The first 200 lines.
Bersulang!
Bagus.
Ayo minum sampai kita mabuk.
Simpan tenaga untuk istrimu.
Kau bercanda?
Alkohol menyegarkanku.
Semakin lama, aku semakin terangsang.
Mari minum segelas lagi. Sedikit saja.
Katakan, Jane. Kuliahmu sudah tahun ke berapa?
Tahun ke-empat./ Seorang senior harusnya lebih tahu.
Apa yang kau lakukan dengan Tun?
Dia keren, ya?
Kau terus mengatakan itu sejak kita kuliah.
Membuat Jim menanyakan nomor telepon para gadis. Kemudian menghancurkan hati mereka.
Omong-omong tentang sakit hati.
Ingat saat gadis tersebut meninggalkannya dalam keadaan mabuk?
Ya, namanya Kay.
Tak usah pedulikan mereka.
Tunggu. Aku punya pertanyaan.
Bagaimana seorang pria sepertimu bisa menikah?
Memang ada apa denganku?
Setelah hari yang panjang dan melelahkan...
Aku ingin pulang ke pelukan seorang istri.
Aku tak bisa menghabiskan hidupku berpesta bersama pecundang seperti kalian.
Yah, tidak denganku.
Aku pria yang baik.
Siapa yang pergi mencari pelacur bersamaku kemarin malam?
Bertindak bodoh lagi?
Ini dia datang.
Diam.
Halo semuanya. Apa ada yang lucu?
Tak ada.
Untuk terakhir kalinya, aku ingin mengatakan pada kalian semua.
Satu gelas lagi!
Bersulang!
Apa yang kita dengarkan ini?
Kenapa kau matikan? Itu kan bagus.
Kalian terlihat akrab.
Kalian sering bertemu?
Kenapa kau memandangiku begitu?
Kau cantik.
Gombal.
Kau terluka?
Tun...
Apa ia mati?
Tunggu!
Jalan terus.
Kubilang jalan terus!
Jane! Jalan terus!
Coba, lebih dekat lagi.
Oke.
Senyum, Nuch.
Atau kau tak akan terlihat manis.
Untuk semua jurusan Sains. Harap berkumpul untuk foto kelas.
Mereka memanggilmu.
Dimana Jane?
Berfoto bersama temannya.
Kupikir kalian sudah putus.
Ayo! Kita kesana.
Aku meneleponmu tapi tak kau angkat. Apa kau matikan suaranya?
Tidak.
Nuch menanyakanmu tadi.
Kapan kau ada waktu luang? Nuch ingin membawamu ke...
Jane.
Bagaimana kau bisa bersikap seperti itu?
Pura-pura seolah tak ada apa-apa.
Sejak malam itu aku tak bisa tidur tenang.
Kau pikir aku tak merasakan apapun?
Setidaknya kita bisa turun dari mobil dan memeriksanya.
Itu kecelakaan.
Mudah bagimu berkata begitu.
Bukan kau yang menyetir.
Hai, Ti./ Hei.
Bagaimana bisnismu?
Dengan kau berada disini sepagi ini, bisnisku akan menjadi buruk.
Foto-fotoku sudah jadi?
Ya. Tunggu sebentar.
Nih.
Apa alatmu rusak?
Coba lihat.
Lancang sekali.
Jika hasilnya bagus, maka kau yang hebat.
Jika hasilnya jelek, itu salahku.
Periksa negatifmu.
Tak mungkin. Aku yang mengambil foto ini. Aku tahu foto ini bagus.
Tunggu. Kita lihat saja.
Lihat.
Negatifmu jelek.
Tun.
Tun.
Tun.
Kau dengar aku?
Tolong!
Tolong aku!
Jangan takut, aku disini.
Ada apa dengan kameramu?
Aku tak tahu. Semuanya rusak.
Sebanyak itu?
Bayangan apa ini?
Kameraku pasti rusak.
Bagaimana mengatakannya pada Nuch?
Tun...
Lihat gambar ini.
Wanita ini.
Menurutmu dia sudah mati?
Sudah cukup, Jane.
Aku akan memperbaiki kameraku besok.
Tun. Lihat foto ini.
Apa kau yakin ini ada disana?
Permisi. Apa yang terjadi?
Beberapa hari yang lalu, ada mobil yang menabrak papan iklan.
Pasti pengemudi mabuk.
Apa ada yang terluka?
Tidak.
Hanya papannya yang rusak.
Kau yakin?
Kenapa?
Tak apa-apa.
Terima kasih.
Apa?
Kau yakin sudah memeriksa semuanya?
Tak ada.
Terima kasih.
Temanku sudah menelpon semua rumah sakit di daerah sini.
Tak ada laporan kecelakaan pada malam itu.
Itu tak mungkin.
Bagaimana dengan gadis yang kita tabrak?
Kau yakin dia sudah menelpon semuanya?
Mungkin ada orang yang menolongnya.
Mungkin dia tak apa-apa.
Bagaimana mungkin dia tak apa-apa? Kita menabraknya.
Dan walaupun ia tak apa-apa,
ada sesuatu di foto-foto itu.
Sudah kubilang itu tak ada hubungannya dengan gadis itu.
Hanya pencahayaan yang buruk.
Paham?
Tun...
Kau harus melakukan suatu kebaikan.
Foto-foto ini menunjukkan bahwa ada roh yang menghantuimu.
Sudah berapa lama kau menjadi seorang fotografer?
Kenapa kau menunjukkan ini padaku?
Aku tahu.
Tapi tidakkah kau merasa bahwa bayangan ini aneh?
Kau ingin melihat roh?
Akan kuperlihatkan padamu.
Ini.
Roh Bibi Cham.
Kau tahu dimana dia sekarang?
Dia menjual pisang bakar di sebelah.
Disini Bibi Cham. Dan disini. Semuanya Bibi Cham.
Diambil di hari yang sama.
Hanya penggambaran yang menumpuk dan fokus yang jelek.
Ayolah. Aku tahu itu.
Semua orang tahu tempat ini.
Hanya sebuah tempat yang biasa,
kita lewati,
dan lihat setiap hari.
Sekarang lihat foto-foto berikut.
Mereka diambil di tempat yang sama.
Disini,
jembatannya terlihat lebih bagus.
Itu berarti, fotografi tidak menunjukkan kenyataan.
Tergantung pada,
bagaimana gambar tersebut diambil.
Apa yang ditunjukkan, dan apa yang disembunyikan.
Sudut pandangmu itu penting.
Liputan Spesial: Foto Hantu
Jane, kau pagi sekali.
Aku paham.
Halo?/ Halo, Tun.
Ini Jane. Aku akan datang nanti.
Halo?
Tun, Kau dengar aku?
Halo?
Tun!
Halo! Halo!
Ada apa?
Aku tak tahu.
Leherku sakit semenjak kecelakaan itu.
Kau harus pergi ke dokter.
Ini tidak parah, kok.
Apa gunanya bicara pada pembual seperti mereka?
Majalah Hantu.
Apa kau wartawan?/ Bukan.
Kami dikirim oleh Yayasan Pemakaman.
Kami menjalankan bisnis yang legal disini. Kami punya semua surat izinnya.
Permisi.
Apakah semua foto ini palsu?
Hei Piak! Katakan pada boss ada tamu untuknya.
Semua orang memalsukan itu.
Kau tahu, foto semacam ini selalu laku.
Setiap edisi yang ada foto seperti ini pasti terjual.
Apa kau pikir kami selalu bisa menemukan yang asli?
Bukankah itu menipu publik?
Pembaca kami membayar untuk melihat foto yang menyeramkan.
Mereka tidak membayar untuk membaca cerita cinta.
Apa itu artinya semua foto itu palsu?
Aku tak berkata begitu.
Lihat ini.
Lihat sesuatu?
No comments yet. Be the first to leave one.