The first 165 lines.
Ya?
Tebak aku siapa?
Ya, kamu Eita.
Sekarang lagi sibuk?
Aku lagi mengatur DPI.
Lagi gabut, ya?
DPI = SENSITIVITAS MOUSE
Oh, iya, hari ini kamu ke rumahku, kan?
Jadi guru bimbel Runa.
Oh, ternyata jadwalnya enggak berubah.
Hm? Memang hari ini, kan?
Nanti bawa manga yang kita bahas waktu itu, dong.
Aku pengin baca.
Boleh saja.
Hore! Aku cinta Yamada!
Iya, sampai nanti.
Oke!
Boleh!
Sabtu pekan depan, kan?
Bisa, kok.
Nanti aku mau main sama Runa!
Senangnya.
SABTU, 3 OKTOBER
Yah...
Ternyata yang memainkan karakter Rurihime
adalah cewek tulen yang sangat manis.
Berdasarkan pengalamanku,
aku yakin 100% kamu adalah cowok.
Tentu saja aku juga sudah bersiap untuk mencintainya,
tapi enggak kusangka kamu adalah cewek yang masih muda.
Rupanya kemampuan prediksiku masih dangkal.
Eng, dari tadi aku sudah bilang,
kalau aku bukan Rurihime.
Selain itu, aku enggak menyangka bisa bertemu orangnya asli.
Setelah mendengar ada nama Rurihime di Forest of Savior,
aku selalu mengejarmu sejak gim sebelumnya,
tapi aku enggak menyangka bakal ternotis.
Bukan hanya manis, kamu juga dikenal sebagai ranker di tiap gim,
Aku akan terlambat. Teman gamer onlineku seharusnya ada di sana, jadi silakan mulai tanpaku. Maaf. Runa
karena alasan itu,
karena alasan itu,
aku sangat bangga sebagai penggemarmu.
aku sangat bangga sebagai penggemarmu.
aku sangat bangga sebagai penggemarmu.
SILAKAN MULAI TANPAKU
Semua itu terwujud dengan cara seperti ini.
Kalau kamu berkenan, aku ingin bergabung dengan guild-mu.
Maaf, aku mau ke toilet dulu.
Dimengerti.
BISA CERITAKAN LEBIH DETAIL?
Kenapa jadi begini?
Ruri enggak datang.
Aku bertemu orang yang enggak dikenal di tempat janjian.
Nona Rurihime? Kamu Nona Rurihime, kan?
Nona Rurihime.
Dia mengira aku adalah Rurihime.
Ditambah dia enggak mau dengar perkataanku.
Iya!
SASAKI
Selamat datang, Yamada!
Halo.
Kamu tampan seperti biasanya!
Runa mengurung diri di kamar dan main gim terus.
Bagaimana mau masuk SMA-mu kalau dia begitu terus?
Runa! Yamada sudah datang!
Yamada!
Halo.
Mohon bimbingannya.
Iya.
Belajar dengan benar.
Tentu saja.
Aku sudah menyelesaikan soal yang kamu suruh!
Lihat!
PUJI AKU
Runa, bukannya...
hari ini kamu ada janji?
Ke-Kenapa?
Enggak, maaf kalau aku keliru.
AKANE
Aku enggak punya janji, kok.
RUNA SASAKI
Sudah kuduga dia enggak mengangkatnya.
Bingung juga.
Berduaan sama orang yang enggak dikenal.
Eng, Nona Rurihime.
Mohon maaf,
Nona Rurihime ada di dalam, kan?
Ini kan toilet cewek...
Yang benar saja?
Nona Rurihime, kamu baik-baik saja?
Perutku agak sakit...
Daripada itu, ini toilet cewek...
Ah, aku sudah menduga hal itu.
Duh.
Pantas saja kamu enggak kembali,
Tempat ini kan...
aku khawatir kamu pingsan di toilet.
Hei! Ini kan toilet cewek!
Nona Rurihime.
Boleh buka pintunya?
Maukah kamu membukanya?
Nona Rurihime.
Itu cuma hal yang sepele, kok.
Selain itu, mungkin dia sudah pulang.
Berarti kamu membiarkan dia sendirian?
Bukan begitu.
Aku mempertemukan dia sama kenalan gim online-ku.
Kenalan gim online?
Dia penggemar berat karakter Kakak.
Waktu mengajaknya bertemu dengan akun Kakak, dia senang bukan kepalang.
Yamada mau ke mana?
Tempat janjiannya di mana?
Buat apa?
Pakai bertanya segala. Itu terlalu berbahaya.
Aku mau ke sana.
Bagaimana dengan bimbelku?
Aku segera kembali, jadi kerjakan saja soalnya.
Tunggu!
Bikin kaget saja.
AKU BAWA CAMILAN
Kukira pintu otomatis.
Eita.
Ada apa?
Wah, dia betulan kirim pesan pakai akunku.
Jahat amat...
Di mana tempat janjiannya?
Eng...
Oh, ternyata lumayan dekat.
Sekitar lima belas menit naik mobil dari sini.
Kenapa?
Runa.
Runa.
Runa! Hari ini kita mau main apa?
Kenapa kita enggak bisa terus begini?
Akane diculik sama penderita ansos?
Apa itu benar?
Aka-Aka-Aka-Aka...
Akane...
Kayaknya aku terlalu melebih-lebihkannya.
Akane!
Terima kasih atas tumpangannya, Kamota!
Kamota, seharusnya belok kanan di persimpangan tadi.
JIMAT AMAN MENGEMUDI
Kamota, kita makin menjauh.
Nanti kalau bertemu Akane kamu harus meminta maaf.
Enggak mau!
Sudah cukup. Itulah alasanmu dibenci di sekolah.
Enggak peduli.
Aku punya 300 teman online.
Akane! Bagaimana ini, Yamada?
Kamota, tolong perhatikan jalannya.
Kalian memanggil namanya terus...
Enggak jelas banget.
Lagian, kenapa memasukkan dia ke guild tanpa persetujuan dariku?
Hei...
ITU GUILD-KU
Kalau pemain lama menolak pemain baru terus, nanti gimnya bisa kehabisan konten.
Bersikap toleran sedikit, dong.
Apa, sih?
Dia...
berusaha akrab denganmu, kan?
Sabtu pekan depan, kan?
Iya, bisa, kok.
Oke, kita berpencar untuk mencarinya.
Akane! Akane!
No comments yet. Be the first to leave one.