The Angriest Man in Brooklyn

The Angriest Man in Brooklyn

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Angriest Man in Brooklyn (2014)
A Commentary by n42n42
Manual Translate...Enjoy. silahkan edit atau resync bila belum sempurna. tanpa menghilangkan credit / original penerjemah THX.......... http://idfl.me/showthread.php?t=72976

Tags

other
Published on: 2014-06-02
Downloads: 60
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

n 4 2 n 4 2 -

Sepetember 1989.

Itu Ayahmu. Semuanya serang ayah!

Ayo serang Ayah!

- Bukan aku. Kameranya. - Tidak menyala.

Kameranya rusak. Aku akan membuka ini.

Oh Tuhanku. Aku bisa melihat mereka seharian.

Hei, Ayah.

Apa yang kau pikirkan?

Aku bahagia.

25 tahun kemudian.

Saat Henry Atlmann menunggu lalu lintas dalam perjalanan bertemu dokternya.

Dia menambahkan pemikirannya dalam mobil kecil. Pada hal yang dia benci.

Dalam daftar pendeknya juga ada, kotoran anjing, alaram mobil.

Tempat parkir penuh, kereta dorong bayi, baju yang berantakan.

Kolonge pria, permen karet, sepeda, hamster, truk sampah.

Tetangga, gantungan baju besi, remote TV, kartu ucapan.

Sandal jepit, selebaran untuk pangkas rambut murah, orang gemuk.

Burung merpati, saluran cuaca, bau urin, Ibu baru.

Penawaran kartu kredit, nomor telepon yang di blok, payung besar.

Kereta, JFK, BQA, saluran telepon.

Toko 99, radio prbadi, jaringan.

Starbuck. Tim Knicks. Tim Knicks. Tim Knicks.

Dan Tuhan.

Apa ini?

Aku tanya kau, "Apa ini?"

Itu lampu merah yang kau lewatkan. Kau tidak bisa bedakan merah dan hijau?

Kau mengikuti ujian, bukan? Saat kau mendapatkan SIM, ingat itu?

Pilihan ganda, dengan pensil 2B, dinding yang kotor.

Apa artinya merah? Itu artinya jalan?

Apa artinya menabrak mobilku, apa itu artinya?

- Itu kuning. - Oh, kuning?

Oh, kuning seperti taksimu?

Atau kuning seperti devadel cantikmu.

Apa devadel berarti tancap gas dan menabrak mobilku di negeramu?

Apa begitu? Itu pasti alasanmu untuk mengacau hidupku?

Menghancurkan ketenanganku?

- Aku... - Aku... Tidak!

Aku akan membuat ijinmu di cabut dan mengirimkanmu kembali darimana asalmu.

- Rasis. - Rasis?

Bagaimana aku bisa jadi rasis? Aku tidak tahu ras apa kau.

- Uzbekistan. - Uzbekistan, kau benar.

Aku benci Uzbekistan. Aku benci kalian semua. Terutama kau!

- Kau akan mati. - Apa?

Apa yang kau katakan?

Hal baik pada orang yang berteriak.

Kau juga...

Saat Sharon menatap dengan rasa bersalah pada seorang wanita dan binatang peliharaannya.

Dia sangat bersalah pada kucing peliharaannya.

Tiga hari yang lalu. Harold melompat dari jendela.

Setelah itu dia belajar bahwa ini bukan perbuatan kucing biasa.

Kenyataannya Harold mendarat dengan kakinya dari 10 lantai. Itu sedikit menakutkan.

Sharon mengerti Harold adalah pemicu.

Bahwa dia secara emosional lelah.

Masih mempedulikan kucingnya yang mati daripada pasiennya yang sakit.

Itu sudah jelas sebuah depresi.

Buka.

Lebih lebar.

Lebih lebar.

Lebih lebar.

Permisi.

Tidak ada yang pernah menyinggung kenyataan ini saat dia masih seorang mahasiswa kedokteran.

Dokter?

Saat dia yakin bahwa dia akan menyelamatkan dunia satu pasien ke pasien selanjutnya.

Dokter?

Tidak ada yang memberitahu dia bahwa peduli tidak seimbang dengan kebutuhan.

Peduli tentang malam. Kebutuhan yang tiak berakhir.

Dokter?

Semua masalah...

Adalah lima belas menit dari pasiennya.

- Dokter, Ny. Fine di ruang empat. - Siapa?

Ny. Fine. Dia pasien dokter Fielding yang ingin kau gantikan, ingat?

Ada Tn. Wang di ruang no 3. Dan Tn. Peterson di ruang 9.

Oke, baiklah, dengar aku hanya butuh sebentar.

- Dia sudah menunggu satu jam. - Oke.

Sharon bertanya tidak pertama kalinya.

Jika Harold malang membuat keputusan yang tepat.

Yeah, ini aku.

Aaron disana?

Aku belum melihatnya.

Apa dia meninggalkan pesan?

Tidak.

Beritahu dia aku akan sedikit terlambat untuk ke pertemuan.

Tn. Altmann.

Aku tidak tahu kapan. Kapan aku sampai sana.

Dokter akan menemuimu secepatnya.

Dia, dokter Fielding adalah pria.

Yeah, Dr. Fielding ada panggilan daruratjadi Dr. Gill akan menangani pasiennya hari ini.

- Kapan? - Setelah dia bisa. Dia sangat sibuk.

- Sekarang, tolong. Pakai bajunya. - Aku tidak butuh baju.

Hanya ingin bertemu dia.

Apa ini?

Aku tanya, "Apa ini?" Aku sudah menunggu lebih dari 2 jam.

- Maafkan aku, Tn. Altmann. Sibuk sekali. - Siapa kau?

- Aku Dr. Gill. - Aku ingin Dr. Fielding.

Aku mengerti tapi dia ada panggilan darurat.

Oh darurat? Omong kosong. Dia hanya ingin berlibur akhir prkan.

Jadi aku sudah melihat hasilnya...

Apa kau cukup umur untuk praktek?

- Apa Dr. Fielding sudah memberitahu hasilnya? - Belum.

n42 n 42

Belum... Maksudmu dia belum menghubungimu?

Menurut dia itu migran. Aku sakit kepala, sakit sekali dan...

- Kapan dia mengatakan itu? - Saat aku terakhir kesini.

- Itu sebelum di periksa? - Yeah.

Apa?

- Bisakah kau duduk? - Kenapa?

- Karena aku ingin kau duduk. - Ada aoa?

- Karena aku ingin kau duduk. - Aku mau berdiri.

Baiklah, berdiri.

Hasilnya menunjukkan gangguan pada otak.

Wow.

Tn. Altmann.

Apa kau tahu apa itu?

Pamanku mengidap itu.

Saat dia mengosok gigi dan berikutnya dia mati.

Dia tidak sempat kumur.

Itu adalah pendarahan di dalam dinding pembuluh utama otak.

- Dan jika itu meledak? - Itu akan jadi storke.

Dan aku akan mati.

Keseriusannya tergantung pada ukuran dan lokasinya.

Seberapa besar?

Aku seorang internist sebaiknya kau bicara dengan spesialis.

- Hasilnya menunjukkannya. Seberapa besar? - Aku mengerti...

- Tapi ada spesialis otak di Brooklyn. - Kau tahu, bukan?

- Aku sudah membuatjanji dengannya. - Apa yang kau takutkan?

Itu bukan otakmu. Lihat saja hasilnya dan beritahu aku.

Itu besar.

Dan lokasinya/.

- Tolong, sebaiknya bicara dengan ahli. - Lokasi?

Di tengah otak.

Bisa di sembuhkan?

Itu bukan keputusanku.

Kau sudah mengatakannya.

Sudah berapa lama ada disana?

Lama sekali, aku yakin.

Kenapa mereka baru menemukannya sekarang?

Apa kau tidak mampu atau kau tidak peduli?

Itu dia. Kau tidak peduli, bukan?

- Tidak. Tidak... - Tidak apa?

- Tidak, aku peduli. - Omong kosong!

Kau pikir betapa tidak nyaman. Betapa menganggu, betapa sulit.

Betapa memalukan. Tuan putri kecil, malangnya kau.

Aku sedang sekarat!

Pak, pak, aku ingin kau tenang. Ini tidak baik untuk tekanan darahmu, tolong duduklah.

- Berapa lama lagi hidupku? - Aku tidak tahu.

Yeah, kau tahu.

- Tidak, aku tidak tahu. - Wajahmu mengatakan kau tahu!

Tuan putri lemon. Kau pikir akan menyakiti perasaanku?

Kau tidak peduli, ingat? Ini hanya sebuah pekerjaan. Kau tidak asakan ini.

Mungkin iklan berlian atau kucing yang sakit akan membuatmu tersentuh.

Oh, kucing sakit? Apa itu yang membuatmu tersentuh?

Itu yang membuat tuan putri tersentuh? Oh, aku disini.

Binatang peliharaanmu yang sakit dan sekarat.

Beritahu binatang peliharaanmu. Berapa lama dia hidup?

- Aku tidak tahu. - Berapa lama?

- Aku tidak tahu. - Berapa lama?

- Oh, aku tidak bisa bernafas. - Berikan aku angkanya.

Angkanya. Berikan aku angkanya! Angkanya. Angkanya. Angkanya.

Aku tidak akan pergi dari sini sampai aku dapatkan angkanya.

- 90. - 90 apa?

Menit.

Itu pendapat profesionalmu?

Yeah.

- Yah, persetan denganmu. - Kau tanya.

Sembilan puluh.

Hei, lihatjam tangan ini? Lihat?

Ini milik Ayahku. Dia hidup sampai 90.

Sembilan puluh tahun.

Kau ingin tahu apa yang terjadi dalam 90 menit?

Itu... jam enam dua puluh.

6:20 malam. Aku akan hidup.

Aku akan minum bir. Dan aku akan tersenyum.

Aku akan tersenyum karena kau akan di pecat.

Itu benar. Aku akan menghubungi CEO rumah sakit ini dan kau akan di pecat.

Bajingan.

Dokter sial.

Persetan.

Taksi!

Yo, taksi!

Pusat kota Brooklyn.

Walaupun Henry tahu 90 menit masuk akal.

Banyak pemikirannya yang terlintas. Sumpahnya, semakin itu membebaninya.

Bagaimana jika... Bagaimana jika.

Dia sepertinya ingat empat atau lima tingkat kematian.

Apa yang kau lakukan?

Ayo jalan lewat samping. Aku tidak mau mati di belakang truk semen.

Kemarahan salah satunya. Lihat itu.

Bukan lagi sebuah penyangkalan? Apa itu penyangkalan? 90 menit?

Bagaimana jika dia? Henry Altmann akan mati jam 6:2o?

Apa yang aku akan lakukan?

Beritahu Tn. Altmann ini sangat penting. Bisakah kau minta dia menghubungiku?

Oke, terima kasih.

- Apa itu benar? - Apa?

- Apa itu benar? - Apa yang benar?

Kabarnya kau mengatakan pada pasienmu bahwa dia hanya punya hidup 90 menit lagi.

- Tidak. - Menurutku... itu gila.

=n42=n42=

Apa?

Tidak apa-apa.

More Indonesian subtitles for The Angriest Man in Brooklyn

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left