The first 200 lines.
DRAMA INI ADALAH KISAH FIKTIF
SEMUA KARAKTER, ORGANISASI, LOKASI, INSIDEN, DAN AGAMA
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF
ADEGAN YANG MELIBATKAN HEWAN
DIBUAT DENGAN PROPERTI DAN EFEK VISUAL
Sepertinya seseorang pernah tinggal di gua Gunung Songak.
Sebagian besar sudah dibakar,
tetapi kami berhasil temukan potongan kain yang sepertinya
bagian pakaian wanita dari keluarga bangsawan.
Namun, Tuan, dia bisa saja di gua itu
sebelum terjatuh dari tebing atau mungkin itu bukan miliknya.
Dia masih hidup.
Dia pasti masih hidup.
Apakah kau sudah menyelidiki pria itu?
Apa?
Maksudnya kekasih Nona Jae-yi…
Dia sudah menghilang dari Gaeseong
sejak pemakaman.
Dia mengajar di Sekolah Konghucu di Gaeseong,
tetapi tak ada yang melihatnya sejak saat itu.
Cari dia.
Dan...
bawa dia kepadaku.
Dan kau harus menyelidiki keberadaan Nona Jae-yi.
Ya, Tuan.
Kenapa kau melihatku seperti itu?
Sepertinya kau masih memiliki
wajah kekanakan itu.
Benar,
kita pernah bertemu saat kecil.
Kau masih ingat?
Ya.
EPISODE 4
Sudah kubilang meninggalkan istana
akan berbahaya, Yang Mulia.
Semuanya karena pencuri yang kita temui di lembah.
Anak nakal itu.
Aku yakin dia sengaja memberi kita arah yang salah.
Lalu kenapa kau menyuruhku memberinya uang?
Hanya itu uangku.
Kau hanya punya dua nyang
saat harus mengawal pangeran?
Aku tak tahu
kau akan memanjat dinding istana sendirian.
Kukira kau akan dikawal oleh kasim atau pengawal.
Permisi.
Di manakah rumah Tuan Min Ho-seung?
Rumah yang di sana itu.
Aku mengkhawatirkanmu, Yang Mulia.
Seseorang dari istana baru saja datang menanyakanmu.
Kirimkan surat ke istana.
Beri tahukan kalau keduanya baik-baik saja.
Ya, Tuan.
Kami menjadi seperti ini karena pencuri.
Kalian bertemu pencuri?
Ya, dia pencuri tak tahu malu dan kejam yang mengaku
sebagai pemilik lembah dan memaksa kami membayar uang.
Lembahnya digunakan oleh semua orang,
jadi bagaimana bisa ada pemiliknya?
Kita harus mengirimkan surat ke istana dan menangkap pencuri itu...
- Masuk ke sini! - Sakit!
Ibu, kutemukan pencurinya.
Anak inilah yang mencuri batu tinta pemberian Baginda kepada Ayah,
cincin perak Ibu,
dan semua barang
yang menghilang.
Itu...
Kau!
Ya, kau! Lihatlah kami!
Master, itu orangnya!
Dia pencuri yang kami temui.
Apakah kau tahu apa yang kami alami karenamu?
Apakah mencuri uang dari kami tidak cukup?
Kau berani mencuri milik seorang bangsawan?
Akan kupastikan kau dihukum oleh hukum.
Tenanglah.
Kita harus bagaimana?
Kenapa kau melindungi…
Maafkan aku, Ayah.
Ayah?
Ayah?
Kukira Master Min
hanya punya seorang putra.
Jadi, bagaimana kau bisa memiliki dua orang putra?
Dia bukan anak laki-laki.
Dia adikku.
Adik?
Kalau begitu, anak laki-laki ini...
Maksudku, anak perempuan ini
adalah putrimu?
Berani-beraninya kau melakukan hal seperti itu?
Apakah kau sungguh mencuri uang
dan menjual barang-barang kita?
Aku sungguh membutuhkan uangnya.
Ayah tak mau mendengar alasan.
Kalau melanggar hukum,
kau harus bertanggung jawab.
Ayah harus menyerahkanmu
seperti yang dikatakan Yang Mulia.
Kumohon jangan, Tuan!
Kalau kau harus menyerahkan seseorang,
biar aku saja.
Akulah pencurinya.
Nona Jae-yi menyelamatkanku dengan uang itu.
Aku tak bisa membayar utang setelah orang tuaku meninggal
dan hendak dijual sebagai budak...
karenanya Nona Jae-yi menggunakan uang itu untuk membeliku.
Jadi,
akulah yang seharusnya dihukum.
Jadi, itu kenapa...
Siapa namamu?
Yeong. Sim-yeong, Yang Mulia.
Aku belum lupa.
Itu pertama kalinya aku bertemu dia, jadi bagaimana mungkin aku lupa?
Dia?
Maksudmu Seong-on?
Itu cinta pada pandangan pertama.
Tidak mungkin.
Kau mencuri uang dari seseorang yang kaucintai?
Tetap saja, antara dia dan kau…
Maksudku, Yang Mulia…
Tidakkah dia lebih tampan?
Tak pernah ada yang bilang kepadaku
Seong-on lebih tampan daripadaku.
Begitulah aku melihatnya.
Kalau begitu, aku akan berada dalam kendalinya.
Ya, kalian adalah pasangan yang manis.
Cukup. Kau bisa memanggil Kasim Soh.
Aku memakai seragam kasim, anggap saja aku salah satunya.
Itu terbalik, Yang Mulia.
Kau yang memasangkannya.
Kerinduan akan cinta
juga bagian dari mencintai seseorang.
Kau mungkin tak tahu betapa senangnya aku
saat mendengar kalau tunanganku
adalah putri Master Min, Min Jae-yi.
Kalau tanyakan bagaimana bisa jatuh cinta dengan orang yang dijodohkan keluarga,
akan kujawab saat aku menjadi suamimu
pada hari pernikahan kita.
Aku sudah menantikan hari itu,
jadi kumohon pakailah ini ke pernikahan kita.
Aku memintamu untuk datang kepadaku,
tetapi apakah kau pergi kepada orang lain?
Teganya kau melakukan ini kepadaku?
Ampas beras!
Luka di tubuh yang sudah lama mati akan menghilang, jadi saat dilumuri
ampas beras serta dilap dengan air panas dan kulit pohon betula,
lukanya akan muncul kembali.
- Di mana kaugunakan cukanya? - Cukanya…
Kau gagal!
Beri aku waktu sebentar!
Astaga, kau lebih tidak sabaran daripada seekor anjing!
Apa? Seekor anjing?
Aku tahu!
Semprotkan cuka pada senjata
untuk memunculkan bekas darah yang dibersihkan pelaku.
Saat semprotkan cuka ke pisau setelah dipanaskan,
itu memunculkan bekas darah yang tersembunyi!
Kau lulus.
Baguslah.
Kau lulus dan mengalahkan gurumu.
Bagaimana mungkin aku berani mengalahkan guru yang berharga seperti itu?
Murid magangmu hanya berusaha keras
agar kebijaksanaanmu bersinar.
Ya, kau harus berusaha sangat keras
karena kau bukan apa-apa dibandingkanku di lokasi kejadian sebenarnya.
Ya, Guru.
Astaga, kenapa aku tak bisa melepas ikatan ini?
Akan lebih baik memotongnya saja.
Potong...
Memotongnya?
Kalian punya gunting agar bisa kupotong ini?
Apa maksudmu?
Maksudku, dengan gunting...
Apakah kau memang seorang kasim?
Kalau aku bukan kasim, lalu apakah aku ini?
Apa katamu?
Tak tahukah kau ada beberapa hal yang tak boleh dikatakan kasim?
Tidak, aku hanya berpikir akan lebih rapi tanpa ini.
Memangnya apa...
Oh...
Oh?
Aku tak suka dia.
Dia sangat tak peduli.
Maksudku, kita semua pria di sini.
Pindahkan sendiri kotak itu ke gudang.
Kami tak akan membantumu!
Minggir.
Perhatikan baik-baik, Yang Mulia.
Kutaruh batunya di atas dan...
Pukullah seperti ini.
Kaulihat itu, Yang Mulia?
Kelihatannya mudah. Aku akan mencobanya.
Astaga, sungguh membuat frustrasi. Biar kucoba.
Lebih sulit daripada yang terlihat.
Aku bukannya tidak mahir.
Minggirlah.
Ini sangat mudah. Kenapa kau sangat kesulitan?
Ini, cobalah lagi.
Turunkan tubuhmu dan pegang yang erat.
No comments yet. Be the first to leave one.