The first 200 lines.
Pengecut.
Diam, sebelum kuhancurkan kau.
Itu rencananya.
Aku ingin memusnahkan sampah dari sekolah ini.
Akan menarik sekali
kalau teman-teman tahu apa yang sudah kaulakukan.
Diam, Pembunuh!
Kau mau mati?
Kalian gila ya?
Hentikan!
Apa yang kalian lakukan?
Kalian...
D
Da
Dam
Damn
Damn!
Damn! S
Damn! Su
Damn! Sup
Damn! Super
Damn! Super
Damn! Super S
Damn! Super Su
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub I
Damn! Super Sub In
Damn! Super Sub Ind
Damn! Super Sub Indo
Damn! Super Sub Indon
Damn! Super Sub Indone
Damn! Super Sub Indones
Damn! Super Sub Indonesi
Damn! Super Sub Indonesia
Diterjemahkan oleh: ~ Ifabee Ssaem ~
Song Dae Hwi.
Hyun Tae Woon.
Kalian melakukan tindak kekerasan di lingkungan sekolah.
Kalian mengakuinya?
Iya.
Iya.
Ssaem.
Anu...
Hanya saya yang mencoba melerai mereka.
Ra Eun Ho, kau tak melaporkan mereka ke pihak sekolah meskipun mengetahuinya.
Jadi, kau salah karena kelalaian.
Maaf?
Ssaem, Ra Eun Ho tak salah apa-apa.
Iya, saya hanya melerai mereka.
Harus Bapak ulang kesalahanmu apa?
Ini tindakan kekerasan di sekolah!
Tapi, kali ini Bapak akan kasih pilihan.
Entah kita selesaikan dengan komite disiplin atau kalian dapat hukuman tak resmi.
Song Dae Hwi dan Hyun Tae Woon...
lari 50 kali keliling Aula.
Dan kau Ra Eun Ho...
lari 20 kali.
Kalian akan dihukum selama 10 hari mulai hari ini.
Kerjakan.
Kalian berdua yang berkelahi, kenapa aku juga dihukum?
Maafkan aku.
Aku sudah bilang Guyeong-gu( Malaikat Maut ) berkali-kali
tapi dia tak mau mendengarku.
- Sana kau saja yang bicara. - Diamlah.
Lakukan.
Kali ini minta bantuan Papamu supaya bebas dari masalah ini.
Kalau tak mau mati, jaga ucapanmu.
Kunyuk satu itu...
Hari itu, mereka sepertinya aneh.
Masing-masing meluapkan amarahnya,
namun nampaknya mereka juga menyiksa diri sendiri.
Dengan berlari seperti orang gila.
Aku tak tahu situasi di antara mereka
namun ternyata membuatku menderita.
-=School 2017=- Bertemu
=Universitas Hanguk =-
Daebak!
Ssaem, ini sungguhan?
Anda tak bercanda, kan?
Heol!
Bapak tak tahu ternyata kau sebagus ini.
Heol.
Kalau dapat juara 3, kau bisa diterima di Hanguk.
Kau mungkin bisa masuk Hanguk.
Tapi...
saya punya masalah.
Ssaem, bantu saya.
Dia bisa diterima di Hanguk tanpa tes lagi
kalau setidaknya dia juara ke-3 di lomba tersebut.
Tapi mereka juga akan mengevaluasi portfolio dan rapornya.
Saya mohon...
Saya mohon, hapuskan pengurangan nilai saya.
Saya harus bisa masuk Hanguk.
Jadi...
kau harus bawa keparat itu ke hadapanku.
Kau kan sudah janji.
Hanya karena saya ingin, saya tak bisa melakukannya.
Kecuali kau tangkap si X itu...
atau apalah
rapormu akan tetap sama.
Eun Ho.
Tenggat waktunya masih 10 hari lagi.
Entah bagaimana, kita coba cari cara.
Bagaimana?
Apa?
Anu...
Anda kelihatannya tak tahu caranya gimana.
Benar.
Pokoknya kita pikirkan lagi.
Portfolio-mu bagaimana?
Itu juga penting.
Benar, portfolio.
Saya membutuhkan itu.
Aduh. Ssaem, saya permisi dulu.
Tidak ada?
Buku sketsaku?
Jangan, Ssaem!
Tanpa buku sketsa itu, habis saya.
Ambil saat hari kelulusanmu.
Bukan saya.
Tidak bagaimana, kau pasti kemari untuk mengambilnya.
Bapak rasa, si X yang mengambil bukumu
saat dia menyelinap ke ruang guru waktu itu.
X, keparat satu itu.
Ra Eun Ho.
Datanglah ke Aula bersama Tae Woon dan Dae Hwi.
2 Kutu Busuk itu bakalan kubejek mampus.
Hidupku jadi makin ruwet karena kalian berdua.
Saban hari aku dapat hukuman.
Menyebalkan sekali.
Hei, bagus malah.
Manfaatkan krisis ini jadi peluang.
Deketing mereka terus...
dan cari tahu siapa si X.
Selama 10 hari dari sekarang,
kalian bersihkan seluruh sekolah.
Kalian harus bekerja sama.
Kalau sudah selesai
kalian bertiga, temui Bapak.
Kalau salah satu dari kalian tidak ada kerja kalian tak dianggap.
Tak bisakah nilai saya dikurangi saja?
Gila kau ya?
Tolong jangan kurangi nilai kami.
Mungkin kau bisa terbebas dari situasi ini dengan minta bantuan Papamu.
Kalau kau berharap mengekor terus Papamu,
silakan saja.
Sekarang gimana?
Aku jadi ikutan dihukum gara-gara kalian.
Maaf.
Kau tak perlu bersih-bersih, bagianmu akan kukerjakan.
Harusnya jangan libatkan dirimu.
Dasar Dungu.
- Apa? - Aigoo.
Aku tak mau bersih-bersih.
Kalau mau minta maaf,
bantu aku lakukan sesuatu.
Bantu aku menemukan si X.
- Kau gila apa? - X?
Kalian sudah tahu...
aku berhasil masuk final lomba di Hanguk.
Tapi karena si brengsek X itu
usahaku bakalan sia-sia.
Dan juga, si brengsek X itu
mengambil buku sketsaku.
Apa hebatnya buku coretan anak ingusan itu?
Anak ingusan?
Semua ideku tergambar di situ.
Kenapa juga si X mengambil buku sketsaku?
Kurasa karena keponya anak kecil.
Dia pasti takut memperlihatkan diri.
Kepo?
Kali saja karena menutupi kegelisahannya.
Menurutku...
dia cuman psikopat.
Dari luar dia tampak normal
bersembunyi di keramaian.
Tapi...
dia membunuh orang dan menyimpan mayatnya di sekolah.
Kok bisa kau hubungkan dengan X?
Untuk mengalihkan perhatian orang.
Menyebutnya psikopat kurasa kau salah.
Begitukah?
Kau tak mengira dia bertindak sejauh itu, kan?
Iya.
Kenapa? Kau kesal?
Kenapa?
Aku gak kesal.
Omongan tak masuk akalmu itu hentikan saja. Psikopat?
Kenapa tak masuk akal?
Mungkin dia lebih buruk dari yang kita bayangkan.
Kau melampaui imajinasiku.
Jadi...
bantu aku menemukan si X.
Kalau tak putus asa apa aku akan bilang gitu?
Kau mau pacaran denganku?
- Apa? - Gak mau?
Kalau ciuman denganku?
Sedeng kau ya?
Masalah ini membuatmu gila ya?
No comments yet. Be the first to leave one.