Bad Papa

Bad Papa (배드파파)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

壞爸爸ㅡㅡBad PapaㅡㅡE17-18 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-11-07
Downloads: 34
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 17"

Menyerah saja!

Dia akan baik-baik saja. Ayahmu akan melaluinya.

Pasti.

Ibu.

Astaga, sudah berakhir!

Ji Cheol!

Tidak.

Astaga, lihat dirimu, Ji Cheol.

Botol air.

Sang Chul sedang mengambilnya.

Hei, kamu seharusnya membawanya.

Tidak, itu tidak penting sekarang. Dengar. Kondisimu tidak...

Jangan menimpali ucapanku.

Cepat temukan.

Pak Yoo.

Kita menyerah saja kali ini.

Bukankah kamu orang keduaku?

Dasar bodoh.

Kamu orang keduaku. Berhenti bicara omong kosong.

Dia tidak bisa memakai lengan kiri. Dia bisa kalah dengan mudah.

Aku ragu dia akan mudah kalah.

Kalahkan dia lebih awal ketika ronde selanjutnya dimulai.

- Kamu bisa melakukannya. - Ayo, Ayah!

Ayah, Ayah yang terbaik!

Ayah bisa melakukannya!

Ayah!

- Ayo! - Ayo!

Ayolah!

Aku akan

bertahan selama yang aku bisa.

Temukan itu selagi aku bertahan.

Bagaimana kamu akan bertahan lagi? Kita mundur saja sekarang.

Yong Dae!

Aku menemukannya.

Ternyata jatuh di lantai.

Tapi...

Tidak ada air di dalamnya.

Baik. Lupakan. Berikan kepadaku.

Beri aku air.

Lanjutkan saja usahamu, ya? Ayo.

Dia akan kalah jika begini terus.

Apakah Yoo benar-benar terluka?

Terkadang ada masa-masa saat kita dapat kekuatan mendadak,

tapi ini tidak bisa dipercaya.

Ini bukan hanya kekuatannya. Ini tekadnya.

Ayo, Ayah!

Ayah!

- Tidak! - Tidak, lengannya!

- Tidak! - Awas, lenganmu!

- Lenganmu! - Tidak!

- Awas! - Tidak!

Kamu melihatnya?

Apa yang sedang terjadi?

Apakah itu pukulan balasan atau pukulan Rocky?

Ini kejutan yang luar biasa.

Itu bukan keberuntungan belaka.

Artinya, pikirannya telah mengambil alih tubuhnya.

Kamu benar.

Ayah!

Ayah.

- Pukul dia! - Pukul dia!

Kamu harus mengakhirinya sekarang!

- Pak Yoo, pukul saja dia! - Ayo!

- Ayo! - Satu pukulan lagi!

Apa yang kamu lakukan?

- Tidak! - Apa yang baru saja terjadi?

Yoo pasti sangat lelah.

Dia melewatkan kesempatan besar.

Baiklah. Pertandingan dua veteran hari ini

menerima banyak perhatian sejak awal.

Jin Sang Goo versus Yoo Ji Cheol,

Yoo Ji Cheol versus Jin Sang Goo.

Kedua pemain telah menunjukkan pertandingan terbaik

di luar dugaan kami karena usia mereka.

Kami tidak bisa berkata-kata lagi

selain mengekspresikan rasa hormat kami untuk mereka.

Pak, menurut Anda siapa yang akan memenangkan pertandingan hari ini?

Pertandingan hari ini

bukan tentang hasilnya.

- Kamu benar. - Aku ingin

memanfaatkan momen ini

untuk meminta maaf kepada Yoo.

Ya, Yoo... Apa?

Apa maksudmu?

Hal yang sama berlaku untuk Jin,

tapi Yoo sudah menunjukkan

semangat juang terbaik yang pernah kulihat

di salah satu pertandingannya.

Aku sangat malu pernah mencurigai

seorang pejuang yang memiliki semangat itu sampai hari ini.

Yoo, aku minta maaf.

Aku benar-benar minta maaf.

Ya.

Kurasa kamu mungkin komentator pertama

yang meminta maaf kepada pemain selama pertandingan.

- Pak. - Ya?

Kamu tidak punya permintaan maaf untukku?

Hei, aku serius.

Berhentilah bercanda.

Bukannya aku bercanda. Kamu bilang kamu bersumpah dia...

Aku tidak bilang pernah bersumpah. Kubilang aku butuh udara segar.

Itu semua direkam.

Malam laga DFC di Seoul!

Acara utama pertandingan ke-146.

Aku akan mengumumkan pemenangnya.

Para juri telah mencapai mufakat.

Pemenangnya ada di sudut biru, Yoo Ji Cheol!

Yoo Ji Cheol!

Yoo akhirnya meraih ketenarannya lagi!

Petinju terbaik. Petarung terbaik! Dia kembali!

- Pak, tolong tenang. - Ya.

- Kamu berhasil! - Kamu menang!

Kamu berhasil.

- Baiklah. - Ayo pergi.

- Pergi. - Ji Cheol.

Ji Cheol.

Kenapa kamu tidak mengakhirinya?

Aku baru saja melakukannya.

Kamu pikir aku tidak tahu?

Kamu bisa membuat aku kalah selama ronde empat.

Kenapa lanjut ke ronde lima dan membuat juri memutuskan?

Kamu juga

bisa saja menang di ronde ketiga.

Aku pikir ada kesalahpahaman.

Aku ingin mengakhirinya, tapi kamu tidak membiarkannya berakhir.

Pokoknya, kenapa kamu bertahan selama itu?

Situasinya bisa sangat buruk jika ada yang salah.

Bagaimana jika lenganmu patah?

Ayah.

- Ayah. - Ayah.

Hei.

- Kalian berdua bersenang-senang? - Ya.

- Kamu baik-baik saja? - Aku baik-baik saja.

- Ayo! - Bukankah itu bagus?

Tidak ada alasan khusus untuk menahannya.

Lakukan saja.

Seperti kamu.

Bolehkah aku memegangnya sekali saja?

- Berikan kepadaku. - Kamu harus ke rumah sakit dahulu.

Lengannya harus dirontgen.

Aku tidak tahu kamu memiliki sisi seperti itu.

Kamu luar biasa hari ini.

Aku bersungguh-sungguh.

Dia benar-benar terluka.

Kamu bilang ingin mengabulkan harapan rekan juniormu, bukan?

- Dia ada di sana! - Cepat!

- Tunggu sebentar! - Tolong jawab pertanyaanku!

Mari kita bertarung lagi.

Jika kamu bertarung seperti hari ini,

aku benar-benar tidak memiliki keinginan lain.

Aku akan menunggumu.

- Cepat! - Tunggu sebentar!

- Astaga! - Tolong jawab pertanyaanku!

- Tolong berikan komentar! - Tolong hentikan!

- Hentikan! - Yoo Ji Cheol.

Anda memiliki niat untuk melawan Lee Min Woo lagi?

- Kamu baik-baik saja? - Aku baik-baik saja.

Ayo segera berkemas dan pergi.

Kami dari Badan Antidoping.

Mulai.

Kami akan mengumpulkan sebagian darahmu untuk tes doping.

Maaf...

Kondisinya sedang kurang baik, jadi, darahnya tidak bisa diambil.

Tidak masalah karena kami hanya mengambil sedikit darah.

Baik.

Ayahmu mengambil obatku.

Di mana dia meletakkannya?

Bu,

ini aku, Detektif Cha Ji Woo.

Jun Young!

Halo.

Apa yang terjadi?

Teman ayahku datang.

Jun Young!

Jun Young! Sedang apa kalian?

Kalian bisa bebas ke rumah orang seperti ini karena kalian polisi?

- Tidak, ini kesalahpahaman. - Ini salah paham.

- Kami baru saja datang. - Cukup. Pergi.

- Ini kesalahpahaman. - Pergi!

- Astaga. - Tunggu sebentar.

Jun Young!

Pasti ada kesalahpahaman. Kami tidak melakukan ini.

- Ini kesalahpahaman. - Pergi.

Bagaimana bisa kamu masuk saat anak ini sendirian?

- Anda keliru. - Sudah kubilang pergi.

- Pergi! - Detektif Lee!

Bukan begitu.

Apanya yang bukan?

Mereka tidak melakukannya.

Jun Young, kamu yang menggambar ini?

Ya.

Ayahku memujiku. Dia bilang, aku menggambar ini dengan baik.

Cukup. Pergi.

Tunggu sebentar!

Jun Young.

Teman ayahmu yang barusan datang

terlihat seperti ini?

Ayo naik.

Dia lebih suka ayahnya daripada aku sekarang.

More Indonesian subtitles for Bad Papa

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left