Release info

왼손잡이 아내ㆍLeft-Handed Wife E57 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Download di oppa.kdramaindo.tv. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-03-28
Downloads: 22
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

San Ha.

Cucu Ibu diadopsi?

Maksud Ibu...

Apa maksud Ibu

Gun?

Ibu tidak punya cucu.

Satu-satunya cucu Ibu adalah

Gun yang tewas saat bayi.

Itukah?

Apa yang dia maksud Gun?

Ibu.

Apa Gun tidak tewas saat itu?

San Ha.

Ibu.

Tunggu!

Tidak.

"Episode 57"

Maaf.

Tolong bicara denganku.

Aku tidak tahu apa-apa.

Tanya nenek Gun.

Nenek Gun?

Dia pergi ke mana?

Dia baru saja di sini.

Ayah jelas-jelas bilang

dia akan menemui Anda.

Lalu dia meninggal.

Saat dia melukis di gedung

tempat dia bisa melihat galeri tempat Anda bekerja,

tali yang menyangganya putus.

Hanya ada satu orang yang tahu

soal Myung Woo.

Mendiang ayahku.

Hai, ini Ae Ra.

Apa kabar?

Aku sedang ke sana.

Baik.

Aku datang karena ingin bertanya.

Baik.

Kim Myung Woo

Anda pernah mendengar nama itu, bukan?

Siapa?

Anda tangan kanan ayahku,

jadi, Anda tahu semuanya.

Bagaimana bisa aku mengenal orang itu?

Aku tahu semuanya, jadi, jangan berusaha berbohong lagi.

Aku harus kembali.

Tali itu...

Apa Anda memotongnya?

Ayahku yang menyuruh Anda, bukan?

Menteri Cho tidak punya pilihan.

Dia tidak bisa memaafkan siapa pun

yang menghalangi

masa depan atau kebahagiaan putri tunggalnya.

Pria itu

mengancam akan mengirim anaknya kepadamu.

Tetap saja, bagaimana bisa dia membunuh seseorang?

Permintaan terakhirnya adalah

memastikan kamu tidak pernah tahu.

Maaf.

Bagaimana rasanya

kehilangan orang yang Anda sayangi?

Rasa marah, sengsara, dan putus asa

yang kurasakan saat aku kehilangan ayahku...

Anda merasakannya sebagian sekarang, bukan?

Ayah.

Yang Ayah lakukan untuk kebahagiaanku

malah menjadikan anaknya monster.

Ayah membuatnya mengkhianatiku.

Ini enak dan hangat.

Bagus.

Bu Tiffany membelikannya sebagai ucapan terima kasih.

Itu tidak perlu.

Sudah sewajarnya saling membantu saat dibutuhkan.

Ayah bilang punggung Ayah belakangan sakit.

Hei, Seul Ha. Cobalah.

Punggungmu pasti sakit karena duduk seharian

mempelajari ujian PNS.

Ini. Cobalah.

Sial. Matilah aku.

Ibu!

Apa itu ibumu?

Tidak. San Ha tahu segalanya.

Ada apa?

Ada apa?

Jika San Ha mencariku, bilang aku tidak ada di sini.

Bilang kamu tidak melihatku.

Di mana Ibu? Dia di kamarnya?

Ya, ada apa?

Kakak dan Ibu bertingkah aneh. Ada apa?

Ibu, buka.

Ibu harus menjelaskan sesuatu.

Ibu!

Ada apa?

San Ha, ibu mohon.

Ibu berjanji akan menemukan Gun.

Gun?

Mendiang anak San Ha?

Cucu kita?

Ayah, buka pintunya. Tolong.

Buka pintunya.

Sayang.

Kenapa kamu...

Lepaskan pintunya!

- Ibu. - San Ha.

Ibu, di mana Gun?

Apa yang terjadi padanya?

Hei, apa maksud San Ha?

Bukankah Gun sudah mati?

Katamu cucu kita

mati karena gagal jantung.

Itu bohong!

Aku menyerahkannya untuk diadopsi!

Kenapa? Kenapa Ibu melakukannya?

Kenapa Ibu memberikan anakku kepada orang lain?

Kenapa Ibu melakukannya?

Menurutmu kenapa?

Ibu melakukannya untuk menyelamatkannya.

Bisnis kita gagal dan kita berutang.

Ayahmu kolaps dan buta, serta dirawat di rumah sakit.

Kamu berjuang hidup berhari-hari setelah melahirkan.

Serta

kita tidak tahu Soo Ho masih hidup atau sudah mati.

Dia prematur dan sakit jantung.

Bagaimana bisa ibu menyelamatkannya?

Tetap saja!

Kamu setidaknya harus membahasnya denganku!

Bagaimana bisa kamu mengambil keputusan sebesar ini sendiri?

Kamu terbaring di IGD.

Bagaimana bisa aku membahas apa pun denganmu?

Tahukah kamu betapa beratnya itu bagiku?

Aku harus membuat keputusan cepat untuk menyelamatkan cucu kita.

Gun sudah mati jika aku tidak cepat bertindak!

Ibu tahu ibu salah

berbohong kepadamu dan bilang dia sudah mati,

tapi ibu tidak menyesal menyerahkannya untuk diadopsi!

Siapa yang bilang Ibu berhak melakukan itu?

Gun itu anakku dan Soo Ho.

Mereka berjanji memberinya operasi jantung.

Mereka kaya, jadi, mampu.

Prioritas ibu adalah menyelamatkannya.

Setidaknya kita bisa menemuinya nanti.

Itu menyenangkan.

Chan!

Ibu!

- Astaga, anak ibu. - Nenek.

- Halo. - Halo.

Anda neneknya No Ah?

Ya, kamu ibunya Chan?

Aku tidak sempat berterima kasih

karena sudah mengawasi Chan waktu itu.

Aku ibunya Chan, Tiffany.

Tiffany?

Aku tinggal di Amerika,

jadi, lebih nyaman memakai nama Inggris daripada nama Korea.

Begitu rupanya.

Lantas, Chan pasti lahir di Amerika.

Begitulah.

Kami ke Amerika segera setelah dia lahir.

Begitu rupanya.

Aku tidak sempat berterima kasih karena sudah mengawasi Chan

waktu itu.

Terima kasih banyak.

Tidak perlu sungkan. No Ah senang dapat teman.

Apa No Ah tidak punya ibu?

Aku belum pernah melihatnya.

Kami harus pergi.

Sampai jumpa.

Ayo.

Dah. Ayo.

Tetap saja.

Bagaimana bisa kamu merampas seorang anak dari ibunya?

Bagaimana denganku? Kamu kira aku senang?

Kamu kira aku senang dan tenang

sudah menyerahkan anak itu?

Aku berusaha yang terbaik

untuk putriku dan Gun!

Jadi, kenapa?

Kenapa setelah lima tahun

Ibu akhirnya berniat menemukannya?

Ibu seharusnya memberitahuku lebih awal.

Lantas, aku akan mencarinya lebih awal juga!

Karena ibu kira Soo Ho sudah tiada!

Karena ibu ingin kamu melupakannya dan memulai hidup baru!

Ibu!

Apa?

Jika Kak Soo Ho tidak kembali,

Ibu tidak akan memberi tahu kami

bahwa Ibu menyerahkan Gun untuk diadopsi?

Kamu tidak akan bilang apa pun?

Kamu tidak berniat mencari Gun, bukan?

Aku mau putriku yang baik

hidup bahagia seperti orang lain.

Aku mau dia memulai baru,

dicintai suaminya,

dan hidup bahagia.

Aku mau Gun hidup nyaman

tumbuh di keluarga kaya.

Jadi? Apa aku bahagia?

Apa aku bahagia?

I Told You I Was Ill: The Life and Legacy of Spike Milligan subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for I Told You I Was Ill: The Life and Legacy of Spike Milligan

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left