The Sisters

The Sisters (Pee chong air)

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Sisters 2004 WEB-DL FMZM
A Commentary by Doyan_Nonton

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2020-01-19
Downloads: 57
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

The Sisters

Selama ini aku mencarimu.

Aneh, akhirnya malah kau yang menemuiku.

Jadi, apa kau sudah siap menceritakan semua yang terjadi?

Jika kejadian ini menimpamu,...

...mungkin kau tak mau bertemu siapapun lagi.

Sabtu, Pukul 02.00 Pagi

Apa kita sudah hampir sampai?

Barang-barang ini berat. Kenapa kita tidak pakai lift?

Kenapa denganmu?

Berhenti mengeluh. Mengganggu saja.

Hei!

Sial.

Kita sudah nyaman bekerja di Bangkok.

Sekarang kita ganti tempat.

Ide siapa ini?

Ideku.

Aku tahu tempat dengan bayaran bagus untuk kalian.

Apa lagi yang kau inginkan?

Di Bangkok, musisi yang lebih bagus akan mencuri panggung kita.

Bukankah tempat ini dekat dengan tempat tinggalmu?

Kenapa kau tidak tidur di rumahmu saja?

Agar tempat ini lebih luas untuk kami.

Jangan urusi aku.

Ayolah.

Kami akan main kartu sebentar sambil menunggu pagi.

Pulang saat subuh seperti ini tidak aman.

Hei! Sedang apa kau?

Gunakan kamar mandi jika ingin buang air.

Aku tahu. Sudah tak usah berisik.

Hei, kau lihat apa?

Kau lihat kain itu?

Apa sudah ada saat kita pertama masuk?

Entahlah. Kurasa aku tidak melihatnya.

Tapi.. aku juga tidak lihat.

Dasar.

Selalu saja menakutiku.

Hei! Aku juga tidak lihat.

Aku juga baru lihat sekarang.

Hei! Apa yang terjadi?

Kalian payah.

Wajah kalian langsung pucat.

Dasar!

Apa ini leluconmu?

Apa kau takut?

Jangan!

Jangan! Aku serius!

Boy? Kau mau ke mana?

Berhentilah.

Kalau tidak, aku akan benar-benar marah.

Kob pergi ke mana?

Entahlah.

Tiba-tiba dia pergi.

Kenapa di sini panas sekali?

Siapa yang mematikan AC-nya?

Tidak ada.

Uan, ada apa?

Tidak. Bukan apa-apa.

Siapa yang melepas ini?

Cepat pasang lagi, atau kita akan ditegur.

Yai, pasangkan kembali.

Kenapa aku?

Lakukan saja itu.

Tidak bisakah kau membantu temanmu?

Hei! Kalau tidak bisa, jangan dipaksakan.

Biar aku saja.

Kenapa kau melihatku begitu?

Yai, kau mau ke mana?

Yai!

Sial.

Jadi aku yang harus memasang ini.

Uan, ada apa?

Hei..

Halo?

Pim, jangan tanya apa-apa. Cepatlah ke bawah.

Tunggu. Halo? Halo?

Nui, ayo pergi.

Nui, bangun.

Nui..

Nui, ayo pergi dari sini.

Nui.

Hei..

Kalian semua melihatnya, 'kan?

Boy!

Boy. Bertahanlah.

Boy!

- Boy! - Tolong!

Boy!

Kurasa ini lebih dari sebuah kecelakaan.

Menurutmu?

Hei, apa yang kau takutkan?

Wanita itu.

Sabtu, Pukul 11 Pagi

Pim, sudah kabari keluarganya?

Pim.

- Pim. - Ya?

Sudah telepon?

Sudah, tapi tak ada jawaban.

Aku ingin pulang.

Hei. Bagaimana dengan Boy?

Kalian akan meninggalkannya?

Dia sudah mati.

Tapi dia temanmu.

Tapi aku mau pulang.

Semalam kau tak mau pulang.

Kau bilang rumahmu lebih buruk dibanding penjara.

Kenapa sekarang kau mau pulang?

Entahlah. Tapi saat ini, aku ingin pulang.

Aku juga ingin pulang.

Namaku Tawan, aku sudah lama berada di sini.

Aku tidak bisa mencari jalan pulang.

Bawalah aku ke rumah bersamamu.

Apa-apaan?

Kita tidak satu rumah.

Tak apa-apa. Aku ingin tinggal bersamamu.

Dasar gila.

Baiklah, aku akan cari orang lain yang mau mengajakku.

Tunggu.

Kau tinggal di mana?

Di sini, ini rumahku.

Sini, biar aku lihat.

Apakah mirip?

Siapa wanita di foto ini?

Itu kakakku, Saengdao.

Dia bekerja di hotel.

Dia masuk ke kamar bersama seorang pria berjam-jam.

Aduh!

Berhari-hari kemudian,...

...polisi menemukan jasadnya di bawah ranjang.

Tapi.. kepalanya hilang.

Apa polisi sudah menangkap pembunuh kakakmu?

Sebentar. Lupakan tentang itu sekarang.

Jadi, di mana kepalanya?

Pria itu memotong kepalanya...

...dan mengikat rambutnya di ventilasi AC.

Bagaimana polisi menemukan kepalanya?

Dasar bodoh.

Kau biasanya paling tahu.

Kau sudah lihat di mana kepalanya.

Pergi!

Jangan dekati aku!

Menjauh dariku!

Kubilang jangan dekati aku!

Pergi!

Letakkan senjatamu. Sekarang. Letakkan.

- Kob. - Kob, jangan!

Jangan mendekat.

- Kob, letakkan senjatanya. - Jangan tembak.

Kob. Jangan.

Kob!

Kob!

Ada apa denganmu?

- Kob. - Jangan mati.

- Kob. Bertahanlah. - Kob.

Jangan mati..

Jangan.

Lepaskan aku!

Aku tidak ingin mati. Aku mau pulang.

Lepaskan aku. Aku mau pulang.

Aku mau pulang! Lepas! Lepas!

Lepaskan. Lepaskan.

Kob!

Kob!

Yai, cepat!

Kob!

Apa kalian biasa mengkonsumsi narkotika?

Tidak.

Sungguh?

Tapi, apa yang kau ceritakan sekarang...

...sangat berbeda dengan laporan polisi.

Halusinasi bisa saja karena pengaruh obat-obatan.

Polisi menemukan obat di dalam celana temanmu setelah kalian pergi.

Sabtu, Pukul 11 Pagi

Kabar baru?

Tak ada yang kenal orang bernama Tawan.

Bahkan namanya tak pernah ada dalam daftar pasien.

Lalu, bagaimana dengan mayat yang ditemukan di dalam hotel?

Semua orang berkata mereka tak pernah mendengarnya.

Apalagi soal mayat tanpa kepala.

Kita membicarakan mayat wanita, bukan pasien.

Bagaimana dokter bisa tahu soal itu?

Sial.

Siapa lagi yang bisa kita tanyai?

Aku tak tahu namanya.

Dia tak punya saudara ataupun teman.

Jadi, kami langsung mengkremasinya.

Meski mereka belum menemukan kepalanya.

Apa dari pihak hotel akan bertanggung jawab atas kejadian itu?

Tak ada yang mau membahasnya.

Setelah upacara kremasi, semua orang tutup mulut.

Mereka bahkan tak mau mengembalikan kepalanya.

Lalu, ini menjadi kutukan bagi tiap orang yang melihat wajahnya.

Mereka akan meninggal tanpa sebab.

Atau menjadi gila seperti Sem.

Jadi, adakah orang lain yang melihatnya seperti kami?

Sem.

Sem, keluarlah.

Sem adalah orang yang membawa kepalanya...

...keluar dari ventilasi AC.

Semenjak itu, dia selalu dihantui kepalanya tiap malam ketika tidur.

The Sisters subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The Sisters

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left