The first 200 lines.
Hari ini aku akan berdoa.
Aku akan berdoa bahwa Tuhan, seperti biasa, tak melihat.
Aku akan berdoa Dia bangun terlambat dan tak datang ke kantor.
Aku akan berdoa hari ini akan berbeda,
akan jadi baru.
Hari ini, aku akan berdoa untuk kedamaian,
atas nama mereka yang dianiaya dan diabaikan,
dan keparat yang berutang uang kepada kami.
Amin.
- Tn. Charlie. - Hei, Angela.
Kau dan aku harus bicara sebentar.
Ada apa?
Aku tak mau polisi ke sini, ya?
Mereka bertindak liar, gila. Mereka menarik perhatian semua orang.
Astaga. Maafkan aku. Aku akan bicara kepada mereka.
Tidak, kau katakan itu dua bulan lalu dan tak berubah sama sekali.
Sepertinya kau biarkan dia bertindak sesukanya.
- Itu tak adil, Angela. - Itu adil, Angela.
Tidak, itu tak benar. Bocah tetap bocah. Kau tahu itu.
Tetapi aku akan bicara dengannya sekarang.
Kau urus masalahmu, ya?
Aku muak dengan hal ini.
Merendahkan nilai properti semua orang!
Kau yang diam. Jangan mendiamkanku.
Hei. Ini aku.
Kubawakan makan siang.
Begini. Angela membentakku di tengah jalan
tentang kau dan teman-temanmu.
Kalian jangan terlalu bising, ya?
Aku muak mendengarkan kegilaannya.
Aku harus melakukan tugas,
jadi kutinggalkan uang sakumu di meja makan.
Kau mau membantuku soal ini? Tak bising?
Kau berjanji? Baiklah.
Kecil. Lingkaran kecil. Baik. Sampai jumpa.
"Bumi."
"Venus."
Calvin!
Calvin, kau bisa dengar aku? Jangan pura-pura tuli.
- Apa? - Kau sudah minum obat?
- Belum. - Minum obatmu, Calvin.
Aku bahkan tak suka pil.
Bangunlah dan pergi ke sekolah.
Tak ada sekolah hari ini.
Kau bisa berhenti berbohong?
Sekolah menelepon dan berkata kau cuma datang saat makan siang.
Makan itu penting. Harus beli tiket makanan.
Ayo bangun dan pergi! Aku tak main-main!
"Aku tak main-main, Calvin."
Jangan mengolokku, Calvin.
Aku bersikap baik.
- Kau pikir itu tak lucu? - Tidak.
Tidak.
Tak bisa mujur. Hari ini ada pelajaran apa?
- Matematika. - Matematika? Kau suka matematika, ya?
- Ya. - Baik. Aku akan membantumu berlatih.
Baik. Berapa lima kali lima?
Dua puluh lima.
Makanlah, Sayang.
Terima kasih, Bu.
Kau harus mengurusnya hari Jumat. Gloria dioperasi.
Jadi, kembali ke klub.
Ya, kembali ke klub.
Kita kekurangan uang di sini, jika saja kau belum tahu.
Kekurangan uang?
- Lucu kau mengatakan begitu. - Apa yang lucu?
Makan sarapanmu.
Bagus, Bu.
Baiklah.
Berapa sepuluh kali sepuluh?
- Seratus. - Astaga.
Hentikan bualan ini dan pergi ke sekolah. Sekarang.
Baik. Ya ampun.
- Nicky, aku tak bercanda. - Baiklah.
Apa itu?
Ibuku mengajari pepatah ini,
"Kesedihan itu bagai harta. Kau hanya tunjukkan kepada teman."
Aku pergi ke sekolah, mendapatkan "pen-di-di-didikan-ku".
- Kau tak bersekolah setahun. - Sekolah itu asyik, Calvin.
Benar. Sekolah itu asyik!
Isi otak itu dengan pengetahuan. Paham?
Lalu kehidupan mengajariku harta yang harus tetap dikubur.
Teman-teman, aku kembali ke sekolah! Aku ke sekolah!
Kau tak begitu. Hentikan!
Ikut aku. Aku akan kembali.
Apa kabar, Greg? Lama tak berjumpa. Bagaimana kabarnya?
- Kau teler. - Sampai nanti, ya.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Ini untukmu.
Terima kasih.
- Hai. - Hai. Apa kabar?
Baik. Mari lihat.
Baik. Kau punya tanda pengenal?
Hanya itu tanda pengenalku.
Kami perlu dua tanda pengenal. Itu kebijakan kami di sini.
Aku baru keluar dari penjara.
Aku tak membuat aturannya, ya?
Tak apa. Baiklah. Biar kuberi nomor petugas pengawasku.
- Kami masih perlu dua tanda pengenal. - Dia akan menjelaskannya.
Apa kau punya SIM?
Aku tak punya SIM.
Aku baru keluar dari penjara.
Tak apa-apa.
Hubungi saja nomor ini.
Aku tak bisa.
Maaf.
Kau tak menyesal.
Berikutnya.
Aku serius, Calvin. Kau pemuda yang sangat cerdas.
Maksudku, bahkan mungkin berbakat.
Tahun lalu kau termasuk sepuluh besar di PSAT,
- dan tahun ini di SAT... - Tidak.
Jika kau berfokus, entah sejauh mana kemampuanmu.
Venus.
Maaf?
Aku akan menggunakan kegeniusanku,
untuk pergi ke Venus.
Aku berusaha serius...
Aku juga serius.
Aku akan mengupayakan agar kau bisa ikut ujian ulang.
Tetapi kau harus berfokus,
dan sungguh, jangan menjawab tiap pertanyaan dengan "D".
Maksudku, kenapa kau melakukan itu?
- Kau sungguh ingin tahu? - Ya.
"D" itu untuk "dikutuk".
Baik. Hajar dia! Astaga, apa?
Apa?
Ayo. Bangun.
Hei! Tunjukkan keganasan!
Itu kekejaman East Side!
Kita sudah tiba.
Terima kasih, Nicky.
Minta dokter melakukan aborsi, ya?
Diam, Calvin! Dasar bodoh.
Entah kenapa kau bersikap sok mulia denganku.
Kau tak peduli dengannya.
Entah kenapa kau sok peduli.
Aku tak membantahnya. Aku dan Jesse akan pergi ke tempat lain.
Kau tetap di sini dan membesarkan bayimu
sebab aku tak mau di sini untuk bualan itu.
Dia tak akan dapat jubahnya. Tidak bisa.
Kita hidup menjalani waktu pinjaman.
Menari dari mimpi ke mimpi di antara mimpi buruk
bagai bocah ketakutan menunggu dijemput ibunya dari sekolah.
Dan dia akan bertanya, "Bagaimana keadaan harimu?"
Polisi! Lari!
Ayo! Lari!
Bangun!
Ya! Ayo!
Ya! Kau mau apa? Kemarilah.
- Jangan biarkan dia kabur. - Hajar dia.
Baik, kau lebih suka makan kacang polong seumur hidupmu atau brokoli?
Brokoli.
Baik, kau lebih suka makan ayam atau steik?
- Steik. - Sudah kukira kau memilih steik.
- Apa kabar, Shawn? - Selamat datang kembali.
- Perlu potong rumput? - Tidak usah.
Baiklah.
Astaga, Greg.
Sudah lama. Kapan kau bebas?
Astaga. Sepekan lalu.
Kau tampak bugar.
Aku tahu cuma bisa angkat beban di penjara, tetapi berhasil bagimu.
Ya, begitulah.
Kulihat ada oli di bawah mobilmu di jalan.
Kau sudah dicarikan pekerjaan?
Aku masih dalam daftar tunggu, tetapi aku di sini, berfokus pada diriku.
Ya. Bagus untukmu.
Jika perlu reparasi atau sesuatu,
apa pun yang mampu bagimu, boleh saja.
Terima kasih, tetapi sebenarnya, aku tak terlalu punya uang saat ini.
- Tetapi... - Aku paham.
Kau perlu dikepang? Kulakukan gratis.
Kurasa belum cukup panjang. Beberapa bulan lagi, mungkin.
Ya. Hampir.
Nona.
Baiklah.
Jika sudah panjang, kembalilah menemuiku. Gratis, demi masa lalu.
Baiklah.
Jaga dirimu.
- Aku senang melihatmu. - Ya.
Sampai jumpa.
Tengah kota. Sial tengah kota.
Kau ahli.
Sial. Astaga. Tunggu. Pelan-pelan.
Kami? Aku?
Sial. Ya.
Persetan kau!
Kau ketakutan. Terbanglah!
Bajingan itu tak benar, Nicky. Ada apa itu? Aku serius.
Hei. Tunggu. Dengar, tunggu...
Nicky, aku tak bisa melakukan aborsi, aku muak Calvin mengatakan itu.
Dia cuma bercanda, ya?
- Aku akan urus itu. Jangan cemas. - Dia tak akan urus apa pun.
Pergilah kau sebelum kulempar dengan sandal.
Hei, Curtis, kemarilah. Ada apa denganmu?
Tunggu!
Dasar kulit putih sampah, bajingan mirip Seabiscuit.
Ada semua raja kulit hitam ini
No comments yet. Be the first to leave one.