We Own This City

We Own This City

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

We Own This City S01E05 Part Five 1080p HMAX WEB-DL DD5 1 x264-NTb
A Commentary by Vilanelle
Resync for HMAX

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
Published on: 2022-05-24
Downloads: 48
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Tapi itulah Jenkins.

Dia tak peduli apakah besok masih hidup.

Baiklah. Mari beralih kembali kepadamu.

- Kau bergabung dengan kepolisian... - Tahun 2005.

Dimulai di Northwest.

Kau bilang kau melakukan perampokan kecil...

Di tempat seperti Menara Belvedere saat itu.

Itu sekitar tahun 2008.

Hanya meminta pungutan pada orang, seperti kataku. Bukan hal besar.

Kau mengalami luka tembak pada tahun 2006.

Bagaimana kejadiannya?

Aku tertembak saat ada pria coba merampokku dan dia tertembak.

Ada di laporan. Kau bilang... Aku yakin kau punya semua itu.

Sebenarnya, kami punya informasi yang bertentangan soal insiden itu.

Bertentangan?

Satu sumber mengindikasikan penembakan itu terkait narkoba.

Pembalasan atas penyelundupan yang kau lakukan.

Siapa yang memberitahumu?

Rayam?

Astaga, Jemell hanya mencoba menjilat kalian...

Jika dia mengatakan hal-hal seperti itu tentang aku.

Itu bahkan tak bisa dipercaya. Apa-apaan itu?

Maksudku dia temanku, tapi dia selalu punya masalah.

- Masalah apa? - Dia suka wanita, misalnya.

Pria ini menghabiskan waktunya untuk meniduri wanita.

Maaf, Nona Jensen.

Semua ini berawal saat dia masih berseragam.

Dia terlibat dengan dunia gelap sejak awal.

Jemell sudah menikah...

Tapi dia punya pacar, Crystal Ferguson.

Kau ingin aku... Baiklah, sampai jumpa.

Wanita itu kenal para pemain liga MLK.

Kapan mereka ada di rumah, kapan mereka pergi.

Dia memberi tahu Jemell, kapan rumah mereka bisa dimasuki.

G-Money mengatakan itu?

Lucu sekali, dia bersikap seolah-olah dia suci sekarang.

Baiklah, pria sialan ini.

Apa Crystal Ferguson memberimu target perampokan?

Mungkin saja. Aku tidak ingat persis.

Ini saat kau dan Detektif Gondo...

Ada di Divisi Dampak Kejahatan Kekerasan?

Tidak, itu setelahnya.

Kami tidak berada di divisi itu bersama.

Dengar, kami melakukan sesuatu, tapi terpisah.

Pada tahun 2009, kau menembak mati seorang warga, Shawn Cannady...

Di gang dekat Jalan Pimlico.

Pembelaan diri.

Bukan hanya satu.

Jemell menembak tiga orang tahun itu.

Tiga.

Keluar dari mobil sekarang!

Rayam bilang dia melakukan itu.

Dia tidak pernah menyangkalnya.

Membuat seolah pengemudi Lexus itu menggunakan mobilnya sebagai senjata.

Katanya Lexus menabrak Giordano.

Jemell lolos dengan itu.

Palmere ada di sana, melatih temanku.

Palmere, Wakil Komisaris?

Ya, saat itu dia kolonel. Tapi ya.

Kolonel.

Hati-hati menuliskan pengemudi Lexus itu...

Mengemudikan mobilnya ke arahmu.

Kau merasa nyawamu dalam bahaya.

Baik.

Penembakan Cannady itu dibenarkan.

Lalu kau diskors selama dua tahun.

Ya, mereka menyelidiki pencurian dalam penghentian Gary Brown.

Kau berbohong kepada Provos soal itu.

- Benar. - Diskors dan tetap digaji.

Bisa dibilang kondisiku tidak pasti, ya.

Dan saat kau selesai diskors tahun 2012?

Ya, aku bergabung dengan Satgas Pelacakan Senjata.

Untuk apa aku membayarmu 500 dolar per jam?

Aku di sini karena ini rumah

Mundur!

Baltimore adalah contoh...

Kegagalan dasar untuk hentikan pelanggaran hukum.

Tidak ada keadilan, tidak ada kedamaian!

Seruan tidak ada keadilan, tidak ada kedamaian.

Tidak ada keadilan, tidak ada kedamaian!

Di mana ada asap, ada api.

Ini gangster bergaya 1930.

Detektif Gondo, kau bergabung dengan Satgas Pelacakan Senjata 2010.

Dua tahun sebelum Rayam.

Dia berpindah-pindah selama beberapa tahun.

Saat itu dia sedang diselidiki Provos.

Sebelum Rayam ada di Satgas, apa yang terjadi di dalam regu?

Tidak ada yang tidak pantas.

Tidak ada kriminal.

Lalu setelah dia kembali dari skorsnya dan bergabung kembali?

Keadaan tampak memburuk.

Itu saja untuk saat ini.

Gondo tidak keberatan membicarakan pria yang dia bilang adalah temannya.

Teman semacam itu.

Astaga, sulit dipercaya.

Rayam lakukan semua penembakan itu, berbohong kepada penyidik...

Tertangkap karena kebohongan itu...

Dan saat dia diskors, mereka memberinya hadiah...

Dengan menempatkannya di salah satu tim paling elite di BPD.

Orang bagus akan direkrut.

Mei 2016

12 Bulan Sebelumnya

Tak ada identitas?

Tidak ada padanya.

Rigor bilang dia sudah cukup lama di sana.

Aku akan mulai menanyai sekitar.

Kau baik-baik saja?

Apa kabar, Pak? Aku Detektif Sean Suiter.

- Namamu? - Aku tak mau memberi tahu namaku.

- Kau tinggal di sekitar sini? - Aku tinggal di Bond, dekat Preston.

Apa kau melihat atau dengar sesuatu yang berkaitan dengan ini?

Mungkin semalam.

Omong-omong, kau mengenali korbannya?

Aku akan jujur kepadamu, Detektif, untuk menghemat waktumu.

Aku tak bicara dengan polisi.

- Aku bagian pembunuhan. - Tak ada bedanya bagiku.

Tak ada yang langsung masuk ke Divisi Pembunuhan.

Apa kau salah satu polisi menyamar?

Aku sempat melakukannya, ya.

Beberapa dari kalian merampok orang.

Aku sendiri dirampok.

Dengar, bukan masalah pribadi.

Tapi aku tinggal di Baltimore seumur hidupku.

Aku tahu.

Aku tahu.

Jika ada yang terpikirkan, silakan telepon.

Sean, rumah-rumah ini...

- Apa lagi yang kau punya, Charlie? - Apa yang kau inginkan?

Ada pelanggaran Amendemen Keempat, penggeledahan tanpa surat perintah.

Kau tahu apa yang akan dikatakan warga di pinggiran kota?

Kau tahu yang akan dikatakan setengah negara...

Jika mereka membaca ini?

"Mereka mungkin tidak bersalah atas sesuatu...

Pada hari mereka diberhentikan atau dirampok...

Tapi mereka jelas bersalah atas sesuatu."

Lalu?

Jadi, maksudku, dalam pikiran orang kulit putih Amerika...

Orang-orang ini bukan korban. Mereka pantas mendapatkannya.

Ahmed benar tentang persepsi publik.

Dengar, kami menggali kasus di mana Kepolisian Baltimore...

Mendatangi orang-orang yang bukan pengedar narkoba.

Yang tidak melakukan hal kotor.

Orang-orang ini tidak punya tuduhan sebelumnya...

Di luar kepemilikan ganja sederhana atau pelanggaran lalu lintas.

Aku punya klaim bahwa polisi merampok warga yang baik.

Tunggu, mari kita lihat.

Ini dia.

Nama pria itu James Otis. Kau harus bicara dengannya.

Dia berselisih dengan pria yang kita kenal dan cintai.

Teman lama kita. Baiklah, aku akan bicara dengannya.

Kita punya waktu untuk menambahkan sentuhan akhir pada dekret.

Itu Gondo.

Perhatian, subjek telah datang.

Kita tunggu sampai kita yakin dia tidak keluar lagi, lalu bergerak.

Dimengerti.

Hei, aku bisa melakukan ini untukmu.

Kau bisa melakukannya untukku?

Maksudku, untuk berjaga-jaga.

Berjaga-jaga apa?

Aku hanya bilang, ini gelap dan kau merangkak di sana.

Ini gelap dan aku tersesat...

Di sekitar interior Chevrolet?

Kurasa itu tidak terdengar benar?

Kau ingin terdengar seperti apa?

Seperti pria kulit putih paruh baya dari tahun 1974.

- Tidak, kau cukup berhasil. - Ya.

- Kami siap. - Diterima.

Kami melihatnya bergerak.

Ayolah.

Tes. Kau bisa mendengarku?

- Baiklah. - Dia keluar.

Dimengerti. Kami melihatnya.

Kami mendengarmu begitu kau masuk. Sangat jelas.

Diaktifkan suara. Jadi, begitu kau membuka pintu, itu menyala.

Baik, kita sudah siap. Aman.

Astaga, tidak. Kurasa aku mengacaukan rambutku.

- Johnny. Bagaimana rambutku? - Bagus. Cukup, terima kasih.

Tidak ada selongsong di sekitar tubuhnya.

Mungkin dia dibunuh dengan revolver.

Atau selongsongnya diambil.

Ya.

Autopsi akan memberi tahu kita besok pagi.

Kita tak akan dapat banyak bantuan dari warga.

Pria yang bicara denganmu tadi kasar kepadamu, ya?

Dia benar tentang beberapa hal.

Dia punya kebenaran, aku punya jalanku.

Aku memilih itu untuk sampai ke sini.

Aku suka pekerjaanku sekarang.

Aku tidak mau dramatis soal itu, dan bilang ini tugasku.

Tapi berada di Divisi Pembunuhan...

Melakukan pekerjaan seperti ini, rasanya tepat.

Bekerja dengan narkoba bukan masa terbaikku.

Maksudku, itu tidak ada gunanya, sungguh.

Dan aku melihat beberapa hal.

Itu sudah lama sekali.

Kau mau lagi?

Aku yang traktir.

Kalau begitu, biar kupesan sesuatu dari rak atas.

- James Otis. - Benar.

Nicole Steele, Departemen Kehakiman. Terima kasih.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left