The first 200 lines.
Poker Online Aman Dan Terpercaya
Selamat Menikmati
Jauh sebelum perbatasan dibuat...
...sebelum Genghis Khan berkuasa...
Suku nomaden telah menjelajah di gunung Altai terpencil di Asia.
Selama ribuan tahun, pengembara yang tangguh ini...
...telah menggunakan elang emas...
...untuk berburu makanan dan bulu yang mereka butuhkan...
...untuk bertahan hidup di musim dingin yang berat.
Dan untuk generasi yang tak terhitung jumlahnya, kemampuan berharga ini...
...selalu diserahkan dari ayah kepada putranya.
Tapi ini adalah hubungan terbatas antara manusia dan burung.
Adat menyatakan bahwa setelah tujuh tahun masa kesetiaan...
...burung elang harus dikembalikan ke alam liar...
...untuk melanjutkan siklus kehidupan.
Allah Maha Besar.
Kau adalah domba yang tak bersalah, tapi elang ini butuh makanan.
Elangku tersayang.
Ini waktunya untukmu terbang bebas di angkasa.
Kita sudah bersama untuk waktu yang lama.
Dan kau telah membawakan aku hal-hal yang baik.
Tidak mudah untukku melepasmu pergi.
Tapi aku akan melepaskanmu, karena semua ada akhirnya.
Aku harus melepaskanmu.
Terbanglah ke angkasa.
Domba ini hanya untukmu.
Ini akan menjadi makanan terakhir dariku.
Namaku Aisholpan.
Bulan Mei ini usiaku 13 tahun.
Bagaimana sekolahmu?/ Bagus. Mendapat nilai A.
Aku lahir di Gunung Altai.
Seorang anak dari suku nomaden.
Aku banyak membantu ayahku.
Kami melakukan semua bersama-sama.
Sebelah sana./ Di mana?
Ketemu!
Aku menyayangimu ayahku.
Dia seperti guru bagiku.
Ayahku dan kakekku adalah pemburu elang.
Keluarga kami telah menjadi pemburu elang...
...dari generasi ke generasi.
Itu bukan pilihan.
Itu panggilan yang mengalir didalam darahmu.
Saat musim salju,
Kami pergi ke gunung membawa elang untuk berburu rubah.
Pemburu dan penangkap bekerja sama sebagai tim.
Kami melindungi tubuh dengan topi bulu dan pakaian hangat.
Kami berkompetisi di festival.
Aku sudah menjadi juara dua kali.
Sangat sering masuk ke lima besar.
Aku sangat tertarik.
Kudanya, pakaian, perlengekapannya.
Melihat ayah dan kakekku...
...aku mau melakukan hal yang sama.
Biar aku memegangnya.
Sejak dia kecil, Aisholpan sangat tertarik dengan burung elang.
Pegang ini.
Pegang dengan lembut.
Dia melihat ayahnya memberi makan burung elang dengan terpaku.
Dia pastinya mirip dengan ayahnya, bukan aku.
Sedihnya, aku tak bisa punya banyak waktu dengannya.
Tapi aku tidak membenci itu.
Aku hanya mau putriku mencintai hidupnya.
Bagus.
Kau berbakat alami.
Dia menekan dengan paksa.
Dia memegang burungnya dengan kuat.
Dia sama sekali tidak takut.
Mungkin itu sudah mengalir di darahnya.
Karena semua pria di keluargaku telah menjadi pemburu elang...
...mimpiku adalah menjadi pemburu elang wanita pertama di Mongolia.
Keluarga Aisholpan mendukungnya menjadi pemburu elang.
Tapi ada banyak suara konservatif di komunitas pemburu elang...
...yang memiliki pendapat berbeda.
Tidak.
Tidak./ Wanita tidak berburu elang.
Para tetua tidak menyetujuinya.
Pria yang berburu elang.
Ini warisan leluhur kami.
Wanita itu lebih lemah dan rapuh.
Sementara pria pergi berburu elang...
...wanita berada di rumah menyiapkan teh dan air.
Mereka memeras susu sapi, mengolah susu, membuat kurt .
Itu sulit bagi para wanita untuk pergi ke gunung...
...dan mengejar hewan sambil berkuda.
Mereka bisa kedinginan.
Aisholpan berkata dia mau menjadi pemburu elang..
...untuk melanjutkan tradisi kami.
Orang berkata dia tak seharusnya melakukan ini.
Jadi aku khawatir dengannya.
Tapi menurutku pria dan wanita itu setara.
Wanita bisa melakukan apa saja yang pria lakukan, jika mereka berusaha.
Ayahku mengajariku...
...dan aku tak mau membuat anakku kecewa.
Aku mulai mengajari Aisholpan...
Menunjukkan padanya cara menutupi kepala elang.
Kemudian dia belajar untuk menyeret kelinci sambil berkuda.
Setelah mencoba ini, kita akan coba memanggil elang untuk makan.
Mana suaramu?
Naikkan tanganmu!
Itu bagus!
Dia belajar menerbangkan elang dari gunung.
Luncurkan ke arah sini.
Perhatikan. Lagi.
Lepaskan. Lagi.
Baiklah, bagus. Selamat.
Tak semua pria yang melakukan itu.
Kau lapar? Apa kakimu sakit?
Apa kau lelah?
Kau kepanasan?
Apa kau lapar?
Aku akan beri kau makan saat kita sampai di rumah.
Kami bersekolah di dekat sungai Syr...
...karena tak ada sekolahan di wilayah kami.
Ayo bermain lagi!
Aku tinggal di asrama.
Aku tinggal di sini sejak kelas 2.
Kami sudah lama saling mengenal.
Kami tinggal bersama di asrama selama 5 tahun.
Aku tinggal di sini selama 7 tahun.
Kami semua bertetangga. Kami belajar dan bekerja.
Kami hanya bersekolah selama 5 hari.
Pada hari Jumat kami pulang ke rumah.
Adik perempuan dan laki-lakiku tinggal bersamaku di asrama.
Aku yang mengurus mereka.
Selamat pagi, Guru!
Bagaimana kabarmu?/ Aku baik!
Aku merasa baik.
Nilai-nilaiku bagus di sekolah...
...karena aku bercita-cita menjadi dokter.
Tapi saat ini yang aku pikirkan adalah menjadi pemburu elang.
Apa makan malam sudah siap?
Siapkan sendoknya. Bawa bawang.
Semoga Allah memberkahimu.
Bagaimana sekolahmu?
Aku bergulat dengan semua orang di kelas termasuk anak laki-laki, dan aku menang.
Salah satu anak laki-laki duduk dan menatapku seolah dia membeku.
Cepat, beri makan anak tangguh ini.
Hingga saat ini...
...Aisholpan menggunakan burung ayahnya untuk belajar hal dasar.
Tapi dia sangat bermimpi untuk memiliki burung elangnya sendiri.
Karena dia sangat serius,
Kupikir akan biarkan dia mengambil burung elangnya sendiri dan melatihnya.
Selama beberapa hari setiap tahunnya, anak elang...
...cukup kuat bertahan di sarang tanpa induknya.
Namun belum cukup umur untuk terbang.
Hari ini, ada kesempatan langka...
...untuk mendapatkan bayi elang berumur 3 bulan di gunung terdekat.
Ada cerita jika pemburu eleng legendaris...
...mendapatkan anak elang mereka di gunung ini.
Semoga kita beruntung!
Di sana!
Ya, Tuhan, dua anak elang berada di satu sarang.
Itu kelihatannya anak elang yang kuat.
Kau lihat, Nak?
Di sana, didekat batu kuning itu ada dua anak elang.
Mereka pernah berkata anak elang cukup kuat...
...untuk membawakanmu kambing gunung yang kecil.
Kau melihatnya?
Kita akan mendaki dari sisi itu...
...kemudian turun dari puncaknya.
Ini akan sulit. Kita akan membutuhkan tali.
Jangan takut, mengerti? Ini sampul yang kuat!
Haruskah aku turun dari sini? Melalui celah di sebelah sana?
Hati-hati, gunakan tanganmu untuk menjagamu tetap aman.
Benar, arah sana.
Pegangan yang kuat.
"Dengan menyebut nama Allah."
Jangan lepaskan talinya.
Jangan khawatir. Baiklah, cepat.
Kendurkan talinya lagi, Yah./ Mundur. Tetap pegangan.
Pegang batunya yang kuat.
Jangan takut. Teruslah ke bawah.
Tinggal sedikit lagi.
Kendurkan talinya, Yah.
Jangan terlalu ketat.
Pegangan yang erat.
Tetap pegangan yang kuat./ Baik.
Perlahan-lahan. Jangan terpeleset lagi!
Kendurkan talinya!
Cukup.
Kau pegangan yang erat?/ Ya.
Lihat! Mereka di sana!
Aku sudah dekat!
Talinya dikendurkan lagi, Aisholpan?/ Ya, kendurkan lagi.
Kendurkan lagi talinya! Aku sudah bersama anak elang!
Kau sudah sampai?/ Sedikit lagi!
Sedikit lagi.
Ada dua elang yang bersarang berdampingan.
Aku turunkan selimutnya sekarang?/Ya!
Sudah kau dapatkan?
Bawa ke sebelah sini.
Sebelah mana?/ Sebelah sini.
Turunkan sedikit lagi.
Sudah.
Coba tutupi yang betina.
Apa?/Tariklah.
Apa? Tali yang biru?/ Benar.
Sudah.
Cepat! Induknya sudah datang.
No comments yet. Be the first to leave one.