The first 200 lines.
Rekor suhu diperkirakan meningkat mencapai 40 di Seattle.
Gelombang panas yang belum pernah terjadi di Pasifik Barat Laut.
Terlalu panas untuk makan.
...sangat panas untuk lansia, orang sakit, dan tunawisma.
Peringatan panas berlebih berlaku...
Banyak pakaian. Ini terlalu panas!
Terlalu panas!
Kau sedang apa?
Lihatlah petunjuknya, Hughey.
Hei, Beckett menyuruh berbaris sebelum pendorongan.
Tentu, Damkar tampan.
Kalian lihat videonya?
Ya, dan meme, akun penggemar,
dan tagar #DamkarTampan.
Pria Sirine. Damkar Sayang.
Pria Dispatch. Kesayangan Api.
- Manusia hidran. - Pria selang.
Kapten pertunjukan asap.
Kalian yang mengarangnya, bukan?
Pria Panas.
Keterlaluan.
Apa? Bukan... Kukira kita melakukannya.
Tidak.
Ada garis stres permanen di dahimu.
Karena gelar administrasi bisnisku,
dan sebenarnya aku benci menggunakannya.
Kau tak harus melakukannya sendiri, bukan?
Mungkin bisa lakukan pelatihan langsung lagi,
bukan dari buku saja.
Setuju, tetapi pelatihan langsung mahal.
Banyak aturan birokrasi
dan pengacara karena orang takut dituntut,
jadi aku harus bicara dengan enam pengacara sebelum bertindak.
Aku mau programnya sukses.
Tidak, berhenti.
Program ini akan sukses. Program ini sukses.
Ya, benar. Terima kasih.
Jangan begitu. Jangan abaikan aku.
- Kau menghibur. - Aku bukan lulusan administrasi bisnis.
Kau terus menepis ide bagusku, jadi aku hanya bisa menghibur.
Kapten, ini putraku, Joey, yang kuceritakan.
Kami mau berterima kasih sudah izinkan melakukan ini.
Maaf, melakukan apa?
Perjalanan bersama
dengan Gibson dan aku.
Di ambulans.
Demi esai pendaftaran kuliahku.
"Hariku di Damkar" seperti cerita anak TK,
jika itu bisa membantumu masuk kuliah, tak apa.
Aku mau sekolah pra-medis.
Ya, makanya ambulans.
Makanya aku paham.
Kau takut darah... luka tusuk... tunawisma?
Aku salah satunya.
Baik.
Baik, tanda tangani surat pernyataannya
kami tak tanggung jawab jika Joey mati,
dan menyuruhnya pakai celana panjang?
Ini bukan kamp musim panas.
Terima kasih.
Ya, dia selalu begitu.
Tak apa. Akan baik-baik saja.
- Pendorongannya? - Semua baik...
normal, dan tak ada alasan untuk begini.
- Herrera? - Aku tak bicara denganmu.
Baik. Tetapi... kau... mau bicara denganku?
Tidak.
Tetapi jika tidak, aku meledak,
jadi, aku mau mengatakannya, bukan membahasnya.
Kau tahu maksudku?
Tidak.
Aku melakukan hal buruk.
Bohong jika kubilang tak menikmatinya saat itu,
kalau dipikir, itu salah, seharusnya tak kulakukan,
dan kenikmatan sore itu
tak sebanding dengan rasa bersalah yang kurasa.
Seperti jelaga di jiwaku.
Kau melakukan hal yang mengotori jiwamu?
Ya, bukan untuk bermaksud jahat, tetapi untuk pelepasan sejenak
dari gangguan di kepalaku sepuluh bulan ini.
Dan tak bermaksud menjadi jahat
bukan berarti tak jahat jika dilakukan, dan sudah kulakukan.
Dan yang kau lakukan...
Menungguku di sana.
Aku tak tahu kenapa para pemikir
memutuskan hari ini pendorongannya.
Mungkin karena kita punya selebriti Internet tampan di tengah kita
dan departemen mencoba memanfaatkannya? Siapa yang tahu?
Kau harus mendorong di hari pertama mobil damkar baru.
Ya, ini tradisi seratus tahunan.
Ini menyenangkan masyarakat.
Terima kasih atas komentar yang tidak diminta itu, Hughes.
Tahu yang menyenangkan untuk masyarakat?
Kita melindungi mereka?
Bagaimana dengan itu?
Kita baru dapat izin sementara sebagai petugas kesehatan
karena gelombang panas ini, jadi kuharap banyak orang
dengan sengatan matahari, lelah karena panas,
dan rupanya hewan peliharaan warga terbakar kakinya saat berjalan di trotoar.
Istriku, dr. DeLuca, dapat izin membantu orang-orang hari ini.
Herrera, kau datang!
Hei, apa kabar, 19?
Hei, 23, datang melihat pos damkar sebenarnya?
Kalian mau apa kemari?
Kapten Aquino meminta damkar 23 datang.
- Waktunya mendorong truk. - Ya.
Takkan kulewatkan. Ini tradisi!
Ayo kita selesaikan. Bersikaplah baik.
Senyum ke kamera. Teruslah bergerak.
Bishop, kau lakukan sambutan
agar masyarakat tahu ada gadis di sini.
Terakhir kuperiksa, aku cocok, tetapi...
Ya, anggap kau beruntung.
Inilah mereka.
Selamat datang di Stasiun Damkar 19!
Siapa pembicaranya?
Katanya dari departemen. Kurasa humas.
Setelah setahun terisolasi,
apa yang bisa menyatukan kita semua
selain membaptis aparatur baru di sini di Stasiun 19,
dan mengingatkan lagi rumah kami adalah rumah kalian.
Baik, kuserahkan padamu, Kapten Beckett.
Terima kasih. Silakan, Bishop.
Selamat datang di Stasiun 19.
Pendorongan adalah tradisi lama yang menyatukan masyarakat,
dan kami sangat senang dapat damkar baru dan itulah alasannya.
Sebelum meleleh, Bishop.
Baik, ayo lakukan! Kita akan dorong ke markas.
Baiklah!
- Panas! - Ayah!
-Menjauhlah dari truk. -Ya, sangat panas.
Logam begitu saat kena panas 35 derajat. Semua, mundur.
Kuharap benar 35. Kau bisa menggoreng telur di trotoar.
Jarinya. Biar kulihat tanganmu, Kawan.
Baik, akan kusiramkan air.
Siapa sangka ini akan masuk neraka?
Setengah orang di sini seperti mau pingsan.
Sejujurnya, aku hampir pingsan.
Baik, selesai.
Tunggu, ini tradisi.
Ini bencana, dan selesai.
Mungkin kita tunggu sebentar dan biarkan dingin.
Bagaimana jika semuanya masuk ke pos damkar?
Masuklah ke pos, kita minum, mendinginkan diri sebentar.
Aku lihat videonya. Damkar tampan?
Kita bukan teman, Andy.
Kita tak bercanda.
Jika kau mau jadi istriku dan bertengkar seperti dulu,
aku siap untuk itu, tetapi berpura-pura berteman?
Ayolah.
Tidak.
Hei! jangan sentuh itu! Di mana orang tuamu?
Aku benci anak remaja.
Vic bilang putriku yang manis akan jadi satu dari mereka sebentar lagi.
Ben Warren? Hai. Jika kau ingat aku.
Ingrid Saunders.
Tim ini menyelamatkan tokoku di Seaway,
dan aku, sebenarnya.
Kau, Ben Warren, khususnya, mengeluarkanku dari sana.
Aku mau berterima kasih langsung.
Kau terlalu ramah, tetapi itu pekerjaan kami.
Kau menyelamatkan nyawaku.
Ayahmu menyelamatkan nyawaku.
Terima kasih.
Kau bayar dia untuk mendekatimu di depanku?
Aku tak membayarnya untuk mendekatiku.
Damkar 19 diminta ke Jalan Avenna di Grove.
Kau siap, Warren?
-Itu kita. -Ayo lakukan.
Kau harus ganti perban dua hari sekali, dan jangan kena es langsung.
Jangan sampai basah.
Terima kasih.
Ayo, Sayang, kita beli es krim.
Baik.
- Kau tak apa? - Ya.
Carina.
Hei, tak apa-apa bersedih, sah-sah saja.
Aku tahu.
Kau tak perlu pura-pura baik demi kebaikanku.
Aku di sini untuk bekerja, Maya.
Tetapi pertanyaan untukmu...
bagaimana jika kubilang tak mau lakukan seks lagi?
Apa?
Ya, dan aku tak mau membahasnya denganmu,
tak mau mendebatkannya,
aku hanya mengatakannya dan selesai.
Seperti ini. Duar.
Aku sebenarnya, tidak sedih, aku...
Aku harus pergi bekerja.
Ini berbeda, karena kita suka seks.
Revenna dan Grove. Cukup dekat dengan tempat kalian temukan kami.
Ya, pusat bilang ada beberapa tenda di dekat jembatan.
Apa aneh panggilan pertamaku denganmu di perkemahan tunawisma?
Mungkin, tetapi, sejujurnya, hal semacam ini selalu terjadi.
Kau berpikir seseorang melakukan sesuatu.
Kami coba lakukan layanan kesehatan keliling, tetapi...
tak ada yang percaya. Mereka pikir kita mau usir mereka.
Bukan itu maksudku, maksudku...
Lupakan saja.
Maksudmu kau berpikir orang akan lakukan sesuatu mengenai fakta
No comments yet. Be the first to leave one.