Release info

왼손잡이 아내ㆍLeft-Handed Wife E29 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Download di oppa.kdramaindo.tv. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-02-14
Downloads: 23
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku tidak tahu Nam Joon menyukai hal seperti ini.

Do Kyung.

Siapa kamu?

Maaf, apa...

Apa maksudmu?

Siapa kamu?

Kenapa kamu terasa seperti Soo Ho?

Do Kyung.

Bagaimana kamu bisa memberikan pertolongan pertama kepada ayahku?

Apa?

Apa kamu sekolah kedokteran?

Tidak semua orang bisa memberikan pertolongan pertama seperti itu.

Kamu mengikat tali sepatuku seperti ini, bukan?

"Tujuh panggilan tidak terjawab, Oh San Ha"

Jadi? Kamu sudah menemui Park Do Kyung

atau belum?

Sudah,

tapi dia terburu-buru,

jadi, aku tidak bisa menanyakan yang ingin kutanyakan.

Apa yang ingin kamu tanyakan?

Ibu.

Ya, ibu di sini, jadi, katakan saja.

Kenapa kamu memanggil ibu dengan amat serius?

Ayah.

Ya, San Ha.

Orang lain mungkin bilang aku gila.

Tapi kalian selalu memercayaiku

bagaimanapun situasinya.

Karena kalian selalu memihakku apa pun yang terjadi.

Ya.

Maka berhentilah menunda-nunda dan katakan saja.

Begini...

Ini mungkin terdengar aneh,

tapi Do Kyung...

Maaf aku membalas semalam ini.

Kamu senggang sekarang? Aku akan menghampirimu.

Ada apa?

Maaf, tapi aku harus keluar.

Jangan menungguku dan tidurlah lebih dahulu.

San Ha!

Apa... Sayang, ada apa dengan dia?

Kenapa dia tiba-tiba membahas Park Do Kyung?

Entahlah.

Halo, Do Kyung.

Aku keluar sekarang.

Baik, sampai jumpa di sana.

"Hasil tes DNA"

"Park Soon Tae dan Kim Nam Joon tidak berhubungan darah"

"Tidak cocok"

Ini saatnya membayar

karena kamu tidak tahu tempat dan mendambakan

milik Do Kyung.

Ya, aku sudah bertindak secukupnya agar dia mendapat pesannya.

Cho Ae Ra.

Kamu...

Dia ibuku?

Ibumu memberikan bola salju Giverny kepada ayah.

Giverny?

Ini tempat seniman Perancis, Monet, tinggal.

Itu tempat kami kali pertama bertemu.

Ini kini milikmu.

Ayah.

Ayah.

Ayah.

Ayah.

Ayah!

Ayah!

Ayah!

Ayah!

Ibu?

Sebentar, Pak.

Ibu...

Ibu!

Anak ibu, Do Kyung tersayang.

Apa kamu sedih karena Kakek meninggal?

Jangan menangis, Bu. Ada aku.

Hei, Nak.

Kamu tidak boleh berada di sini.

Ke mana mobilku?

Di mana mobil

yang Ibu belikan untukku?

Hei!

Hei! Apa kamu baik-baik saja?

Halo? Ada pria terbaring tidak sadarkan diri di tanah.

Aku tadi terburu-buru

sehingga kita tidak menyelesaikan perbincangan kita.

Tolong tanyakan sekali lagi secara perlahan.

Akan kuberi tahu semua

yang kuketahui.

Do Kyung.

Aku mengikat

tali sepatumu.

Seperti yang kamu tahu aku tidak ingat

pernah sekolah kedokteran.

Tapi mereka bilang

aku belajar di luar negeri,

jadi, aku tidak bisa bilang pasti

karena mungkin aku memelajarinya di suatu tempat.

Ucapanmu

untuk menenangkanku

saat aku pingsan di perkebunan...

Apa kamu ingat?

"Tidak apa-apa."

"Tidak apa-apa."

Itu

yang selalu kukatakan ke suamiku.

Saat mengalami reaksi alergi terhadap ikan,

kamu bilang kepadaku...

Kamu selalu menyelamatkanku dari bahaya.

Kamu seperti keajaibanku, Nona Oh.

Aku mencintaimu sepenuh hatiku

sampai maut memisahkan kita.

Aku mencintaimu, Keajaibanku,

Mempelaiku, Oh San Ha.

Kata itu

yang selalu suamiku katakan kepadaku.

Aku tahu ini tidak masuk akal.

Aku tahu aku terdengar konyol.

Aku akan mengunjungi Do Ri.

Dia pasti sudah melihat hasil tes DNA.

Kenapa dia tidak bilang apa-apa?

Apa dia belum melihatnya?

Aku harus mendapatkannya sebelum itu.

"Tidak apa-apa."

Yang benar, siapa kamu?

Kenapa kamu

terus melakukan hal yang sama

dan mengatakan hal yang sama seperti suamiku?

Aku tahu kamu bagaimana lima tahun lalu.

Ada citramu yang kuingat.

Jadi, kenapa aku merasa

ada suamiku dalam dirimu?

San Ha.

Aku...

Aku merasakan sesuatu yang spesial dalam dirimu.

Kamu tidak merasakan

apa-apa dalam diriku?

Aku juga mau tahu.

Aku mau tahu kenapa kamu

terasa begitu familier

dari kali pertamaku melihatmu,

kenapa aku tidak bisa berhenti

memikirkanmu.

Aku kira

mungkin dahulu aku sempat menyukaimu

sehingga mungkin itu alasannya

aku terus tertarik kepadamu.

Ya? Halo?

Apa? Nam Joon kenapa?

Nam Joon, apa yang terjadi? Kamu terluka parah?

Ada yang menyerangku.

Apa? Siapa? Kenapa?

Aku tidak tahu. Tapi jangan cemas.

Pindai CT aman.

Tapi bagaimana kamu tahu aku di sini?

Serta kenapa kalian bersama?

Kami bertemu karena aku mau memeriksa sesuatu dengannya

saat aku mendapat telepon darimu.

Ada yang tidak sengaja melihatmu

dan meneleponku dari ponselmu.

Itulah alasan kami bersama.

Do Kyung, maaf, tapi bisakah kamu mengambilkanku air? Aku haus.

Tentu, aku akan segera kembali.

Aku amat lega kamu tidak lebih parah.

Kudengar kamu pergi ke Kantor Kejaksaan.

Kapan kamu keluar?

San Ha.

Apa kamu benar-benar mencemaskanku?

Apa kamu bahkan memikirkanku?

Nam Joon.

Tentu saja aku khawatir.

Baguslah.

Aku juga lega

karena bisa melihatmu lagi.

Ayah, ini aku.

Apa? Nam Joon terluka?

Dia diserang?

Apa maksudmu?

Siapa yang diserang?

Baik.

Urus dia dengan baik.

Ayah ke sana sekarang.

Nam Joon terluka? Bagaimana?

Aku tidak tahu detailnya.

Aku harus ke rumah sakit.

Nam Joon, kamu pasti tahu itu ulahku.

Mari perjelas ini.

Makin kamu bertingkah,

makin aku akan mengincarmu.

Aku akan ikut.

Aku harus melihat

dia cedera separah apa.

Astaga. Kenapa itu terjadi kepada Nam Joon?

Bukankah jaksa sudah melepaskannya?

Kenapa mereka pergi selarut ini?

Ya, ini waktu yang terbaik untuk memeriksa hasil tes DNA.

Tas mana yang dia bawa hari ini?

"Tidak cocok"

"Tidak cocok."

Sekarang bagaimana? Apa dia tahu Do Kyung bukan dirinya sendiri?

I Told You I Was Ill: The Life and Legacy of Spike Milligan subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for I Told You I Was Ill: The Life and Legacy of Spike Milligan

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left