Release info

인간실격 Lost E11 211009-NEXT-iQIYI
A Commentary by RuoXi
Ep. 11 [iQIYI Ver.]. Synced for NEXT. Runtime > 01:14:00. Enjoy.... ;). Check out My IG @ruo_xi_ss for subtitles updates ^^. Note : video download link in txt file or check my telegram channel at https://bit.ly/telchan. Sorry if the sub doesn't sync well

Tags

other
Published on: 2021-10-09
Downloads: 22
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

[ Semua tempat, tokoh, firma, dan peristiwa dalam tayangan ini hanyalah fiksi. ]

Min-jeong, perlukah kukemas sandal ini?

Ya.

Baiklah.

Bagaimana dengan palu ini?

Apa ada cangkir di sini?

Apa?

Cangkir.

Cangkir...

Kau baik-baik saja?

Ya. Aku baik-baik saja.

Astaga. Itu pasti sakit.

Tidak ada yang berguna di sini.

[ Soon-gyu kapan kau akan pulang? ]

Kenapa lama sekali membeli mi instan?

Aku kelaparan.

Aku juga.

Itu...

Kau tak keberatan?

Aku yakin Gang-jae minum langsung dari botol.

Dia minum langsung dari sini?

Aku yakin itu.

Tidak! Jangan!

Akan kuambilkan botol baru.

Kau butuh hal lain?

Butuh apa lagi, ya?

Selimut?

Selimut?

Apa selimut dijual di toserba?

Tidak.

Semoga berhasil.

Aku tak akan lama.

Aku akan mencari Gang-jae dan membawanya pulang.

[ Jin Jeong-su Aku di pemakaman. ]

[ Detail: Mengonfirmasi tempat identifikasi Tempat: Kepolisian Namyangju ]

Dengan Kepolisian Namyangju, Cabang Seopyeong.

Ya.

Ya. Dia masih di sini.

Lima sampai sepuluh menit lagi?

Baiklah.

Di mana dia terluka?

Dia baik-baik saja.

Baiklah.

Baiklah. Sampai jumpa.

Ada yang bisa kubantu?

Ya.

Aku wali Lee Bu-jeong.

Apa hubunganmu dengannya?

Temannya.

Kau punya KTP?

Suami Gyeong-eun menderita penyakit apa?

Kau bilang dia menderita kanker dan dirawat di rumah sakit.

Benarkah?

Hei.

Hidupku sibuk.

Dan Gyeong-eun

jarang membicarakan dirinya.

Hei.

Kau tahu sesuatu?

Kau pikir aku tahu?

Kenapa kau bertanya kepadanya?

Dia tak mungkin menghubunginya.

Aneh jika dia menghubunginya.

Melihat Lee Gyeong-eun yang hebat begini,

ternyata dia hanya menantu orang lain.

Kapan kalian akan pergi?

Aku tak bisa menginap.

Aku harus pergi dalam satu jam.

Aku juga tak bisa menginap.

Bagaimana denganmu?

Aku juga harus pergi.

Tolong isi formulir ini.

[ Penduduk Hilang Nama: Lee Bu-jeong ]

[ Dipulangkan kepada Nama: Lee Gang-jae ]

Ya.

Ini bukan kali pertamamu.

Kami menanyakan informasi ini karena walimu ada di sini.

Tapi ini akan dirahasiakan. Jadi, jangan khawatir.

Apa kau tahu dia pernah dilaporkan

atas hal serupa di waduk yang sama?

Ya, aku tahu.

Sekitar setahun lalu,

dia menulis surat bunuh diri dengan orang lain.

Kau membicarakan itu?

Ya.

Aku mengatakannya bukan karena curiga.

Menyangkut masalah semacam ini,

orang-orang di sekitarnya perlu tahu.

Jadi, aku memintamu untuk memastikannya.

Apa kita sudah selesai?

Ya, sudah.

Kalian boleh pergi sekarang.

Ayo.

Kau ingin memastikan apa busnya akan datang?

Kurasa bus terakhir sudah pergi berjam-jam lalu.

Kau potong rambut.

Ya.

Potongannya bagus.

Memang.

Kenapa tak ada taksi?

Kau menyimpan kontakku dengan nama apa?

Tebaklah.

Kau kompeten.

Kau tahu mi instan apa yang kumakan.

Kurasa "klien".

Tapi karena kau punya banyak klien...

Kau menambahkan angka di belakangnya?

Kalau begitu, aku nomor berapa?

Aku ingin tahu apa nama kontakku.

Apa nama kontakku?

Jika kita berjalan 15 menit ke arah sana,

kurasa ada restoran larut malam.

Mau makan?

Aku membeli mi instan dan roti

saat menerima pesanmu tadi.

Tiba-tiba aku ingin makan mi instan lagi.

Bagaimana?

Mau pergi?

Kakimu baik-baik saja?

Hak sepatumu tampak tinggi.

Itu mungkin

melukai tumitmu

sampai berdarah.

Aku baik-baik saja.

Apa yang akan kau lakukan jika aku tak baik-baik saja?

Apa?

Jika aku tak baik-baik saja...

Maukah kau menggendongku?

Jika kau tak baik-baik saja...

Jalanannya tampak bagus,

tapi ada sedikit turunan.

Menggendongmu di jalanan rata saja sudah sulit.

Jadi, aku tidak bisa menggendongmu.

Lantas kenapa kau bertanya?

Bagaimana jika kubilang aku tak baik-baik saja?

Kenapa?

Kau tak baik-baik saja?

Aku baik-baik saja.

Kau sungguh tak mau makan?

Aku akan makan saat Gang-jae pulang.

Dia tak akan datang.

Dia belum merespons, 'kan?

Setidaknya dia membaca pesanku.

Dia membacanya?

Ya, baru saja.

Bagus kalau begitu.

Biarkan saja dia.

Dia berjiwa bebas.

Dia pasti sibuk karena sudah lama rehat.

Bukan Gang-jae, 'kan?

Bukan.

Siapa itu?

Kakakku.

Dia bertanya kapan aku akan pulang.

Kenapa?

Kau tak akan meninggalkanku di sini sendirian, 'kan?

[ Soon Ju-ku Aku akan menginap di rumah Gang-jae. ]

Tak apa-apa. Biar aku saja.

Itu sudah dingin sekarang. Sebaiknya kau buang.

Kenapa membuang makanan enak?

Astaga.

Kau selalu meminta sesuap saat aku membeli sesuatu.

Kapan aku melakukan itu?

Menurutmu kapan? Di kampus.

Meskipun

aku sangat bergantung padamu,

tak ada mahasiswa yang meminta sesuap makanan.

Aku hanya ingin tahu seperti apa rasanya.

Kau melebih-lebihkannya.

Ingatanmu kacau.

- Astaga. - Kau melebih-lebihkannya.

Begini,

kau mengaku bergantung padaku, bagus sekali.

Aku tak akan berhasil jika bukan karenamu.

Ada apa denganmu?

Di saat seperti ini,

ikuti saja nuansanya

dan tunggu yang terjadi selanjutnya.

Dasar bodoh.

Itulah masalahmu.

Selanjutnya apa?

Apa?

Selanjutnya ada apa?

Entahlah.

Aku lupa.

Kau bisa lupa secepat itu?

Ini berat sekali.

- Apa isinya? - Biar kubawa.

- Kubilang aku saja. - Tidak, aku saja.

Biar aku saja.

Aku akan membawa itu juga.

Berikan itu.

Permisi!

Tampaknya tutup.

atas hal serupa di waduk yang sama sebelumnya?

[ Jin Jeong-su Kurasa aku tak bisa pulang malam ini. ]

Siapa itu?

Ayahmu?

Bukan ayahku.

Lalu siapa?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left