The first 200 lines.
16 Tahun Kemudian
Apa Ryan hanya mengencaniku,
Karena dia ingin bercinta denganku?
Apa dia selingkuhi aku?
Bagus. Ini bagus. Aku suka itu.
Siapa nama selingkuhannya?
"Tidak"? Tidak, tidak, tidak... Aku butuh nama.
Siapa nama selingkungannya?
"Tidak"?
Pertama pacarku, lalu ayahku, dan sekarang kau?!
Aku dikelilingi para bajingan!
Seandainya Ibuku bisa mengatakan sesuatu padaku sebelum meninggal,
Apa yang akan dia katakan?
Kenapa aku buang-buang waktu bicara dengan lembaran kardus?
A,
T,
T,
I,
C.
Attic (loteng).
Loteng? Loteng.
"Alexis, ayahmu dan Ibu, sangat gembira,"
"Untuk bertemu denganmu, anak didalam kandunganku."
"Kau dijadwalkan lahir dua hari lagi,"
"Dan hanya kau yang kami pikirkan atau bicarakan."
"Kami hanya ingin yang terbaik untukmu."
"Kami akan berusaha semampunya untuk menyediakan itu."
"Kami menyayangimu dengan segenap hati kami,"
"Dan tak sabar untuk bertemu denganmu."
"Salam sayang, Ibu dan Ayah."
Kenapa?!
Cepatlah, Alexis.
Kau tak ingin terlambat ke kelas, bukan?
Atas dosamu, dia akan mengambil sesuatu,
Dan kau akan sangat menderita setiap harinya.
Tingginya penderitaanmu akan diberikan kembali 10 kali lipat.
Ini yang tertulis.
Kisahnya sudah disampaikan.
Jangan bergerak untuknya, sayangku.
Alexis.
Alexis? Alexis.
Alexis! Alexis.
Alexis!
Alexis?
Alexis.
Alexis? Alexis.
Alexis? Tidak, tidak, tidak... Alexis? Tidak...
Ingat, tak ada yang perlu ditakutkan.
Mereka hanya akan melakukan tes dan melihat apa yang salah.
Dan Ayah berharap kau merasa lebih baik.
Gambaran yang akan kami dapat dari MRI...
...akan memberikan pandangan lebih baik atas apa yang terjadi.
Dan semoga mendapat sedikit jawaban.
Aku akan selalu berada didalam ruangan bersamamu,
Dan Ayahmu akan berada di ruang samping.
Jika kau merasa ketegangan, ketidaknyamanan atau klaustrofobia,
Lambaikan tanganmu dan aku akan segera mengeluarkanmu, oke?
Dari apa yang bisa aku lihat, semuanya pulih dengan baik.
Tak ada kecacatan atau kekurangan fisik,
Yang mencegah kemampuan untuk berbicara.
Tapi itu hal umum jika setelah peristiwa traumatis atau rangkaian kejadian...
...yang memicu kehilangan kemampuan tertentu.
Kemampuan berbicara adalah hal yang paling umum.
Itu menuntun kita kepada kemungkinan penyebab berikutnya,
Yang bisa menyebabkan kondisimu.
Aku akan merujukmu kepada kolega dan temanku, Dr. Dawson.
Seorang psikiater ternama di negeri ini.
Jika yang menghalangi kemampuanmu berbicara...
...adalah faktor mental dan bukannya faktor fisik,
Semoga dia bisa mampu menyelesaikan permasalahannya.
Terima kasih, Dok. Aku sangat hargai ini.
Hei, aku tahu kau tidak setuju dengan ini.
Tapi kau harus percaya aku.
Kau membutuhkan awalan baru.
Ibumu pasti takkan keberatan dengan itu.
Ditambah, setelah semua yang terjadi baru-baru ini...
Hei!
Hei!
Simpanlah dulu itu.
Kita harus bekerja.
Pergilah.
Hei. Piza sudah datang.
Kenapa kau tidak istirahat?
Saat ibumu dan ayah pertama mulai berkencan,
Ibumu orang yang sangat lepas.
Kau sangat mirip seperti dia.
Kau tahu yang paling membuat Ayah terkesan dengannya?
Yaitu faktanya dia tak suka dipermainkan oleh orang lain.
Dia dulu bekerja di toko es krim,
Dan dia benci bosnya.
Namanya Tom.
Ibumu karyawan termuda disana.
Dan Tom selalu berusaha...
...mempermalukan dia didepan gadis-gadis lainnya.
Benar-benar menyebalkan.
Bukan begitu?
Suatu hari, Ibumu putuskan dia sudah muak.
Dia memanggil Tom, lalu bilang, "Hei, Tom..."
Dia bilang, "Apa?"
Ibumu bilang, "Ada satu perbedaan antara kau dan PSK mati."
Dia bilang, "Ya, sok pintar? Apa bedanya?"
Ibumu bilang, "Kau masih payah ."
Ibumu melepas celemeknya,
Melemparnya ke lantai, lalu berjalan pergi.
Seluruh rekan kerjanya bertepuk tangan dan mereka bahagia,
Karena tak ada yang berani menghadapi Tom seperti itu.
Tom merasa tak enak hingga dia menghubungi Ibumu keesokannya...
...dan menawarkannya untuk kembali bekerja.
Ya, dan aku berpikir, "Wow, itu menakjubkan."
Ibumu pasti bangga denganmu.
Hei...
Besok hari penting.
Habiskanlah pizanya.
Kau masih mengerem seperti Nenek.
Kau semakin membaik.
Apa-apaan?
Apa, kau tuli? Aku bilang, apa-apaan?
Maaf soal itu.
Temanku ini memasang pembalut terbalik pagi ini...
...dengan aplikator yang masih terpasang.
Kau mau ke mana?
Ny. Baker?
Astaga, semoga berhasil.
Pergilah ke arah sini. Ikuti lorong ini,
Belok kiri, dan kau akan bertemu si penyihir.
Kita pemberani, kita bangga,
Orang yang berdiri di setiap kerumunan.
Jadi mari beritahu seluruh sekolah,
Tim futbol Cranston High yang terbaik!
Terima kasih, Britney.
Itu tidak benar-benar termasuk ke setiap kategori tugas,
Tapi kita akan anggap itu ke salah satu puisi bebas.
Siapa berikutnya?
Kau terlambat.
Aku sarankan kau tidak jadikan itu kebiasaan...
...jika kau ingin lulus kelas ini.
"Dibebaskan dari berbicara." Itu hal yang baru.
Baiklah. Silakan duduk.
Siapa berikutnya?
Ada dunia diluar pemahaman.
Terlalu kejam untukku sebutkan.
Itu bukan untuk orang yang lemah, tapi pandangan palsu yang kau cari,
Kau butuh peringatan, perhatikan baik-baik.
Baiklah. Aku suka itu.
Hei, otak kotoran.
Kau menjatuhkan sesuatu.
"Otak kotoran," ya?
Itu pilihan nama yang sering kau dapatkan di rumah?
Kau pikir kau lucu?
Aku hanya penasaran jika kau sering mendengarnya di rumah. Itu saja.
Sangat lucu, otak kotoran.
Kita lihat seberapa lucunya kau sepulang sekolah di parkiran.
Hei, anak baru! Perhatikan jalanmu!
Hei, otak kotoran, siap untuk tertawa?
Kau mau ke mana?
Jika seseorang bilang mereka harus pergi, mereka harus pergi.
Kau mengerti?
Kalung palsu.
Tenanglah dan konsentrasi pada pendulum dan suaraku.
Saat aku mencapai hitungan ke satu,
Kau akan memasuki alam bawah sadar tertinggimu.
Sepuluh, Sembilan, Delapan,
Tujuh, Enam, Lima,
Empat, Tiga,
Dua, Satu.
Siapa namamu?
Kau bisa mengatakannya?
Kenapa tidak?
Siapa yang tidak mengizinkanmu?
Dia butuh bantuan.
Hentikan dia! Lakukan sesuatu!
Oke, saat kuhitung sampai 10,
Kau akan keluar dari situasi alam bawah sadarmu,
Dan kembali normal dan sepenuhnya sadar.
Satu, dua,
Tiga, empat,/ Alexis?
Lima, enam, tujuh,
Delapan, sembilan, sepuluh.
Alexis?
Apa kau sepenuhnya sadar?
Berapa jari yang aku tunjukkan?
Bisa aku minta buku catatannya?
Apa nama ini berarti sesuatu untukmu?
Tidak.
Aku saat itu sekitar...
Aku saat itu sekitar 11 tahun.
Aku menunggu di antrean untuk duduk dipangkuan Sinterklas.
Perlu aku ingatkan, aku tak mau berada disana.
Orang tuaku memaksaku pergi.
Aku melakukannya dengan terpaksa.
Dan hanya ingin secepatnya pergi dari sana.
Kami akhirnya sampai ke barisan depan.
Kemudian Elf mengangkatku.
Menaruhku dipangkuan Sinterklas.
Lalu sebelum Sinterklas mengatakan sesuatu,
Aku menoleh dan melihat sekarung besar berisi mainan...
Aku bilang, "Wow, itu karung yang besar."
Lalu dia bilang, "Ya, itu benar."
Lalu kubilang, "Kau mau tahu kenapa karungnya besar?"
Dia bilang, "Kenapa?"
No comments yet. Be the first to leave one.