Release info

Suki na Hito ga Iru Koto Episode 3
A Commentary by yamazakinan16
Thanks to Chubba00 (http://chubba00.livejournal.com) for english sub. Please kindly visit my blog http://japaneseaddicted.blogspot.com. thank you ^_^

Tags

other
Published on: 2016-08-02
Downloads: 30
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Misaki! Aku menantikan kue buatanmu besok.

Dia memanggilku Misaki... Hore!

Daripada mengatakan aku lucu atau cantik, mendengar bahwa aku keren akan membuatku sangat senang.

Aku ingin Chiaki-san, dan hanya Chiaki-san, yang berpikir kalau aku lucu.

Kau pasti senang karena semua orang tertawa.

Ayo. Tidak usah protes. Ikut saja denganku.

Apa Takumi-san ada disana?

Kau sangat keren hari ini.

Terima kasih.

Aku sangat senang!

Baiklah!

- Terima kasih sudah menunggu. - Selamat datang.

- Saya ingin pesan omelette burger. - Baik.

- Saya pesan satu omelette burger. - Baik, Tuan.

Ini omelette burger yang anda pesan.

Jadi kau ingin aku memberitahu semua hal tentang Shibasaki bersaudara?

Serahkan padaku. Aku tahu semua hal tentang mereka.

Yang paling tua adalah Chiaki. Dia adalah pengusaha restoran.

Dia juga mengelola 5 restoran lain di Tokyo.

Dia seperti anak didikku. Pokoknya, dia pria yang baik.

Dia sangat memedulikan adik-adiknya dan menjaga mereka dengan baik.

- 3 omelette burger. Banyak yang memesannya hari ini. - Ya.

Yang kedua yaitu Kanata, seorang juru masak. Kemampuan memasaknya diatas rata-rata, tapi...

Dia sangat pemilih dan susah untuk diajak berkompromi.

Sampai sekarang, dia sudah memecat banyak pegawai.

- 3 omelette burger. Ini cukup populer, ya? - Kurangi berbicara, banyak bekerja.

Yah, kelihatannya semuanya berjalan dengan lancar...

...antara dia dan Misaki-chan, pegawai baru disini.

Yang terakhir adalah Touma.

Impiannya sejak kecil adalah menjadi juru masak seperti ayahnya.

Jadi saat ini dia mengikuti sekolah memasak.

Permisi! Tolong ambil foto kami!

Baik!

Dia mudah sekali memikat hati wanita.

- Terima kasih! - Sampai jumpa!

Yah, jika kita berbicara mengenai pria tampan...

...ketampanan mereka diatas rata-rata.

Tidak seperti aku.

- Maaf... - Ya?

Apa kau pernah mendengar seseorang bernama Takumi?

Takumi? Maaf, aku tidak pernah mendengarnya.

Hari ini sangat panas!

Ini Touma, yang tadi aku sebutkan.

Hei!

- Siapa gadis cantik barusan? - Tidak tahu.

Tapi dia menanyakan tentang kalian.

- Pantas saja... - Apa maksudmu?

- Penampilannya seperti gadis yang sedang jatuh cinta. - Dengan siapa?

- Aku. - Benarkah?

Apa yang harus aku lakukan? Aku sudah punya pacar dan juga Misaki-chan.

Sulit ya, disukai banyak wanita.

Aku tahu persis apa yang kau maksud.

Ya, aku mengerti. Beri aku waktu sedikit lagi.

Hei, apa maksudnya ini?!

Pelecehan macam apa ini?

Itu saja yang tersisa.

- Tidak mungkin... - Jika kau tidak mau, tidak usah memakannya.

Tunggu, tunggu! Aku mau!

Ini sangat enak!

- Aku memberikanmu nilai 100. - Jangan menilai masakanku.

- Selamat malam. - Kaede.

- Ada apa? - Aku ingin makan disini.

Silahkan.

Terima kasih banyak untuk pesta pernikahannya.

Aku punya foto-foto acara kemarin, apa kau ingin lihat?

Tentu.

Ini semua foto penampilan Dojou Sukui, ya?

Ya.

Kenapa kau melamun?

Ah, tidak...

Aku hanya penasaran apakah mereka berdua kembali berpacaran lagi atau tidak...

- Tanyakan padanya-- - Tidak, aku tidak bisa!

Maksudku, tanyakan pesanannya sekarang.

Oh...

- Permisi. - Terima kasih.

Hei, Chiaki. Apa kau mau minum denganku setelah ini?

Mari kita rayakan kesuksesan acara pernikahan kemarin.

Kalau begitu, kau harus ikut dengan kami juga, Misaki!

Aku akan mentraktirmu sebagai ucapan terima kasih.

Oh, tidak, tidak. Jangan khawatirkan aku.

Kalian berdua harus pergi tanpa aku.

- Pesta kemarin sangat meriah, ya? - Ya.

Apa kau ingin datang melihat rumah baruku kapan-kapan?

Aku rasa itu akan selesai 2 minggu lagi.

- Kaede... - Ya?

Kapan kau kembali ke Boston?

Kuliahmu belum selesai, kan?

Aku sedang liburan musim panas sekarang.

Sebenarnya aku bekerja paruh waktu di restoran itu. Hanya selama musim panas.

Jadi untuk sekarang, aku tinggal disini.

Begitu, ya...

Tapi...

Aku harap aku bisa terus berada disisimu.

Apa-!

Apa benar kau akan berhenti sekolah?

Apa aku pernah bilang begitu?

- Touma, ayolah- - Kau menyebalkan.

Misaki-chan? Selamat datang! Apa yang kau lakukan disana?

Tunggu, apa kau melihat kami?

- Kami memata-matai kami, kan? - Tidak, tidak. Bukan begitu!

Ini gawat!

- Hei. - Ya?

- Boleh aku bertanya sesuatu hal yang bodoh? - Tentu.

Kau... tadi mencium gadis itu, kan?

- Karena kau menyukai dia, kan? - Apa? Kau cemburu?

- Tentu saja tidak! - Baiklah! Ada apa?

Kau tidak akan mencium seseorang jika kau tidak menyukainya, kan?

- Itu tidak benar. - Apa?!

Aku tidak jatuh cinta dengan Fuuka.

Kau mencium dia walaupun kau tidak menyukainya?

Tentu saja. Aku bukan anak kecil lagi.

Di Amerika, berciuman adalah cara untuk menyambut orang lain.

Jadi maksudmu...

...bahkan jika seseorang yang tidak belajar di Amerika mencium seseorang...

...ciuman itu tidak ada artinya?!

- Tepat. Itu seperti bersalaman. - Baiklah!

- Ah, aku kalah. - Begitu, ya. Jadi itu yang terjadi.

Kau juga pernah mengalaminya, kan? Ciuman tanpa cinta.

Oh, apa ini? Ini wajah seseorang yang pernah mengalaminya, kan?

- Tidak, tidak... - Kau pernah, bukan?

- Tidak, tidak... - Kau pernah, bukan?

Ya ampun, aku sudah dengar semuanya.

Kau mengajak Misaki-chan pergi menggunakan perahu milik Nobirin untuk melihat matahari tenggelam.

Kau tidak biasanya seperti itu.

Mungkinkah kau sudah jatuh cinta? Cinta sejati?

- Apa kau bodoh? - Sudah ku bilang...

Musim panas membuat orang-orang jatuh cinta.

Dan ketika malam tiba, perasaan itu menjadi semakin kuat.

Kata-katamu sangat menyentuh, Nobirin! Kau terdengar seperti Tatsuro Yamashita!

T/N: Apa yang Himura katakan terdengar seperti lirik lagu "Crishtmas Eve" oleh Tatsuro Yamashita)

Kalau begitu kau bisa menjadi Takeuchi Mariya!

(T/N: Penyanyi Jepang yang terkenal dan Istri dari Tatsuro Yamashita)

~Saat malam tiba, hujan akan turun bersama salju~

- Himura-san. - Ya?

- Apa kau mengganti bahan-bahannya? - Kau menyadarinya?

Udang yang biasa aku gunakan harganya naik.

Kami tidak punya pilihan lain selain beralih ke yang lebih murah agar tetap mendapat keuntungan.

- Menyebalkan. - Bukankah kau juga?

Bukankah harga bahan-bahan yang biasa kau gunakan untuk membuat demi-glace omelette burger juga naik?

Yah, tapi aku tidak bisa mengubah resepnya.

Itu mungkin tidak masalah bagimu, tapi...

...bukankah Chiaki akan sulit untuk menanganinya?

- Apa? - Aku berbicara tentang omelette burger.

Chiaki bilang padaku bahwa kalian tidak pernah mendapatkan keuntungan dari omelette burger...

...dan dia selama ini mengkhawatirkan hal itu.

Jadi, aku rasa kau harus menaikkan harga omelette burger.

Dia bilang dia tidak bisa melakukan hal itu demi kepuasan pelanggan.

Dia tidak pernah bilang begitu padaku.

Tidak mungkin Chiaki-san akan memberitahu itu padamu.

Kau mau coba ini?

Ternyata, banyak restoran yang menggunakan ini sekarang.

Kau bisa menghemat separuh harga...

...jika kau mengganti saus demiglace yang kau pakai sejak awal dengan ini.

Tidak, terima kasih. Aku tidak ingin mengubah apapun.

Baiklah!

Aku berhasil, aku menang!

- Aku kehilangan tenagaku sedikit demi sedikit... - Waktunya untuk hukumanmu!

- Cium aku dipipi. - Tidak mau.

Ow! Sungguh? Kalau begitu, begini saja.

Aku pulang.

- Aduh! - Selamat datang!

Misaki. Apa kau sudah ada rencana untuk hari libur?

- Tidak. - Kalau begitu, mari kita pergi ke suatu tempat.

Kita bisa kemana saja ke tempat yang kau inginkan.

Pikirkanlah tempat yang ingin kau kunjungi.

A... apa maksudnya ini?

Dia baru saja mengajakmu berkencan, kan?

- Apa kau bilang barusan? - Aku bilang kencan.

Ke-kencan?

Jadi, kakak memperhatikanmu, ya?

Misaki-chan?

Terima kasih.

Misaki, bisakah kau mengambil pesanan di teras?

- Tentu saja! - 4 omelette burger...

- Hei... - Ya?

- Pizza untuk meja nomor 7 akan siap dalam 3 menit. - Mengerti.

Terima kasih sudah menunggu. Ini menunya.

Aku harap aku bisa terus berada disisimu.

- Apa? - Bagaimana jika kita kembali bersama lagi?

Aku serius saat menciummu waktu itu.

Kau sangat egois.

Kau tiba-tiba menghilang 2 tahun yang lalu...

Tapi tidak masalah jika itu dapat membuat impianmu terwujud.

Aku mendukung keputusanmu.

Dan sekarang kau menyerah dengan semudah itu?

Maaf, tapi aku tidak berniat untuk kembali bersamamu.

Apa ada seseorang yang kau suka?

Itu bukan urusanmu.

Makanannya sangat enak!

Terima kasih banyak.

Halo?

Misaki-chan? Aku harus bicara denganmu.

Kanata. Apa yang ingin kau bicarakan?

Aku tidak tahu kalau kerugian kita sebanyak ini.

Apa rencanamu untuk memperbaiki keadaan ini? Masalahnya adalah saus demi-glace, kan?

Aku tidak berniat untuk mengubah bahan-bahannya.

Demi-glace punya rasa yang istimewa yanh ayah wariskan untuk kita, kan?

Kau tidak akan bisa mengubah resepnya. Itu mustahil.

- Jadi apa yang akan kau lakukan? - Jangan khawatir.

Teruslah memasak apa yang kau suka, dan dengan cara yang kau suka, seperti biasanya.

More Indonesian subtitles for A Girl & Three Sweethearts

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left