The first 200 lines.
Dia seharusnya ikut denganku.
Transportasi umum berhenti beroperasi sebentar lagi.
Ibu.
Ibu tahu
aku tidak menipunya dengan sengaja, bukan?
Tentu saja ibu tahu.
Andai masih hidup,
ibu pasti menuangkanmu segelas soju
dan memainkan tamborin di ruang karaoke untukmu.
Ibumu meninggal terlalu cepat, hingga tidak bisa menghiburmu.
Maafkan aku.
Aku membuat Ibu cemas bahkan setelah Ibu tiada.
Semua ibu memang selalu cemas.
Kami selalu mencemaskan anak-anaknya meski sudah tiada.
Omong-omong...
Mungkin aku memang orang yang sangat jahat.
Aku tidak berniat untuk menipunya,
tapi mungkin aku sengaja melakukannya.
Apa maksudmu?
Sebenarnya,
aku menikmatinya.
Aku senang dia memayungiku
dan melihatnya mengejarku.
Aku tahu
dia melakukan semua itu
bukan kepada Jeong Gal Hee, babunya,
tapi kepada Veronica Park, ahli waris Park Group.
Bagaimanapun, aku suka itu.
Mungkin terlihat sepele,
tapi aku tidak mungkin menerima perlakuan seperti itu
seumur hidupku
andai aku hanya Sekretaris Jeong.
Kamu sebaiknya pulang sekarang.
Nanti kamu masuk angin.
Saat kali pertama aku melihatmu.
Di hari insiden itu,
kamu bilang kamu menemui sekretarismu,
tapi ternyata sekretarismu bilang
dia mengunjungi ibunya dengan jarak tempuh satu jam.
Kapan kamu menemuinya?
Kami mendapatkan rekaman CCTV
yang sangat menarik.
Ini dia.
Vila Hwangcheon. Pukul 00.10.
17 menit sebelumnya. Sungai Han.
Sekretaris Lee Eul Wang terekam oleh kamera CCTV
sedang menuju ke rumah ibunya.
Dan kami bahkan mendapatkan keterangan dari satpam setempat
yang mengaku melihat dia.
Bagaimana mungkin kamu menemuinya?
Aku tidak bilang menemuinya.
Aku bilang hendak menemuinya.
Saat aku bertelepon dengannya, suara Eul Wang...
Eul Wang?
Aku perlu memberi tahu kalian soal urusan pribadinya juga?
Tentu, silakan.
Ya, Sekretaris Lee.
- Sekretaris Lee? - Belok kiri 200 meter lagi
- di Persimpangan Hwangcheon. - Sekretaris Lee?
Sepertinya terjadi kecelakaan saat itu.
Dia tidak mengangkat telepon, jadi, aku mencemaskannya.
Aku langsung memanggil taksi dan menuju ke Persimpangan Hwangcheon.
Tapi saat aku tiba...
Sekretarismu tidak ada, bukan?
- Benar. - Ya ampun. Sayang sekali.
Kami sudah mengecek semua rekaman CCTV yang merekammu.
Sejak pukul 21.00,
di jalan raya dari Seoul ke Persimpangan Hwangcheon,
tidak ada satu pun taksi yang terekam oleh kamera CCTV.
Menurutku, itu hal yang mungkin.
Sopir taksi itu keliru mengambil jalan.
Kalau tidak salah, nama daerahnya adalah Owol-ri.
Kami menuju ke Persimpangan Hwangcheon dari sana.
Owol-ri?
Memang tidak ada gerbang keluar sebelum itu.
Kamu sudah mengecek semua rekaman CCTV, bukan?
Setahuku, di sana tidak ada CCTV
karena lalu lintasnya sepi.
Mungkin aku tidak memberikan jawaban yang kalian harapkan,
tapi aku yakin aku memberi kalian jawaban yang jujur.
Sekarang aku boleh pergi?
Itu aneh, bukan?
Biasanya, saat seorang bos mengalami masalah,
sekretarisnya akan mencarinya.
Tapi dia bilang sekretarisnya mengalami masalah,
dan dia mencarinya di tengah malam?
Bepergian selama lebih dari satu jam?
"Presdir Sim Hae Yong"
Aku nyaris lupa setelah bermalam beberapa hari di kamar hotel mewah.
Benar.
Di sinilah tempatku.
"Kontrak Kerja"
"Kontrak diputus kapan pun pegawai mau."
Ini impianku selama ini,
meneken kontrak semacam ini.
Dia pasti sudah bertemu dengannya
sekarang.
Apa?
Dia belum mengabariku.
Aku terlambat!
"Kontrak Kerja"
Dia datang!
Si pahlawan kembali ke kantor setelah dua pekan.
Dia hanya akan berhasil sebagai sekretaris presdir.
Pegawai harapan TnT Mobile.
Jeong Gal Hee!
Tapi kenapa si pahlawan terlihat begitu lusuh?
Dia bukan seorang pegawai harapan. Dia tampak pucat.
"Direktur Do Min Ik"
Selamat pagi, Pak.
Kamu terlambat.
Pasti kamu ingin bicara denganku.
Tentu saja.
Mau dimulai dari mana?
Kemarin,
saat aku ke restoran itu...
Min Ik, kenapa kamu lama sekali?
Dia sudah pergi.
Jadi, kamu tidak sempat menemuinya?
Dia baru saja pergi, katanya ada urusan.
Dia bilang dia akan meneleponmu.
Itu pasti dia. Angkatlah.
Baiklah.
Halo.
Kamu menemuinya?
Ini dia, ceritanya mulai menarik.
Hei, kamu datang rupanya.
Tunggu.
Kenapa ada Dokter Gu?
Kenapa kamu tiba-tiba menemui Dokter Gu?
Karena melihatmu begitu gelisah,
aku menjadi ingin memodifikasi ceritanya.
Bisa langsung ke intinya?
Aku harus pergi.
Anggap saja ini pariwara,
dan nantikan kelanjutan ceritanya.
Akan ada perubahan alur cerita yang sangat mengejutkan.
Butuh sedikit rasa penasaran untuk menyimaknya.
Dia menemuinya atau tidak?
Pasti dia tidak menemuinya.
Jika menemuinya, dia tidak mungkin berbasa-basi
karena banyak sekali yang akan dia tanyakan.
Sebenarnya, tidak. Dia pasti telah menemuinya.
Mungkin itu sebabnya dia bilang ada perubahan alur cerita.
Akan ada perubahan alur apa lagi di cerita ini?
Anda sudah menerimanya? Di mana?
Ini?
Astaga, aku seharusnya mendengarkan Dokter Park.
Tapi aku mabuk dan malah memberitahumu hal tidak penting.
Jangan bilang tidak penting.
Jika tekanan darahku naik,
aku bisa melihat wajah orang lain.
Itu perubahan alur yang paling mengejutkan
selama aku mengidap prosopagnosia.
Jika tekanan darahmu naik, jantung akan menyuplai darah
ke korteks otak besar, dan aliran darah akan lebih lancar.
Jadi, aku hanya bilang kemungkinannya besar,
tapi belum pasti bisa.
Karena itu aku ingin mencoba.
Mulai sekarang, selain saat aku tidur...
Tidak, bahkan saat tidur,
aku akan memfokuskan energiku untuk meningkatkan tekanan darah.
Tekanan darah bukanlah buku rapor.
Tekanan darah dinaikkan dengan sengaja.
Selain itu, kamu bahkan belum pernah melihat wajah orang lain
sejak kecelakaan itu.
Salah.
Sebenarnya sudah pernah.
Yang benar?
Selagi menghadiri rapat pemegang saham,
aku tiba-tiba bisa melihat wajah dengan sangat jelas
bagaikan lensa kamera yang fokus pada objek.
- Lalu... - Lalu?
Lalu...
Aku penasaran
apakah aku sungguh melihat wajahnya hari itu.
Aku bisa melihatmu.
Kapan? Selagi melakukan apa?
Sebenarnya, aku tidak berniat untuk melakukannya.
Tapi aku melakukan ini.
Aku
memegang wajah seorang wanita seperti ini.
- Dia pasti wanita yang kamu sukai. - Apa?
Pasien pengidap prosopagnosia yang Dokter Park rawat
juga bisa melihat dengan jelas
saat bertemu dengan wanita yang dia cintai.
Biar kujelaskan.
Saat bersama orang yang kita cintai, detak jantung kita meningkat.
Dan saat itu terjadi, tekanan darahmu otomatis akan naik.
Aku tidak mencintainya.
Aku yakin itu mimpi. Hanya mimpi.
Di mana obatnya? Anda membawanya, bukan?
Itu terlalu berbahaya untuk dikonsumsi.
Jika ingin menaikkan tekanan darah yang mengalir ke otak,
kamu harus mengonsumsi stimulan jantung
atau disuntik dengan empat kantong infus.
Tapi jika melakukan itu, kamu dapat mengalami efek samping
seperti nyeri dada, sakit kepala, atau gagal jantung.
Apa ini?
Ini stoking kompresi untuk pengobatan.
No comments yet. Be the first to leave one.