The first 200 lines.
Bajingan.
Bajingan!
Bajingan!
Kerja bagus. Kau...
Kerja bagus. Kau juaranya.
Ingatkan aku. Kau yang asli atau dobelnya?
Dobel.
Tentu saja. Aku selalu salah membedakan.
Itu jelas membuat bingung ketika kalian terlihat identik.
Kerja luar biasa mengukur jarak serangannya...
...dan menutup jarak.
Terima kasih.
Dobel telah memenangkan duel.
Dia Robert Michaels yang sekarang.
Bisa aku terima pesananmu?
Ya, aku pesan satu taco dua lapis,
Dua taco lembut,
Dobel burrito, dan satu nachos.
Yang mana?
Kami punya beberapa jenis nachos.
Yang ada bumbu keju dan keripik kentang.
Berapa banyak minuman untuk pesanan ini?
Hanya satu.
Entahlah. Itu menghantui.
Tapi lihat, ada kolamnya.
Halo.
Hei, sayang. Kau sedang apa?
Nonton TV.
Apa yang kau tonton?
Acara kompetisi realitas tentang kencan.
Itu tak terdengar begitu bagus.
Itu tak begitu bagus, tapi aku anggap itu kenikmatan rasa bersalah.
Kau sedang apa?
Aku mengajak timku keluar untuk minum setelah kerja malam ini.
Mereka sudah bekerja dengan baik untuk proyek ini.
Bagaimana dengan rekan kerja yang kau katakan padaku? Sam?
Apa dia masih kesulitan dengan beban kerja?
Sebenarnya, Sam sangat luar biasa sekarang.
Aku rasa itu bagus.
Aku bahkan pertimbangkan berikan dia...
...penghargaan yang paling berkembang.
Penghargaan di kantor terbukti...
Koneksi Buruk
...Meningkatkan moral meski jika itu tak berarti apa-apa.
Aku merindukanmu.
Aku juga merindukanmu, sayang.
Mungkin aku akan menghubungimu sekali lagi sebelum tidur?
Tidak, tak apa.
Aku sebenarnya juga akan segera tidur.
Benarkah? Di sana belum terlalu malam.
Ya, tapi aku lelah.
Baiklah, kau sebaiknya istirahat.
Dan kita bisa bicara besok.
Aku SMS kau setelah bangun.
Baiklah. Selamat malam, Sarah.
Sarah, sayang, apa kau benar-benar lapar?
Atau kau masukkan makanan ke mulutmu...
Agar kau tak harus bicara denganku?
Aku hanya lapar dalam tingkatan normal.
Itu memungkinkan untuk makan dan bicara secara bersamaan.
- Aku rasa aku akan... - Sarah...
Aku rasa aku akan terlambat pergi kerja.
Kau tak ada kerja hari ini. Itu sebabnya kau di sini bersamaku.
Ini hari apa?
Apa kau ingat ini?
- Koleksi koinku? - Kenapa kau berhenti mengoleksi?
Aku 10 tahun, aku memiliki hobi lain.
- Di mana kau temukan ini? - Kenapa kau tak bahagia lagi?
Aku bahagia.
Kenapa kau tak angkat teleponku?
Kenapa kau tak mengunjungiku?
Kau tak sayang aku?
Selamat tinggal, Sarah.
Bu? Aku bilang, apa ini darurat, atau kau bisa menunggu?
Tidak, ini bukan darurat.
Isi formulir ini semampumu, beri inisial di sini,
Dan lembar kuning memberi kami izin untuk...
Bu, aku pikir kau bilang ini tidak darurat.
Bagaimana keadaanmu?
Aku merasa baik. Aku tak mengalami episode lainnya.
Itu kabar bagus.
Apa ini artinya kau akan pulang lebih cepat?
Kau tahu aku tak bisa melakukan itu, sayang.
Kami di tahapan proyek yang sangat kritis.
Tidak, aku tahu. Aku hanya berpikir kau mungkin bisa...
Untuk izin sebentar.
Mungkin.
Aku perlu pikirkan beberapa hal di sini terlebih dahulu.
Aku mengerti.
Hei, apa yang ahli gastroenterologi katakan?
Dia masih melakukan tes.
Semua orang kesulitan percaya denganku...
...jika ini tak memiliki tanda atau gejala yang menuntun pada ini.
Siapa itu?
Bukan apa-apa. Ini hanya...
Sam SMS aku jika dia sampai rumah dengan selamat.
Kau keluar bersama rekan kerjamu semalam?
Tidak. Hanya Sam.
Dia secara tak sengaja terlalu banyak minum.
Aku mengirim dia pulang dengan taksi.
Apa rencanamu malam ini?
Aku di rumah sakit.
Benar, benar... Maksudku...
Apa menurutmu kau bisa segera tidur?
Ya, mungkin sebaiknya begitu.
Aku harus melakukan endoskopi besok pagi.
Aku lupa beritahu soal itu padamu.
Mereka tak izinkan aku makan atau minum apapun malam ini,
Jadi aku sangat lapar dan haus.
Kau mungkin bisa dengar suara perutku lebih keras dari suaraku.
Itu bagus. Kau sebaiknya tidur.
Oke.
Selamat malam, sayang.
Selamat malam, Peter.
Kami mengizinkanmu pulang.
Jadi tak ada yang salah denganku?
Tidak, jelas ada sesuatu yang salah denganmu,
Tapi selagi kita menunggu untuk hasil tes terkini kembali,
Tak ada lagi yang bisa dilakukan.
Kau akan lebih baik jika berada di sekitar keluarga atau temanmu.
Aku belum beritahu ibuku.
Aku ingin tunggu hingga tahu lebih baik tentang apa yang terjadi.
Aku sebenarnya merasa lebih baik. Mungkin aku sudah membaik.
Sarah, dengarkan baik-baik.
Kita mungkin tak tahu...
...tentang apa yang terjadi didalam dirimu saat ini,
Tapi apapun itu, itu sangat serius.
Saat kau pulang, kau perlu istirahat.
Kau harus menjaga dirimu sendiri.
Kau sebaiknya tidak minum alkohol.
Apa kau mengerti?
Aku mengerti.
Sangat bagus.
Itu sangat-sangat bagus.
Kau di mana? Di sana sudah malan. Apa kau baik-baik saja?
Aku harap kau bersenang-senang?
Hei, ini Peter. Tinggalkan pesan.
Aku sedang di lift.
Peter (mengetik)
Di sini sudah sangat larut. Aku akan langsung tidur.
Oke. Aku mengerti. Aku mencintaimu.
Hei, sayang.
Tebak aku habis apa?
Aku tak yakin. Beritahu aku.
Aku baru dari gym.
Dokter memintaku istirahat, tapi aku bangun merasa bertenaga,
Jadi aku putuskan pergi olahraga,
Lalu aku menjadi sangat berkeringat dan kepanasan,
Sesaat aku masuk ke rumah,
Aku membuka semua bajuku.
Aku merasa jauh lebih baik dibanding selama ini.
Aku tak merasa sakit lagi. Itu mungkin hanya flu.
Aku mencari gejala-gejalanya di Internet,
Dan itu salah satu kemungkinan.
Ada apa?
Kau mengidap kondisi langka, dan itu fatal.
Kau hanya membayangkan yang terburuk. Aku tak apa, sumpah.
Kau tak sengaja menuliskan nomorku...
...ke kontak utama dan bukannya kontak darurat,
Jadi doktermu menghubungiku.
Aku mengira itu telemarketer, jadi tak kuangkat.
Dia pasti beranggapan kau menyeleksi daftar panggilanmu,
Jadi dia tinggalkan pesan suara terperinci di kotak masukku.
Kau beritahu ini padaku lewat chat video?
Aku tahu. Maaf.
Sudah berapa lama kau tahu?
Dua hari. Aku tak tahu bagaimana memberitahumu.
Sarah, kau akan meninggal.
Kenapa aku tak menangis?
Aku minta maaf soal pesan suara.
Jika kita bisa menyelesaikan ini,
Dari harus sampai ke dewan direktur,
Aku akan menghargainya.
Tentu. Tidak masalah.
Jadi, ya, kau mengidap penyakit langka yang tak bisa disembuhkan.
Itu berada didalam perutmu,
Namun pada akhirnya akan menyebar ke seluruh tubuhmu.
Itu takkan terasa sakit, tapi itu akan membunuhmu.
Kami tak tahu berapa lama waktu yang kau punya,
Tapi itu hanya masalah waktu.
Berapa peluangku?
Nol.
Ada 98% peluang kau akan kalah terhadap penyakitmu.
Aku pikir kau bilang tak ada peluang.
Memang tidak.
Lalu bagaimana dengan 2% itu?
Itu batas kesalahan. Ada 2% batas kesalahan.
Tak ada yang benar-benar yakin,
Meski ini kemungkinan terbesarnya.
Kau bilang padaku ada batas kesalahan 2%,
Tapi kau yakin aku akan mati?
Benar. Sayangnya begitu.
Kau menerima ini dengan baik, perlu aku tambahkan.
Kebanyakan orang menangis ketika dokter berikan mereka kabar buruk,
Dan itu sebabnya kebanyakan dokter depresi.
Aku tak mau mati,
Tapi itu kedengarannya bukan keputusanku.
Jika menggunakan analogi bisbol,
Hidup melemparmu bola lengkung.
Bola lengkung lemparan sulit untuk dipukul pemukul.
No comments yet. Be the first to leave one.