The first 200 lines.
Semua pekerja sudah pulang,
aku yang harus melakukannya.
Tidak ada yang menungguku di rumah,
aku juga tidak punya anak seperti dirimu.
Aku tidak ingin menikah.
Aku memang tidak suka orang.
Pekerjaan ini
membuatmu membenci orang.
Kamu tahu sendiri.
Kita bisa melihat seberapa jauh orang bisa bertahan
saat bekerja di sini.
Aku harus pergi.
Na Moo, kamu mau ke mana?
Makanlah. Nanti dingin.
Makan.
Kamu harus makan agar energimu kembali.
Dengan begitu, kamu akan...
Kamu harus mengunjungi kakakmu.
Selain itu,
kamu juga membutuhkan konseling.
Hanya itu cara...
Aku juga tidak tahu harus bagaimana.
Ada apa?
Aku akan segera kembali.
Apa?
"Kantor Polisi"
Lihat dirimu.
Orang akan menyalahkanku jika penampilanmu tidak rapi.
Kamu merendahkanku karena aku tidak berpendidikan?
Bagaimana dengan makanannya?
Kamu memberinya makan sebelum mengajak dia pergi?
Kenapa dia kurus sekali?
Apa? Tentu saja, aku memberinya makanan.
Anda benar ibunya?
Dia bilang ibu kandungnya sudah lama meninggal.
Dia punya dua ibu tiri...
Tunggu, apakah ada tiga?
Tidak masalah aku yang kedua atau ketiga.
Jika dibutuhkan, aku ibunya dan dia anakku.
Na Moo.
Kamu mau ikut denganku?
Ada apa?
Kamu tidak ingin ikut?
Kamu marah kepadaku?
Kamu marah kepadaku
karena kami pergi
tanpa mengajakmu?
Maaf.
Aku memperlakukanmu dengan tidak adil.
Kumohon jangan marah.
Aku tahu kamu orang baik.
Yang kulakukan dahulu cuma memarahimu
dan membuatmu sedih.
Tidak peduli betapa sering So Jin mengganggumu,
kamu masih bersikap baik kepada kami.
Jadi,
maafkan aku kali ini juga.
Ikutlah denganku dan So Jin
ke tempat yang jauh dan mari tinggal bersama.
Bagaimana?
Kabar So Jin
baik-baik saja?
Tentu saja tidak.
Dia menanyakanmu dan menyalahkanku karena meninggalkanmu.
Dia selalu menangis sampai matanya bengkak.
Tolong pikirkan So Jin,
dan ikutlah denganku.
Anggap saja aku orang asing yang membuatkanmu makanan.
Saat besar nanti
dan kamu merasa sudah muak denganku,
kamu bisa memberitahuku.
Tinggal beri tahu saja dan pergi.
Saat itu terjadi,
aku tidak akan mengatakan apa pun.
Aku berjanji.
Na Moo, bagaimana menurutmu?
Ibu.
Aku
tidak bisa pergi lagi.
Baik dengan So Jin
atau dengan Ibu.
Apa?
"Bersama rakyat..."
Jadi,
Ibu harus pergi.
Jangan pernah kembali.
Aku
baik-baik saja.
Ada sesuatu
yang kujanjikan kepada So Jin.
Sampaikan kepadanya aku minta maaf
karena sudah melanggar janjiku.
Tolong sampaikan itu kepadanya.
Itu saja yang kubutuhkan.
Pak.
Bawa aku ke panti asuhan.
Apa?
Cepat.
Baiklah.
Tidak, Na Moo!
Jangan pergi.
Aku tidak peduli soal itu.
Apakah menurutmu
aku tidak tahu yang kamu pikirkan?
Ikutlah denganku.
Mulai sekarang,
aku akan menjadi ibu kandungmu.
Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi.
Aku tidak akan pernah melepaskan tanganmu.
Ibumu
akan melindungi
kamu.
Apa pun yang terjadi,
aku akan melindungimu selamanya.
Paham?
Maafkan aku.
Maafkan aku, Na Moo.
Kumohon ikutlah denganku.
Ikutlah denganku.
Na Moo.
Ibu.
Ibu.
Aku memang tidak suka orang.
Pekerjaan ini
membuatku membenci orang.
Terima kasih untuk makanannya.
- Sampai jumpa lagi. - Terima kasih.
"Sup Daging"
"Bening dan Menyegarkan, Cheonghwasu"
Hei, Do Jin, sedang apa kamu?
Kenapa kamu bekerja saat sedang sakit?
Ibu mesti bekerja sendiri. Aku harus membantu.
Duduk saja.
Ibu meneleponmu untuk makan selagi kamu istirahat kerja.
Bukan untuk membantu ibu.
- Aku baik-baik saja. - Sudahlah.
Do Jin.
Kamu beristirahat dengan baik?
Halo, Ibunya Do Jin.
Inspektur Senior Ko.
Halo? Memang ini acara anak-anak?
Anda pikir kami terlihat ingin mengucapkan "halo"?
Apa yang Anda lakukan saat kejadian ini menimpanya?
Kenapa Anda selalu membuatnya terluka?
Ibu.
Itu bukan kesalahannya.
Aku cuma
merindukan dia dan ingin makan sup daging.
Astaga, Anda seperti pohon pinus.
Aku terus memarahi Anda, tapi Anda selalu kembali.
Duduklah. Akan kubawakan semangkuk.
Hei.
Kenapa ibumu selalu memarahiku?
Silakan duduk.
Benda ini
- dikirimkan kepada Han Jae Yi? - Ya.
Agennya, Pyo Taek, akan melaporkan kasus ini besok.
Han Jae Yi meminta pengawal pribadi.
Sebagai atasanmu, aku memutuskan menyerahkan kasus ini ke Jong Hyun.
Abaikan saja saat kamu melihat mereka besok.
Paham?
"Aktris Han Jae Yi Dilarikan ke IGD"
Do Jin.
Serahkan
- kasus ini kepadaku. - Apa?
- Aku tidak bisa. - Palu berdarah ini
dan kartu yang ditujukan kepada Jae Yi dengan nama aslinya
adalah tanda yang menyasar kasus 12 tahun silam.
- Biar aku yang mengurusnya. - Lupakan.
Mungkin ini cuma penguntit.
Dia orang terkenal.
- Pak. - Sudah kubilang tidak.
Orang yang melukaimu membahas hal tidak masuk akal di penjara.
Kami juga mencari senjata lain yang terkait dengan serangan ini.
Hal ini sudah mengusikku sejak kamu juga diserang.
Tidak boleh.
Pak.
Anda memberitahuku sesuatu.
Peninggalan ayahku.
Kekerasan dan kebencian itu
tidak menurun kepadaku.
Aku cuma punya hubungan darah dengan ayahku.
Di dunia ini,
tidak ada kejahatan yang diturunkan.
"Bening dan Menyegarkan, Cheonghwasu"
Dahulu,
aku bersumpah kepada diriku.
Aku bersumpah
untuk menjadi kuat.
Na Moo.
Sekarang,
aku bukan lagi anak kecil itu.
Aku akan menjadi kuat
dan
melindungi semua orang yang melindungiku
dari rasa sakit dan penderitaan.
Halo, aku akan menangani kasusmu.
Aku Detektif Chae Do Jin.
Surgaku
yang cantik.
No comments yet. Be the first to leave one.