9-1-1: Lone Star

9-1-1: Lone Star

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

9-1-1 Lone Star S02E05 Difficult Conversations-DSNP-WEBDL
A Commentary by Sh1Ft3R
𝗗𝗶𝘀𝗻𝗲𝘆 𝗛𝗼𝘁𝘀𝘁𝗮𝗿

Tags

webdl
web
WEBDL
Published on: 2022-01-24
Downloads: 74
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kau baik-baik saja?

Ya, aku baik-baik saja. Kau baik-baik saja?

Ya. Aku hanya menyusun tuntutan hukumku di kepala

melawan perusahaan tes kehamilan jika ini semua adalah kesalahan.

Kesalahan? Menurutmu ini bisa jadi kesalahan?

Atau saat kau bilang kesalahan, maksudmu...

Owen, kita sudah membahas ini.

Pembahasan soal tak melakukan pembahasan?

Kecuali ada yang perlu dibicarakan, ya.

-Aku tahu. Aku tidak melakukan itu. -Baiklah.

Baiklah.

Kau memang hamil. Kalian berdua mengalahkan peluang.

"Jangan pernah memberitahukanku peluangnya."

Itu Han Solo. Itu kebiasaannya.

-Jadi, kurasa itu bukan menopause. -Tidak.

Sepertinya ada yang lolos di saat terakhir.

Bagaimana itu?

Sudah berapa bulan?

Berdasarkan level HCG-mu, kurasa sekitar empat pekan,

tapi USG akan mempersempit kemungkinannya.

Kurasa ini bukan sesuatu yang kalian rencanakan.

Tidak. Ini benar-benar kecelakaan.

Kita bukannya bertabrakan. Ada beberapa kali beradu.

Maksudku ada beberapa kecelakaan

-yang bisa saja... -Baiklah.

Tak mudah untuk mengatakan bagian selanjutnya.

Meski kehamilan geriatrik tak aneh, itu langka.

Ada selembar kertas di map ini yang punya banyak angka menakutkan.

-Ya, aku mencarinya di Google. -Benarkah?

Kau sudah mencari di Google? Aku belum mencari di Google.

Risikonya lebih tinggi.

Bukan hanya untuk bayinya.

Ada komplikasi serius yang juga bisa timbul untukmu.

Risiko naiknya penyakit jantung, penggumpalan darah, preeklampsia.

Bahkan kematian ibu. Aku yakin kau sudah membaca

bahwa ada persentase signifikan bahwa kehamilan semacam ini

berakhir dengan kelahiran mati atau keguguran.

Itu suram.

Apa yang biasanya dilakukan pasangan dalam situasi seperti ini?

-Sejujurnya? -Mereka menggugurkannya.

Itukah rekomendasimu?

Aku tidak merekomendasikan apa pun.

Itu benar-benar percakapan untuk kalian berdua.

Kawan. Kau menghina banh mi buatannya?

Aku pria yang jujur. Dan aioli adalah bumbu berbahaya.

Lemak berminyak dan hambar itu muncul dalam segala hal belakangan ini.

Itu adalah masalah, dan aku memberitahunya.

Kejam sekali. Dia menyiapkanmu piknik lengkap.

Jika kau tak membicarakan hal sulit sekarang,

hal macam itu akan mulai bermunculan dalam segala hal.

Taco ikan, saus tujuh lapis, burger sayur. Lalu kau akan berakhir...

Anak baru.

Apa ada alasan kenapa kau kalah dalam pertandingan gulat

dengan swetermu sekarang?

Ya. Kau mau membantuku?

-Apa kau terbakar matahari? -Tidak. Aku punya tato punggung.

Doktor Z mencoretku dari daftar tunggu.

Tolong katakan itu bukan bertema Star Wars atau Spider-Man.

Pertama, jika aku ingin membuat karakter Marvel, itu pasti Thor.

Kau tak bisa mengomentari. Kau punya kumbang di lenganmu.

-Ini bukan kumbang. Ini lebah madu. -Apa itu menyengat?

Kau tahu bahwa lebah madu menyerbuki sepertiga pasokan makanan kita?

Tidak, kau tak tahu.

Tenang, Bung.

Itu bukan tato punggung. Itu tato bahu.

Tapi itu ada di punggungku. Kau suka?

Itu cukup keren.

Aku mendesainnya sendiri.

Bisakah salah satu dari kalian membantuku?

Aku harus membersihkannya lagi.

Ada kata-kata.

Dua.

Malaikat pelindung. Karena itulah kita.

-Keren, bukan? -Itu keren.

Baiklah. Kamu sudah selesai.

Terima kasih.

Itu juga keren soal lebah madu. Aku akan membantu menyebarkannya.

Sampai jumpa di luar?

Aku akan membiarkan ini diangin-angini sebentar. Ya...

Jadi, tulisannya bukan "malaikat".

Bukan.

"Sudut". Tulisannya, "Sudut Pelindung".

Seorang pria punya kesalahan eja ditato permanen di punggungnya.

Sayang sekali.

Ini 911, apa keadaan daruratmu?

Pacarku tak bergerak.

Kurasa ini serangan jantung.

Di mana pacarmu sekarang?

Di atasku!

Untuk siapa kita di sini, yang lelaki atau wanita?

Yang lelaki. Aku akan menahan liftnya. Unit ambulans dari pusat kota segera tiba.

Sepertinya jantungnya berhenti di tengah kenikmatan sore hari.

Ada cara mati yang lebih buruk.

Dasar lelaki.

Kurasa seharusnya yang ini.

Damkar Austin, bukalah.

Baiklah, semuanya mundur. Ayo.

Menjauh dari pintu.

Maaf. Kukira sudah kubuka. Dia tidak sadarkan diri di ranjang.

Tolong bantu dia. Dia tidak mau bangun. Katakan dia belum mati.

-Tolong katakan dia belum mati. -Nyonya, cobalah tenang.

Tarik napas yang dalam. Duduklah. Mereka akan melakukan semua yang mereka bisa.

Nona, kau tahu apa dia minum atau memakai narkoba?

Tidak. Maksudku sedikit sampanye. Kami hanya bermain-main.

Petugas damkar, bisa membantuku membaliknya?

Ya. Pada hitungan kedua. Satu, dua.

Saluran napas aman, kesulitan bernapas.

Dia takikardia. Sepertinya infark miokardial.

Itu serangan jantung, 'kan?

-Mari siapkan saluran dan memberi nitro. -Kulakukan.

Seseorang harus memeriksa glukosanya.

-Maksudmu ini bukan serangan jantung? -Hanya saja...

Aku hanya bilang kau harus memeriksa glukosanya.

Dia berkeringat. Bisa jadi syok hipoglisemia.

Nyonya, apa kau tahu apakah temanmu diabetes?

Entahlah. Kami tak sedekat itu.

Mereka tampak cukup dekat menurutku.

Glukosa darah 25. Astaga, kau benar. Dia mengidap diabetes.

Lupakan nitronya. Beri saluran dekstrosa.

Bagaimana kau melakukannya?

Dia mulai sadar.

-Tanda-tanda vital stabil. -Syukurlah!

Beruang Pooh!

Duduklah. Biarkan mereka bekerja.

TK, siapkan lift barang itu. Kita akan membawanya turun.

Tetap tenang, Tuan.

Syok hipoglisemia.

Kau menduganya dari seberang ruangan. Apa kau Dokter House sekarang?

Hanya tebakan beruntung.

Kau mengenal dia, bukan?

Kukira begitu.

Itu ayah mertuamu, 'kan?

Itu ayah Grace.

-Lalu itu bukan ibunya. -Bukan.

Modal recehan jadi jutawan! Visi Misi Foya Foya, cuma di RECEH88

Judd?

Kau sedang bekerja sifmu?

Ya, tadinya. Kaptenku mengizinkanku libur siang ini.

Kau ada di sana.

Sarang cinta itu?

Aku ada di sana, ya. Meski aku berharap tidak.

Ya...

Seperti itulah tangan Tuhan. Itu dia.

Ya, Pak.

Dia memanfaatkanmu untuk menghukumku.

Menurutmu begitu?

Aku sudah menjalani jalan yang lurus seumur hidupku, Nak.

Lalu begitu aku tersandung,...

dia mengirim menantuku sendiri untuk menyelamatkanku.

Jika itu bukan tangan Yang Mahakuasa, entah apa itu.

Bukan tangan Tuhan yang harus kau cemaskan.

Kau memberi tahu Grace?

Maksudmu, apa aku mengatakan soal menemukanmu melakukan seks

dengan wanita itu bukan ibunya? Tidak, Pak.

Aku tidak memberitahunya lewat telepon,

karena itu bukan hal yang kubagi dengan orang yang kusayangi.

Ya. Kau sangat sopan.

Tidak, Pak, itu bukan sopan. Tidak ada hubungannya dengan itu.

Kau tahu kata orang soal menembak pembawa pesan?

Kurasa itu peluru yang harus kau terima.

-Ayah. -Hei, Sayang.

Benjamin Williams? Apa kau sadar kau sudah menakuti kami?

Aku tahu, Sayang. Aku minta maaf untuk itu.

Ayah, dengarkan. Kukira kita sudah belajar soal ini.

Kau harus memantau lebih cemas, Ayah. Kau harus melakukannya.

Ayolah, Sayang. Dokter sudah memarahiku.

Aku bilang, "Tunggu sampai gadis-gadisku memarahiku."

Kami baru saja mulai. Ini ketenangan sebelum badai. Ibu?

Aku sudah bilang kepadanya. Selalu bawa peralatanmu.

Apa dia pernah mendengarkan? Tidak selama 35 tahun.

Bagaimana bisa Ayah membiarkan ini terjadi?

Ini...

Ini memalukan. Aku...

Sebenarnya, aku...

Aku memakai terlalu lama treadmill di pusat kebugaran.

Ya, mereka memutar ESPN,...

...dan kurasa aku terbawa suasana menonton pertandingan.

Ayah, aku bersumpah.

Kau bisa melihat futbol dengan duduk di sisi jalan

lalu kau akan menepi dan menatapnya.

Aku yakin kau belum makan.

Ya, aku merasa agak gemetar dalam perjalanan pulang,

jadi, aku berhenti dan membeli susu kocok di restoran hotel.

Kurasa kurang cepat bereaksi. Tiba-tiba, aku pingsan di lobi.

Ya, tingkatnya menukik begitu saja.

Tapi, menantu favoritku ada di sana untuk menangkapku.

Kau sedang bertugas, Judd?

Kamu tidak memberitahuku.

Kupikir dia akan memberitahumu.

Sepertinya Tuhan yang baik menjagamu hari ini.

Benar.

Dia jelas melihat semuanya.

SUDUT PENJAGA

Ini seperti The Tell-Tale Heart.

Setiap kali aku melihatnya, itu menjadi sedikit lebih besar.

Seperti lukisan aneh yang matanya mengikutimu.

-Kau harus memberitahunya. -Aku?

Kenapa aku harus memberitahunya?

Karena kau yang mendukung membicarakan hal yang sulit.

Baiklah, tidak. Bukan "mendukung". Aku hanya bilang itu tindakan yang tepat.

More Indonesian subtitles for 9-1-1: Lone Star

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left