.
Wah, kelihatan enak!
Nona Tsubone sendiri kelihatannya sangat menikmati.
Tsubone tidak pernah berubah, ya.
Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi.
Jadi nikmatilah ketika bisa menikmati.
Silakan dimakan, Tuan Kesatria.
Tuan Kesatria? Silakan, tidak perlu sungkan.
Terima kasih atas kebaikanmu.
Tuan Kesatria tidak kuat minum alkohol?
Tidak, bukan begitu.
Kasihan sekali si Arc ini.
Tarik tambang!
Tarik tambangnya mau dimulai!
Tarik tambang itu apa?
Sederhananya adu kekuatan.
Yang berhasil menarik tali itu
dan menyeretnya hingga ke wilayahnya berarti menang.
Dalam festival klan,
tarik tambang dijadikan sebagai upacara persembahan
untuk menghormati Hanzo generasi pertama.
Torii.
Pakaian wasit.
Persembahan.
Sepertinya Hanzo generasi pertama itu...
Baiklah, sebagai persembahan berdirinya desa yang baru,
kita akan memulai pertandingan tarik tambang.
Apakah kalian siap?
Bersedia!
Mulai!
Pemenangnya Goemon!
No comments yet. Be the first to leave one.