The first 200 lines.
Halo, senang bisa kembali.
Selamat hari Senin. - Halo.
Halo. - Halo.
Kesenangan Senin malam. - Kesenangan Senin malam.
Kesenangan Senin malam. - Kesenangan Senin malam.
"The Brainiacs pergi bekerja dengan penuh energi"
Halo.
Hari ini sangat biasa. Tidak ada apa pun di sini.
Aku tidak melihat hal istimewa.
Tidak ada apa pun di sini. - Apa ini?
Tidak ada petunjuk juga.
"Siapa tamu hari ini?"
Acara partisipasi pemirsa untuk Orang Genius dilanjutkan hari ini.
Pecahkan pertanyaan bersama kami, dan di antara jawaban tepat,
akan kami undi dan kirimi kupon prasmanan senilai 50 dolar.
Ini bisa berguna untuk Mei, bulan keluarga.
Kamu akan dikenakan biaya 10 sen per pesan.
Kirimi kami jawaban dan menangkan kupon.
Salah satu dari kalian meminta staf waktu untuk berkata sesuatu?
Siapa itu?
"Siapa yang meminta waktu?"
Itu manajer Tyler.
Itu pasti berita bagus.
Tyler mendapat peringkat tertinggi pada Indeks Kesetiaan Pembeli Merek.
Terima kasih. - Apa itu?
Indeks Kesetiaan Pembeli itu apa? - Apa itu untuk iklan?
Itu dilakukan oleh Dewan Pelanggan Korea.
Mereka lakukan jajak pendapat untuk kesetiaan pembeli pada merek.
Aku mendapat peringkat tertinggi hanya di antara...
Apa itu?
Di antara selebritas dari negara berbeda.
Itu hanya diberikan pada orang dengan reputasi hebat.
"Itu luar biasa karena para pembeli memilihnya"
Kamu bisa selalu mendatangi kami dengan berita baik seperti ini.
Tunggu. - Ya.
Ini hari jadi 15 tahun debutku.
Ini hari jadi 15 tahun debut Kim Ji Suk.
"Selamat"
Aku sudah berpkir,
dan menjadi aktor selama 15 tahun.
Dan jika kita hitung tahun yang kulewati sebagai penyanyi,
Leo.
Itu Leo.
Maka tahun ini, 18 tahun debutku.
"Otak Memesona Ji Suk 18 tahun lalu"
Sudah berapa lama kalian debut?
Bagiku, pak, sudah 15 tahun
sejak aku debut sebagai penyanyi.
Aku seniormu di televisi.
Aku debut satu tahun setelah kamu.
Kamu muncul jauh lebih dahulu. - Sekitar tahun 2004.
Aku muncul jauh lebih awal.
Kalian melihat pria tua biasa.
Dia mencoba menjadi senior kita.
"Dia memiliki senioritas tertinggi di sini"
Aku punya senioritas tertinggi.
Kamu benar. - Di televisi.
"Kini saatnya berhenti"
Aku juga punya berita baik.
Selamat. Kini...
"Tertawa"
Apa berita baikmu? - Cepat katakan.
Ada artikel kemarin. Masyarakat memilih selebritas pria
yang terlalu menarik untuk dijadikan teman.
Kang Daniel nomor satu, Jungkook dari BTS nomor dua,
Aku setuju. - Dan aku ketiga.
Apa? - Lee Seung Gi keempat.
Apa itu di radiomu? - Kelima adalah...
Bukan. Ryu Jun Yeol nomor lima, dan Park Seo Jun nomor enam.
Aku nomor tiga.
Bagaimana kamu mengingat hingga nomor enam?
Organisasi mana yang dia survei? - Organisasi mana yang dia survei?
Organisasi mana yang dia survei? - Pusat penelitian.
Sungguh? - Ya.
Apa kamu membayar pusat penelitian itu?
Mereka menyewa banyak pekerja paruh waktu.
Aku terkejut oleh hasilnya. Aku mengalahkan Park Seo Jun,
Lee Seung Gi, dan Ryu Jun Yeol
untuk merebut tempat ketiga.
Park Seo Jun pasti sedih.
"Dia berterima kasih pada penggemarnya"
Bisakah kami mendapat petunjuk untuk tamu hari ini?
Petunjuk hari ini akan ada di layar.
"Lulus cepat dari NYU Tisch School of the Arts".
"Nilai sempurna pada Matematika SAT".
Aku pernah mendengar tentang Tisch School of the Arts.
Itu tempat Ham Yon Ji belajar.
Benar? Aku ingat pernah mendengar nama itu.
Itu dia.
Jika itu sekolah seni, mungkinkah di aktor?
"Apa tamu hari ini seorang aktor?"
Mungkin aktor musikal? - Atau sutradara.
Apa ada petunjuk lain?
Akan kami tunjukkan satu foto. - Foto?
"Apa itu berkaitan dengan tamu?"
Apa itu anjing? - Tentu bukan.
Kamu bicara apa? - Itu tidak mungkin anjing.
"Anjing sebagai tamu untuk kali pertama di The Brainiacs?"
Pasti bayi itu.
Melihat kualitas foto itu,
Dia lahir tahun '80-an. - Ya.
Dia agak lebih muda.
Ibunya cantik. - Benar.
Dia mungkin juga selebritas.
Ibunya sangat cantik. - Ibunya sangat cantik.
Bukankah dia tampak familier?
Bisa sorot sang ibu dari dekat?
Dari drama, "My Only One",
dia memerankan ibu mertua UIe.
"Ibu mertua Ule?"
"Mereka tidak yakin"
Aku tidak bisa mengingat namanya, tapi wajahnya tampak tidak asing.
Aku penasaran.
Mari sambut tamu kita. Silakan keluar!
Mungkinkah itu Ariana Grande? - Mungkinkah dia penyanyi?
"Mungkin?"
Itu lagu Ariana Grande.
Halo.
Itu dia, bukan?
Halo. - Halo.
"Halo"
Kita membahas orang lain.
"Selamat datang"
"Berhenti"
Halo. - Aku pernah satu acara
dengan ibunya.
Ibumu aktris, bukan? - Ya.
Dan dia juga baru saja ada di acara denganku.
Ya, katanya kalian berteman. - Aku benar.
Ibunya Cha Hwa Yeon. Benar, bukan?
Kamu benar. - Ini gila.
Aku melihat wajahnya, dan langsung ingat namanya.
Dia mirip ibunya.
Begitu. Senang bertemu. Silakan duduk.
Akan kuperkenalkan dia.
Saat menetapkan pikiran, dia mencapainya.
Dia pernah merelakan matematika,
tapi dia menetapkan pikiran dan mulai memecahkan soal matematika.
Lalu dia mendapat nilai sempurna dalam Matematika SAT.
Luar biasa.
Dia tidak tahu apa pun tentang akting, tapi dia menetapkan pikiran.
Dia mempelajari semua teori akting
dan diterima di sekolah paling bergengsi di New York.
Dia lambang semangat dan kegigihan, Cha Jae Yi!
"Selamat datang"
Aku ada di sebuah acara bersama ibumu,
dan kami memutuskan berteman.
Ya, kukatakan padanya akan datang kemari,
dan dia menyuruhku memberi salam pada temannya.
Aku temannya.
Jadi, kamu sebaya dengannya.
Tentu tidak. - Tidak?
Apa yang coba kamu lakukan? - Mengerti.
Aku mengenali dia dari foto itu.
Dia sangat cantik.
Dan dia masih cantik.
Astaga. Dia mirip ibunya.
Aku pasti mengenalinya tadi jika mereka tunjukkan ini.
Benar? - Benar. Itu akan terlalu mudah.
Saat aku merekam acara "Happy Together",
ibunya berkata padaku
kamu sangat cerdas.
Dia tidak mengatakan di acara itu.
Dia katakan saat istirahat. Itu yang dia katakan.
Dia biasanya tidak begitu. - Aku ingat pembicaraan itu.
Ibuku cenderung tidak mengatakan pada orang lain
bahwa aku seorang aktris.
Dia cemas
bahwa dia menjadi aktris bisa berpengaruh buruk
pada karierku sebagai aktris, jadi, tidak dia beri tahu siapa pun.
Lalu namaku muncul di acara itu.
Wartawan menulis tentang itu, dan menjadi bahan pembicaraan.
Sebenarnya, aku harus berterima kasih padamu.
Ibuku tidak pernah cerita tentangku pada orang lain,
jadi, aku agak sedih.
Aku mengikuti pertemuan tentang audisi di stasiun berbeda.
Lalu mereka katakan padaku ibuku muncul di drama
di stasiun TV itu.
Jadi, aku meneleponnya agar kami bisa makan bersama,
dan melarangku bersikap seolah aku tahu dia.
Meski kami di gedung yang sama,
dia melarangku bersikap seolah mengenalnya.
Hanya di stasiun TV, bukan?
Untuk apa dia mengabaikan anaknya di rumah?
"Ayo makan, Ibu!" "Jangan bersikap seolah mengenal ibu."
Itu tidak berarti dia tidak ingin menjadi ibunya.
Dia tidak bisa menelepon ibunya sendiri.
Dia membiarkanku ikut karena aku tidak terlalu terkenal.
Tapi saat ada di lokasi atau ada karyawan di sekitar,
dia selalu mengabaikanku. - Kenapa dia melakukan itu?
Kurasa dia ingin kamu
berhasil dengan usaha sendiri.
Dia juga memarahimu saat minta nasihat tentang naskah?
Dia memberiku sedikit nasihat belakangan ini.
Tapi dahulu dia memarahiku saat aku datang padanya membawa naskah.
Dia berkata, "Kamu harus pelajari sendiri."
"Kamu tidak selalu bisa datang pada ibu saat tidak tahu."
"Itu tidak akan membantumu tumbuh."
Aku akan merasa sangat sedih. Kamu tidak?
Tentu dia pasti sedih.
No comments yet. Be the first to leave one.