The first 200 lines.
"Daripada bertanya: Apa itu mungkin? Apa itu benar?
Kita bisa bertanya: Bagaimana jika itu benar? Lalu apa?"
Arthur P. Bochner
Namamu Ana Walker.
Ayahmu meninggal ketika kau 10 tahun.
Kau merindukan dia setiap hari sejak itu.
Saat kau 12 tahun, kau tidur suatu malam,
Dan seiring kau berbaring di kegelapan,
Kau merasakan gelombang kengerian yang tiba-tiba ini.
Kau tak bisa bernapas, tak bisa bergerak.
Itu adalah momen kau belajar apa artinya untuk mati.
Ketakutan akan ketiadaan.
Itu sudah sangat lama,
Tapi kadang rasa takut kembali.
Kau memiliki seorang kekasih.
Dan dia mencintaimu melebihi apapun di dunia.
Masalahnya adalah...
Halo. / Ini sangat indah, Ibu.
Kau akan menemuiku besok?
Aku tak bisa mengunjungimu besok atau besok lusa.
Aku sudah memberitahumu, kami di Prancis.
Kau dengar Ibu? Ini sangat penting...
...kau mengingat apa yang aku katakan padamu sekarang.
Hasratmu seperti sinar pemandu,
Yang bersinar dari masa depan.
Kau harus tahu siapa dirimu.
Mengerti?
Ibu, aku harus pergi.
Itu mahal menelepon dari sini.
Aku sayang Ibu.
Aku rasa dia tak tahu siapa aku.
Aku tak mengerti kenapa kau terus menelepon dia.
Itu hanya membuatmu sedih.
Ayolah.
Hentikan!
Astaga, apa dia gila?
Dia melaju terlalu kencang.
Tak apa.
Dia mungkin sudah melewati jalanan ini ribuan kali.
Astaga, dia mengirim SMS.
Pejamkan matamu, oke?
Hitung napasmu./ Satu.
Rileks./ Dua
Tiga, empat...
Sial.
Kau tak apa?
Itu... Itu sakit.
Kau terbentur sesuatu?
Aku hanya ingin keluar.
Apa maksudmu, kau ingin.../ Sekarang.
Apa yang kita lakukan sekarang?
Bisa kau periksa Google?
Kita di luar jangkauan.
Apa ini?
Polisi. Bantuan medis. Aku merasa aman seperti itu.
Siapapun yang ingin selamatkan nyawanya akan kehilangan itu.
Dari mana kau mendengar itu?
Aku tak ingat.
Baiklah.
Ayo.
Ayo kembali.
Naik bus menuju Dijon, lalu naik kereta di sana.
Bagaimana dengan uang?/ Kita punya cukup untuk sampai sana.
Kita akan cari pekerjaan berbeda.
Kita punya rencana. Kita tetap ikuti rencana.
Oke, lalu di mana rumah ini?
Aku rasa ini bukan tempat yang tepat.
Ini tak seharusnya berpagar.
Lihat. Ini bukan rumah yang sama.
Halo?/ Hai.
Kami orang dari iklan.
Ya, tentu saja.
Ini tempatnya?
Tempat ini terlihat berbeda.
Sungguh?
Namaku Richard Rolle./ Ana.
Prancis sesuai dengan harapanmu?
Ini indah./ Ya, kami menyukainya.
Wow. Kita harus pergi ke sana.
Itu...
Itu perjalanan yang jauh.
Jauh melewati sisi lain desa.
Apa kau lapar?
Ayo.
Silakan masuk.
Anggap rumah sendiri.
Wow.
Ini seperti museum.
Ya. Aku kurator.
Begitu banyak barang menawan.
Pasti nilainya mahal.
Itu menakjubkan apa yang orang bisa capai dengan berpikir.
Saat kau siap, dapurnya di bawah.
Mau?
Bagaimana makanannya?
Sangat enak.
Lezat./ Luar biasa.
Kau tahu, kami jarang menemui orang Amerika...
...yang mencari kerja di bagian Prancis ini.
Ya, kami bukan bankir gendut yang menghisap cerutu.
Mungkin kami tak cukup berpikir.
Baiklah, Dick (Bedebah),
Apa yang kau ingin untuk kami lakukan di sini?
Soal itu...
Ada banyak yang perlu dilakukan.
Aku punya area yang perlu dibersihkan dari bebatuan.
Ada beberapa pohon yang perlu ditebang.
Ada tembok di ujung taman yang perlu diperbaiki.
Aku berpikir orang sepertimu memiliki tukang kebun.
Jika ada, aku takkan bertemu orang menarik sepertimu, bukan?
Bagaimana dengan warga lokal?
Ada apa dengan mereka?
Maksudku, kau tak menyewa warga lokal untuk kerjakan itu?
Mereka sudah tua renta.
Berapa kau membayar?/ Tom. Apa kau harus...
€200 per hari.
Ditambah kamar yang sangat bagus untuk kalian berdua di atas.
Fasilitas lengkap.
Kami terima.
Kau tinggal di sini sendirian?
Tidak lagi.
Kita terjamin.
Kau percaya rumah ini?
Dan upahnya?
Kita akan menjadi kaya.
Jangan kacaukan ini.
Tolong, Tom, jangan kacaukan ini.
Apa maksudmu?
Maksudku, sikap sok jantan bodoh yang ada didalam dirimu ini,
Akan membuatmu terbunuh suatu hari.
Ayolah, "Dick"?
Apa? Aku hanya bersikap ramah.
Dasar berengsek.
Aku tak suka makanannya.
Kau tak suka?
Itu bukan burger dan kentang goreng, bukan?
Jaga sikapmu, atau aku akan membunuhmu.
Punyamu Tiketku Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik
"Punyamu"?
Kapan kau akan belajar cara mengeja, bodoh?
Kau memanggilku "Bodoh"?/ Ya. Kau bodoh.
Aku suka saat kau panggil aku bodoh./ Ya, kau bodoh...
Bantingan badan bodoh yang kuat!
Tidak!
Tom?
Hei.
Ada apa, Sayang?
Mimpi buruk?
Aku tadi di rumah sakit.
Aku tak bisa bergerak. Tak bisa bicara.
Aku hanya bisa melihat.
Ada orang ini...
Dengan jarum...
Itu hanya mimpi, sayang.
Aku tak merasa seperti bermimpi.
Ini terasa seperti saat aku bermimpi tentang Ayahku.
Aku tahu. Dia sudah menjelang ajalnya pada titik itu.
Aku merasa aneh di sini. Menurutku kita sebaiknya pergi.
Kau pasti bercanda.
Kita butuh uang ini.
Sesuatu yang buruk akan terjadi.
Apa maksudmu, sesuatu yang buruk akan terjadi?
Hal terburuk yang bisa terjadi adalah...
...jika si orang aneh itu menjadi gila terhadap kita.
Kau pikir aku tak bisa tangani itu?
Itu dia.
Dengar, kau aman bersamaku. Oke?
Ada apa?
Kau harus lebih hati-hati.
Ayo bantu aku.
Aku bisa terkena tetanus.
Itu hanya luka gores.
Halo?
Maaf. Aku tak bermaksud menakutimu.
Tidak.
Hanya.../ Tolong.
Jangan pernah masuk ke lumbung.
Tentu saja. Aku hanya mengira ada yang menangis.
Tidak. Pasti hanya angin atau sesuatu.
Ada apa dengan tanganmu?
Ya, aku tadi menggali batu, dan...
Maaf. Aku seharusnya memberimu sarung tangan.
Tapi aku lupa.
Kau tahu, ini tak serius.
Ya, tapi...
Kita sebaiknya bersihkan lukanya. Ikut aku.
Jadi kau seorang dokter?
Bukan, aku pembunuh berantai.
Apa itu sakit?/ Tidak.
Kita sangat jauh dari rumah sakit terdekat. Jadi...
Seseorang harus bisa mandiri.
Aku harap kau tahu apa yang kau lakukan.
Aku sering membantu warga lokal.
Mereka memanggilku "Dokter Kecil".
Aku sering sakit-sakitan saat masih kecil.
Apa kau punya masalah kesehatan?
Aku alergi serbuk sari hampir dari setiap tanaman.
Gejala asma.
Tapi alerginya semakin membaik sejak kami datang ke Prancis.
Biar aku lihat.
No comments yet. Be the first to leave one.