The first 159 lines.
Halloween?
Betul, betul.
Kita akan menggunakan kostum hantu, lalu meminta camilan!
Kakek dan Nenek juga mau ikut pakai kostum?
Bukankah itu aktivitas yang dilakukan anak-anak?
Orang yang sudah tua mana cocok memakai kostum...
Sekarang orang dewasa juga ikut memakai kostum,
jadi Kakek tidak perlu cemas!
Aku akan datang bersama Shota saat hari-H!
Tunggu kami datang, ya!
Bagaimana menurutmu, Kek?
Nenek tanya pun, mau tidak mau harus kita lakukan.
HARI-H HALLOWEEN
Saitou, kau dapat kostum ini dari mana?
Aku pinjam punya teman yang mengadakan kedai teh cosplay saat festival budaya.
Omong-omong, memangnya kakek dan nenekmu paham soal Halloween, ya?
Tenang saja, aku sudah beri tahu mereka sebelum ini.
Kostum Kakek dan Nenek kira-kira seperti apa, ya?
Aku mau pamer kostumku yang punya kualitas tinggi!
Kakek, Nenek, trick or treat!
Anak nakal.
Apakah ada anak nakal di sini?
Sudah kubilang jangan melihat ke dalam.
Tapi kau malah buka pintunya.
Astaga, Mino sampai pingsan!
"EPISODE 10: KESEHARIAN KAKEK DAN NENEK" Keseharian Kakek dan Nenek.
INI HANYA KISAH FIKSI
HARAP MENGEMUDI DENGAN HATI-HATI DAN MEMATUHI PERATURAN LALU LINTAS
Oi, kau yakin ia muncul di dekat sini?
Pikap yang kau maksud itu.
Aku dengar banyak anggota geng lain yang kalah di sini.
Mungkin saja ada hantu yang muncul di sini.
Kalau berdasarkan rumor yang kami dengar, sih...
Iblis Pikap dari Gunung Selatan.
Iblis Pikap? Ngawur, ah.
Bos, di depan...
Lagi-lagi pikap.
Memangnya di daerah ini hanya ada pikap saja, ya?
Terlihat biasa banget pula.
Mengganggu saja!
Kami tidak punya urusan dengan kalian, tahu!
Orang-orang itu baru saja membuang rokok di kebun apel, ya?
Tidak bisa diampuni.
Anu, Nek.
Ada apa, Shiori?
Kadang-kadang Kakek tidak ada di rumah padahal sudah larut.
Dia pergi ke mana?
Oh, soal Kakek.
Kakek sedang patroli di kebun apel.
Patroli?
Ada beberapa orang yang ingin mencuri kotak apel yang kami tinggalkan di luar.
Intinya, ia sedang mencegah orang mencuri apel.
Lalu, semenjak Kakek mulai berpatroli,
entah kenapa geng motor juga mulai berkurang.
Geng motor? Kenapa?
Entah. Aku juga tidak tahu alasannya.
Kepribadian Kakek bisa berubah drastis kalau sudah menyangkut soal kebun.
Sudahlah, kita pulang saja hari ini.
Sebentar, Bos.
Hah? Apa lagi?
Belakang kita...
Itu kan pikap yang tadi? Kenapa bisa secepat itu?
Tidak, mana mungkin. Itu tidak mungkin.
Siapa juga yang mau percaya Iblis Pikap itu benar-benar ada?!
Bagaimana teknik mengepot mobilku?
Mustahil pikap itu bisa mengejarku!
Aku tidak akan ampuni orang yang mengacau di kebun!
A-Apa?!
Pikap itu bisa mengepot?
Bos, mungkin dia sebenarnya...
Ya, tidak salah lagi! Pasti dia!
Dia pasti si Iblis Pikap itu!
Aku tidak sadar karena ia terlihat sangat biasa.
Namun, jelas sekali itu bukan bunyi mesin pikap biasa!
Tidak mungkin.
Padahal kami sedang melaju dengan kecepatan penuh,
tapi ia masih bisa mengejar kami?!
Itu pikap biasa, 'kan? Yang benar saja!
Sebenarnya, mesin apa yang ada di dalam pikap itu?!
SUZUKI MOTOR
Oi, Shozo. Perbaikan pikapnya sudah selesai!
Terima kasih, ya, Tetsuji.
Aku coba kasih modifikasi sekalian memperbaiki tadi.
Tetsuji ini. Kau selalu mengotak-atik seenaknya!
Dengan mesin yang aku pasang sekarang,
kau bisa mengangkut kotak apel sebanyak yang kau mau.
Namun, kalau terlalu cepat nanti bisa terguling, kau harus hati-hati.
Aku yang dulunya mengotak-atik Hakosuka, Z, dan Toyota 800 GR itu
sekarang memperbaiki pikap, ya.
Jadi kesepian, deh.
Oi, Tetsuji. Kau pasang mesin apa ke dalam pikapku?
Oh, kalau itu, sih...
Rahasia.
Sial! Aku tidak bisa melihat ujung belokannya!
Sekarang!
Bos, kau menginjak gas, tidak?
Sudah kuinjak sampai mentok, tahu.
Bos, pulang saja, yuk!
Aku yakin kita hanya melihat mimpi buruk!
Ka-Kau benar!
Untuk sekarang, mari berhenti mengebut di daerah dekat sini.
Kami sudah melihatnya!
Pikap yang melaju dengan kecepatan sangat tinggi!
Itu sudah seperti hantu...
Ya, itu pasti pikap hantu!
Katanya ada hantu, Kek. Seram, ya.
Ka-Kau benar...
"TUMPUKAN DI LUAR" MENINGGALKAN APEL YANG SUDAH DIPANEN DI SEKITAR KEBUN UNTUK SEMENTARA WAKTU
KARENA BISA SAJA MENJADI TARGET PENCURIAN, SEBAIKNYA DISIMPAN DI DALAM GUDANG
Baiklah, hari ini kita akan berlatih menggunakan senapan angin
untuk menanggulangi serangan hewan liar di wilayah pribadiku.
Tentu saja. Dilarang mengarahkan moncong senapan
ke wajah orang lain, atau mengintip ke dalamnya.
Menyakiti hewan menggunakan senapan angin
memiliki kemungkinan melanggar hukum perlindungan hewan liar.
Karena itu, tolong ingat-ingat kalau kita hanya ingin
membuat mereka takut dengan bunyi senapannya saja.
Shozo, selanjutnya giliranku! Tolong ajari aku!
Iya, iya. Antre dulu, ya.
Selipkan di bawah ketiak seperti ini, lalu luruskan pandanganmu...
Setelah itu, tarik pelatuknya.
Seperti ini?
Hebat!
Biasa saja, kok.
Lihat ini, Shozo. Ini kemajuan kami hari ini!
Semuanya, tolong berkumpul di depan Shozo!
Isi peluru!
Bersiap!
Anggap saja kaleng merah yang ada di tengah itu seekor monyet!
Pastikan untuk tidak menembak langsung monyetnya,
dan bidik serta tembak semua kaleng yang ada di sekitarnya!
Siap, bos!
Tembak!
Seluruh target berhasil dikalahkan!
Shozo, apa kami sudah hebat?
Ya, kalian semua sudah hebat.
Benar-benar di luar dugaan.
Semuanya, ayo lakukan sekali lagi!
- Oke! - Kekompakan mereka sudah seperti tentara saja.
Mungkin saja mereka sudah stres karena hewan liar yang mengganggu ladang.
TENTARA NENEK-NENEK
Hujannya deras sekali.
Ya ampun, padahal sudah dekat dengan rumah Nenek.
Sebaiknya kita berteduh dulu di sini.
Ide bagus.
Sepertinya kita tidak bisa pergi ke kebun apel hari ini.
Iya.
Omong-omong, Shota. Kau yakin?
Pasti kau juga kedinginan.
Hanya sebegini, santai saja.
Aku sudah terbiasa karena kegiatan ekskul.
Jaket itu tahan air hujan, pasti lebih baik daripada tidak pakai sama sekali.
Te-Terima kasih.
Shota itu memang orang yang baik, ya.
Saitou, kau baik-baik saja?
A-Aku sampai kaget!
Se-Sebaiknya kita minta seseorang jemput.
Hmm, Kakek... Kakek...
KAKEK
No comments yet. Be the first to leave one.